1,720,993 research outputs found

    Hasil pemugaran benda cagar budaya PJP I: lanjutan

    Full text link
    Salah satu upaya perlindungan dan pelestarian benda eagar budaya adalah melalui pemugaran. Upaya tersebut dilaksanakan sejalan dengan pembangunan nasional di bidang kebudayaan. Selama Pembangunan Jangka Panjang I (PJP I) tahun 1969/1970 - 1993/1994 telah dipugar sekitar 370 benda cagar budaya/situs melalui anggaran pembangunan dan rutin Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Bidang Permuseuman Sejarah dan Kepurbakalaan/Permuseuman dan Kepurbakalaan (PSK/Muskala) Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Sasana Budaya, Pemerintah Daerah, swadaya masyarakat, ataupun kerja sama dengan instansi terkait. Untuk penyebarluasan hasil pemugaran benda eagar budaya/situs, pada tahun anggaran 1995/1996 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dail Purbakala melalui Proyek Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Pusat telah menerbitkan buku hasil pemugaran dan temuan benda cagar budaya PJP 1. Dalam buku tersebut belum tercakup semua hasil pemugaran benda cagar budaya selama PJP I. Untuk itu dalam tahun anggaran 1996/1997 dilanjutkan penerbitannya dengan judul hasil pemugaran benda cagar budaya PJP I (lanjutan)

    Album peninggalan sejarah dan purbakala

    Full text link
    Pembangunan di bidang peninggalan sejarah dan purbakala adalah salah satu bagian dari pembangunan kebudayaan yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Berdasarkan hal ini jelaslah bahwa kita berkewajiban untuk menyampaikan informasi tentang masa lampau kepada masyarakat luas dengan melalui suatu penerbitan. Selain itu penerbitan ini bertujuan pula sebagai sarana pembinaan dan pengembangan nilai-nilai luhur budaya bangsa serta memupuk kepribadian bangsa juga membina ketahanan nasional. Dalam tahun 1990/1991 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala menerbitkan Album Peninggalan Sejarah dan Purbakala yang memuat foto-foto dengan deskripsi singkat antara lain mengenai lokasi, bahan, konstruksi, latar belakang sejarah, keagamaan dan pemugaran. Pendekatan penyusunan materi penerbitan ini ialah mengutamakan benda tak bergerak dan sedikit benda bergerak yang dianggap mewakili jenis, zaman, dan sedapat mungkin juga daerahnya, sehingga tersusun objek dari berbagai daerah di Indonesia yang berasal dari masa Prasejarah, masa Klasik, masa Islam, masa Kolonial dan masa Perjuangan

    Pemugaran candi tikus

    Full text link
    Untuk tahun anggaran 1993/ 1994 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala melalui Proyek Pelestarian/Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala menerbitkan buku dengan judul Pemugaran Candi Tikus. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber acuan dalam menambah pengertian dan pengetahuan tentang pelbagai aspek mengenai Candi Tikus sehingga masyarakat luas lebih memahami dan menghayati warisan budaya ini

    ANALISIS KEBIJAKAN PENENTUAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI JAWA TIMUR

    Full text link
    Providing education and training of civil servants is always based on a system which is a series of 3 (three) stages, namely 1) determination of educational and training needs;2) the education and training; and3) evaluation of post education and training.The ineffectiveness of the implementation of policy determination of the needs of education and technical training as well as functional is affected by 4 (four) factors: a lack of effective communication, inadequate resources, disposition or necessary tendency of the parties concerned still needs to be improved and the bureaucratic structure of Board of Education and Training East Java Province who have not specified the task of identifying the needs of education and training into staff duties.Based on the results of the study as stated, so that the implementation of policy determination of the needs of education and technical training as well as functional can achieve maximum results compared with the current, then the determination of need for education and training would need to be addressed more effectively based on needs analysis and any organization providing education and technical and functional training should be based on educational needs and appropriate training. Model analysis of the corresponding need at the moment is T-NAT that can be tested and adapted to conditions of Board of Education and Training of East Java province at this time

    Metode schefee, kontruksi aplikasi dan perbandingannya pada anaisis variasi

    Full text link
    Metode Scheffe dikonstruksi dengan menerapkan suatu kontras untuk membuat selang kepercayaan serempak dari suatu himpunan kepercayaan. Metode Scheffe disamping lmempunyai korespondensi 1 1 derigan uji F, serta memberikan interprestasi baru yang menarik dari uji -tersebut. Metode ini juga membentuk selana-selang kepercayaan untuk berhinaga himpunan lungs! -lungs! parameter secara serempak, sehingaa peluananya adalah 1 - a Cuntuk setiap fungsi parameter tersebut secara serempak memenuhi persamaanD. Multiple Compar at i on Cperbandingan serempak) adal ah teknik yang digunakan untuk menanggulangi efek dari seleksi dal am perbandinaan aanda antara lain : Metode Boferroni t Statistik dan Metode T dari Tukey

    Tuhan, Manusia, dan Alam: Analisis Kitab Primbon Atassadhur Adammakna

    Full text link
    AbstractThis article is the result of the library research on the divining manual book, usually known as Kitab Primbon Atassadhur Adammakna written by Pangeran Tjakraningrat. Kitab Primbon commonly consists of mystical lessons, magical practices, and oracles or fortune-telling.  However, Kitab Primbon Atassadhur Adammakna precisely explains the Javanese philosophy which adopts the Islamic lessons, especially tasawuf.  The lessons of God, human, and universe are appropriately described with the Javanese tradition and culture.  Keeping the harmony of the relationship between human and universe is an obligation, since it also means keeping the harmony with the God, as the Creator of the universe.      Keywords     : God, Human, Universe, and Kitab Primbon  AbstrakTulisan ini merupakan hasil kajian pustaka (library research) terhadap Kitab Primbon Atassadhur Adammakna karya Pangeran Tjakraningrat. Kitab primbon pada umumnya mengandung ajaran mistik, klenik, dan ramalan atau nujum. Namun kitab Primbon Atassadhur Adammakna ini justru menguraikan ajaran filsafat Jawa yang mengadopsi ajaran Islam, khususnya tasawuf. Konsep manusia, Tuhan, dan alam Ajaran tentang Tuhan, manusia, dan alam dijabarkan sesuai dengan adat dan budaya Jawa. Menjaga keselarasan hubungan antara manusia dengan alam adalah kewajiban, karena sama artinya menjaga keharmonisan dengan Tuhan, sebagai Sang Pencipta Semesta.Kata kunci: Tuhan, Manusia, Alam, Kitab Primbo

    Hasil pemugaran Dan temuan benda cagar budaya Pembangunan Jangka Panjang Pertama (PJP I)

    Full text link
    Pelestarian benda cagar budaya meliputi pelestarian terhadap nilai dan fisiknya. Upaya pelestarian yang telah dilakukan pada benda cagar budaya tidak bergerak yang bersifat monumental diJaksamkan deogan cara pemugaran. sedangkan untuk benda cagar budaya bergerak yang berupa temuan, usaba pelestariannya dilakukan dengan cara pemilikan oleh Negara melalui ganti rugi/hadiah temuan,hibah, dan sitaan. Buku Hasil Panugaran dan Temuan Benda Cagar Budaya PJP I ini menyajikan basil kegiatan pemugaran dan perolehan temuan yang sekaligus juga sebagai pertanggungjawaban dari serangkaian kegiatan yang berlangsung selama Pembangunan Jangka Panjang Pertama (PJP I) yang telah dimulai dari tahun anggaran 1969/1970 sarnpai dengan 1993/1994

    Upaya meningkatkan kemampuan guru menyusun kriteria ketuntasan minimal (KKM) melalui supervisi akademik

    Full text link
    Each every teacher at set of education is obliged to compile RPP completely and systematic so that study take place by interaktif, inspiratif, pleasant, challenging, motivating educative participant to participate actively, and also give room which enough to initiative, creativity, and independence as according to talent, enthusiasm, and growth of psychological physical and also educative participant. Plan Execution of Study at least loading the target of study, teaching items, instruction method, source of learning, and assessment of result learn. Benefit from existence of this RPP is so that/to be study that happened in class can reach maximal result, because everything which have been planned beforehand will get result of good also. So also with Complete Kreteria Minimize (KKM) representing reference of kreteria in determining increase of pass and class. As for obtaining is best of KKM is Herlin Widiastuti, S.Pd with value 78, while obtaining value there is four people with value 75 namely; Rukiah, S.Pd, Rahmi Suyasmi, S.Pd, Maslul Annisa, S.Pd, Katrina Le bok, S.Pd, Dedy Fahrudin, S.Pd, Yuli Indriyani, S.Pd, and obtaining to lower there is two people with value 72 namely; Dedy Fahrudin, S.Pd, Yuli Indriyani, S.P

    Model Kepemimpinan Demokratis dan Kharismatik: Studi Kasus di MAN dan MA Qosim Al Hadi Semarang

    Full text link
    The principal at madrasah in the education system has a very important role as a determinant of whether a school is progressing or not. This study specifically aims to determine the madrasa school leadership model at MAN and MA Qasim Al Hadi in Semarang. The research on the two madrasah model includes qualitative research, which takes the research locus of public and private Madrasah Aliyah. The results showed that the MAN Semarang in leadership adheres to a bureaucratic democratic system of democracy. This means that everything is done in accordance with standard operating procedures with modern management. While the leadership model at MA Qasim Al Hadi, the education system is strongly influenced by the central figure who has been appointed by the foundation as the head of the school (kiai). It is the figure of the kiai who spurs all movements in the educational process. Implementatively, the leadership model of the Head of MA Qosim Al Hadi can be seen from his personality and democratic character. Apart from being based on personality type, it also depends on the status of the madrasa (private). Thus the leadership model of MA Qosim Al Hadi can be said to be a charismatic leadership pattern

    Ruang dan Aktivitas Pelesiran Ala Eropa: Pembentukan Komunitas Urban di Kota Malang 1914-1942

    Full text link
    The autonomous status of Malang City, established at the beginning of the twentieth century, brought significant changes to urban space and community life. These spatial changes are evident in the emergence of leisure spaces designed to accommodate a European lifestyle. The development of various forms of entertainment, supported by related facilities, represented an effort to serve the needs of the elite classes who migrated to Malang in large numbers. As a result, entertainment venues and leisure spaces fostered new forms of European-style leisure activities.This paper examines the formation of leisure spaces as representations of social class in Malang City, the relationship between leisure spaces and European communities, and the transformation of urban society in connection with leisure practices. The study employs historical methods and relies on primary sources drawn from contemporary newspapers. Publications such as Indische Courant, Java Bode, De Locomotief, and Soerabaijasch Handelsblad functioned not only as historical records but also as media for promoting leisure spaces. Using leisure class theory, this study analyzes the socio-cultural practices that took place within leisure spaces and contributed to the shaping of urban areas during the Dutch East Indies period. Dutch colonial power, as reflected in leisure and entertainment spaces, underwent significant changes following the collapse of colonial rule and its replacement by Japanese occupation. Nevertheless, Dutch colonial influence continued to shape the character of Malang. The social and urban transformations that occurred in the city reflected the growth of consumerism and entertainment culture. Ultimately, the emergence of entertainment venues in Malang became a symbol of colonialism, marked by distinctive patterns of inclusivity and exclusivity
    corecore