1,788,150 research outputs found

    Saatnya saling menguatkan

    Full text link
    Umat Islam saling menguatkan di saat Covi

    UA94/6/1 Clinic Covid-19 Reflections - Saling

    No full text
    Reflections of Covid-19 pandemic by WKU Communication Sciences & Disorders graduate student R. Saling

    Pentafsiran makna dalam ujaran saling memahami

    Full text link
    Ujaran merupakan satu bentuk bahasa baik kata, perkataan, frasa, ayat atau jujukan ayat oleh seseorang penutur semasa sesuatu peristiwa. Hal ini juga terpancar dalam ujaran-ujaran saling memahami yang terdapatdalam filem Melayu sesuai dengan konteks budaya. Disebabkan kajian ujaran saling memahami menggunakan filem belum banyak dijalankan, justeru kajian ini adalah untuk mengenal pasti maklumat linguistik dalam ujaran saling memahami dalam filem Melayu terpilih. Kajian ini menggunakan kaedah analisis kepustakaan dan dokumen.Data kajian terdiri daripada ujaran-ujaran dalam filem Melayu terpilih. Sebanyak tiga buah filem dipilih, iaitu filem ‘Lancang Kuning’, ‘Semerah Padi’ dan ‘Munafik’ dijadikan bahan kajian.Pemilihan data filem ini adalah menggunakan teknik persampelan bertujuan. Hasil kajian akan dipersembahkan dalam bentuk kualitatif. Hasil penyelidikan mendapati bahawa ujaran ekplikatur dan implikatur dapat difahami oleh pendengar. Hal ini disebabkan oleh faktor konteks dan kesan kognitif yang melatari sesuatu komunikasi yang membantu pendengar memahami makna ujaran. Hubungan resiprokal saling memahami dipengaruhi oleh maklumat linguistik dan usaha memproses maklumat tersebut

    Srawung Menumbuhkan Saling Percaya

    No full text
    tidak ad

    Erich Saling-Stiftung

    No full text

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Punk (Kok) Muslim; Tinjauan Antropologis Saling Pengaruh Punk & Kesalehan Di Jawa

    No full text
    Pada 1990-an, musik punk mulai masuk ke dalam masyarakat Indonesia. Bertepatan dengan perjuangan politik nasional melawan rezim Orde Baru Presiden Soeharto, punk dengan cepat diadopsi sebagai titik temu mengekspresikan ketidakpuasan terhadap pemerintah represif saat itu. Pada 2018, dua dekade setelah jatuhnya Soeharto, punk terus memikat dengan sikap bebas, gaya non-konformis, dan etos independennya. Namun di Jawa, pulau sentral di Indonesia, punk memiliki fungsi baru dan agak tidak terduga: dakwah. Tren muslim punk mengungkapkan bahwa kelompok agama konservatif mengadopsi etos punk dan citra pendakwah, bahwa semakin banyak punk menjadi otoritas agama, dan bahwa pasar yang berkembang menjadikan simbol punk dan Islam menjadi komoditas. Saling pengaruh aneh antara punk dan Islam menimbulkan banyak pertanyaan tentang apa artinya menjadi punk dan menjadi muslim, tidak hanya di era budaya konsumen dan globalisasi, tetapi juga di saat kebangkitan Islam. Berdasarkan hasil kunjungan etnografis selama tiga bulan di Jawa, buku ini mempertanyakan cara punk Jawa mengartikulasikan Individualisme punk dengan normativitas Islam. Singkatnya, fenomena punk muslim mengajak kita untuk menilai kembali batasan-batasan diskursif yang biasa kita gunakan untuk membatasi dunia retorika 'punk' dan "Islam', serta membuka perdebatan baru tentang parameter dan paradoks dakwah punk. Buku ini menganalisis dan menegaskan keterkaitan dinamis antara agama, ekonomi pasar, dan budaya populer di abad 21.No Full Tex

    Basic properties and potential uses of saling-saling wood

    Full text link
    This research was carried out to examine the basic properties (anatomical structure, chemical, physical and mechanical) of saling-saling wood (Artocarpus teysmanii Miq.) taken from natural forest in Luwu Timur District, South Sulawesi Province. The Potential uses of this wood was determined by considering those properties and wood uses currently employed by the local inhabitants. Results revealed that saling-saling had clearly distinct heartwood and sapwood, sapwood yellowish white and heartwood yellowish brown in colour, figure on tangential sections sometimes show discontinuous dark coloured ribbons, fine or uneven texture, straight grain and sometimes rather interlocked, glossy wood surface , rough surface, and moderate in hardness, the fiber is remarkably long with very thin wall thickness, and this fiber quality is classified in class II for manufacturing paper pulp. The chemical content is composed of high cellulose, low pentose, moderate lignin, high extractive, moderate ash and high silicate. Saling-saling is a light wood with a specific gravity of 0.40, very low in shrinkage and classified as a class III wood strength. Potential uses are for light construction material, canoe/boat, cheap furniture, handicraft, veneer for plywood, laminated lumber, boxes, concrete forms, particle board, fiber board and paper pulp

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore