1,720,957 research outputs found
UNSUR PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERIBAHASA BANJAR (THE ELEMENTS OF CHARACTER EDUCATION ON BANJARESE PROVERBS)
Unsur Pendidikan Karakter dalam Peribahasa Banjar. Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh deskripsi atau gambaran yang objektif tentang unsur pendidikan karakter dalamperibahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalahsumber tertulis dalam bentuk buku atau hasil penelitian dan sumber lisan melalui wawancaradengan narasumber atau informan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1)Wujud pendidikan nilai agama yang terdapat dalam peribahasa Banjar, yaitu nilai karakter takutkepada Tuhan, nilai karakter bersyukur kepada Tuhan. (2) Wujud pendidikan nilai moral yangterdapat dalam peribahasa Banjar, yaitu nilai karakter jujur, nilai karakter bertanggung jawab,nilai karakter bergaya hidup sehat, nilai karakter disiplin, nilai karakter kerja keras, nilai karakterpercaya diri, nilai karakter berpikir logis, kritis dan inovatif, nilai karakter mandiri, nilai karakteringin tahu, dan nilai karakter cinta ilmu. (3) Wujud pendidikan nilai sosial yang terdapat dalamperibahasa Banjar, yaitu nilai karakter sadar akan hak dan kewajiban orang lain, nilai karakterpatuh pada aturan-aturan sosial, nilai karakter menghargai karya dan prestasi orang lain, nilaikarakter santun, dan nilai karakter demokratis.Kata-kata kunci : pendidikan karakter, peribahasa banja
Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Pemberian Sanksi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI SDN 53 Pabbambaeng Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberian sanksi di sekolah tersebut memang dilaksanakan dengan menggunkan berbagai cara, diantaranya menyapu, membersihkan ruangan kelas, mengepel di luar dan di dalam ruangan, menghafal ayat-ayat pilihan, menatap tajam, memberikan teguran, memberikan denda, dan memberikan skors. Namun, sanksi yang digunakan di sini adalah sanksi yang sangat mendidik, dan itu dapat menguntungkan antara kedua belah pihak, antara guru dan peserta didik. Akan tetapi, masih ada saja peserta didik yang belum mengerti tentang pemberian sanksi tersebut. Pada umumnya, semua peserta didik setuju dengan adanya pemberian sanksi di sekolah tersebut. Persepsi guru tentang sanksi itu sendiri pada umumnya para guru sangat setuju jika semua pendidik menerapkan sanksi, baik itu sanksi ringan maupun sanksi berat, akan tetapi kita harus mengalah lagi pada undang-undang perlindungan anak. Jadi, pendidik harus mengalah lagi mengenai peraturan tersebut dari yang semestinya. Persepsi peserta didik mengenai sanksi yang diterapkan oleh bapak/ibu guru, bahwa sanksi itu penghakiman antara perbuatan yang kita lakukan, yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di ruang kelas, dan sanksi dapat memberikan efek jerah pada peserta didik yang sering melanggar
Upaya Meningkatkan Kemampuan Memahami Tata Cara Wudhu Melalui Strategi Picture and Picture pada Siswa Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Sipai Martapura Kabupaten Banjar
Samrah, 2011. Skripsi, Upaya Meningkatkan Kemampuan Memahami Tata Cara Wudhu Melalui Strategi Picture and Picture pada Siswa Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Sipai Martapura Kabupaten Banjar, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Salamah., M.Pd., (II) Dra. Raihanatul Jannah, M.Pd.
Kata Kunci : Kemampuan, tata cara wudhu, Strategi picture and picture
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Strategi Picture and Picture sebagai upaya meningkatkan kemampuan memahami Tata Cara wudhu. Subjek penelitian adalah siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Sipai Martapura Kabupaten Banjar sebanyak 34 orang, yang terdiri dari 17 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Penelitian dilakukan pada kegiatan belajar mengajar di semester II tahun ajaran 2010/2011 pada mata pelajaran Fikih. Standar kompetensi yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran adalah siswa mampu memahami tata cara wudhu. Sedangkan kompetensi dasar materi ini terarah agar siswa mampu mengenal dan menyebutkan tata cara wudhu.
Tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus dengan masing-masing 2 kali pertemuan atau pembelajaran selama 4 (2 x 35 menit). Sumber data diperoleh melalui guru, siswa dan teman sejawat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes dan dokumenter yang kemudian dianalisis secara deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
Penerapan Strategi Picture and Picture dalam mata pelajaran Fikih dilaksanakan melalui penugasan menempelkan/memasangkan potongan kartu/gambar menjadi urutan yang logis. Siswa diminta memberikan penjelasan terhadap urutan jawaban. Ketepatan susunan sesuai definisi/indikator disertai alasan logis menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap materi wudhu. Kemampuan memahami Tata Cara wudhu secara bertahap meningkat. Siswa mampu menempelkan/memasangkan gambar sesuai kategore dan menjelaskan berbagai ketentuan tata cara wudhu yang mencakup syarat, rukun, sunat dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Hal ditunjukkan dari nilai rata-rata sikus I pertemuan pertama 75,54%, pertemuan kedua 79,68%; klasifikasi mampu. Pada siklus II kemampuan siswakembali meningkat. Pertemuan pertama sebesar 84,16%; klasifikasi mampu dan pertemuan kedua sebesar 91,66%; klasifikasi sangat mampu.
Keberhasilan ini sejalan dengan meningkatnya a) Kualitas pengelolaan pembelajaran yang mencapai 92,12%; kalsifikasi sangat baik. Guru mampu membimbing siswa dalam memahami dan membedakan berbagai ketentuan Tata Cara wudhu, b) Aktivitas siswa dalam belajar mencapai 92%; klasifikasi sangat aktif. Siswa mampu menunjukkan keaktifan belajar secara dinamis, kolaboratif dan interaktif, c) Nilai hasil belajar yang menacapai rata-rata klasikal sebesar 8,26; klasifikasi sangat berhasil. Pemahaman siswa yang meningkat berkorelasi terhadap pencapaian nilai hasil belajar yang optimal
PERAN GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN ESQ (EMOTIONAL SPRITUAL QUOTIENT) SISWA DI SMP LESTARI PACONNE KECAMATAN BELOPA KABUPATEN LUWU
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
