1,720,996 research outputs found
Motivasi Mahasiswa Memilih Program Studi Diploma 3 Perpustakaan Jurusan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak
AbstrakSalah satu jenjang pendidikan yang ada di Perguruan Tinggi adalah berdirinya program studi Ilmu Perpustakaan baik jenjang Diploma 3, Sarjana, dan bahkan tingkat magister. Lahirnya program studi ilmu perpustakaan dilatarbelakangi oleh perkembangan informasi dan lembaga informasi seperti perpustakaan. Untuk menjalankan fungsi perpustakaan dan lembaga informasi, maka perpustakaan tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang ilmu informasi dan perpustakaan. Sumber daya di bidang perpustakaan ini nantinya disebut sebagai ahli informasi atau pustakawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui motivasi mahasiswa memilih Program Studi Diploma 3 Perpustakaan, Jurusan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak”. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptf dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) faktor-faktor yang mendorong mahasiswa memilih program studi Diploma III Perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak diperngaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang mendorong mereka sebagian besar dilakukan oleh orang tua keluarga dekat mahasiswa yang bersangkutan. Sebanyak 42 responden atau sekitar 56,7 % mahasiswa didorong oleh orang tuan dan keluarga dekatnya dan hanya 13 responden atau sekitar 17, 5% atas dasar kemauan atau sendiri. (2) Prospek karir yang diharapkan oleh mahasiswa setelah lulus dari Prodi Diploma III Perpustakaan sekitar 56, 7 % responden menyatakan bahwa mereka menginginkan menjadi pustakawan yang profesional dalam mengelola informasi. AbstractOne of the education levels in Higher Education is the establishment of Library Science study programs at both Diploma 3, Bachelor, and even master level levels. The birth of library science study programs was motivated by the development of information and information institutions such as libraries. To carry out the functions of libraries and information institutions, libraries certainly need competent human resources in the field of information science and libraries. Resources in the library field will later be referred to as information experts or librarians. This study aims to determine the motivation of students to choose the Library 3-D Study Program, Language and Arts Department, Faculty of Teacher Training and Education, Tanjungpura University, Pontianak ". This research method uses descriptive methods with a qualitative approach. The results of this study are as follows: (1) the factors that encourage students to choose Diploma 3 study programs in the Teaching and Education Faculty Library of Tanjungpura University in Pontianak are influenced by external factors. External factors that encourage them are mostly carried out by parents of close family of the students concerned. As many as 42 respondents or around 56.7% of students are encouraged by their parents and close relatives and only 13 respondents or around 17.5% are of their own volition. (2) Career prospects expected by students after graduating from the Diploma III Library Program about 56, 7% of respondents stated that they want to become professional librarians in managing information
Proses Koneksi Matematis Siswa Impulsif dan Reflektif dalam Menyelesaiakan Masalah Aljabar Berdasarkan Taksonomi SOLO
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses koneksi matematis siswa yang memiliki gaya kognitif impulsive dan siswa reflektif dalam menyelesaikan masalah aljabar berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan memberikan tes kognitif dengan menggunkan instrumen Maching Familiar Figure Test (MFFT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan maslalah aljabar siswa impulsif hanya mampu mencapai level multistructural, pada tahap ini siswa impulsif mempunyai kemampuan mengkonstruksi beberapa ide-ide koneksi matematis yang televan tetapi tidak bisa menghubungkan ide-ide yang tedapat pada masalah sehingga siswa impulsif kesulitan dalam menyelesaikan soal. Pada tahap reflektif memiliki kemampuan mengkonstruk semua ide-ide koneksi matematis yang relevan dan bisa menghubungkan ide-ide tersebut dengan koneksi matematis yang lain dalam hal ini mampu menghubungkan antara konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari, konsep aljabar dengan konsep pemfaktoran aljabar, konsep aljabar dengan konsep bilangan, konsep aljabar dengan konsep geometri bangun datar serta dapat menggeneralisasikan dan mengaplikasikan serta dapat mentransfer ide-ide koneksi matematis secara menyeluruh sehingga dapat menemukan simpulan yang relevan. Akan tetapi siswa yang memiliki gaya kognitif relflektif memiliki tingkat ketelitian yang tinggi, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama dalam menyelesaikan masala
PERAN KEBIJAKAN OPEN ACCESS INFORMASI DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI ILMIAH DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
Sebagai lembaga informasi, perpustakaan dituntut untuk memberikan akses informasiseluas-luasnya kepada masyarakat dengan menerapkan konsep open access information,agar informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal baik offline maupunonline. Perpustakaan Perguruan Tinggi yang juga penyedia informasi tentunya sudahmemanfaatkan teknologi informasi dalam menyebarkan informasi yang dimilikinya, akantetapi diseminasi informasi yang dilakukan belum maksimal dalam memberikan akseskepada penggunananya. Diseminasi informasi yang dilakukan masih memberikan batasanbatasan, informasi mana yang bisa diakses. Pemberian batasan ini karena menganggapgerakan open akses informasi merupakan sebuah tindakan melegalkan plagiarisme dikalangan mahasiswa dan dosen. Open akses informasi di Perpustakaan sebenarnyamemiliki peran dalam membangun komunikasi Ilmiah yang berkelanjutan, hal ini karenadengan adanya kebijakan open akses dapat membuka peluang bagi mereka untukmenghasikan karya-karya baru yang berguna bagi proses pengembangan ilmu pengetahuandan teknologi di Indonesia. Pengetahuan-pengetahuan baru tersebut diharapkan dapatdiakses, dimanfaatkan, dan menjadi rujukan bagi pengembangan keilmuan di masa yangakan datang. Dengan adanya gerakan open akses, Pustakawan juga memiliki peran dalammendistribusikan informasi. Pustakawan diharapkan dapat melakukan penajaman programprogram pendidikan kesarjanaan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, program-programberkelanjutan dalam betuk latihan dan penyegaran tentang komunikasi ilmiah diPerpustakaan-perpustakaan perguruan Tinggi, Pustakawan secara aktif mempromosikanInstitutional Repositories, ikut terlibat dalam pengembangan dan perubahan sistempublikasi ilmiah dan memastikan dukungan kebijakan dari universitas dan perpustakaansebagai tempat bernaungnya para pustakawan yang menggalakan kebijakan open accessterhadap informasi
Eksistensi perpustakaan sebelum kehadiran Islam
The library before Islam experienced a fairly dynamic development. This can be seen from the existing library in the Mesopotamian region which was originally a Sumaria as the originator of writing, until the library Telloh that developed where there are 30 thousand midrib or writing media there are also there. In that place also found some places used to memorize and there are books about religion, magic and legislation. History records that there were a number of libraries ever established by humans before the arrival of Islam in Arab and medieval Europe, this library is the Library in Mesopotamia, the Ancient Egyptian Library, the Ancient Greek Library, the Ancient Roman Library and the Library in Europe.Keywords: library, isla
Pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai warisan budaya bangsa
As one of the written historical evidence, ancient manuscripts or manuscripts are ancestral heritage that is rich in cultural values, moral values, religious values, and social values. The ancient manuscript also describes the previous human civilization that was rich in science. The ancient manuscript is a historical reminder that should be preserved and its existence is preserved so that the next generation of the nation can also recognize the values of the information contained in the text. Preservation is the most appropriate way to maintain the existence of ancient manuscripts from obliteration. Preservation efforts are activities carried out to preserve the heritage of cultural heritage in this case the ancient manuscripts so that they are not quickly damaged and can be used in accordance with the original. This is very important to be carried out by the relevant institutions to save the priceless national assets that have so far been neglected and are still very concerning. Along with the development of increasingly sophisticated technology, preservation also undergoes a change of method, from traditional to modern techniques. This method is the most appropriate method to do than traditional methods that can have an adverse effect on the manuscript, because there are many texts that have been physically damaged. With modern methods it is hoped that ancient manuscripts can be digitized so that they can be easily accessed and read by the next generation.Keywords: preservation, ancient manuscripts, heritage, culture
MOBILE REFERENCE SERVICE: PELUANG DAN TANTANGAN BAGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi layanan referensi seluler masa kini dengan pendekatan konseptual. Salah satu bentuk layanan referensi virtual adalah layanan referensi seluler, layanan referensi yang disajikan kepada pengguna untuk mengakses berbagai referensi atau koleksi di perpustakaan tanpa secara fisik dengan perpustakaan dan pustakawan. Tujuan akhir dari media layanan ini diharapkan untuk berkembang menjadi Pusat Referensi Multi-Akses, yang mampu menjawab berbagai pertanyaan komunitas secara online melalui layanan referensi seluler, terutama bagi mahasiswa yang memiliki pendidikan jarak jauh. Dalam mengembangkan program ini, pihak terkait diharapkan menyiapkan sumber daya yang ada seperti teknologi canggih dan pustakawan yang andal dalam menerapkan teknologi informasi. Penerapan layanan referensi seluler juga merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh perpustakaan dan pustakawan. Perpustakaan dihadapkan dengan ketergantungan pada teknologi canggih dalam mengelola sistem yang ada, sistem akses ke pusat layanan, layanan pemeliharaan informasi, kecepatan transmisi jaringan, fungsi basis data dan waktu respons yang sesuai, keterampilan dalam menggunakan teknologi, dan dukungan teknis yang kuat dalam memastikan layanan ini disediakan berhasil dan tepat waktu. Pustakawan juga harus ekstra, mengingat karya pustakawan Indonesia yang masih diklasifikasikan sebagai generasi digital imigra
EVALUASI KETERSEDIAAN KOLEKSI ANAK DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN KUBU RAYA
AbstractThe study was to evaluate the availability of children's collections in the archive service library and the regional library. The method used was a qualitative research method. The thing to do in providing a collection of children was to make a selection, which in turn makes a collection. Selecting a collection of children was tailored to the library's environment in making a collection of children using two ways to make it possible without a time limit, depending on the user's need to do it by purchasing the book store. Studies sbeowed that the library's library's collection of 80 books with 309 copies that are still fairly low in the 2019 child collection, so library authorities are required to supplement the child's collection of information and address the needs of the neighborhood user to a high degree of 2019 child collections.Keywords: evaluation, availability of collection, child collectio
PENERAPAN SISTEM SEMI OTOMASI PADA LAYANAN PEMINJAMANBUKU DI PERPUSTAKAAN KOTA PONTIANAK
AbstractThis study discusses the application of a semi-automated system to book lending services at the Pontianak City library. The puspose of this study was to determine the implementation of the semi automated system in the Pontianak City Library and the obstacles encountered in the book lending service during the implementation of the semi automated system. This study uses a descriptive method with a quality approarch. Collecting data in this study using observation, interview and documentation techniques. Informants in this study of the Head of the Pontianak City Library Service, Processing Officers, and Circulation Service Officer. From the results of this study, it was found that the Pontianak City Library still implements a semi automated system. The Pontianak City Library wants to implement a complete automation system, but there are budget constraints. Currently being prepared bythe Pontianak City Library are human resources, infrastructure and budget. Supporting facilities are computers with Inlislite version 3 software installed to process library material data. On book lending services using automated and manual systems. Circulation services at the Pontianak City Library are carried out in accordance with the established SOP. Constraints faced are related to a minimal budget, computers sometimes experience internet problems, book lending services are slowly, and the process of inputting data to a computer takes a long time.Keywords : Automation, Semi, Book Borrowin
PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) UNIVERSITAS TANJUNGPURA
AbstractThis research was motivated by the curiosity of research in knowing the processof processing library materials at the library of the Faculty of Social andPolitical Sciences (Fisip) of Tanjunpura University. This type of recearch witha qualitative approach. Sources of data in this study were the head of the libraryand the Fisip library staf totalin 3 people to be interviewed. Data collectiontechniques through observation, interviews, dokumentation. Data analysistechniques in the form of data reduction, data presentation, and drawingconclusions to obtain the final result. The result of the study indicate that theprocessing of library materials has not met the processing prosedures due to theclassification numbering process that uses onesearch compared to DDC. Theprocessing process starts from copmleteness as well as arranging books onshelves (selving). Constraints faced by the lack of a sense of respinsibility inprocessing and the large number of collections that exceed the number of shelverin the Fisip library.Keywords : processing library materials, library
- …
