1,721,402 research outputs found

    bentuk gending samirah malangyang dimainkan di sanggar among roso

    No full text
    ABSTRAKHartono, Dony Eko. 2017.Bentuk Gending Samirah Malang dimainkan di Sanggar Among Rasa. Dengan pembina Ki Sumantri Desa Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang (Bentuk gending Samirah Malang). Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Dra. Hj. Endang Wara Suprihatin Dyah Pratamawati,M.Pd  (2) Hartono, S.Sn, M,Sn Kata Kunci :Gending SamirahMalanga dalah salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang memiliki banyak kesenian diantaranya adalahgending Samirah..Saat ini keseniangending Samirah Malang menyajikan musikiringan lebih menarik dan terstruktur.Hal inimenjadi alasan peneliti untuk menggali lebih dalam lagi tentang bentuk gending Samirah Malangdi Padepokan Among Rasa pembina Ki SumantriDesaBakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang.Penelitianinibertujuanuntuk: 1)Mendeskripsikan Bentuk gending Samirah Malang yang dimainkan di sanggar Among Ras pembina Ki Sumantri Desa Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang.Penelitian  ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi,  wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Kegiatananalisis data menggunakan  diskriptifkualitatif dengan tahap pengumpulan data,  tahapreduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan.Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk gending Samirah yang dimainkan disanggar Among Rasa pembina ki Sumantri memiliki notasi kepatihan yang didalamnya terdapat 128 sabetan dengan dilambangkan titik-titik memiliki 32gatra yang setiap gatra terdiri dari 4 sabetan, notasi yang termasuk dalam jenis gending sak Samirah, gending Samirah malang pembina ki Sumantri memiliki laras slendro dan memiliki pathet 9dengan nada gong 2, dan memiliki dua jenisirama yaitu irama tanggung dan irama dadi.Alat musik terdiri dari kendang sebagai pengatur irama demung dan saron sebagai alat musik yang melagukan notasi, serta bonang babok, bonang penerus, kempul, gong, kethuk, kenong sebagai alat musik yang memiliki pola dalam tabuhanya. Vokal terdiri sindhenan parikan khusus gending Samirah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah setiap unsur-unsur di dalam bentuk gending Samirah yang dimainkan di Sanggar Among Rasa memiliki bagian-bagian yang berbeda dan bagian tersebut memiliki ciri pada bentuk gending Samirah Malang yang dimainkan di Sanggar Among Rasa. Saran untuk peneliti lain adalah melakukan penelitian mendalam mengenai makna gending Samirah yang dimainkan di Sanggar Among Rasa pembina ki Sumantri

    Interview with artist Samirah Khayri

    No full text
    هذه المقابلة تتحدث الفنانة سميرة خيري عن لوحاتها الفنية وتأثيرالثقافة المصرية على أعمالها.و تشير أيضًا إلى معارضها. أجرت المقابلة درية شرف الدينIn this interview, artist Samirah Khayri speaks about her paintings, exhibitions, and the impact of Egyptian culture on her works. The interview was conducted by Dorreya Sharaf al-Din

    PERANCANGAN PROMOSI ONLINE DAN DESAIN KEMASAN PRODUK PADA USAHA KERIPIK UBI SAMIRAH JAMBI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang promosi online dan mendesain kemasan produk pada Usaha Keripik Ubi Samirah Jambi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu riset internet, penelitian kepustakaan, dan riset lapangan dengan melakukan wawancara langsung bersama pemilik beserta pelanggan dan konsumen Keripik Ubi Samirah Jambi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara, bahwa promosi yang dilakukan pada Usaha Keripik Ubi Samirah Jambi masih menggunakan sistem komunikasi dari mulut ke mulut. Promosi tersebut belum dapat dikatakan efektif dan jangkauan dari penyebaran informasi masih sangat terbatas hanya disekitar wilayah kelurahan Talang Banjar kota Jambi. Selain itu, Usaha Keripik Ubi Samirah Jambi mengemaskan produknya masih menggunakan kemasan plastik biasa tanpa adanya label produk. Kemasan tersebut terlihat kurang menarik dan tidak ada informasi lengkap apapun tentang produk atau identitas usaha. Oleh karena itu, Usaha Keripik Ubi Samirah Jambi sebaiknya melakukan promosi online menggunakan Instagram karena lebih efektif dan efisien yang dapat membantu menjangkau lebih banyak orang dan dapat saling berinteraksi secara online antara penjual dengan calon pembeli. Selain itu, Usaha Keripik Ubi Samirah Jambi sebaiknya menggunakan desain kemasan agar mempunyai label kemasan yang menarik dan lebih informatif bertujuan untuk memperkenalkan label produk kepada masyarakat

    Entretien avec Samirah Kenawi et Ulrike Poppe, animé par Hélène Camarade et Etienne Dubslaff

    No full text
    Rencontre en allemand avec deux actrices du mouvement des femmes et de la révolution pacifique Samirah Kenawi et Ulrike Poppe, Goethe Institut Bordeaux, 23 septembre 202

    Kendangan gambyak ki Diyat sairejo suatu tinjauan terhadap pola garap dalam gending samirah

    No full text
    Penyajian kendangan gambyak dalam gending samirah merupakan perpaduan dari kendangan bem dan kendangan gambyak yang dalam penampilannya hanya menggunakan satu jenis kendang gambyak saj

    Heroism values and masculine traits of samirah al-abbas in the novel magnus chase and the ship of the dead (2017)

    No full text
    This research aims to show the heroism values and the masculine traits of Samirah al-Abbas in the novel Magnus Chase and the Ship of the Dead (2017) by Rick Riordan. This research used a descriptive qualitative method to analyze the heroism and the masculine qualities of the character. This research applied the concept of the great eight popularized by George R. Goethals and Scott T. Allison to analyze the heroism values of Samirah al-Abbas. The concept consists of eight traits that could be used to identify heroism in a person. Goethals and Allison argued that the traits of caring, charismatic, inspiring, reliable, resilient, selfless, smart, and strong are the characteristics of a hero. The results show that throughout the plot of the book, Samirah exhibited six of eight heroic traits, which are caring, charismatic, inspiring, selfless, smart, and strong. All the six heroic traits had helped Samirah and her comrades to overcome any challenges in their quests to successfully reach their goal. To analyze the masculine characteristics of Samirah al-Abbas, this research used the concept of gender by Jan E. Stets and Peter J. Burke. The concept is categorized into three parts; gender roles, gender stereotypes, and gender identity. In Magnus Chase and the Ship of the Dead, Samirah demonstrated masculine gender roles. She also exhibited several evidences of masculine stereotypes. For her gender identity, her masculine identity is more prominent than her feminine one. This concludes that Samirah al-Abbas is a heroic character whose masculine qualities are more prominentix, 52 hlm, ilusi; 25 c

    Frauen in der Bürgerbewegung der DDR und während der Friedlichen Revolution. Ein Gespräch mit Ulrike Poppe und Samirah Kenawi

    No full text
    Ein Gespräch mit Ulrike Poppe und Samirah Kenawi, geführt von Hélène Camarade und Etienne Dubslaff. Über Zivilcourage, Fraueninitiativen, Homosexualität und Lesbengruppen, Friedens- und Menschenrechtsengagement, Hafterlebnisse und Vernetzung mit Engagierten aus dem Weste

    Frauen in der Bürgerbewegung der DDR und während der Friedlichen Revolution. Ein Gespräch mit Ulrike Poppe und Samirah Kenawi

    No full text
    Ein Gespräch mit Ulrike Poppe und Samirah Kenawi, geführt von Hélène Camarade und Etienne Dubslaff. Über Zivilcourage, Fraueninitiativen, Homosexualität und Lesbengruppen, Friedens- und Menschenrechtsengagement, Hafterlebnisse und Vernetzung mit Engagierten aus dem Weste

    Cell_Transplantation_Supplemental_File - Progenitor/Stem Cell Delivery by Suprarenal Aorta Route in Acute Kidney Injury

    No full text
    Cell_Transplantation_Supplemental_File for Progenitor/Stem Cell Delivery by Suprarenal Aorta Route in Acute Kidney Injury by Érika B Rangel, Samirah A Gomes, Rosemeire Kanashiro-Takeuchi and Joshua M Hare in Cell Transplantation</p

    Au-delà de l’humanitaire : penser la santé palestinienne dans une perspective de libération

    No full text
    Since October 2023, the situation in Gaza has been overwhelmingly described in terms of a “humanitarian catastrophe.” Dominant discourses—whether from the media, international organizations, or humanitarian institutions—primarily invoke the language of emergency, crisis, and the right to survival. While this approach may appear legitimate given the scale of destruction, it risks normalizing the violence and obscuring its structural causes and those responsible for it. Reducing Gaza to a disaster zone often means concealing the political logic behind the crisis: that of Israeli settler colonialism.Without a critical analysis of this colonial reality, any response—including medical, humanitarian, or academic—risks reproducing the power relations that made it possible in the first place. This article thus seeks to re-situate health in Palestine within a long history of colonial domination, by analyzing its concrete effects on infrastructure, medical practices, bodies, and subjectivities. As Samirah Jarrar demonstrates, the aim is to move beyond the humanitarian framework and envision a politics of care grounded in justice, sovereignty, and self-determination.Depuis octobre 2023, la situation à Gaza est massivement décrite en termes de « catastrophe humanitaire ». Les discours dominants, qu’ils émanent des médias, des organisations internationales ou des institutions humanitaires, mobilisent avant tout les registres de l’urgence, de la crise et du droit à la survie. Si cette approche peut sembler légitime face à l’ampleur des destructions, elle risque toutefois de normaliser la violence et d’effacer ses causes structurelles et ses responsables. Réduire Gaza à une zone sinistrée revient souvent à occulter la logique politique qui produit cette crise : celle du colonialisme de peuplement israélien.Or, sans analyse critique de cette réalité coloniale, toute réponse – y compris médicale, humanitaire ou académique – risque de reproduire les rapports de pouvoir qui l’ont rendue possible. Cet article propose ainsi de réinscrire la santé en Palestine dans une histoire longue de domination coloniale, en analysant ses effets concrets sur les infrastructures, les pratiques médicales, les corps et les subjectivités. Comme le démontre Samirah Jarra dans cet article, il s’agit de dépasser le cadre humanitaire pour envisager une politique du soin enracinée dans la justice, la souveraineté et l’autodétermination
    corecore