1,720,960 research outputs found

    Dakwah Multikultural Pesantren Ngalah dalam Meredam Radikalisme Agama

    Full text link
    The emergence of radical ideology and violent movement that employ terror as a means to achieve goals has become prevalent in today’s life. This has been the subject matter widely discussed by a great deal of scholars, Muslims and non-Muslims alike. Among Muslims themselves, such a phenomenon raises anxieties. If this is not taken care of appropriately, it will have a negative impact on humanity, particularly Muslims who live in Muslim minority countries where Islamophobia is widespread. Along with this, pesantren as one of the oldest Muslim institutions of learning has a significant role in eliminating radicalism and terrorism in the name of religion. As far as the writer is concerned, efforts at dealing with radicalism have not been conducted seriously, although some pesantren have taken part in such projects. This paper tries to offer an alternative solution to eradicate religious radicalism and terrorism based on the experiences of Pesantren Ngalah by implementing the strategy of multicultural learning

    DISTINGSI DAN DIASPORA TASAWUF ABÛ AL-HASAN AL-SHÂDHILÎ

    No full text
    This article discusses Shâdhilîyah, one of the most recognized sufi orders, which possesses quite distinct aspects in the conception of its mystical teachings. This sufi order was founded by Abû al-H}asan al-Shâdhilî, a sufi who has moderate and open view of the worldly life. Al-Shâdhilî explained about how a sufi should behave towards and deal with worldly matters. Although al-Shâdhilî asserted that a person who practice tasawwuf should not pay more adoration on the worldly matters (hubb al-dunyâ), the person does not have to abhor and leave such lively aspects as wealth and position behind. The most important thing to a sufi, according to al-Shadhili, is how he obeys the requirements of shar‘ by avoiding away from immoral deeds and at the same time recognizing God in his heart (ma‘rifat Allâh). Al-Shâdhilî initiated tasawuf ‘amalî which is affiliated to the Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ‘ah school, an Islamic mystical thought that adheres to the principles of sharî‘ah based on the foundation of al-Qur’ân dan H}adîth. The concept of al-Shâdhilî’s tasawuf has been subsequently revealed into the great sufi order spectrum, namely al-Shâdhilîyah, where during its historical development this sufi order has led to the emergence of many branches with different names.Keywords: Shâdhilîyah, open view, hubb al-dunyâ, ma‘rifat Allâh

    PENDAPAT PEMILIH YANG MELAKUKAN PEMILIHAN DUA KALI PADA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DI KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN TAHUN 2021

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi dari sebuah pendapat pemilih yang melakukan pemilihan dua kali pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur kalimantan selatan yang merupakan permasalahan hangat-hangatnya dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Kecamatan Banjarmasin Selatan karena hal ini menyangkut keinginan Orang banyak dalam menentukan pemimpin mendatang karena hal terpenting adanya pendapat pemilih yang memiliki peran sangat penting dalam menentukan seorang pemimpin yang bijaksana di daerah yang dipimpinnya. Pemilihan dua kali pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Kecamatan Banjarmasin Selatan sering kali menjadi bagian yang tidak teramati para calon pemimpin. Masyarakat hanya mengetahui perhitungan hasil akhir yang dilaknanakan oleh KPU Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat para pemilih tentang pemilihan dua kali pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur kalimantan selatan serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pada PSU di kecamatan Banjarmasin selatan kota Banjarmasin Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research) yang bersifat kualitatif dimana peneliti secara langsung melakukan pengamatan, survey atau melakukan interaksi secara langsung. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan teknik observasi dan wawancara atau interview. Setelah data terkumpul kemudian di olah melalui proses editing, kategorisasi, interpretasi data. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mengarah pada landasan teori yang telah ada. Hasil penelitian ini adalah bahwa responden ikut berpartisipasi dalam PSU dengan berbagai alasan yaitu sadar hak pilih, tertarik memilih karena visi misi yang disampaikan oleh paslon, alasan ikut–ikutan dan kebetulan, serta alasan karena mendapat bantuan. Kemudian berbagai macam pernyataan responden tentang alasan tidak ikut memilih dapat disimpulkan pada beberapa faktor yaitu faktor teknis, pekerjaan , administratif, sosialisasi dan partai politik. Pendapat responden mengenai faktor- faktor pendukung PSU sebagai berikut adalah kinerja petugas penyelenggara, sosialisasi yang maksimal, kesadaran terhadap hak dan kewajibannya, faktor waktu dan tempat . Pendapat responden mengenai faktorfaktor penghambat PSU sebagai berikut antara lain, faktor administratif, waktu, pelanggaran dan stigma politik yang buruk

    Peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan dalil Pythagoras dengan pendekatan problem solving bagi peserta didik kelas VIII E semester I MTs Matholi’ul Huda Bugel Kedung Jepara tahun pelajaran 2014/2015

