304 research outputs found
Penggunaan Bahasa Prokem dalam Grup Whatsapp Anggota Sanggar Teater Wejang Universitas Muhammadiyah Surakarta
Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan wujud kosakata bahasa prokem, perubahan struktur kata secara fonologi, serta pembentukan kata prokem secara morfologi bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Agih dengan teknik urai unsur terkecil/ Ultimate Constituent Analysis. Perubahan struktur kata secara fonologis pada kosakata bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang ragam Bahasa Jawa mengalami tujuh perubahan, yaitu pelenyapan vokal terakhir, pelenyapan vokal pertama, penambahan vokal, penggantian konsonan, penggantian konsonan dan penambahan konsonan terakhir, pembalikan suku kata, serta penghapusan pada suku kata pertama. Perubahan struktur fonologi kosakata bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang ragam bahasa Indonesia terdapat 8 perubahan, yaitu penggantian vokal, penambahan konsonan, penggantian konsonan, penghilangan konsonan, penambahan vokal dan konsonan, penambahan vokal dan penggantian konsonan, pembalikan suku kata, serta penggantian vokal dan penambahan konsonan. Proses pembentukan kata secara morfologi bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang hanya terdapat satu proses pembentukan, yaitu Abreviasi yang terdiri dari pembentukan akronim yang dibentuk dari dua suku awal/akhir dari dua kata dan pembentukan akronim yang dibentuk dari satu suku awal tiap masing-masing kata
HUMOR DI MEDIA SOSIAL DI INDONESIA
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kosakata dalam humor di media sosial di Indonesia, menggali fungsi, mengidentifikasi nilai, dan potensi yang memungkinkan untuk menjadi bahan ajar. Ditemukan bahwa kosakata keseharian yang daya kejutnya muncul karena penggantian. Struktur wacana humor di media ini memiliki struktur bagian judul dan tubuh wacana. Judul wacana bersifat opsional karena ditulis secara cepat dengan mengedepankan penyampaian nilai humor. Fungsi humor mempererat pergaulan atau persaudaraan. Mereka disatukan dengan adanya kesamaan rasa berhumor, baik dari pengirim maupun penerima. Seperti karya fiksi lainnya, humor berisi pendidikan dan kritikan terhadap perilaku masyarakat. Humor ditulis mengkritisi perilaku menyimpang anggota masyarakat, termasuk larangan untuk lengah terhadap hal penting. Selain itu, humor ditulis untuk menanamkan karakter, seperti nilai kesederhanaan pada anak. Humor berpotensi menjadi bahan ajar dalam buku teks karena menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia, nondiskriminasi, menonjolkan aspek sikap atau nilai, kemudahan pembelajar dalam mengakses bahan tersebut. Penulis dan penikmat humor disatukan oleh kesamaan profesi, agama, atau lainnya.
Kata Kunci: humor, nilai, karya fiksi, bahan ajar, buku tek
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Karangan Bebas Siswa Kelas V-VI SDN 2 Tamanrejo
Ditulisnya artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kesalahan berbahasa pada karangan siswa sekolah dasar kelas V-VI. Jenis penelitian ini mengunakan jenis penelitian dengan kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata dan kalimat berbentuk sebuah karangan cerita, sumber data penelitian ini yaitu sebuah karangan telah ditulis oleh beberapa siswa kelas V-VI Sekolah Dasar. Pengumpulan data ini dengan teknik catat. dan hasil dari penelitian ini adalah (1) kesalahan bidang fonologi meliputi kesalahan fonem, partikel dan pelafalan. (2) kesalahan bidang morfologi meliputi prefiks di-, ber-, penulisan kata depan, dan pleonasme. (3) kesalahan bidang sintaksis meliputi kalimat ambigu, tidak jelas, diksi, koherensi dan kata mubazir
Pendidikan apresiasi seni: Wacana dam praktik untuk toleransi pluralisme budaya
Apresiasi pluralisme dan multikulturalisme melalui pendidikan seni yang disajikan dalam buku ini merupakan salah satu upaya penegak untuk membantu mempertautkan fragmentasi masyarakat plural. Pendidikan apresiasi seni diharapkan mampu menumbuhkan penghargaan peserta didik pada berbagai budaya yang diwakili oleh kesenian-kesenian yang ada. Selain itu pendidikan apresiasi seni juga menyediakan oasis bagi pengembangan imajinatif dan kreativitas peserat didik
Gumbrekan Mahesa dan Karnaval Kerbau sebagai Wisata Budaya Perspektif Masyarakat Desa Banyubiru, Widodaren, Ngawi
Abstrak____________________________________________________________Tujuan penelitian ini adalah unntuk (1) menganalisis pengelolaan pariwisata budaya, (2) mendeskripsikan cara meningkatkan potensi desa wisata dan (3)memilih pengelolaan sebagai sumber potensi wisata berkelanjutan. Lokasi penelitian ini terletak di Desa Banyubiru Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Data yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara pengumpulan data sebanyak-banyaknya. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara yang dilakukan melalui observasi dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang ditelliti. