1,720,977 research outputs found

    Strategi Pengembangan Home Industri Kerupuk Sadariah (Studi Kasus: Di Perusahaan Sadariah Jaya, Ibu Munawaroh)

    No full text
    The Sadariah crackers are a popular snack product from Kediri City, East Java. The crackers are made from cassava. A study was conducted to formulate better management and the quality of Sadariah crackers agroindustry. The analytical method used was SWOT analysis. The analysis was aimed to identify the systematically formed company strategies. It employed a qualitative descriptive approach. As home industry groups in a village in Kediri City, the Sadariah crackers agroindustries were aware of their roles to increase the pace of the economy of surrounding communities. In addition, the industry provided many jobs, helping thegovernment reduce the local unemployment rate. Sadariah cracker home industry entrepreneurs should continue to improve quality by creating new cracker products, maintaining the quality of the products produced, and participating in exhibition activities for promotion so that the public knows the product more widely. Kerupuk sadariah adalah produk populer di kalangan masyarakat termasuk jenis makanan ringan atau yang biasa disebut camilan dari Indonesia yang berasal dari Kota Kediri, Jawa Timur. Kerupuk sadariah diambil dari proses pembuatan atau pencetakannya yang berbahan dasar singkong. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen agroindustry sadariah dengan dilakukan penyusunan strategi usaha yang lebih tepat untuk pengembanganagroindustry yang saat ini sudah dikenal oleh masyarakat luas karena cita rasanya yang khas. Metode analisa yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT yang bertujuan untuk idententifikasi yang terbentuk secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode kulitatif dan bersifat deskriptif. Home industry kerupuk sadariah ini berperan bagus dalam usaha peningkatan laju perekonomian. Selain itu home industry kerupuk sadariah dapat melahirkan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sehingga dapat juga membantu program pemerintah dalam pengurangan tingkat pengangguran. Pengusaha home industry kerupuk sadriah kiranya terus meningkatkan mutu dengan menciptakan produk kerupuk sadariah yang baru, tetap menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan, mengikuti kegiatan pameran untuk promosi agar produk lebih dikenal luas oleh masyarakat

    Eksistensi Baju Sadariah dan Kebaya Kerancang Dalam Melestarikan Budaya Lokal DKI Jakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui apa itu baju sadariah dan kebaya kerancang. (2) Untuk memberikan informasi terkait makna dan penggunaan dari baju sadariah dan kebaya kerancang sebagai salah satu hasil budaya lokal DKI Jakarta. (3) Untuk melestarikan baju sadariah dan kebaya kerancang sebagai salah satu aset budaya lokal DKI Jakarta yang sudah ada sejak tahun 1800 an. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Budaya lokal adalah hasil karya cipta manusia lokal yang sejak turun temurun sudah dilazimkan oleh orang-orang lokal dan salah satunya adalah hasil budaya lokal DKI Jakarta yaitu baju sadariah dan kebaya kerancang. Adanya pemahaman dan respon masyarakat DKI Jakarta tentang baju sadariah dan kebaya kerancang ini cukup membuat mereka bisa mengetahui arti dan makna dari baju sadariah dan kebaya kerancang ini. (2) Baju sadariah dan kebaya sudah mulai digunakan oleh masyarakat Indonesia pada tahun 1800 an karena sudah adanya litografi. (3) Baju sadariah dan kebaya kerancang tetap bereksistensi karena bisa digunakan nya dengan fleksibel dan bisa dikombinasikan pula. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif etnografi yang bertujuan mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumen. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, eksistensi baju sadariah dan kebaya kerancang adalah dampak dari kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah sejak zaman gubernur Ali Sadikin dengan adanya ajang pemilihan abang dan none DKI Jakarta yang sangat berpengaruh kuat untuk anak muda mengenal dan menggunakan busana ini

