1,720,965 research outputs found
Peningkatan keterampilan guru dalam menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui metode PBL pada diklat karya tulis ilmiah guru jenjang SMP kabupaten Kutai Timur tahun 2016
Sebagian besar guru terkendala pada saat akan mengajukan angka kredit untuk kenaikan pangkat yang disebabkan kesulitan dalam membuat karya tulis ilmiah. Salah satu bentuk karya tulis ilmiah adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Kurangnya keterampilan guru dalam menyusun laporan PTK menjadi kendala lain yang dihadapi oleh para guru. Penelitian ini menggunakan lembar observasi keterampilan peserta diklat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah format indikator dari bab I sampai dengan bab V. Berdasarkan data, pada bab pendahuluan, para peserta diklat sudah baik dalam membuat latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah peserta yang memperoleh predikat baik yaitu ratarata sebesar 65,56%. Pada bab tinjauan pustaka, para peserta diklat sudah baik dalam menggambarkan judul dan kerunutannya yaitu rata-rata sebesar 91,67%. Pada bab metodologi penelitian, sebanyak 87,80% peserta sudah baik dalam merancang teknik dan alat pengumpulan data, menentukan analisis data dan setting penelitian. Sedangkan pada penentuan subyek dan prosedur penelitian, diperoleh hasil rata-rata sebesar 98,33% dengan kriteria sangat baik.Pada bab hasil dan pembahasan, sebanyak 66,67% peserta sudah baik dalam menyajikan analisis data, refleksi dan pembahasan. Pada bab penutup, sebanyak 61,67% peserta sudah baik dalam menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran
UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING EKSPOR PRODUK UMKM MAKANAN DAN MINUMAN MELALUI PENGEMBANGAN USAHA DENGAN BERBASIS PADA KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA
Kekayaan alam yang melimpah serta kekayaan budaya yang beragam,merupakan potensi besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia dimasa yang akan datang. Potensi tersebut salah satunya adalah budaya kuliner yang mencakup makanan dan minuman yang dibuat dalam sekala usaha mikro kecil dan menengah. Oleh karena itu perlu didorong untuk ekspor melalui peningkatan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berbasis pada kearifan lokal bangsa Indonesia. Kearifan lokal diartikan sebagai upaya strategis dalam kehidupan masyarakat lokal guna mengatasi permasalahan kehidupan mereka. Kearifan lokal menjadi sebuah kekuatan budaya guna menghadapi tantangan di pasar global. Era globalisasi telah mendorong perekonomian global masuk keseluruh penjuru dunia. Oleh karena itu kekuatan daya saing produk UMKM dapat diupayakan melalui penguatan kembali budaya lokal mereka. Nilai kearifan lokal dapat menjadi kekuatan dalam peningkatan daya saing produk UMKM menuju ekspor
Makna Tanda Gestur Seksual Pada Meriam Si Jagur di Museum Fatahilah, Jakarta
Seni dekoratif telah berkembang di Nusantara sejak beberapa abad yang lalu sebagai dampak dari pengaruh dari budaya masyarakat pendatang. Salah bentuk peninggalan seni dekoratif tersebut adalah pada meriam Si Jagur di museum Fatahilah, Jakarta. Meriam Si Jagur adalah sebuah meriam kuno yang dibuat pada masa kolonial Portugis.
Pada bagian kulas meriam tersebut terdapat representasi bentuk tanda gestur seksual (Mano in Fica) yang bentuknya serupa dengan gerak isyarat tangan Kuku Pancanaka. Pada awal pembuatannya, tanda tersebut dimaksudkan sebagai tanda jimat yang diberikan pada alat persenjataan perang guna memberi spirit dalam peperangan.
Apabila tanda gestur seksual tersebut dimaknai oleh pengamat pada saat ini maka dapat bermakna sebagai sebuah simbol seksual. Di dalam konteks budaya dan masa yang berbeda maka tanda tersebut dapat dimaknai sebagai sebuah tanda yang bermakna pornografis (cabul. Selanjutnya pada konteks budaya yang lain tanda tersebut menjadi tanda yang fungsional dan tidak bermakna pornografis.
Didalam kehidupan masyarakat Jawa telah terjadi tahap-tahap belajar dalam periode peralihan budaya.Tahap tersebut adalah tahap budaya mitologis, ontologis dan moderen. Pada ketiga konteks budaya tersebut maka tanda gestur seksual dimaknai secara berbeda sesuai dengan kondisi pembungkaman seksual pada masing-masing tahap tersebut
Membangun budaya mutu satuan pendidikan melalui penerapan siklus sistem penjaminan mutu internal (spmi) untuk pencapaian 8 standar nasional pendidikan di provinsi Kalimantan Timur
Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah bertujuan menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan dasar dan menengah sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara mandiri. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP no. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mendoorong satuan pendidikan untuk memenuhi 8 (delapan) SNP dalam kurun waktu yang ditentukan. Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah terdiri atas dua komponen yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Setiap satuan pendidikan beserta seluruh komponen didalamnya memiliki tanggungjawab dalam peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional didefinisikan sebagai keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Budaya mutu sekolah/madrasah dapat diimplementasikan melalui pengembangan sekolah model yang dilaksanakan oleh LPMP Kalimantan Timur. Sekolah model merupakan sekolah yang berbasis pada 8 standar nasional pendidikan
Karakteristik Kerajinan berbasis Kearifan Lokal pada Produk Kerajinan di Indonesia
At this moment, craft industry starts developing quickly with the government policy for increasing nation capacity competitive by creativitas economic. The craft product competitive can be reached, if it developed by modern pattern, but the basic is in local wisdom. Because of it needs effort to know potention of growing craft industry on characteristic craft comprehensive in Indonesia. The developing of it, the craft industry centrals have influenced some factors. The factors are supported in basic comodity, market (tourism), the source of human being, creative and culture environment
PENDIDIKAN DESAIN YANG MEMIHAK PADA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH
Industri kecil dan menengah (IKM) merupakan industri yang menyokong perekonomian nasional. Industri ini telah pula menjadi tumpuan perekonomian bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, dilain sisi masih ada kelemahan dalam daya saing industri industri kecil dan menengah merupakan faktor yang melemahkan dalam persaingan pasar. Produk industri kecil dan menengah selalu identik dengan kualitas produk yang rendah. Desain sebagai bagian yang berperan dalam menunjang kualitas dan daya saing produk tampaknya masih belum mendapat perhatian pelaku industri kecil dan menengah. Ketersediaan sumber daya manusia bidang keilmuan desain khususnya desain komunikasi visual masih menjadi kendala. Perguruan tinggi desain tampaknya masih enggan untuk berpihak dalam pengembangan desain bagi industri kecil dan menengah.
Kata kunci : Industri kecil dan menengah, desai
Borneo Jurnal Ilmu Pendidikan LPMP Kalimantan Timur Vol. VII, No. 2, Desember 2013
Borneo Volume VII, Nomor 2, Desember 2013 ini merupakan edisi yang diharapkan dapat kembali terbit pada edisi-edisi berikutnya. Jurnal Borneo terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Pada edisi ini, semua tulisan yang dimuat dalam Jurnal Borneo berasal dari luar LPMP yaitu Dosen, pengawas, Kepala Sekolah, dan guru. Untuk itu, terima kasih kami sampaikan kepada para penulis artikel sebagai kontributor sehingga jurnal Borneo edisi ini dapat terbit sesuai waktu yang ditentukan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
