1,721,063 research outputs found

    PENYELESAIAN KONFLIK PENDIRIAN RUMAH IBADAH VIHARA PI LI GONG DI KELURAHAN TANJUNG RHU KECAMATAN LIMA PULUH KOTA PEKANBARU MENURUT FIQH SIYASAH

    No full text
    Syafrianto (2017) : Penyelesaian Konflik Pendirian Rumah Ibadah Vihara Pi Li Gong di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru Menurut Fiqh Siyasah Perbedaan agama menjadi sebuah dinamika sosial yang menimbulkan disharmonisasi di dalam interaksi hubungan bermasyarakat. Oleh karena itu, masing-masing agama mengklaim bahwa agama merekalah yang paling benar, memang sejak zaman dahulu problematika yang terjadi karena masalah agama ini sudah membudidaya hingga saat ini, tentunya permasalahan ini membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah untuk membuat kebijakan melalui Peraturan, sama seperti halnya problematika pendirian Rumah Ibadah juga merupakan suatu permasalahan yang acap kali kita temui. Seperti, realita yang sudah terjadi di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana potensi konflik Umat Beragama di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, dan strategi penyelesaian konflik oleh pemerintah Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, serta tinjauan Fiqh Siyasah dalam menyelesaikan konflik di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana potensi konflik yang terjadi di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, dan bagaimana strategi penyelesaian konflik oleh pemerintah Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru, serta tinjauan fiqh siyasah dalam menyelesaikan konflik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Subjek penelitian adalah masyarakat di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru sedangkan objek penelitian adalah potensi konflik pendirian rumah ibadah umat beragama di Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Data bersumber dari data primer yang di peroleh melalui wawancara langsung dengan responden dan data sekunder yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode observasi dan wawancara serta study kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 KK dan sampel 50% dari 65 KK yaitu 33 KK. Analisa data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan metode penulisannya menggunakan metode deduktif, induktif, dan deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah terjadinya konflik pendirian rumah ibadah tidak disebabkan faktor agama, melainkan faktor hubungan sosial antara masyarakat setempat yang tidak harmonis. Konflik ini menjadi konflik sosial horizontal karena konflik yang dipicu oleh rasa tidak suka terhadap sikap umat Budha yang mendirikan rumah ibadah tanpa meminta izin dulu kepada ii masyarakat setempat. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah kelurahan Tanjung Rhu membuat kebijakan dengan mengadakan dialog antar umat beragama untuk meminimalisir potensi konflik yang ada di Kelurahan Tanjung Rhu Kota Pekanbaru, dan hal itu sejalan dengan cara Fiqh Siyasah menyelesaikan persengketaan yaitu dengan jalan mediasi/ perwasitan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    LAYANAN BIMBINGAN KARIR KERJABILITAS DALAM PENGEMBANGAN KARIR DIFABEL DI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) SAUJANA YOGYAKARTA

    No full text
    Syafrianto Tambunan, Layanan Bimbingan Karir Kerjabilitas Dalam Pengembangan Karir Difabel di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saujana Yogyakarta. Konsentrasi Bimbingan dan Konseling Islam. Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies UIN Sunan Kalijaga 2018. Penelitian ini dilatarbelakangi kegelisahan akademik berdasarkan penelusuran secara teoritis dan secara empirik bahwa ada kesenjangan di masyarakat, orang dengan kebutuhan khusus cenderung dianaktirikan. Masalah pokok dan fokus penelitian dalam penelitian ini adalah layanan bimbingan karir difabel belum marak digalakkan atau belum ada yang meneliti oleh para kalangan akademisi dan praktisi, hingga sampai saat ini lebih difokuskan dalam ruang lingkup formal. Selanjutnya ada korelasi antara teknologi dan praktik konseling di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saujana Yogyakarta yang mengembangkan program kerjabilitas, sebuah program job matching berbasis daring yang mengkombinasikan portal lowongan kerja dan penempatan kerja bagi difabel. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap secara teoritis dan empiris layanan bimbingan karir kerjabilitas dalam pengembangan karir difabel. Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 4 orang yang bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saujana dan 3 orang difabel, teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan, dengan menggunakan triangulasi data, dan auditing atau penelusuran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan karir kerjabilitas yang dilakukan di lembaga swadaya masyarakat Saujana Yogyakarta melalui beberapa tahapan ialah sebagai berikut: Pertama. Layanan bimbingan karir melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ada 2 layanan inti dalam layanan bimbingan karir kerjabilitas, 1. Layanan job matching disetting untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber kekuatan dalam pengembangan karir difabel. 2. Pelatihan karir dilaksanakan secara face to face dan kelompok. Kedua. Hasil pelaksanaan layanan bimbingan karir kerjabilitas membentuk konsep diri difabel yang sudah memiliki dampak positif dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Difabel mengalami perubahan diri dan pemahaman tentang dunia kerja yang pada awalnya takut mencari kerja menjadi berani dan terbuka untuk mencari kerja. Ketiga. Adapun faktor pendukung dan penghambat layanan bimbingan kerjabilitas dalam pengembangan karir difabel diantaranya faktor pendukung terdiri dari akses web Apps kerjabilitas mudah, difabel adalah survival sejati dan penyelesai masalah, kerja sama dengan Wikimedia, ICT Watch, AJI Indonesia, Google, dan Microsoft, tim saujana. Faktor penghambat terdiri dari kesediaan diri penyedia kerja bagi difabel belum terbuka, masih sedikit perusahaan yang menyediakan lapangan kerja bagi difabel. Kata Kunci: Bimbingan Karir, Kerjabilitas, Difabe
    corecore