181 research outputs found
RAINFALL INTERCEPTION BY PALM PLANT CANOPY
Oil palm is a commodity that provides excellent benefits and an abundance of oil-producing crops that were
developed in various tropical countries including the one in Indonesia. Interception is considered an important
factor in the hydrological cycle due to reduced rainfall that reaches the soil surface by a process of interception is
quite large. This study was aimed to analyze the relationship between rainfall and interception, stem flow and
through fall in a broad variety of oil palm plantation canopy closure. The study was conducted in February until
May 2012 on oil palm plantations are that located in the Mendis village, Bayung Lincir district, Banyuasin
regency, South Sumatra Province. This study consists of several stages of the main activity that are measurement
of rainfall (Pg), through fall (Tf), and stem flow (Sf). Rainfall was positively correlated with the interception
(Ic), through fall and stem flow. There is strong correlation between rainfall interception with through fall and stem flow of the greater rainfall interception is also getting bigger, the smaller Tf and Sf
LAND SUITABILITY EVALUATION FOR RUBBER (Havea brasiliensis) PLANTS IN BENGKULU
Rubber (Havea brasiliensis) is one of the dominant commodities in the province of Bengkulu and potential for
development. For optimal growth and production, it is necessary to evaluate the suitability of the land. This
study was aimed to evaluate the suitability for planting rubber tree in Bengkulu. Land suitability evaluation was
done by comparing the characteristics of the land with plant growth requirements. Requirements of the crops to
be grown in land suitability evaluation criteria. Land characteristics data were collected through field survey and
analysis of soil samples in the laboratory. The results showed that the rubber crop land suitability classes of the
people of North Bengkulu is quite suitable (S2) with a temperature limiting factors, the availability of water,
availability of oxygen, rooting medium and nutrient retention. Rubber crop land suitability class of the farmers‘ are suitable in marginal Seluma District (S3) with the limiting factor of nutrient retention. Actual land suitability classes for rubber of farmers‘ in of South Bengkulu is appropriate marginal (S3) by a factor limiting in nutrient
retention
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJUMLAH BILANGAN BULAT SUSUN KE BAWAH MELALUI KOTAK BILANGAN
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran melalui kotak bilangan dalam peningkatan kemampuan menjumlah bilangan bulat susun ke bawah di kelas II Sekolah Dasar Luar Biasa Tunarungu (SDLB-B). Penelitian ini menggunakan dua tahapan kegiatan atau siklus pembelajaran melalui media kotak bilangan, yaitu 1) mengenalkan nilai satuan, puluhan dan ratusan melalui kotak bilangan yang didesain khusus oleh guru, 2) menjumlah dua bilangan dua sngaka dengan bilangan tiga angka melalui kotak bilangan yang didesain khusus oleh guru dan 3) menjumlah dua bilangan tiga angaka dengan bilangan tiga angka dengan media massa kotak bilangan yang didesain khusus oleh guru. Hasil analisis data menunjukan bahwa pembelajaran menjumlah bilangan melalui kotak bilangan dapat meningkatkan kemampuan siswa menjumlah bilangan bulat susun ke bawah dalam bentuk: 1) meningkatnya pemahaman siswa terhadap nilai tempat bilangan, 2)menurunnya membilang dengan menggunakan jari tangan sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa menjumlah bilangan dua angka dengan bilangan tiga angka, dan 3) meningkatnya minat dan motivasi siswa untuk belajar menjumlah bilangan bulat susun ke bawah. Kata kunci : Pembelajaran, menjumlah, kotak bilangan Abstract: The purpose of this research is to determine the effectiveness of learning through the box numbers to integers the students ability increased to sum up downward flats in the class II Elementary School Extraordinary Deaf (SDLB-B). This research uses two phases of activity of the learning cycle through the media or the box number, namely 1) to introduce the value of units, tens and hundreds through a specially designed the box by the number of teachers, 2) to sum up two numbers two digits with three points through a specially designed the box numbers by teachers and, 3) to sum up two numbers with the numbers three digit three points with the media the box numbers designed by the teacher. The results of data analysis that the numbers sum up in learning through the box number can improve students' ability to sum up integers flats downward in the form of: 1) students' increasing in understanding of the place value of numbers, 2) less count using fingers as to improve students' ability sum up two numbers three-digit numbers with numbers, and 3) Students interest and motivation get increase to learn integers sum up downward flats. Keywords: Learning, adds, the box number
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN KEMITRAAN DI SD NEGERI CANDISARI
Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari, penulis menemukan permasalahan pada kemampuan guru dalam menyiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran masih rendah. Motivasi guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah, hubungan komunikasi dan kerjasama antara kepala sekolah, guru dan masyarakat renggang dan kurang terjalin dengan baik, serta keterlibatan partisipatif dari masyarakat khususnya orang tua siswa dalam pendidikan anak sangat rendah. Untuk mengatasi hal ini penulis memilih pendekatan kemitraanuntuk membuka peluang terciptanya komunikasi dua arah yang saling mengisi. Pendekatan ini direalisasikan ke dalam langkah nyata yang terbagi dua yaitu langkah operasional bagi guru melalui Fogrudismensupak (Foccus Group Discussion, Mentoring, Supervise Akademik) dan langkah operasional bagi orang tua siswa melalui PK Komsek (Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasional ini terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dan peran partisipasi orang tua siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan anak di sekolah.Kata Kunci: Kemitraan, FGD, Mentoring, Supak, PK, KomsekIn managing duty as a Headmaster in SDN Candisari, the author discovered problems with regard to teachers’ ability in preparing and executing teaching program, which is considered inadequate. In addition, teachers’ motivation to improve their own professionalism is low, communication and cooperative relationship between the school principal, teachers and the society is sparse and less than developed and there is very minimal degree of participation from society as well as parents’ involvement in their children’s education. To handles this issues, the author preferred partnership approach with intention to build bi-directional chance for communication that can complement each other. This approach is put into practice by dividing into two operational steps i.e. Fogrudismensupak (Focus Group Discussion, Mentoring, Supervise Academically) for teachers as well an operatioal step for parents i.e. PK Komsek (Class Community, School Committee/ Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). In its application both operational steps are proven capable of improving teachers’ competence and parental involvement in the effort to develop better education at school.Keywords: Partnership, FGD, Mentoring, Supak, PK, Komse
Validasi Hasil Proyeksi Penduduk Tahun 2010 terhadap Sensus Penduduk 2010 Menggunakan MAD dan MSE
Proyeksi penduduk merupakan cara yang digunakan untuk menaksir jumlah penduduk pada masa yang
akan datang. Banyak model matematika yang digunakan, antara lain model geometri, model, eksponensial,
dan model rata-rata bergerak (moving average). Setiap alat ukur memiliki kesalahan dalam pengukuran.
Begitu pula dengan pengukuran pertumbuhan penduduk. Model matematika sebagai alat ukur tidak dapat
dikatakan salah atau benar. Ketepatan suatu model menaksir suatu nilai baru dapar dikatakan sesuai , atau
tidak sesuai saat kejadiannya telah terjadi. Penaksiran penduduk tahun 2010 menggunakan ketiga model
tersebut baru dapat diperiksa ketepatannya dengan membandingkan jumlah penduduk berdasarkan
Sensus Penduduk 2010 (SP 2010). Namun, data hasil sensus juga tidak bisa diyakini valid sepenuhnya,
sebab dalam sensus ada kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi. Karena itu perlu diketahui berapa besar
kesalahan yang terjadi antara data real SP 2010 dengan jumlah penduduk 2010. Kesalahan pengukuran
proyeksi penduduk dilakukan menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD) dan Mean Square Error
(MSE). Untuk mengetahui persentase kesalahan digunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan
Mean Percentage Error. Hasil pengukuran MAD menunjukkan besar pembiasan dan MAPE persentase
pembiasan 0,1293 mendekati nol, sehingga dapat dinyatakan metode peramalan tepat, tidak bias, dan hasil
peramalannya valid. Hasil pengukuran dengan MSE menunjukkan pembiasan maksimal dengan MPE
0,1290 juga disimpulkan tidak bias. Berdasarkan pengukuran galat, proyeksi menggunakan moel
eksponensial memiliki kesalahan lebih sedikit daripada proyeksi menggunakan model geometri. Hal ini
menunjukkan bahwa model eksponensial lebih tepat digunakan untuk menaksir pertumbuhan penduduk
Indonesia
Perlindungan Profesi Guru di Indonesia
ABSTRAKSI: Perlindungan hukum dan profesi bagi guru merupakan bagian integral dari upaya untuk memenuhi hak-hak guru. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang meliputi: memperoleh penghasilan di atas kebutuhan minimum dan jaminan kesejahteraan sosial; mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual; memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran untuk memperlancar tugas keprofesionalan; memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana; memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, termasuk penghargaan dan/atau sanksi kepada peserta didik; memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas; memiliki kebebasan berserikat dalam organisasi profesi; memiliki kesempatan berperan dalam menentukan kebijakan pendidikan; memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik/kompetensi; serta memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hadirnya Undang-Undang yang mengatur tentang hak-hak dan perlindungan terhadap anak, termasuk peserta didik di sekolah, perlu upaya sinkronisasi dan integrasi agar, dalam pelaksanaannya, undang-undang tersebut tidak bertentangan dengan Undang-Undang Guru dan Dosen di Indonesia. KATA KUNCI: Perlindungan Hukum; Profesi Guru; Hak-hak guru; Hak Anak atau Peserta Didik; Integrasi dan Sinkronisasi. ABSTRACT: “Protecting Teachers’ Profession in Indonesia”. Professional and legal protection for teachers is an integral part of the efforts to fulfill the rights of teachers. It is in accordance with the Law No.14 Year 2005 on Teachers and Lecturers, that include: earning a living above the minimum requirement and a guarantee of social welfare; getting promotions and awards in accordance with the duties and job performance; getting protected in performing their duties and for their intellectual property rights; gaining the opportunity to improve their learning competencies to facilitate professional tasks; acquiring and utilizing the facilities and infrastructure; having freedom in their assessments and in determining students’ graduation, including giving awards and/or sanctions to the students; gaining a sense of safety in performing the task; getting the freedom to be involved in professional organizations; having the opportunity to take part in determining education policy; gaining the opportunity to develop and improve the academic qualifications/competencies; and having training and professional development in the field. In accordance with the Act that regulates the rights and protection of children, including students at the school, efforts of synchronization and integration are needed so that, in practice, the Act will not be in conflict with the Law on Teachers and Lecturers in Indonesia.KEY WORD: Legal Protection; Teacher Profession; Rights of Teachers; Rights of Children; Integration and Syncronization.About the Author: Prof. Dr. H. Endang Komara adalah Guru Besar Sosiologi Pendidikan, Ketua STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Pasundan, dan Ketua KORPRI KOPERTIS (Korps Pegawai Republik Indonesia, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Indonesia. Alamat emel: [email protected] to cite this article? Komara, Endang. (2016). “Perlindungan Profesi Guru di Indonesia” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.151-160. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (May 24, 2016); Revised (July 29, 2016); and Published (September 30, 2016).</jats:p
PENERAPAN KEMAMPUAN POSITIF (WRITING EXPLORING) PADA REMAJA UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI DI SMA 1 WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN
Progam Studi Pendidikan Profesi Ners Progam ProfesiPoltekkes Kemenkes SemarangKIAN, Juni 2022Yoga Tomi Prabowo1), Rr. Sri Endang Pujiastuti2), Sawab3)Coresponden author : Rr. Sri Endang PujiastutEmail Peneliti Utama : [email protected] PENERAPAN KEMAMPUAN POSITIF (WRITING EXPLORING) PADA REMAJA UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI DI SMA 1 WIRADESA KABUPATEN PEKALONGANLatar Belakang : Kesehatan jiwa menurut WHO (World Heald Organization) dapat diartikan dengan kondisi sehat dan bahagia, mampu menghadapi tandangan hidup serta memiliki kemampuan untuk menyadari suatu potensi yang ada pada dalam dirinya sendiri. Individu yang dapat berespon positif terhadap suatu stresor, maka individu tersebut akan tercapai sehat jiwa ditandai dengan kondisi sejahtera baik secara emosional, psikologis, maupun perilaku sosial. Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang padda umumnya dimulai usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia 19 tahun atau 20 tahun (Jahja, 2011 dalam Putro, 2017). Berdasarkan Depkes dalam Muflih, Hamzah, & Purniawan dalam sekitar 80% remaja yang berusia 11-18 tahun menunjukan perilaku beresiko tinggi minimal satu kali dalam periode tersebut, misalnya berkelakuan buruk di sekolah, penyalahgunaan zat/ ganja serta perilaku antisosial. Konsep diri seorang remaja bila tidak didukung dari penghargaan pada dirinya sendiri maka sulit baginya untuk menjalani kehidupan. Konsep diri yang didukung dengan kemampuan positif akan membuat seseorang untuk percaya diri dan mampu menerima kritikan dari orang lain sehingga individu tersebut mampu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapainya. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau menurunkan rasa cemas adalah dengan metode Writing Exploring atau menulis pengelaman emosional. Menulis memiliki suatu kekuatan tersendiri karena menulis merupakan suatu bentuk mengeksplorasi dan mengekspresikan yang terjadi pada area kognitif dan pengungkapan rasa meliputi emosi dan spiritual yang dijadikan sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan mengembangkan suatu pemikiran serta kesadaran akan suatu peristiwa.Tujuan : Mendiskripsikan kemampuan positif (Writing Exploring) yang dimiliki oleh remaja SMA.Metode : Dengan menggunakan metode studi kasus terhadap penerapan writing exploring dengan jumlah responden 3 responden dan terdapat 4 sesi atau tahapan dan dilaksanakan selama 4 kali pertemuan berturut-turut. Hasil : hasil dari penelitian ini yaitu sebelum dilakukan intervensi pada responden belum mengidentifikasi kemampuan positif yang dimilikinya namun setelah dilakukan writing exploring, responden dapat menggali dan mengidentifikasi secara efektif dengan menuliskan kejadian traumatis dan kemampuan positif yang dialaminya
- …