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis study kasus, yaitu melakukan analisis secara mendalam dan detail terhadap suatu peristiwa untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang peristiwa tersebut. Sumber data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi secara langsung dengan masyarakat sekitar untuk mendapatkan informasi. Teknik yang digunakan yaitu triangggulasi karena dalam pengumpulan data menggunakan sumber data berupa wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebagaian besar desa Kampung Kerbau ini mempunyai kerbau kurang lebih sekitar lima ratusan setiap dusunnya yang dipelihara oleh 72 kepala keluarga. tradisi ini bercirikan arak-arakan kerbau di tengah-tengah tanah lapang milik Perhutani Ngawi sehingga membuat area tersebut berubah menjadi lautan kerbau yang berjalan tak tentu arah, sejak pagi antusias ratusan warga di pinggiran jalan yang menjadi arah rute Karnaval Kerbau. Budaya ternak kerbau ini sudah menjadi turun temurun masyarakat sini sejak dulu agar budaya di Desa Banyubiru itu menguri-nguri tradisi khas jawa.Abstract____________________________________________________________The purpose of this study is to (1) analyze the management of cultural tourism, (2) describe how to increase the potential of tourism villages and (3) choose management as a source of sustainable tourism potential. The location of this research is located in Banyubiru Village, Widodaren District, Ngawi Regency. The data used is a qualitative descriptive approach, by collecting as much data as possible. The method used is data collection, namely observations and interviews conducted through systematic observation and recording of the phenomenon under study. The data analysis method used is the case study analysis method, which is to conduct an in-depth and detailed analysis of an event to gain a deep understanding of the event. Sources of data used are interviews, observation and documentation directly with the surrounding community to obtain information. The technique used is triangulation because in data collection using data sources in the form of interviews and observations. From the results of the research that has been carried out, it shows that most of the Kampung Kerbau villages have approximately five hundred buffaloes per hamlet which are kept by 72 families. This tradition is characterized by a buffalo procession in the middle of a field owned by Perhutani Ngawi, which makes the area turn into a sea of buffalo that runs erratically. This buffalo culture has been passed down from generation to generation by the people here, so that the culture in Banyubiru Village will protect the typical Javanese traditions
UPAYA MENGOPTIMALISASI POTENSI WISATA KAWASAN EKS-STASIUN PURI SEBAGAI BENDA CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN PATI
Historical buildings in Indonesia have undergone many changes, either partially or completely. The purpose of the change itself is due to give an attractive impression and provide economic benefits for the government and individuals in the area around the historical building. The purpose of this study is to provide knowledge regarding the efforts made by the local government to optimize the tourism potential in the Puri Ex-Station area as cultural heritage objects in the district of pati. This research is a qualitative descriptive study using interview methods, documentation and historical participation which is used to describe the potential of the ex-station castle as well as building optimization efforts to obtain benefits that can be useful for all parties. The results of this study indicate a potential of a building that has been unused and neglected for a long time which provides potential as a cultural heritage object that can provide historical value to the people around pati which can be used as a tourist attraction at night which has aesthetic beauty for taking selfies. Efforts that must be made are forming networks, providing counseling, socializing the community, contributing energy to cultural heritage, providing information to one another, while the resulting impact is increasing harmony and synergy between the community and the government which causes an increase in the community's economy. Bangunan bersejarah di Indonesia sudah mengalami banyak perubahan, baik sebagian ataupun seluruhnya. Tujuan dari perubahan sendiri dikarenakan untuk memberikan kesan menarik dan memberikan keuntungan ekonomi bagi pemerintah maupun individu diwilayah sekitar bangunan bersejarah. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pengetahuan perihal upaya yang dilakukan pemerintah setempat untuk mengoptimalisasi potensi wisata yang berada di kawasan Eks-Stasiun Puri sebagai benda cagar budaya yang ada di kabupaten pati. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode wawancra, dokumentasi serta historis partisipasi yang digunakan untuk penggambaran potensi Eks-stasiun puri serta upaya pengoptimalisasian bangunan untuk mendapatkan manfaat yang bisa berguna untuk semua pihak. Hasil penelitian ini menunjukan sebuah potensi yang dimiliki bangunan yang sudah lama tidak terpakai dan tidak terurus yang memberikan potensi sebagai benda cagar budaya yang bisa memberikan nilai sejarah untuk masyarakat sekitar pati yang bisa dijadikan sebagai objek wisata dimalam hari yang memiliki keindahan estetik untuk berswafoto. Upaya yang harus dilakukan yaitu membentuk jaringan, memberikan penyuluhan, melibartkan masyarakat, sumbangan tenaga untuk cagar budaya, saling memberikan informasi sedangkan dampak yang dihasilkan adalah meningkatkan kerukunan dan sinergi antara masyarakat dan pemerintah yang menyebabkan peningkatan ekonomi masyarakat
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KARANGAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 WONOGIRI
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa pada karangan peserta didik Kelas XI SMA NEGERI 1 Wonogiri . Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif. Untuk hasil penelitian ini ditemukannya 5 bidang yang terdiri dari 1) kesalahan ejaan berupa huruf kapital tanda garis miring dan gabungan kata. 2) Sintaks didominasi oleh kata mubazir, 3) fonologi berupa krim fonem, 4) Morfologi berupa komposisi gabungan prefik meN- dan 5) semantik berupa penggunaan makna
PENANAMAN KARAKTER CINTA ALAM DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MELALUI ORGANISASI WONGSALAM (WONGSENENGALAM)
This study aims to describe the inculcation of the character of love of nature in the social life of the community through the Wongsalam (Wongsenengalam) organization. The research data is in the form of descriptive text that presents the planting of the character of love for nature. Sources of data were obtained by observing, documenting activities, followed by interviews with the chairman and several members, and the last technique was taking notes. The analysis used in the study is in the form of an analysis of strengths, weaknesses, opportunities, threats or commonly called a SWOT analysis. The results of the study show that there are goals in instilling the character of love for nature through: 1) a close sense of solidarity, 2) conveying knowledge about work programs about the importance of caring for the environment and the natural environment, and 3) exemplary protecting nature and the surrounding environment. Research shows that the goals of the Wongsalam organization have a positive impact on its members and get a good response from the surrounding community. Not only that, in addition to gaining useful knowledge at the Wongsalam organization, members can also help preserve nature and help the surrounding community.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penanaman karakter cinta alam dalam kehidupan sosial masyarakat melalui organisasi Wongsalam (Wongsenengalam). Data penelitian berupa teks deskripsi yang menyajikan penanaman karakter cinta alam. Sumber data diperoleh dengan melakukan observasi, dokumentasi kegiatan, dilanjutkan wawancara terhadap ketua dan beberapa anggota, serta yang terakhir adalah teknik mencatat. Analisis yang digunakan dalam penelitian berupa analisis strength, weaknesss, opportunities, threats atau biasa disebut dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuan dalam penanaman karakter cinta alam melalui: 1) eratnya rasa solidaritas, 2) penyampaian pengetahuan program kerja mengenai pentingnya peduli lingkungan dan alam sekitar, dan 3) keteladanan menjaga alam serta lingkungan sekitar. Penelitian menunjukkan bahwa tujuan yang dimiliki organisasi Wongsalam meemberikan dampak yang positif bagi anggotanya dan mendapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat sekitar. Tak hanya itu, selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat di organisassi Wongsalam inilah para anggota dapat membantu menjaga kelestarian alam dan membantu masyarakat di sekitarnya
Penggunaan Bahasa Slang dalam Kolom Komentar Akun Instagram @kakaopageindo
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk, memaparkan kategori, dan mengidentifikasi fungsi penggunaan ungkapan slang pada kolom komentar akun instagram @kakaopageindo. Metode analisis menggunakan metode padan dan teknik lanjutan pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan kata dasar, frasa, akronim, singkatan, penanggalan kata, turunan, kata ulang, fungsi representasi, fungsi personal, fungsi interaksional, fungsi regulasi, kata benda (noun), kata sifat (adjektiva), kata kerja (verba), dan kata keterangan (adverbia).Kata Kunci: bahasa slang, kolom komentar, instagra
KESALAHAN BERBAHASA PADA PENULISAN POSTINGAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
This article aims to identify language errors in Instagram posts. The source of data in this study is posts on social media Instagram. The data in this article are words, phrases, and sentences contained in posts on Instagram. The data collection method used is descriptive qualitative. The technique used in retrieving data is by reading and taking notes from what has been found in Instagram posts. The results in this article are errors in the use of spelling and punctuation, morphology, and syntax. The errors in the use of spelling and punctuation found were errors in the use of periods (.), commas (,), hyphens (-), capital letters, and question marks (?). The errors found in the morphological field were the use of repeated words, capital letters in all words and word abbreviations, not in accordance with PUEBI, word writing, and prepositions. In the field of syntax, the errors found were the use of redundant words and unclear sentences. The conclusion obtained is that in writing posts on Instagram there are still many language errors.
Keywords: language errors; social media; Instagram postsArtikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan berbahasa pada postingan Instagram. Sumber data dalam penelitian ini yaitu postingan dalam media sosial Instagram. Data dalam artikel ini yaitu kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam postingan di Instagram.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengambil data yaitu dengan membaca dan mencatat dari apa yang telah ditemukan dalam postingan Instagram. Hasil dalam artikel ini yaitu kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, morfologis, serta sintaksis. Kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca yang ditemukan yaitu kesalahan dalam penggunaan titik (.), koma (,), tanda hubung (-), huruf kapital, dan tanda tanya (?). Kesalahan pada bidang morfologis yang ditemukan yaitu penggunaan kata ulang, huruf kapital pada semua kata dan singkatan kata, tidak sesuai dengan PUEBI, penulisan kata, dan penulisan kata depan. Pada bidang sintaksis, kesalahan yang ditemukan yaitu penggunaan kata mubazir dan kalimat yang tidak jelas. Kesimpulan yang didapat yaitu dalam penulisan postingan dalam Instagram masih terdapat banyak kesalahan berbahasa.
Kata kunci: kesalahan berbahasa; media sosial; postingan Instagra
- …
