13 research outputs found

    Visualisasi Analisa Sentimen Objek Pariwisata Raja Ampat

    No full text
    Oleh: Samrida Adeldytalia Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, setiap tahunnya Raja Ampat memiliki kenaikan jumlah wisatawan yang cukup signifikan. Sebagai objek wisata, Raja Ampat tentu harus memastikan fasilitas pada lokasi wisata memadai dan mampu menjamin turis lokal maupun internasional saat datang ke Raja Ampat merasa puas. Pada jaman sekarang masyarakat biasanya memilih untuk membagikan pengalaman mereka pada saat berwisata di media sosial sebagai wujud penilaian kepuasan pelanggan. Tentunya akan ada berbagai penilaian dari pengunjung, baik tanggapan negatif maupun positif, salah satunya pada posting-an media sosial Twitter yang dapat mempengaruhi kesan terhadap objek pariwisata tersebut. Melihat hal ini, dilakukan penelitian untuk melihat penilaian masyarakat terhadap objek wisata Raja Ampat. Pada penelitian kali ini, akan digunakan data tweets dari media sosial Twitter dan metodologi klasifikasi Naïve Bayes dengan membagi klasifikasi menjadi 3 yaitu positif, negatif, dan netral. Proses analisa menggunakan Bahasa pemrograman R pada software RStudio, lalu hasil akhir ditampilkan dalam bentuk dashboard pada software Power BI. Penelitian ini menunjukan bahwa hasil pegujian akurasi algoritma Naïve Bayes sebesar 83.93%, dengan sentimen positif memiliki persentase tertinggi dengan 81.90% yaitu sebanyak 19.691 data, kemudian dilanjut oleh sentimen netral 12.14% dengan data sebanyak 2.918 data dan terakhir sentimen negatif 5.96% dengan hanya 1.433 data. Data ditampilkan melalui visualisasi pada Power BI untuk memudahkan melihat hasil analisa

    ETIKA MUHADDITSIN DALAM MENERIMA DAN MENYAMPAIKAN HADIS DAN URGENSINYA TERHADAP KUALITAS HADIS

    No full text
    Muhaddits dalam menerima dan menyampaikan hadis harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh para ulama hadis, sehingga dalam penyampaian dan penerimaan hadis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh para ulama hadis seperti ikhlas dan jujur lain-lain. Dalam perspektif etika ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh para ulama hadis tersebut agaknya berbeda dengan prilaku yang diterapkan oleh para periwayat dalam kehidupan sehari-harinya, seperti Abdurrahim bin Zaid. Abdurrahim bin Zaid dikenal sebagai seorang periwayat yang pendusta. Hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Abdurrahim bin Zaid kebanyakan di tolak sebab sebab kedustaannya. Dalam artikel ini penulis bertujuan untuk menelaah lebih lanjut tentang penerimaan dan penyampaian hadis dalam perspektif etika. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustaaan (Library Riseach), dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan etika. Berdasarkan pada hasil penelusuran penulis tentang penerimaan dan penyampaian hadis dalam perspektif etikan menunjukkan bahwa muhaddits dalam menerima dan menyampaikan hadis harus sesuai dengan kaedah yang telah di tetapkan oleh ulama Hadis seperti Ibn Shalah. Beberapa etika yang harus ada bagi seorang periwayat dalam menerima hadis ialah: Niat yang ikhlas, niat menjadi Syarat utama dalam menerima hadis, dalam perspektif etika, niat seorang muhaddits semata-mata hanyalah karena Allah, Kemudian etika selanjutnya ialah memiliki akhlak mulia, jujur dan tertolak riwayat perawi yang berdusta. Selanjutnya etika muhaddist dalam menerima ialah kesungguhan dalam menerima hadis,mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya dan menghormati guru. Sedangkan etika dalam menyampaikan hadis ialah: Mampu mengajarkan hadis, Tidak menyampaikan hadis bila khawatir salah, Menghormati gurunya, sebagai salah satu bentuk penghormatannya ialah tidak menyampaikan hadis jika ada guru mereka di dalam majlis tersebut, kemudian membentuk sebuah halaqoh untuk meyampaikan hadis, seorang muhaddits tidak boleh menyembunyikan apa yang telah diperolehnya atau dipelajarinya