    ANALISIS PROFITABILITAS PADA PT. SADARIAH DI SAMARINDA

    No full text
    This study was conducted to determine whether the increase or decrease in profitability ratios measured by Net Profit Margin (NPM), Return On Investment (ROI), and Return On Equity (ROE) in 2015 to 2017.The analysis used in this study is a comparative descriptive analysis using several analytical tools in the form of net profit margin (NPM), return on investment (ROI), and return on equity (ROE) and then will be seen whether there is an increase or decrease in 2015- 2016 and 2016-2017, then compared with industry standards profitability ratios.Based on the results of the analysis it is known that the profitability ratio of PT. Sadariah as measured by Net Profit Margin (NPM) in 2016 decreased compared to 2015 then in 2017 it increased compared to 2016. The profitability ratio as measured by Return on Investment (ROI) in 2016 decreased compared to with 2015, then in 2017 there was an increase compared to 2016. The profitability ratio measured by Return On Equity (ROE) in 2016 decreased when compared to 2015, in 2017 it increased when compared to 2016.Ratio profitability of PT. Sadariah as measured by Net Profit Margin (NPM) is above industry standards in 2015 and 2017, while in 2016 it was below industry standards. Profitability ratio of PT. Sadariah as measured by Return On Investment (ROI) is below industry standards during 2015-2017. Profitability ratio of PT. Sadariah as measured by Return On Equity (ROE) is below industry standards during 2015-2017

    Analisis du pont system dalam mengukur kinerja keuangan pada perusahaan pt. sadariah di samarinda

    No full text
    PT. Sadariah adalah perusahaan yang menjualan dan menyewakan alat berat. umumnya, unsur perusahaan PT. Sadariah mengetahui laba yang diharapkan akan terjadi dalam setiap periode diwaktu kemudian, tetapi untuk saat ini elemen perusahaan belum mengetahui perkembangan laba atas investasi

    Kemampuan Dalam Menentukan Persamaan Garis Lurus Dengan Strategi Pembelajaran Learning Starts With A Question Siswa Kelas VIII MTsN Tamban Tahun Pelajaran 2012/2013

    No full text
    Sadariah. 2012. Kemampuan Dalam Menentukan Persamaan Garis Lurus Dengan Strategi Pembelajaran Learning Starts With A Question Siswa Kelas VIII MTsN Tamban Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Siti Shalihah, S.Pd, MS. (II) Hasby Assidiqi, S.Pd, M.Si. Kemampuan siswa pada mata pelajaran matematika khususnya pada materi persamaan garis lurus masih kurang memuaskan. Sehingga diadakan upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran learning starts with a question. Dalam strategi pembelajaran ini siswa dilibatkan secara aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri, sehingga akan menimbulkan minat siswa dalam belajar dan akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menentukan persamaan garis lurus dengan strategi pembelajaran learning starts with a question. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas VIII A MTsN Tamban yang berjumah 28 siswa. Adapun objek dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menentukan persamaan garis lurus dengan strategi pembelajaran learning starts with a question. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik tes, dokumentasi, observasi dan wawancara. Setelah data terkumpul dan diolah, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik persentase dengan pengukuran yang mengacu pada kriteria konsep belajar tuntas yang digunakan sekolah tempat penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 28 orang siswa yang mengikuti tes terdapat 26 orang siswa yang mampu (tuntas) menyelesaikan soal persamaan garis yang melalui titik (a,b) dengan gradien m yang berada pada kualifikasi baik sekali, baik, dan cukup. Sedangkan yang berada dalam kualifikasi kurang dan gagal sebanyak 2 orang. Untuk persamaan garis yang melalui titik (x1,y1) dan (x2,y2) terdapat 13 orang siswa yang mampu (tuntas) menyelesaikan soal dengan baik dan benar yang berada pada kualifikasi baik sekali, baik, dan cukup. Sedangkan yang berada dalam kualifikasi kurang dan gagal sebanyak 15 orang. Untuk persamaan garis lurus secara keseluruhan terdapat 19 orang siswa yang mampu (tuntas) menyelesaikan soal dengan baik dan benar yang berada pada kualifikasi baik sekali, baik, dan cukup. Sedangkan yang berada dalam kualifikasi kurang dan gagal sebanyak 19 orang

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore