1,720,981 research outputs found

    SK Pembimbing SYAHRU RAMADHAN

    Get PDF

    Majalisu syahru Ramadhan

    No full text

    REDESAIN JEMBATAN SONDOSIA KABUPATEN BIMA DENGAN MENGGUNAKAN TIPE KOMPOSIT

    No full text
    Jembatan Sondosia merupakan jembatan yang terletak di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Jembatan ini menyeberangi sungai dengan panjang jembatan 40 meter dan lebar 11 meter yang dibangun menggunakan jenis beton prategang. Pada tugas akhir ini, jembatan Sondosia akan diredesain menggunakan tipe komposit baja-beton. Perencanaan ini dimulai dari mengidentifikasi latar belakang, pengumpulan data-data yang diperlukan antara lain panjang dan lebar jembatan, lebar jalan, lebar trotoar, dan data lainnya yang diperlukan. Pada tahap awal perencanaan dilakukan analisa pembebanan yang terjadi pada balok girder, seperti analisa berat sendiri, beban mati tambahan, beban lajur, gaya rem, beban angin dan beban gempa. Dari perhitungan tersebut kemudian dilakukan perencanaan pedimensian balok diafragma WF 300.150.6,5.9 dan balok girder WF 1600.800.35.50 menggunakan BJ 55. Selanjutnya dilakukan kontrol tegangan dan lendutan, setelah itu dilakukan perhitungan kekuatan sambungan. Hasil perencanaan jembatan Sondosia dengan dengan panjang bentang 40 meter diperoleh kontrol desain penampang profil λ = 19,08 < λf = 61,67 , maka penampang kompak dan kontrol momen lentur diperoleh 8011 kg.cm ≤ 46100,5 kg.cm, jadi profil baja Ø76,3 mm dengan mutu baja BJ 37 fy = 240 Mpa dapat digunakan untuk pipa sandaran, pelat lantai jembatan dengan tebal 0,25 m menggunakan mutu beton f’c 30 MPa dan mutu baja fy 420 MPa dengan arah x (melintang) D16 – 250 mm dan tulangan arah y (memanjang) D16 –300 mm. Abutment dirancang dengan lebar (Bx) = 5 m, Panjang (By) = 11 m dan tinggi (H) = 9,6 m. Penulangan abutment menggunakan tulangan baja D13, D18, D19, dan D25 mm. Tiang pancang memiliki Panjang 12 m dengan jumlah tiang 15 buah, diameter 0,8 m, serta menggunakan tulangan pokok D19 mm dan Sengkang D13 mm

    STUDI FAKTOR TENAGA KERJA, MATERIAL DAN PERALATAN SEBAGAI PENYEBAB KETERLAMBATAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN DI KOTA SUBULUSSALAM

    No full text
    Pembangunan proyek konstruksi jalan dan jembatan di wilayah Kota Subulussalam merupakan program prioritas yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Pada proses pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi jalan dan jembatan tersebut ditemukan adanya keterlambatan dalam penyelesaian pelaksanaan pekerjaan. Berdasarkan hal tersebut maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi jalan dan jembatan di wilayah Kota Subulussalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penting yang difokuskan yaitu faktor tenaga kerja, material dan peralatan sebagai penyebab keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi jalan dan jembatan di wilayah Kota Subulussalam. Data yang diperlukan untuk penelitian ini didapat melalui survei kuesioner dengan target responden adalah para pihak yang terlibat dalam pelaksana proyek konstruksi jalan dan jembatan Kota Subulussalam, yang dibatasi hanya pihak owner dan kontraktor, dengan jumlah owner sebanyak 14 orang dan jumlah kontraktor 16 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan melalui tahapan analisa reliabilitas, analisa frekuensi, perhitungan Relative Importance Index (RII), perangkingan faktor, dan analisa koefisien korelasi rank spearman, maka diperoleh faktor-faktor paling dominan dari faktor tenaga kerja, material dan peralatan sebagai penyebab keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi jalan dan jembatan di Kota Subulussalam, menurut owner yang paling dominan menyebabkan keterlambatan yaitu lambatnya pengerahan tenaga kerja dengan nilai RII sebesar 4,429 dan menurut kontraktor yang paling dominan menyebabkan keterlambatan yaitu kekurangan jumlah peralatan dengan nilai RII sebesar 3,938

    KONVERSI HUTAN MENJADI KEBUN KELAPA SAWIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP INDEKS KUALITAS TANAH DI SUB DAS KAOS-JAMBI

    Get PDF
    ABSTRAK BERBAHASA INDONESIA Pengembangan komoditas kelapa sawit diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dipedesaan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat di pedesaan adalah melakukan konversi hutan menjadi lahan perkebunan. Konversi hutan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas tanah. Komposisi tutupan lahan dalam suatu DAS berpengaruh terhadap kualitas tanah dan air. Sub DAS Kaos merupakan bagian dari DAS Batanghari yang harus dipulihkan daya dukungnya karena sudah kritis bila dilihat dari aspek degradasi tanah dan air. Hal ini akibat dari konversi lahan yang tidak mempertimbangkan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air serta pembukaan hutan secara liar. Semula penggunaan lahan di Sub DAS Kaos didominasi oleh hutan primer dan hutan sekunder, kemudian dikonversi menjadi kebun kelapa sawit. Kelapa sawit yang ditanami pada lahan dengan topografi berombak dan bergelombang bila tidak diiringi dengan teknik konservasi tanah dan air akan menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi. Konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit di Sub DAS Kaos berpengaruh terhadap kualitas tanah dan air serta berperan dalam menjaga ekosistem daerah aliran sungai (DAS). Penilaian kualitas tanah dan air dapat menjadi rujukan dalam menentukan pengelolaan hutan, kelapa sawit dan land clearing di Sub DAS Kaos. Untuk itu perlu dikaji luasan hutan yang terkonversi menjadi kebun kelepa sawit di Sub DAS Kaos. Kajian ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana dampak konversi hutan tersebut terhadap perubahan status unsur hara dan kualitas tanah pada catchment area Sub DAS Kaos-Jambi. Kajian konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit di Sub DAS Kaos merupakan informasi baru pada daerah tersebut guna mempertahankan fungsi Sub DAS. Kualitas tanah dan air diharapkan mampu menjadi inovasi baru bidang konservasi tanah dan air dalam menunjang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) terutama di Sub DAS Kaos. Konversi lahan yang terjadi di Sub DAS Kaos diprediksi akan menyebabkan penurunan kualitas tanah di Sub DAS Kaos. Indikator dalam penilaian kualitas tanah yaitu sifat fisika dan kimia tanah. Identifikasi Konversi Hutan Menjadi Kebun Kelapa Sawit di Sub DAS Kaos menggunakan data luas penggunaan lahan tahun 1995, 2005, 2015 dan 2018. Metode yang digunakan adalah metode Carnegie Landsat Analisis Sistem Lite (CLASlite). Selanjutnya dengan metode tersebut dilakukan analisis citra satelit landsat 5 dan landsat 8 yang dilakukan interpretasi data dan analisis data spasial (software GIS). Konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit pada periode tahun 1995-2018 di Sub DAS Kaos sebesar 7.846 ha. Penelitian tahap 2 dilaksanakan di areal perkebunan kelapa sawit milik masyarakat Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi (Sub DAS Kaos, DAS Batanghari) dengan menggunakan metode survei untuk melihat areal hutan yang terkonversi menjadi kebun kelapa sawit. Kemudian dibuat plot penelitian pada penggunana lahan hutan, kelapa sawit dan land clearing. Setiap kejadian hujan dilakukan pengamatan dan pengambilan sampel air. Hasil penelitian menunjukkan nilai run off yang tertinggi pada land clearing sebesar 0,72 dm3/ha dan terendah pada hutan sebesar 0,14 dm3/ha. Hasil analisis air di Laboratorium menunjukkan bahwa dampak konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit pada runoff dan air sungai berpengaruh nyata terhadap penurunan nilai pH H2O, kalsium dan peningkatan nilai total suspended solid (TSS). pH air sungai pada semua penggunaan lahan berada dibawah nilai baku mutu air nasional. Nilai TSS air sungai pada penggunaan lahan kelapa sawit umur 3 tahun, kelapa sawit umur 9 tahun dan land clearing melampaui nilai baku mutu air nasional. Berdasarkan hasil analisis tanah di lakukan perhitungan erosi dan uji statistik dengan analisis Stepwise Regression dan Principal Componen Analysis (PCA) atau analisis komponen utama dengan perangkat lunak R Statistik. Penilaian kualitas tanah dilakukan dengan menggunakan indeks kualitas tanah melalui skoring pada beberapa variabel terpilih dari PCA, yaitu Minimum Data Set (MDS). MDS merupakan sifat minimum yang paling berpengaruh. PC yang digunakan sebagai MDS yaitu PC dengan nilai eigenvalue > 1 dan dalam setiap PC hanya dipilih satu faktor yang sangat berbobot. Nilai MDS digunakan untuk mengkaji kualitas tanah dan perubahannya karena faktor manajemen penggunaan lahan melalui seleksi indikator sifat fisika dan kimia tanah. Hasil analisis Stepwise Regression menunjukkan bahwa konversi hutan menjadi kebun kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap penurunan nilai bahan organik (BO) tanah, total ruang pori (TRP), kadar air (KA) volumetri, carbon (C) organik, kejenuhan basa (KB), kalium (K), nitrogen (N), rasio C/N, pH H2O dan peningkatan berat volume (BV) tanah. Hasil analisis PCA menunjukkan nilai indeks kualitas tanah berdasarkan sifat fisika dan kimia tanah pada penggunaan lahan hutan, kelapa sawit dan land clearing sebesar 0,45-0,53 (tergolong sedang). Indeks kualitas tanah tertinggi pada hutan sebesar 0,53 dan pada kelapa sawit umur 3 tahun (KS1) sebesar 0,45 dengan indikator yang berpengaruh yaitu carbon (C) organik (kriteria sangat rendah sampai tinggi) berat volume (BV) (kriteria tinggi) dan kejenuhan basa (KB) (kriteria sangat rendah). Perbaikan Kualitas tanah dilakukan adalah dengan pemupukan (pupuk organik dan buatan). Peubah yang diamati yaitu pH H2O, Kadar Air (KA), Carbon (C) Organik, Nitrogen (N) Total, Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Natrium (Na), Kapasitas Tukar Kation (KTK). Perlakuan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Data tanah diuji secara statistik dengan menggunakan analisis ragam dengan uji F pada α = 0,05 (5%). Dari hasil analisis sidik ragam dan uji jarak ganda Duncan pada taraf 5% bahwa pemberian pupuk dan bahan amelioran memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan nilai pH H2O, nitrogen (N) total, carbon (C) organik, kalium (K), natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB). Aplikasi kombinasi pupuk dan bahan amelioran dianggap sebagai pilihan yang baik untuk meningkatkan pemulihan nutrisi hara dan kualitas tanah. Perlakuan Pupuk Kandang + Dolomit + Urea + KCl merupakan pemupukan yang terbaik terhadap peningkatan pH H2O, natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan kejenuhan basa. Perlakuan Pupuk kandang + urea merupakan pemupukan yang terbaik terhadap peningkatan nitrogen (N) total dan carbon (C) organik

    ANALISIS TEGANGAN UTAMA PADA BENTANG GESER BALOK BERPENAMPANG LINGKARAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ATENA

    Get PDF
    Beton bertulang berpenampang lingkaran sering kita temui pada kolom dan pondasi. Hal ini disebabkan karena penampang lingkaran ini mempunyai kapasitas yang besar untuk menahan gaya aksial dibandingkan penampang persegi. Namun pada elemen balok berpenampang lingkaran ini sangat jarang digunakan.Oleh karena itu tujuan penulisan tugas akhir ini untuk mengetahui nilai-nilai tegangan utama pada bentang geser balok berpenampang lingkaran. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan software metode elemen hingga non-linier yaitu ATENA v5.3, dimana elemen struktur dimodelkan dalam 2 dimensi. Analisis ini menggunakan sembilan benda uji dimana memiliki variasi tulangan longitudinal dan variasi sengkang. Pada eksperimental didapatkan grafik beban vs. lendutan. Pada tahap analisis didapatkan beberapa grafik yang menunjukan perilaku struktur, yaitu grafik beban vs. lendutan, grafik beban vs. tegangan utama, grafik beban vs. tegangan. Hasil analisis keseluruhan menunjukan bahwa peningkatan kapasitas geser pada balok berpenampang lingkaran dipengaruhi oleh meningkatnya ratio tulangan dan semakin kecil jarak antar sengkang. Tegangan utama beton pada titik tinjau di sepanjang bentang geser pada balok yang mendekati tegangan tarik beton itu sendiri, mengindikasikan terjadinya retak diagonal pada titik tinjau tersebut. Pada saat beban maksimum terjadi, mengakibatkan keruntuhan tekan yaitu balok mengalami runtuh secara tiba- tiba dan kemampuan benda uji menahan tegangan daerah tekan lebih besar. Kata Kunci : rasio tulangan, kapasitas geser, tegangan utama, tegangan tarik, keruntuhan

    TINGKAT PERILAKU HIDUP KURANG GERAK (SEDENTARY BEHAVIOUR) DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

    No full text
    Perkuliahan secara daring merupakan salah satu cara mencegah penyebaran COVID-19 sehingga menyebabkan aktivitas mahasiswa menjadi terbatas. Terbatasnya aktivitas dan ruang gerak menyebabkan sebagian besar waktu dihabiskan di rumah dan tidak aktif secara fisik sehingga membentuk sedentary behaviour pada mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk menelusuri pengaruh pandemi COVID-19 terhadap tingkat sedentary behaviour pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Jenis penelitian deskripsi dengan analisa univariat dan desain cross sectional pada mahasiswa aktif S1 Ilmu Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Pengambilan sampel dengan teknik proportioned stratified random sampling sebanyak 229 mahasiswa. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Sedentary Behaviour Questionnaire (SBQ) yang telah diuji dengan expert judgement dengan nilai cronbach alpha 0.963. Hasil analisis menjelaskan bahwa tingkat sedentary behaviour tinggi pada mahasiswa Fakultas Keperawatan di masa pandemi COVID-19 berada pada kategori berat dengan jumlah 217 (94,8%) mahasiswa, kategori sedang berjumlah 12 (5,2%) mahasiswa dan tidak ditemukan mahasiswa dengan sedentary behaviour kategori rendah. Sedangkan, kegiatan dengan total waktu harian sedentary behaviour paling dominan ada pada durasi waktu penggunaan komputer dan bermain video games. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Fakultas Keperawatan menjalani keseharian dengan tingkat sedentary behaviour kategori berat sehingga diharapkan adanya peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku mahasiswa dalam meminimalkan tingkat sedentary behaviour dengan mempertahankan keseimbangan fisik dan sedentary behaviour

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI MULUT DAN GIGI TIRUAN TERHADAP KEHILANGAN GIGI PADA PASIEN LANSIA (STUDI DI RSGM UNSYIAH DAN PANTI JOMPO GEUNASEH SAYANG)

    Get PDF
    ABSTRAKNama: Syahru RamadhanProgram Studi: Pendidikan Dokter GigiFakultas: Kedokteran GigiJudul: Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi Mulut dan Gigi Tiruan Terhadap Kehilangan Gigi pada Pasien Lansia (Studi di RSGM Unsyiah dan Panti Jompo Geunaseh Sayang)Kehilangan gigi dapat mempengaruhi mental seseorang dalam melakukan berbagai aktifitas, oleh karena itu ketika mengalami kehilangan gigi dapat diatasi dengan menggunakan gigi tiruan, pengetahuan seseorang tentang kesehatan gigi mulut dan gigi tiruan sangat dibutuhkan pada seseorang yang menggunakan gigi tiruan dan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa dengan menggunakan gigi tiruan dapat mengembalikan fungsi mastikasi,fonetik,estetik dan mempertahankan kesehatan jaringan pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi mulut dan gigi tiruan terhadap kehilangan gigi pada pasien lansia. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari laki-laki 32 orang dan perempuan 68 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai tolak ukur untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan gigi mulut dan gigi tiruan terhadap kehilangan gigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek di RSGM Unsyiah dan Panti Jompo Geunaseh Sayang yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang kesehatan gigi dan mulut sebanyak 94 orang (94%), yang memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 6 orang (6%) dan yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang gigi tiruan sebanyak 46 orang (46%), yang memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 54 orang (54%). Kata kunci : Kehilangan gigi, Kesehatan gigi dan mulut, Gigi tiruan, Tingkat pengetahuan, Lansi
    corecore