18 research outputs found
Analisis Karakteristik Butir Tes Matematika Pada Tes Buatan MGMP Matematika Kota Makassar Berdasarkan Teori Moderen (Teori Respon Butir)
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui kualitas karakteristik Butir Tes Matematika pada Tes Buatan MGMP Kota Makassar Didasarkan pada Teori Respons Butir. Penelitian ini adalah penelitian eks post facto. Subjek penelitian adalah peserta didik SMP se-Kota Makassar yang mengikuti tes Matematika Tahun Pelajaran 2013/2014. Objek yang dipilih adalah butir soal matematika objektif pilihan ganda buatan MGMP Kota Makassar yang terdiri atas 5 Paket soal dengan jumlah butir sebanyak 40 item untuk masing-masing paket. metode yang dipergunakan dalam mengumpulkan data adalah metode dokumentasi, dengan mengumpulkan respon siswa pada soal try out UN matematika buatan MGMP Kota Makassar, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif berdasarkan teori moderen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis dengan teori modern, rata-rata soal matematika buatan MGMP kota Makassar untuk semua paket yang sesuai model ada sebesar 76% untuk 1 parameter, 67% untuk 2 parameter ,dan 73% untuk 3 parameter, fungsi informasi yang pada umumnya di bawah 50% mengindikasikan bahwa secara keseluruhan keandalan dari semua paket soal masih tergolong kurang andal, umumnya paket soal yang diujikan pada try out UN Matematika oleh MGMP Kota Makassar, memiliki indeks kesukaran dengan kategori kurang baik, daya pembeda kurang baik, namun indeks tebakan semu masih dalam kategori baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, kualitas karakteristik butir soal try out UN matematika buatan MGMP Kota Makassar ditinjau dari teori modern (teori respon butir) umumnya berada pada kategori kurang baik dengan persentase sebesar 48%
Equating test instruments using anchor to map student abilities through the R program analysis
This study aims at investigating the equivalence of mathematics try out scores of junior high school through anchor. In the study, the 2 Parameters Logistic (2PL) model of Item Response Theory (IRT) analysis was used through the Haebara method. The estimation step of the equating parameter utilized the equateIRT package in the R program. The results show that the relationship between try out questions of package 1 and package 2 cannot be said to be equivalent. After analyzing and calculating the regression equation, it can be concluded that package 2 of Mathematics National Examination (MNE) try out questions has a higher level of difficulty than package 1. Equating package 1 to package 2* through the Haebara method for the 2 PL model will provide equal or fair scores for the test takers who work on package 1 and package 2. The samples of questions were taken from MNE questions distributed in Makassar in 2014 which consisted of 2 question packages. Question package 1 was responded to by 2099 students, while question package 2 was responded to by 2068 students. The equating design used was a common item design. With the equating made, in the future, the test takers’ ability can be detected properly if they work on similar tests, even though test packages are relatively different
Uji model instrumen The Mathematical Development Beliefs Survey (MDBS) pada pendidikan prasekolah
Pembelajaran matematika diusia anak usia dini menjadi perdebatan banyak ahli. Beberapa menganggap bahwa dalam menghadapi dunia modern abad 21, matematika menjadi modal awal untuk berkembang dan bersaing. Ahli lain menganggap anak usia dini masih usia bermain sehingga matematika belum menjadi prioritas dalam pembelajaran prasekolah. Oleh karena itu, melalui penelitian ini peneliti akan menguji model instrumen The Mathematical Development Beliefs Survey (MDBS). Metode penelitian menggunakan metode survey dengan responden calon guru pendidikan anak usia dini sebanyak 34 responden. Analisis data menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk menguji validitas, sedangkan reliabilitas instrumen dianalisis dengan menggunakan Cronbach’s alpha. Deskripsi hasil penelitian ini lebih lanjut dipaparkan pada bagian pembahasan artikel ini. Harapannya instrumen ini dapat digunakan untuk menganalisis persepsi guru maupun calon guru paud terhadap pembelajaran matematika pada pendidikan prasekolah
Konstruksi dan Analisis Psikometri serta Aplikasinya untuk Instrumen Sikap dan Minat Calon Guru Matematika.
Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan konstruksi instrumen pengukuran sikap dan minat calon guru terkait profesi guru matematika, (2) Menganalisis karakteristik psikometri instrumen pengukuran sikap dan minat calon guru terkait profesi guru matematika, dan (3) Mendeskripsikan hasil pengukuran sikap dan minat calon guru terkait profesi guru matematika.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument development dilanjutkan pengukuran minat dan sikap calon guru matematika. Penelitian ini melalui tiga tahap, yaitu tahap pengembangan instrumen, tahap uji coba, dan tahap aplikasi instrumen. Penelitian ini melibatkan calon guru yakni siswa kelas XII SMA/sederajat dan calon guru yakni mahasiswa program studi matematika. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience yang merupakan sampel dari hypothetical population sebagai populasi yang ditetapkan dengan kriteria yang dimiliki oleh sampel yang ada. Validitas isi instrumen diperoleh melalui expert judgement dan validitas konstruk diperoleh melalui CFA. Karakteristik butir instrumen diperoleh menggunakan pendekatan Rasch Rating Scale Model (RSM), ambang batas (cut off score) menggunakan Receiver Operator Characteristic (ROC), dan menentukan kelulusan calon guru matematika menggunakan metode Confusion Matrices.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Konstruksi instrumen sikap calon guru matematika terhadap profesi guru matematika yang dikembangkan berdasarkan kajian literatur terdiri dari tiga dimensi yakni dimensi internal, altruistis, dan eksternal. Sementara instrumen minat calon guru matematika terdiri dari dua dimensi yakni verbal dan non-verbal, (2) Instrumen sikap calon guru matematika yang dikembangkan memiliki validitas isi lebih dari 0,76 dan reliabilitas internal lebih dari 0,727; instrumen yang digunakan dalam pengukuran memiliki item memiliki nilai Infit dan Outfit MSQ antara 0,5 – 1,5 sehingga fit dengan model; dan informasi instrumen optimal pada interval kemampuan -4 sampai 5,5 skala logit. Instrumen minat calon guru matematika yang dikembangkan memiliki validitas isi lebih dari 0,76, validitas konstruk tercapai dengan standard loading factor di atas 0,5, validitas konvergen tercapai dengan AVE lebih dari 0,50, validitas diskriminan tercapai dengan akar kuadrat dari AVE setiap konstruk yang terbentuk lebih besar daripada interkorelasi dengan konstruk lainnya; reliabilitas komposit masing-masing faktor > 0.60, reliabilitas internal 0,94; instrumen yang digunakan dalam pengukuran memiliki item memiliki nilai Infit dan Outfit MSQ antara 0,5 – 1,5 sehingga fit dengan model; dan informasi instrumen optimal pada interval kemampuan -2 sampai 5,5 skala logit, dan (3) Hasil pengukuran sikap calon guru matematika menunjukkan kelompok siswa dan mahasiswa memandang profesi guru sebagai profesi yang biasa saja (kategor netral). Hasil pengukuran minat calon guru matematika menunjukkan minat siswa menjadi guru matematika tergolong rendah sedangkan mahasiswa memiliki minat yang tinggi menjadi guru matematika. Penggunaan instrumen sikap dan minat menghasilkan 24 (5,99%) dari 401 kandidat calon guru matematika yang memiliki peluang menjadi guru matematika
IMPLEMENTASI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
Kegiatan Lesson study pada Mata kuliah kalkulus lanjut merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menentukan strategi dan media yang tepat untuk menunjang pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan kalkulus mahasiswa serta meningkatkan kreativitas dosen dalam memilih dan mengembangkan strategi dalam pembelajaran. Kegiatan lesson study ini dilaksanakan pada tanggal 16 April 2015 sampai tanggal 11 Mei 2015 pada mata kuliah kalkulus yang diampu oleh dosen model dan observer yang terlibat dalam kegiatan ini, serta melibatkan beberapa dosen pengampu dari mata kuliah statistika, teori peluang, dan persamaan diferensial. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 siklus. Hasil dari kegiatan ini adalah: pembelajaran di kelas lebih dinamis ditandai dengan semangat mahasiswa dalam bertanya dan menjawab soal lebih tinggi frekuensinya, pemahaman mahasiswa lebih baik, masalah pembelajaran yang sering dialami oleh dosen pengampu dapat teratasi.
