36 research outputs found
PENGEMBANGAN KEGIATAN MOZAIK DARI BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS DI KELOMPOK B.1 TAMAN KANAK-KANAK TUT WURI HANDAYANI KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA
St. Hajrah Pengembangan Kegiatan Mozaik dari Bahan Alam untuk Meningkatkan Motorik Halus di Kelompok B.1 Taman Kanak-kanak Tut Wuri Handayani Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Pengembangan pembelajaran dibimbing oleh Herman, S.Pd., M.Pd. dan Azizah Amal, SS., M.Pd. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Masalah dalam pengembangan pembelajaran ini adalah “Bagaimanakah Kegiatan Mozaik dari Bahan Alam untuk Meningkatkan Motorik Halus di Kelompok B.1 Taman Kanak-kanak Tut Wuri Handayani Kecamatan parangloe Kabupaten Gowa?”. Tujuan Pengembangan pembelajaran ini yaitu untuk meningkatkan motorik halus melalui kegiatan mozaik dari bahan alam di Kelompok B.1 Taman Kanak-kanak Tut Wuri Handayani Kecamatan parangloe Kabupaten Gowa. Subjek dalam pengembangan pembelajaran ini adalah guru dan anak kelompok B.1 sebanyak 10 orang yang terdiri dari anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahap penyelidikan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang dicapai setelah pengembangan kegiatan mozaik menunjukkan peningkatan motorik halus anak. Anak dapat menggerakkan jari tangan untuk kelenturan, kekuatan otot dan koordinasi mata dan tangan yang baik. Sebagai kesimpulan, pengembangan kegiatan mozaik dari bahan alam dapat meningkatkan motorik halus di Kelompok B.1 Taman Kanak-kanak Tut Wuri Handayani Kecamatan parangloe Kabupaten Gowa. Karena itu, kegiatan mozaik direkomendasikan untuk dijadikan alternatif tindakan dalam pengembangan pembelajaran untuk meningkatkan motorik halus di Taman Kanak-kanak
PENGARUH ULAR TANGGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA KELAS IV SD NEGERI TIDUNG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
St. Hajrah. 2016. Pengaruh Ular Tangga Terhadap Motivasi Belajar PKN Siswa Kelas IV SD Negeri Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Skripsi. Dibimbing oleh Dra. St. Nursiah. B, M.Pd dan
Dra. Erma Suryani Sahabuddin, M.Si. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar.
Skripsi ini menelaah pengaruh ular tangga terhadap motivasi belajar PKN siswa Kelas IV SD Negeri Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Rumusan masalah yang dikaji adalah adakah pengaruh ular tangga terhadap motivasi belajar PKN siswa Kelas IV SD Negeri Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ular tangga terhadap motivasi belajar PKN siswa Kelas IV SD Negeri Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental design bentuk Nonequivalent Control Group Design. Variabel penelitian terdiri atas dua, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu ular tangga dan variabel terikat adalah motivasi belajar PKN. Populasi dalam penelitian ini adalah 59 orang sebagai populasi terjangkau dan jumlah sampel dari penelitian ini yaitu 40 orang siswa yang terdiri atas 8 orang kelas eksperimen, 8 orang kelas kontrol, dan 8 orang untuk uji coba. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, dokumentasi, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial untuk uji hipotesis dengan menggunakan statistik Non Parametrik Mann Whitney. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial Mann Whitney yang diuji secara manual dapat dilihat bahwa ada pengaruh signifikan ular tangga terhadap motivasi belajar PKN Siswa Kelas IV SD Negeri Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar
PENGARUH ULAR TANGGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA KELAS IV SD NEGERI TIDUNG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
The Effectiveness of Using Cursory Reading Technique in Increasing the Second Year Students’ Reading Achievement of SMA Muhammadiyah Kalosi Enrekang
There search used purposive sampling technique, taken from class X1 IPA III because the number of population was too large (150 students). The result of the data analysis showed that the mean score of pre test was 7,16 while the mean scoreof post test was 8,64. Then, the result of the test significant showed that t-test(12,26) was higher than t-table (2,064).Thus, it can be concluded that the use of cursory reading technique is effective in increasing the students’ reading achievement
The use of ISO 9001 quality standard in higher education institution libraries
Podeu consultar la versió en català a: http://hdl.handle.net/2445/16844 ; i en castellà a: http://hdl.handle.net/2445/16810[eng] ISO standard 9001 is one of a set of management tools that libraries have adopted in recent years. This article focuses on libraries in higher education institutions that have received ISO certification of their quality management systems (ISO standard 9001:2000). We examine their reasons for seeking certification and the advantages and difficulties they have encountered in applying this ISO standard. Finally, we consider the future prospects of ISO standard 9001 in university libraries.[cat] La norma ISO 9001 és un dels instruments de gestió que han estat adoptats per les biblioteques durant els darrers anys. En aquest article es presenten els trets principals de les biblioteques d'institucions d'ensenyament superior que han assolit la certificació dels seus sistemes de gestió de la qualitat amb la norma ISO 9001:2000, els motius que les han dut a certificar-se, i els avantatges i les dificultats que els ha comportat aplicar-la. Finalment, s'ofereix una visió prospectiva sobre el futur de la norma ISO 9001 a les biblioteques universitàries