    No full text
    Skripsi ini membahas tentang peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan dalil pythagoras dengan pendekatan problem solving bagi peserta didik kelas VIII. Penelitian ini dilatarbelakangi peserta didik kelas VIII E kurang aktif dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar matematika kurang dari KKM. Hal ini dibuktikan dengan peserta didik tidak berani bertanya mengenai materi yang belum dipahami, bermain sendiri, tidur, berbicara dengan teman sebelahnya, tidak berani mengerjakan soal di depan, belum dapat menentukan sisi miring segitiga siku - siku, belum dapat membuat gambar sketsa dari soal cerita, dan belum dapat menyelesaikan materi soal cerita pokok bahasan dalil Pythagoras Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah : apakah penerapan Problem Solving pada materi soal cerita pokok bahasan dalil Pythagoras dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VIII E semester I MTs. Matholi’ul Huda Bugel Kedung Jepara tahun pelajaran 2014/2015? .Keberhasilan pada penelitian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar peserta didik di setiap siklusnya. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Subyek penelitiannya adalah peserta didik kelas VIII E MTs Matholi'ul Huda Bugel Kedung Jepara dengan jumlah 25 peserta didik. Data dikumpulkan dengan metode dokumen, observasi, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif serta menghitung rata-rata nilai, persentase keaktifan dan ketuntasan belajar klasikal peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada pra siklus keaktifan peserta didik 38,60%, pada siklus I meningkat menjadi 68,57% dan pada siklus II semakin meningkat menjadi 76%. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu dari pra siklus dengan nilai rata-rata 55,73 dengan ketuntasan belajar klasikal 38,46%, meningkat menjadi 70,2 dengan ketuntasan belajar klasikal 68% pada siklus I, dan pada siklus II rata-rata nilai peserta didik meningkat menjadi 76,8 dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 80%. Pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar, untuk itu pembelajaran tersebut bisa digunakan dalam strategi menyampaikan materi ajar sehingga peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Problem Solving dapat menjadi motivasi, inovasi dan variasi dalam pembelajaran. Selanjutnya para guru dapat lebih berkreasi dalam menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran

    HUKUM NIKAH MUT’AH DALAM KUTUBUS SITTAH: TINJAUAN KRONOLOGIS-HISTORIS

    Full text link
    Kutubussittah merupakan kitab-kitab yang memuat tentang hadits-hadits Nabi SAW.yang telah diakui oleh para alim ulama bahkan sudah terkenal dalam dunia Islam sebagai rujukan menggali hukum-hukum Islam.Nikah mut’ah merupakan fenomena yang menarik serta unik untuk dikaji baik kajian yang berkaitan dengan sosiologi, historis, moralitas, dan kajian tentang landasan kebera-daannya.Keberadaan nikah mut’ah merupakan suatu yang kontroversial di mana Nabi Saw sendiri pernah memperbolehkannya, tetapi dalam sisi lain Nabi Saw juga pernah melarangnya.Kontroversi semacam itu terjadi sampai sekarang, hal ini memang wajar dan tidak boleh menyalahkan antara yang satu dengan lainnya, karena pada dasarnya Nabi Muhammad SAW.sendiri juga pernah memperbolehkan pada shahabat kemudian Nabi Muhammad SAW. Melarangnya

    مشكلة تعليم اللغة العربية فى مدرسة مفتاح العلوم الإبتدائية

    No full text
    مشكلة تعليم اللغة العربية فى مدرسة مفتاح العلوم الإبتدائي

    Pendidikan Akhlak Pesrpektif Syekh Kholil Bangkalan dan Relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam

    No full text
      Pendidikan akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam akan membentuk generasi muda yang kuat secara mental dan tidak mudah terpengaruh oleh arus modernisasi. Syekh Kholil Bangkalan adalah seorang ulama kharismatik dan tokoh tasawuf yang juga merupakan guru dari para pendiri lembaga pendidikan pesantren ternama di Indonesia. Konsep Pendidikan Akhlak menurut Syekh Kholil Bangkalan bahwa manusia pada prinsipnya terdiri dari dua dimensi yaitu dimensi materi (fisiologis) dan dimensi immateri (psikologis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan akhlak perspektif Syekh Kholil Bangkalan dan relevansinya terhadap pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak menurut Syekh Kholil Bangkalan mencakup dasar-dasar akhlak dan Islam dalam rangka mencapai kemanusiaan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Relevansi pendidikan akhlak Syaikhona Muhammad Kholil dapat ditemukan dalam Kitab Al Matnu asy Syarif buku Biografi Syaikhona Muhammad Kholil Guru Para Ulama dan Pahlawan Nasional dan buku K.H. M. Kholil, yaitu mengutamakan moral dan akhlak, mengutamakan ilmu agama, dan implementasi dalam praktik. Kata Kunci: Pendidikan Akhlak, Syekh Kholil Bangkalan, Pendidikan Agama Isla

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore