1,721,002 research outputs found

    BANTUAN UKBM SERTA PENERAPAN PEMBELAJARAN TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran yang tepat; Penilaian akhir mengacu pada tujuan pembelajaran; Peningkatan nilai hasil belajar. Penelitian berlangsung dalam tiga siklus, pembelajaran STAD dengan bantuan UKBM siklus pertama kelompok berdasarkan hasil pre- test, siswa nilai tinggi untuk belajar mandiri dari UKBM yang telah disiapkan oleh guru untuk membantu teman sebaya tetatapi dibantu oleh guru, pembelajaran STAD dengan bantuan UKBM siklus kedua kelompok berdasarkan hasil tes siklus pertama, siswa nilai tinggi untuk membantu teman sebaya, pembelajaran STAD dengan bantuan UKBM siklus ketiga kelompok berdasarkan hasil tes siklus kedua. Data dikumpulkan dengan observasi, angket, tes dan dianalisa secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tindakan kelas ini: Guru mampu merancang RPP yang tepat dengan dengan bantuan UKBM; Pelaksanaan pembelajaran yang tepat karena aktivitas belajar siswa ada peningkatan dari siklus pertama sampai siklus ketiga; Ada peningkatan nilai hasil belajar dari siklus 1 sampai siklus 3, karena evaluasi mengacu pada tujuan pembelajaran yang tertulis pada RPP; Peningkatan nilai hasil belajar siklus pertama 67,63%, siklus kedua 83,38%, siklus ketiga 84,45%

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran melalui pendekatan problem posing dan hasil belajar fisika. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, siklus pertama diskusi dengan sumber belajar buku cetak dan lembar kerja siswa, siklus kedua dengan sumber belajar buku cetak, lembar kerja siswa dan koneksi internet, siklus ketiga dengan lembar kerja siswa, koneksi internet dan pembelajaran dalam perpustakaan dengan pemanfaatan buku fisika yang sesuai. Hasil penelitian ini mendeskripsikan perencanaan pembelajaran dengan pendekatan problem posing, pelaksanaan pembelajaran melalui problem posing untuk meningkatkan aktivitas siswa serta hasil belajar fisika. Jumlah siswa yang aktif dari siklus pertama sampai ketiga semakin bertambah, siklus pertama yang aktif 65,63%, siklus kedua yang aktif 81,25%, siklus ketiga yang aktif 90,63%; jumlah siswa yang tuntas dari siklus pertama sampai ketiga semakin meningkat, hasil evaluasi akhir  siklus pertama yang tuntas 56,25%, siklus kedua yang tuntas 71.88%,  akhir  siklus ketiga yang tuntas 81,25%

    Proses brancing

    Full text link
    Pada dasarnya suatu spesies atau partikel itu qengalami proses pertambahan menjadi populasi yang lebih besar dengan cara menghasilkan ketu runan atau membelah, atau bahkan seb.aliknya me ngalami kepunahan. Pada proses yang demikian• ini akan dianalisa secara matemaW:dengan menggunakan Metode Probabilitas dan Fungsi G6 nerating. Jika suatu species mempunyai harga probabilitas tertentu dalam menghasilkan ketu runan, maka dengan ini dapat ditentukan jumlah harapan anggota-anggota dan variansi untuk ge nerasi-generasi yang berikutnya. Eegitu juga, dapat diten.tukan probabilitas kepunahan dari spesies tersebut

    MODEL MATEMATIKA KONSENTRASI OKSIGEN TERLARUT PADA EKOSISTEM PERAIRAN DANAU

    Full text link
    Pada makalah ini disusun suatu model matematika untuk menjelaskan perilaku analitik perubahan konsentrasi oksigen pada ekosistem perairan. Model matematika ini dikonstruksi dari persamaan logistik dan persamaan Michaelis-Menten. Model yang diperoleh berbentuk persamaan diferensial tak linier. Secara eksak solusi dari persamaan ini tidak bisa diselesaikan. Metode grafik dan numerik dilakukan untuk menganalisis stabilitas dari peramaan model. Analisis ini dilakukan untuk memperoleh prediksi dan dinamika dari konsentrasi oksigen pada perairan danau. Analisis pada persamaan model dilakukan pada temperatur yang berbeda beda namun untuk mengetahui perubahan konsentrasi oksigen secara global ditentukan berdasarkan pada fungsi dari temperatur. Hasil simulasi dari analisis ini menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi oksigen dipengaruhi oleh variasi dari temperatur. Jika badan air mempunyai temperatur tinggi, maka konsentrasi oksigen rendah dan kebalikannya

    IDENTIFIKASI INTERAKSI TIGA SOLITON DARI PERSAMAAN KORTEWEG-DE VRIES (KDV)

    Full text link
    Interaksi gelombang bertipe soliton dari persamaan KdV akan dibahas dalam makalah ini. Interaksi ini menjelaskan perilaku tak linier dari tiga soliton. Interaksi tiga soliton ini dibentuk dari selesaian tiga soliton dari persamaan KdV. Selesaian tiga soliton dari persamaan KdV dapat diperoleh melalui metode Hirota. Selesaian tiga soliton dari persamaan KdV ini selanjutnya dapat dinyatakan sebagai superposisi (dekomposisi) dari tiga individu soliton yang masing-masing mempunyai parameter amplitudo berbeda dan selama interaksi mengalami perubahan fase. Perilaku interaksi tiga soliton dari persamaan KdV pada puncak interaksi akan dikaji di sini, khususnya profil interaksi yang berpola simetris. Deformasi pola intraksi pada puncak interaksi dikarakterisasi oleh parameter-parameter amplitudo (awal) dari masing-masing individu soliton. Deformasi puncak interaksi bergantung pada perbedaan parameter-parameter amplitudo dari soliton pertama, kedua dan ketiga. Puncak interaksi akan maksimum jika perbedaan parameter amplitudo ini kecil dan sebaliknya

    Interaksi Paket Gelombang pada Persamaan Gelombang Permukaan

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji perilaku karakteristik gelombang permukaan diperairan pantai. Topik kajian ini adalah sebagai berikut. 1. Rekonstruksi dan karakterisasi perilaku interaksi dua paket gelombang Disini menganalisis dan mengidentifikasi parameter yang menentukan profil interaksi amplitude dua paket gelombang, dimana pada saat terpisah jauli amplitudo individu paket gelombang merambat secara translasi. Penelitian ini merekonstruksi secara analitik fenomena interaksi dua paket gelombang, khususnya pada puncak interaksi. Sebagai persamaan model gelombang permukaan, digunakan persamaan Improved Korteweg-de Vries (iKdV). Model paket gelombang ini didasarkan pada selesaian amplitudonya yang memenuhi persamaan Nonlinear Shrodinger (NLS}. Struktur interaksi amplitude paket gelombang ini, dapat dipandang sebagai interaksi dua soliton persamaan NLS. Dengan demikian karakterisasi dan identifikasi parameter — parameter interaksi amplitudo dua paket gelombang pada koordinat fisik ditentukan solusi dua soliton persamaan NLS. 2. Kajian numerik perilaku karakteristik gelombang permukaan efek kombinasi refraksi-difraksi serta gangguan bangunan disekitar pantai. Persamaan gelombang kombinasi refraksi-difralcsi pada topografi pantai slope landai, dibangun dan persamaan gerak arah x dan y serta persamaan kontinuitas. Persamaan ini dibangun oleh Berkhoff (1972), dan kemudian dikembangkan oleh Watanabe dan Maruyama (1986). Model gelombang kombinasi di atas dijabarkan terhadap komponen¬komponen kecepatan arah x dan y dan penurunannya berdasarkan pada variabel¬variabel; kecepatan fase, elevasi permukaan air, faktor disipasi karena gelombang pecah di sarf zone yang dinyatakan dalam faktor disipasi energi. Solusi dan perhitungan analitik persamaan gelombang pada daerah slope landai yang bergantung waktu tidak representatif untuk medan gelombang disekitar struktur perairan pantai. Untuk ini kajian secara numerik perlu dilakukan untuk menyelesaikan dan menganatisis persamaan ini dengan metode beda hingga. Di sini, diskritisasi persamaan dibangun berdasarkan sel-sel (grids), diperoleh dengan membagi daerah studi menjadi sel-sel ruang yang sisi-sisinya masing-masing dalam arah sumbu x dan y, dimana sumbu x arahnya dari laut dalam menuju garis pantai dan sumbu y sejajar dengan garis pantai. Proses iterasi ditenentukan dalam parameter waktu (At), dengan memberikan syarat batas dan awal. Here, we investigate the behavior characteristics of the water surface waves. The topics of the investigation is described as follows, I. Analytical reconstruction and the characteristics of behavior of two wave groups. We study and identify of parameters determining the amplitude interaction pattern of two wave groups in the physic coordinate, where in separated condition, the profil of the individual amplitudes undergo by translation. As a model equation of the surface wave, here is used improve KdV equation white exact dispersion. The solution of two wave groups, based on solution of the amplitude which satisfies the AILS equation. The amplitude interaction structure of two wave groups can be viewed as two soliton interaction the NLS equation. The characterization and identification of parameters of two-wave groups amplitude interaction is characterized by parameters of two soliton solution. Here, we analyze behavior of the amplitude interaction of two solitons solution of NLS equation, than analyze the symmetric interaction profile in the peak of interaction, for special cases in (out of phase and in phase) 2. Numerical investigation of the characteristic behavior of surface wave based on the refraction-diffraction combination and coastal structures. The surface wave equation model of the refraction-diffraction combination on the mild sloping bottom on shore, is governed of the moving equation in x and y directions, and the continuity equation. This equation is derived by Berchoff (1972) and then developed by Watanabe and Maruyama (1986). This combination wave model is described with respect to the velocity component in x and y directions, and this derivation based on the variables; the phase velocity, the water surface elevation and dissipation factor because of the point break wave in surf zone which is represented in the energy dissipation factor. The solution and analytical computation of the time dependent wave equation on the mild sloping bottom is not representative for wave field near the coastal structure. So we use the numerical approach to handle this analysis by using the finite difference methods. By the finite difference methods, we discrete the wave equation based on grids, which is done by dividing the study zone in to the space grids on x and y directions, where x axis direction tend to on shore and y axis direction tend to the line on shore. The iteration process is determined by the time parameter (At), by giving the initial and boundary conditions

    Perbedaan Pengaruh Latihan Plyometric Double Leg Tuck Jump di Pasir dan Tanah Terhadap Power Otot Tungkai Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Putra SMA/SMK Negeri di Purwokerto

    Full text link
    Latar belakang: Pembinaan pelatih bola voli memiliki peluang yang besar untuk mendapat kejuaraan karena dibina oleh pelatih voli secara langsung, Pembinaan pelatihan tersebut seharusnya kualitas pembibitan atlet dapat dimaksimalkan. Salah satu latihan yang dapat menunjang keberhasilan pembinaan pelatihan yaitu latihan plyometric double leg tuck jump. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis perbedaan pengaruh latihan plyometric double leg tuck jump di pasir dan tanah terhadap power otot tungkai siswa ekstrakurikuler bola voli putra SMA/SMK Negeri di Purwokerto. Metodelogi : Desain penelitian ini menggunakan eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan two groups pretest-postest design. Teknik pengambilan sampling adalah ordinal sampling sebanyak 24 siswa. Instrumen dalam penelitian ini yaitu vertical jump test. Analisis data menggunakan uji t test dan uji independent t test. Hasil penelitian: Hasil uji t test power otot tungkai responden sebelum dan sesudah latihan plyometric double leg tuck jump menunjukkan hasil yang sama sebesar p=0,000. Sedangkan hasil uji independent t test terhadap rerata power otot tungkai antar kelompok tanah dan pasir menunjukkan p=0,000. Kesimpulan: Terdapat perbedaan skor power otot tungkai yang signifikan saat sebelum dan sesudah latihan plyometric double leg tuck jump di pasir sebesar 18,4%, terdapat perbedaan skor power otot tungkai yang signifikan saat sebelum dan sesudah latihan plyometric double leg tuck jump di tanah 9% dan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor power kelompok pasir dan tanah sebesar 9,4%

    MODEL PEMANENAN LOGISTIK DENGAN DAYA DUKUNG BERGANTUNG WAKTU PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT

    Full text link
    Pada paper ini akan dikembangkan suatu model persamaan logistik sederhana. Model logistik ini dikembangkan dengan memperhatikan parameter daya dukung (carrying capacity) yang begantung pada waktu. Dari model yang telah dianalisis ini selanjutnya akan dikaji model pemanenan dengan menentukan fungsi panen yang proposional. Persamaan model ini dianalisis untuk mengetahui kestabilan system. Sebagai contoh dari model pertumbuhan dan pemanenan ini diterapkan pada pertumbuhan dan hasil panen rumput laut Gracilaria gigas Harv
    corecore