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI KELURAHAN LOWU-LOWU

    No full text
    Menyusui ekslusif enam bulan dan tetap diberi ASI sampai 11 bulan dengan makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan menurunkan kematian balita sebanyak 13%. Dari berbagai studi terdahulu telah diketahui bahwa penyebab penyakit bayi adalah penyakit infeksi dan kurang gizi yaitu infeksi saluran nafas dan diare, dari seluruh bayi yang menderita ditemukan paling banyak adalah bayi kurang dari enam bulan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, sebagian besar ibu telah memberikan makanan pendamping ASI sebelum bayi berusia 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini di kelurahan Lowu-lowu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI dengan pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini pada bayi usia 0-6 bulan di Kelurahan Lowulowu

    TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG MANFAAT MOBILISASI DINI DI BLUD RSUD KOTA BAUBAU

    No full text
    AbstrakIbu nifas diruang bersalin BLUD RSUD Kota Baubau, ditemukan masih banyak yang tidak segera melakukan mobilisasi pasca persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Ibu Nifas tentang Manfaat Mobilisasi Dini di BLUD RSUD Kota Baubau.Metode penelitian yang di gunakan yaitu deskriptif survey dengan desain cross sectional yaitu mengunakan data dalam satu kurun waktu,dengan sampel sejumlah 77 ibu nifas .Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 77 responden yang memiliki tingkat pengetahuan tahu baik terdapat 22 ibu nifas sebanyak (28,5%) dan tingkat pengetahuan tahu kurang terdapat 55 ibu nifas sebanyak (71,4%), tingkat pengetahuan memahami baik terdapat 25 ibu nifas sebanyak (32,4%) dan tingkat pengetahuan memahami kurang terdapat 52 ibu nifas sebanyak (67,5%), tingkat pengetahuan aplikasi baik terdapat 28 ibu nifas sebanyak (36,3%) dan tingkat pengetahuan aplikasi kurang terdapat 49 ibu nifas sebanyak (63,6%) .Simpulan hasil penelitian ini “Tingkat Pengetahuan Tahu, Memahami, Aplikasi” mayoritas ibu nifas tentang manfaat mobilisasi dini masih kurang

    Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Atas Perbuatan Wanprestasi Dalam Perjanjian Asuransi Kebakaran (Studi Putusan Nomor 1040 K/PDT/2014)

    No full text
    Abstract The result of the research shows that, based on legal consideration, no party is harmed by the error in giving the data of the insurance object from the insured to the insurer. Therefore, according to the Supreme Court the insured does not do illegal act so that the judex facti of the Jakarta Pusat District Court and the DKI Jakarta High Court has made errors in handing down their verdicts. The legal consideration of the Supreme Court is that the insurance contract between the two parties is valid and has legal force; in consequence, the insurance company is required to. The Supreme Court, in its Ruling, accepts the claim of the insured, Samtrida, and revokes the verdict of DKI Jakarta High Court by its own legal consideration.Keywords: Liability, Default, Contract, Fire Insurance  Abstrak Hasil penelitian normatif dalam penelitian ini bahwa, berdasarkan pertimbangan hukum tidak ada pihak yang dirugikan yang disebabkan oleh adanya kesalahan pemberian data objek asuransi dari tertanggung kepada penanggung, maka menurut pertimbangan hukum Mahkamah Agung perbuatan tertanggung tidak dapat dikatakan  sebagai suatu perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu judex fakti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah salah dalam menerapkan hukum. Oleh karena itu pertimbangan hukum Mahkamah Agung adalah bahwa perjanjian asuransi antara PT Asuransi Adira Dinamika sebagai penanggung adalah sah dan memiliki kekuatan hukum, dan oleh karena itu pihak penanggung wajib membayar ganti rugi kepada tertanggung Samrida yang besarnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dimuat dalam perjanjian polis asuransi tersebut. Mahkamah Agung pada putusannya mengabulkan gugatan tertanggung Samrida dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan membuat pertimbangan hukum sendiri. Kata Kunci : Pertanggungjawaban, Wanprestasi, Perjanjian, Asuransi Kebakara

    Pemanfaatan Simplisia Daun Katuk Terhadap Produksi ASI Ibu Menyusui Post SC

    No full text
    Persalinan secara Sectio Caesarea (SC) menjadi salah satu pilihan untuk menyelamatkan ibu dan bayi tentunya dengan beberapa indikasi tertentu. Namun demikian, tidak sedikit keluhan yang dirasakan pad ibu pasca SC saat masa nifas, mulai dari rasa perih luka jahitan bahkan pengeluaran ASI yang tidak lancar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Desmawati, 2017) menyebutkan bahwa waktu pengeluaran ASI pada pasien SC lebih lambat, disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adanya bahan kimia (obat-obatan) saat proses SC sehingga menghambat hormone oksitosin dan prolaktin, mobilisasi yang kurang karena nyeri luka operasi ibu, dan lain-lain. Saat ini telah banyak penelitian yang dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami guna meningkatkan produksi ASI, diantaranya pemanfaatan daun katuk. Penelitian ini merupakan Quasi experiment dengan desain Non Equivalent Control Group. Terdapat 2 kelompok yaitu kelpok control (ibu post SC yang tidak diberikan simplisia daun katuk) dan kelompok intervensi (ibu post SC yang diberikan simplisia daun katuk). Untuk mengetahui efektifitas pemberian simplisia daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui post SC dilakukan uji perbedaan antara rata-rata peningkatan Berat Badan (BB) Bayi pada kelompok kontrol dan intervensi. Hasil Independet T test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna peningkatan BB bayi antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan p=0,025 (p<0,05).Terdapat peningkatan produksi ASI yang signifikan, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok intervensi sebelum dan setelah pemberian simplisia daun katuk (p=0,000 < 0,05). Simplisia daun katuk efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui post Sectio Caesare (SC) (p=0,025 <0,05). Kata Kunci: ASI; Daun Katuk; Menyusui; Post SC; Simplisi

    Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Atas Perbuatan Wanprestasi dalam Perjanjian Asuransi Kebakaran (Studi Putusan No. 1040 K/PDT/2014)

    No full text
    Pada studi kasus yang dibahas pada penulisan tesis ini terdapat pihakpihak yang berperkara yaitu PT. Asuransi Adira Dinamika selaku pihak tergugat sekaligus pihak penanggung dan Samtrida selaku penggugat sekaligus pihak tertanggung. Kedua belah pihak terikat dalam perjanjian perasuransian dengan bukti kepemilikan polis yang pegang oleh pihak Samrida. Selama masa pertanggungan, telah terjadi musibah kebakaran pada ruko yang telah dijaminkan oleh pihak tertanggung kepada pihak asuransi. Atas kebakaran yang terjadi pada tanggal 07 Desember 2008 tersebut pihak tertanggung mengajuan permohonan klaim kepada pihak asuransi. Pihak asuransi selaku pihak penanggung melakukan penolakan atas klaim tersebut. Dikarenakan adanya penolakan atas klaim tersebut, tertanggung mengajukan gugatan. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, yang menjadi pokok permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini ialah bagaimana klaim asuransi kebakaran yang diajukan oleh tertanggung dalam memenuhi standarisasi polis asuransi kebakaran Indonesia, bagaimana penyebab terjadinya perbedaan interprestasi hukum antara Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dengan Mahkamah Agung dalam putusan No. 1040K/Pdt/2014, bagaimana kekurangan dalam instrumen pengikatan perjanjian polis asuransi sehingga terjadi wanprestasi dalam putusan No. 1040K/Pdt/2014. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif yaitu penelitian terhadap bahan pustaka atau data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui penelusuran dokumendokumen maupun buku-buku ilmiah untuk mendapatkan landasan teoritis berupa hukum positif yang sesuai dengan objek yang akan diteliti. Alat pengumpulan data yang dipergunakan berupa dokumen. Teknik analisis yang dipakai adalah Teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian normatif dalam penelitian ini bahwa, berdasarkan pertimbangan hukum tidak ada pihak yang dirugikan yang disebabkan oleh adanya kesalahan pemberian data objek asuransi dari tertanggung kepada penanggung, maka menurut pertinbangan hukum Mahkamah Agung perbuatan tertanggung tidak dapat dikatakan sebagai suatu perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu judex fakti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah salah dalam menerapkan hukum. Oleh karena itu pertimbangan hukum Mahkamah Agung adalah bahwa perjanjian asuransi antara PT Asuransi Adira Dinamika sebagai penanggung adalah sah dan memiliki kekuatan hukum, dan oleh karena itu pihak penanggung wajib membayar ganti rugi kepada tertanggung Samrida yang besarnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dimuat dalam perjanjian polis asuransi tersebut. Tidak ada unsur kerugian yang diderita oleh pihak penanggung PT Asuransi Adira Dinamika, maka pihak tertanggung Samrida tidak dapat dikategorikan telah melakukan perbuatan melawan hukum. Mahkamah Agung pada putusannya mengabulkan gugatan tertanggung Samrida dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan membuat pertimbangan hukum sendiri.In this case study, the litigants are PT Asuransi Adira Dinamika as defendant and the insurer and Samtrida as plaintiff and the insured. Both of them are involved in an insurance contract with Samtrida as the policy holder. During the coverage, the building used as the collateral was burned down on December, 2008. The insured then filed a claim to the insurance company which rejected it. The result was that the insured sued the company. The research problems were how about the claim for fire insurance filed by the insured in fulfilling the standardization of the Indonesian fire insurance policy, how about the cause of different legal interpretation of the District Court and the High Court with the Supreme Court in its Ruling No. 1040K/Pdt/2014. The research used juridical normative method which analyzed secondary data obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials. The data were gathered by studying documents and scientific books, using documents as the device, to get the theoretical basis for positive law according to the research objects. The gathered data were analyzed qualitatively. The result of the research shows that, based on legal consideration, no party is harmed by the error in giving the data of the insurance object from the insured to the insurer. Therefore, according to the Supreme Court the insured does not do illegal act so that the judex facti of the Jakarta Pusat District Court and the DKI Jakarta High Court has made errors in handing down their verdicts. The legal consideration of the Supreme Court is that the insurance contract between the two parties is valid and has legal force; in consequence, the insurance company is required to compensate to the plaintiff (Samritda) with the same amount as it is specified in the contract. There is no financial loss suffered by the insurer (PT Asuransi Adira Dinamika) so that the plaintiff cannot be categorized as having done illegal act. The Supreme Court, in its Ruling, accepts the claim of the insured, Samtrida, and revokes the verdict of DKI Jakarta High Court by its own legal consideration.167 HalamanTesis Magiste

    Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Atas Perbuatan Wanprestasi dalam Perjanjian Asuransi Kebakaran (Studi Putusan No. 1040 K/PDT/2014)

    No full text
    Pada studi kasus yang dibahas pada penulisan tesis ini terdapat pihakpihak yang berperkara yaitu PT. Asuransi Adira Dinamika selaku pihak tergugat sekaligus pihak penanggung dan Samtrida selaku penggugat sekaligus pihak tertanggung. Kedua belah pihak terikat dalam perjanjian perasuransian dengan bukti kepemilikan polis yang pegang oleh pihak Samrida. Selama masa pertanggungan, telah terjadi musibah kebakaran pada ruko yang telah dijaminkan oleh pihak tertanggung kepada pihak asuransi. Atas kebakaran yang terjadi pada tanggal 07 Desember 2008 tersebut pihak tertanggung mengajuan permohonan klaim kepada pihak asuransi. Pihak asuransi selaku pihak penanggung melakukan penolakan atas klaim tersebut. Dikarenakan adanya penolakan atas klaim tersebut, tertanggung mengajukan gugatan. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, yang menjadi pokok permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini ialah bagaimana klaim asuransi kebakaran yang diajukan oleh tertanggung dalam memenuhi standarisasi polis asuransi kebakaran Indonesia, bagaimana penyebab terjadinya perbedaan interprestasi hukum antara Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dengan Mahkamah Agung dalam putusan No. 1040K/Pdt/2014, bagaimana kekurangan dalam instrumen pengikatan perjanjian polis asuransi sehingga terjadi wanprestasi dalam putusan No. 1040K/Pdt/2014. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif yaitu penelitian terhadap bahan pustaka atau data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui penelusuran dokumendokumen maupun buku-buku ilmiah untuk mendapatkan landasan teoritis berupa hukum positif yang sesuai dengan objek yang akan diteliti. Alat pengumpulan data yang dipergunakan berupa dokumen. Teknik analisis yang dipakai adalah Teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian normatif dalam penelitian ini bahwa, berdasarkan pertimbangan hukum tidak ada pihak yang dirugikan yang disebabkan oleh adanya kesalahan pemberian data objek asuransi dari tertanggung kepada penanggung, maka menurut pertinbangan hukum Mahkamah Agung perbuatan tertanggung tidak dapat dikatakan sebagai suatu perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu judex fakti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah salah dalam menerapkan hukum. Oleh karena itu pertimbangan hukum Mahkamah Agung adalah bahwa perjanjian asuransi antara PT Asuransi Adira Dinamika sebagai penanggung adalah sah dan memiliki kekuatan hukum, dan oleh karena itu pihak penanggung wajib membayar ganti rugi kepada tertanggung Samrida yang besarnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dimuat dalam perjanjian polis asuransi tersebut. Tidak ada unsur kerugian yang diderita oleh pihak penanggung PT Asuransi Adira Dinamika, maka pihak tertanggung Samrida tidak dapat dikategorikan telah melakukan perbuatan melawan hukum. Mahkamah Agung pada putusannya mengabulkan gugatan tertanggung Samrida dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan membuat pertimbangan hukum sendiri.In this case study, the litigants are PT Asuransi Adira Dinamika as defendant and the insurer and Samtrida as plaintiff and the insured. Both of them are involved in an insurance contract with Samtrida as the policy holder. During the coverage, the building used as the collateral was burned down on December, 2008. The insured then filed a claim to the insurance company which rejected it. The result was that the insured sued the company. The research problems were how about the claim for fire insurance filed by the insured in fulfilling the standardization of the Indonesian fire insurance policy, how about the cause of different legal interpretation of the District Court and the High Court with the Supreme Court in its Ruling No. 1040K/Pdt/2014. The research used juridical normative method which analyzed secondary data obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials. The data were gathered by studying documents and scientific books, using documents as the device, to get the theoretical basis for positive law according to the research objects. The gathered data were analyzed qualitatively. The result of the research shows that, based on legal consideration, no party is harmed by the error in giving the data of the insurance object from the insured to the insurer. Therefore, according to the Supreme Court the insured does not do illegal act so that the judex facti of the Jakarta Pusat District Court and the DKI Jakarta High Court has made errors in handing down their verdicts. The legal consideration of the Supreme Court is that the insurance contract between the two parties is valid and has legal force; in consequence, the insurance company is required to compensate to the plaintiff (Samritda) with the same amount as it is specified in the contract. There is no financial loss suffered by the insurer (PT Asuransi Adira Dinamika) so that the plaintiff cannot be categorized as having done illegal act. The Supreme Court, in its Ruling, accepts the claim of the insured, Samtrida, and revokes the verdict of DKI Jakarta High Court by its own legal consideration.167 HalamanTesis Magiste
    corecore