Kata Kunci: Lesson Study, Kalkulus Lanjut
Model pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) di Kota Malang
Pembelajaran di Indonesia saat ini merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan antara, sikap, keterampilan, kecakapan pengetahuan, serta pemahaman terhadap ilmu teknologi, informasi dan komunikasi. Salah satu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan antara sikap, keterampilan, kecakapan serta pemahaman terhadap ilmu teknologi informasi dan komunikasi adalah pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Melalui pola pembelajaran STEAM yang mulai di terapkan pada anak usia dini, harapannya dapat imajinasi dan proses pengetahuan anak menjadi lebih kreatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran STEAM yang diterapkan oleh lembaga PAUD kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti menjadi sumber utama instrumen penelitian dengan menggabungkan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan 5 lembaga yang diberi tugas oleh Dinas Pendidikan Kota Malang untuk menerapkan pembelajaran STEAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran STEAM di 5 sekolah ini mengacu pada konsep yang sama, namun memiliki perbedaan dalam menerapkannya pembelajaranny
Analysis of elementary school students' numerical abilities in online learning
Mathematics is a subject that must be mastered as it indirectly influences individuals' numerical abilities at further educational levels. This research aims to analyze the numerical analysis skills of sixth-grade elementary school students in mathematics during the Covid-19 pandemic. A qualitative descriptive approach is employed in this study. The research sample is selected using purposive sampling technique, specifically targeting students with low numerical abilities. Data are collected through observation, interviews, and documentation. The collected data are then analyzed using data reduction, presentation, and conclusion drawing techniques. `
The research findings indicate that students' learning outcomes have not yet reached an optimal level. Online learning during the Covid-19 pandemic faces various challenges. Observations and interviews reveal that online learning is not as effective as face-to-face instruction. Both teachers and students encounter limitations in implementing the learning process. Additionally, the research findings uncover errors in performing simple arithmetic operations by students. The Mid-Term Assessment results indicate that students have not achieved the maximum level of achievement. Interviews with teachers also indicate numerous barriers and difficulties in conducting effective online learning during the Covid-19 pandemic. This research holds novelty value in the context of utilizing online learning in emergency situations such as a pandemic. The research findings provide insights into the challenges and constraints faced by students and teachers in online mathematics education. To address these issues, the development of more interactive and participatory teaching strategies, as well as the utilization of diverse and engaging learning media, are necessary. Future research could explore teaching methods that enhance students' numerical abilities during online learning and develop more adaptive and innovative instructional media
Mapping the Emotional Labour of Early Childhood Teachers in Indonesia: A Rasch Model Analysis
This study addresses the limited empirical profiling of emotional labor among early childhood teachers in Indonesia by applying the Rasch Rating Scale Model. The research aims to examine teachers’ tendencies in emotional regulation, identify item difficulty levels, and map teacher ability distributions. A total of 312 early childhood teachers participated by completing an emotional labour scale representing four emotional-regulation dimensions. The reported logit range of −0.85 to 0.75 refers specifically to the distribution of item difficulty, which differs from the later reported teacher logit range (−3.5 to +3.2). The analysis revealed high measurement reliability (item reliability = 0.98; person reliability = 0.70) and satisfactory model fit indices. Teachers predominantly demonstrated reflective and authentic emotional regulation, as operationalised by lower difficulty on deep-acting and natural-expression items, indicating these strategies were more readily performed. These findings highlight that emotional labour among Indonesian early childhood teachers is grounded in empathy, warmth, and affective balance, forming an essential foundation for emotionally responsive and humanistic teaching practices
Analysis of elementary school students' numerical abilities in online learning
Mathematics is a subject that must be mastered as it indirectly influences individuals' numerical abilities at further educational levels. This research aims to analyze the numerical analysis skills of sixth-grade elementary school students in mathematics during the Covid-19 pandemic. A qualitative descriptive approach is employed in this study. The research sample is selected using purposive sampling technique, specifically targeting students with low numerical abilities. Data are collected through observation, interviews, and documentation. The collected data are then analyzed using data reduction, presentation, and conclusion drawing techniques. `
The research findings indicate that students' learning outcomes have not yet reached an optimal level. Online learning during the Covid-19 pandemic faces various challenges. Observations and interviews reveal that online learning is not as effective as face-to-face instruction. Both teachers and students encounter limitations in implementing the learning process. Additionally, the research findings uncover errors in performing simple arithmetic operations by students. The Mid-Term Assessment results indicate that students have not achieved the maximum level of achievement. Interviews with teachers also indicate numerous barriers and difficulties in conducting effective online learning during the Covid-19 pandemic. This research holds novelty value in the context of utilizing online learning in emergency situations such as a pandemic. The research findings provide insights into the challenges and constraints faced by students and teachers in online mathematics education. To address these issues, the development of more interactive and participatory teaching strategies, as well as the utilization of diverse and engaging learning media, are necessary. Future research could explore teaching methods that enhance students' numerical abilities during online learning and develop more adaptive and innovative instructional media
Bias geographic location of math national examination in junior high school: analysis of Differential Item Functioning (DIF)
Diversity is a hot issue discussed in the world of education. With its diversity, Indonesia has great potential to study such things as the geographical diversity equalization factors that affect the quality of education. Implementation of national examinations (NE) as a benchmark and standards from primary to secondary education have a different condition for each location, such as Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) representing the West and Nusa Tenggara Timur (NTT) representing the western region of Indonesia. The focus of this research is to find out how much difference the ability of junior high school students in Indonesia in terms of geographical location. This study uses five DIF detection methods for mathematics NE 2013/2014 school year to analyze students' different abilities. The analysis results show that, in general, the NE questions for the 2013/2014 academic year benefit the focal group / NTT on Algebra, Geometry, and Statistics/Probability material, although with lower ability compared to group reference /DIY. With the analysis carried out, policymakers can take corrective steps to focus more on fixing problems, facilities, and resources teacher power so that problem inequality from aspect geographical there is no future again in Indonesia
