10 research outputs found
Pengaruh Kemampuan Awal, Kepercayaan Diri, Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP
Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan metode survei korelasional yang bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kemampuan awal matematika siswa, (2) deskripsi kepercayaan diri siswa, (3) deskripsi motivasi belajar siswa, (4) deskripsi kemampuan komunikasi matematis, (5) pengaruh langsung antara kemampuan awal, kepercayaan diri, dan motivasi belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) pengaruh tidak langsung antara kemampuan awal, kepercayaan diri, dan motivasi belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Palopo. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP di kota Palopo. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal kemampuan awal, angket kepercayaan diri, angket motivasi, dan soal kemampuan komunikasi matematis siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan awal siswa, (2) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap kemampuan awal siswa, (3) Tidak terdapat pengaruh langsung antara kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (4) tidak terdapat pengaruh langsung antara motivasi belajar siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (5) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kemampuan awal siswa siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara kepercayaan diri siswa melalui kemampuan awal siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, dan (7) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara motivasi belajar siswa melalui kemampuan awal siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Antara Pola Interaksi Multi Arah dan Dua Arah Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Palopo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan atau persamaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pola interaksi multi arah dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pola interaksi multi arah. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dalam penelitian ini mengunakan penelitian komparatif. Penelitian komparatif digunakan untuk menguji perbedaan atau persamaan dari dua variabel yang diteliti. Variabel-variabel dalam penelitian komparatif terpisah dimana anggota sampel yang satu tidak menjadi anggota pada sampel lainnya. Hasil yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan bahwa siswa memerlukan lebih banyak pengawasan pada penerapan pola interaksi multi arah dibandingkan dengan penerapan pola interaksi multi arah. Pengelompokan murid pada pola interaksi multi arah memungkinkan siswa lebih banyak interaksi dan dikhawatirkan mereka melakukan tindakan diluar materi pelajaran. Kemampuan guru dalam mengolah kelas sangat dibutuhkan agar siswa dapat berinteraksi sesuai yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pola interaksi multi arah berbeda dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pola interaksi dua arah. Perbedaan dibuktikan melalui uji hipotesis kesamaan dua rata-rata. Perbedaan hasil belajar matematika siswa merupakan dampak dari perbedaan perlakuan yang diberikan. Nilai rata-rata siswa yang diajar mengunakan pola interaksi multi arah berbeda dari nilai rata-rata siswa yang diajar menggunakan pola interaksi dua arah
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA POLA INTERAKSI MULTI ARAH DAN DUA ARAH PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 PALOPO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan atau persamaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pola interaksi multi arah dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan pola interaksi multi arah. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dalam penelitian ini mengunakan penelitian komparatif. Penelitian komparatif digunakan untuk menguji perbedaan atau persamaan dari dua variabel yang diteliti. Variabel-variabel dalam penelitian komparatif terpisah dimana anggota sampel yang satu tidak menjadi anggota pada sampel lainnya. Hasil yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan bahwa siswa memerlukan lebih banyak pengawasan pada penerapan pola interaksi multi arah dibandingkan dengan penerapan pola interaksi multi arah. Pengelompokan murid pada pola interaksi multi arah memungkinkan siswa lebih banyak interaksi dan dikhawatirkan mereka melakukan tindakan diluar materi pelajaran. Kemampuan guru dalam mengolah kelas sangat dibutuhkan agar siswa dapat berinteraksi sesuai yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pola interaksi multi arah berbeda dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pola interaksi dua arah. Perbedaan dibuktikan melalui uji hipotesis kesamaan dua rata-rata. Perbedaan hasil belajar matematika siswa merupakan dampak dari perbedaan perlakuan yang diberikan. Nilai rata-rata siswa yang diajar mengunakan pola interaksi multi arah berbeda dari nilai rata-rata siswa yang diajar menggunakan pola interaksi dua arah
Pengaruh Kemampuan Awal, Kepercayaan Diri, Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP
Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan metode survei korelasional yang bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kemampuan awal matematika siswa, (2) deskripsi kepercayaan diri siswa, (3) deskripsi motivasi belajar siswa, (4) deskripsi kemampuan komunikasi matematis, (5) pengaruh langsung antara kemampuan awal, kepercayaan diri, dan motivasi belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) pengaruh tidak langsung antara kemampuan awal, kepercayaan diri, dan motivasi belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Palopo. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP di kota Palopo. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal kemampuan awal, angket kepercayaan diri, angket motivasi, dan soal kemampuan komunikasi matematis siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan awal siswa, (2) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap kemampuan awal siswa, (3) Tidak terdapat pengaruh langsung antara kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (4) tidak terdapat pengaruh langsung antara motivasi belajar siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (5) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kemampuan awal siswa siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara kepercayaan diri siswa melalui kemampuan awal siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, dan (7) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara motivasi belajar siswa melalui kemampuan awal siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa
PENGARUH KEMAMPUAN AWAL, KEPERCAYAAN DIRI, MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP
Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan metode survei korelasional yang bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi kemampuan awal matematika siswa, (2) deskripsi kepercayaan diri siswa, (3) deskripsi motivasi belajar siswa, (4) deskripsi kemampuan komunikasi matematis, (5) pengaruh langsung antara kemampuan awal, kepercayaan diri, dan motivasi belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) pengaruh tidak langsung antara kemampuan awal, kepercayaan diri, dan motivasi belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Palopo. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP di kota Palopo. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal kemampuan awal, angket kepercayaan diri, angket motivasi, dan soal kemampuan komunikasi matematis siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan awal siswa, (2) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap kemampuan awal siswa, (3) Tidak terdapat pengaruh langsung antara kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (4) tidak terdapat pengaruh langsung antara motivasi belajar siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (5) terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kemampuan awal siswa siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara kepercayaan diri siswa melalui kemampuan awal siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, dan (7) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan antara motivasi belajar siswa melalui kemampuan awal siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa
Pembelajaran seni budaya (Tari Kreasi Zapin Sekampung) di SMAN 3 Siak Hulu Provinsi Riau TA.2023/2024
The aim of this research is to determine the learning of Cultural Arts (Zapin Sekampug Creative Dance) at SMAN
3 Siak Hulu FY 2023/2024. This research uses Hadiansyah's theory (2022). In this research the author used descriptive qualitative research methods. The research subjects were 36 Arts and Culture Teachers and Class students. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results of the research show that Cultural Arts Learning (Zapin Sekampung Creative Dance) at SMAN 3 Siak Hult FY 2023/2024 can be seen from the Independent Curriculum components, especially those prepared through teaching
modules which have several indicators including: Learning Achievement (CP) is learning competence that must be achieved by students at the end of each learning phase, Learning Objectives (TP) are a description of the achievement of knowledge, skills and attitudes obtained in learning activities, Learning Objectives Flow (ATP) is a learning phase for students in achieving learning, Teaching Tools are materials teaching in the form of learning material as the main material for discussion, Learning Assessment is the process of collecting and processing information data as a learning need, Student Worksheets (LKPD) are student learning sheets in the form of tasks given by educators referring to the basic competencies to be achieved. Learning activities consist of routine and scheduled activities based on structured lesson content according to what has been prepared through Teaching Modules that have been designed by the Arts and Culture teacher
PENGARUH PELATIHAN DAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT JASA ANGKASA SEMESTA
PT. Jasa Angkasa Semesta (JAS) Halim Perdana Kusuma who tried field cargo handling and ground handling and has a network of cooperation with international and domestic companies. The problem in this research is the lack of employee training in understanding the Health Safety in the warehouse. The research objective was to determine the variable analysis training, Health Safety and Employee Performance, to solve the problems the author uses two (2) methods: the first method of field research sample population 30 and 30. Both methods of data analysis using multiple linear regression analysis, test validity, reliability test, t-test, f, the coefficient of determination. And the analysis and discussion show a proportional relationship between training, Health Safety and performance of employees that level of relationship variables classified in the strong category Health and Safety at Work provides a significant influence on employee performance variables
FENOMENA CHILDFREE DALAM PERILAKU BERKELUARGA ERA MILENNIAL DI INDONESIA (STUDI TERHADAP KOMUNITAS CHILDFREE INDONESIA)
Childfree is a trend that has recently occurred in Indonesia, Childfree is starting to be used to label someone who doesn't want to have children. Lifestyle inversely proportional to the lifestyle that usually occurs in Indonesia. Not having children by choice tends to be looked down upon by most people in Indonesia. Where the factors of religion and customs in Indonesia strongly recommend having children. This study aims to provide an overview of the motives behind someone wanting to become childfree, how the behavior of family childfree and how the views of Islamic law on the childfree are embraced by members of the childfree .
This type of research is a field research with an empirical normative approach, the nature of the research uses descriptive analytic that is to describe the motives behind the members of the childfree so that they do not want to have children and analyze them in the view of mas{lah{ah almursalah. While the data analysis method used is descriptive narrative. In the method of data collection the author uses interviews and documentation.
Phenomenon childfree in family behavior in the millennial era in Indonesia (a study of the childfree ) are divided into three conclusions. Conclusion first show that the motive behind the child-free perpetrators deciding not to have children is due to personal factors, personal factors that the informants feel are the lack of affection they have received since childhood, not wanting to be bothered with children's problems and feeling the ease of being child-free. Then the medical factor where the resource person has limitations not to have children, so he decided to become childfree. And economic factors where he feels he has less finances and feels unable to pay for child care. Second, the family behavior of childfree , among others, discusses; conflicts that usually occur in families and how they are resolved, division of roles in child-free couples' families ,birth control in child-free families ,and how child-free couples plan their old age without children. Third, the results of the child-free analysis of the view of mas{lah{ah almursalah are invalid because they violate the purpose and wisdom of marriage. In addition, the principle of child -free also has a negative impact, the impact of which is to bring harm that is not only felt by individuals but also society and the state
Sistem Pengecekan Lembar Jawaban Komputer Dengan Optical Mark Recognition (OMR) Berbasis Open Computer Vision Python
The computer answer sheet checking system is no stranger to being used during exams at educational institutions or at a non-educational institution. Generally, the method used when checking computer answer sheets is to use the OMR (Optical Mark Recognition) method. Generally, OMR technology is expensive and makes OMR use limited for certain institution. An alternative that we can use is computer vision technology which we can use from several open source libraries and OpenCV is one of them. The author tries to build an alternative OMR LJK checking system using OpenCV in Python. In addition to building the LJK checking system, the author also conducted tests to determine the consistency of the accuracy of the values ​​generated by the system with several test scenarios. The test uses the way the results are compared with manual checking by humans. As a result, the LJK checking system is able to consistently produce accurate values ​​as long as the LJK conditions are not too tilted, not too bright or too dark for the lighting
BER-“SATU (Sistem Aplikasi Terintegrasi UMKM)†PERKUAT UMKM MENUJU INDONESIA MAJU
The Covid-19 pandemic was a non-natural national disaster that has hit the whole world, including Indonesia. The Covid-19 pandemic has resulted in problems not only in the health sector but also in the economic sector, especially the Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) sector. MSMEs have an important role in absorbing Indonesian workers, but until now MSME actors are still having trouble getting business capital, as well as to conduct transactions with customers (customers). In addition, due to the Covid-19 pandemic, the income of MSME actors has decreased, due to the limited space for the community to carry out economic activities. This certainly affects Indonesia's economic growth, which is currently recovering due to Covid-19. Therefore, it is necessary to have a new system for MSMEs to facilitate their access to capital and transactions. With the SATU application, it is hoped that it can help the government help MSME actors from adversity due to Covid-19. The results of the effectiveness of the application can be seen from MSME actors, who are getting easier at getting business capital and making transactions easier. Thus, the income of MSME actors will increase, and the Indonesian economy could experience a significant recovery. In compiling this paper, the author uses a literature study research method