The Effectiveness of Using Cursory Reading Technique in Increasing the Second Year Students’ Reading Achievement of SMA Muhammadiyah Kalosi Enrekang
There search used purposive sampling technique, taken from class X1 IPA III because the number of population was too large (150 students). The result of the data analysis showed that the mean score of pre test was 7,16 while the mean scoreof post test was 8,64. Then, the result of the test significant showed that t-test(12,26) was higher than t-table (2,064).Thus, it can be concluded that the use of cursory reading technique is effective in increasing the students’ reading achievement
Efektivitas Metode Pembelajaran Aktif Topical Review Dlam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Biologi Siawa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mare Kabupaten Bone
Skripsi ini membahas mengenai penerapan metode Pembelajaran Aktif Topical Review, menantang peserta didik mengingat kembali materi yang telah diajarkan pada setiap topik. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana hasil belajar biologi sebelum penerapan metode pembelajaran aktif Topical Review siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Mare Kabupaten Bone? (2) Bagaimana hasil belajar biologi setelah penerapan metode pembelajaran aktif Topical Review siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Mare Kabupaten Bone? (3) Apakah metode pembelajaran aktif Topical Review efektif dalam meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VIII D SMP Neg. 1 Mare Kab.Bone? Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Mare Kabupaten Bone yang berjumlah 197 siswa yang terdiri atas 6 kelas. Teknik sampel yang digunakan peneliti adalah teknik random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pretest Posttest Design. pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan observasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan butir soal. Analisa data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa, (1) hasil belajar siswa sebelum penerapan metode Topical Review berada pada kategori rendah, dengan persentase 39,28% (2) hasil belajar siswa setelah penerapan metode berada pada kategori sangat tinggi, dengan persentase 57,14%.; (3) penerapan metode Topical Review efektif meningkatan hasil belajar biologi di kelas VIII D SMP Negeri 1 Mare. Berdasarkan data yang diperoleh melalui uji-t (t-test) yaitu: t hitung > t tabel (12,76> 1,703). Dengan demikian metode pembelajaran Topical Review efektif dalam meningkatkan hasil Belajar Biologi SMP Negeri 1 Mare Kabupaten Bone
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP TINGKAT KOOPERATIF ANAK USIA 3-5 TAHUN DALAM PERAWATAN GIGI DAN MULUT
2013Latar Belakang: Masalah management perilaku anak merupakan masalah utama dalam praktik kedokteran gigi pediatrik. Salah satu faktor yang mempengaruhi respon tingkah laku anak terhadap perawatan gigi dan mulut adalah pola asuh orang tua. Secara umum, pola asuh orang tua dibedakan atas tiga kategori utama yaitu pola asuh otoriter, permisif dan demokratif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat kooperatif anak usia 3-5 tahun dalam perawatan gigi dan mulut. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Metode: Untuk memperoleh data di lapangan dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner Parenting Style and Dimention Questionare (PSDQ) dan lembar penilaian Frankl Behavior Rating Scale kepada 130 responden yang sedang memanfaatkan perawatan gigi dan mulut di RSGMP UNHAS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen dengan nilai sig < ?? (0,05). Sedangkan secara parsial variabel yang paling berpengaruh terhadap kooperatif anak yakni variabel demokratif dengan nilai exponen B sebesar 8,370. Kesimpulan: Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pola asuh orang tua terhadap tingkat kooperatif anak usia 3-5 tahun dalam perawatan gigi dan mulut.\ud
Kata Kunci: pola asuh, tingkat kooperati
Evaluasi Kualitas Ekologi dan Estetika Lanskap Terhadap Pengembangan Objek Wisata Salu Pajaan, Dusun Kanang, Kabupaten Polewali Mandar
Objek wisata Salu Pajaan merupakan kawasan budidaya hortikultura yang telah mengalami pengembangan kawasan menjadi kawasan wisata. Saat ini Kawasan wisata dilakukan pembangunan fasilitas oleh pihak pengelola. Pembangunan tersebut menyebabkan menurunnya populasi vegetasi akibat penebangan pohon yang secara tidak langsung dapat menimbulkan penurunan kualitas ekologi pada kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas ekologi dan estetika lanskap terhadap pengembangan objek wisata Salu Pajaan. Penelitian menggunakan metode survei dengan tahap terdiri atas persiapan, inventarisasi, analisis dan penyusunan rekomendasi. Evaluasi kualitas ekologi menggunakan analisis Key Performance Indicator (KPI) untuk membandingkan kondisi nyata dengan kriteria standar dan Scenic Beauty Estimation (SBE) untuk menilai kualitas estetika. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan tanaman dapat memperbaiki kualitas lingkungan apabila penataan dan pemilihan tanaman memenuhi kesesuaian fungsi terhadap lingkungan. Nilai KPI ≥ 81% menunjukkan bahwa tanaman sesuai dengan kriteria. Penilaian kualitas ekologi dari seluruh aspek sesuai dengan standar, dengan nilai persentase KPI aspek fisik kawasan 64%, fungsional 69% dan karakteristik tanaman 78%. Penilaian kualitas estetika menghasilkan nilai SBE 0-112. Nilai SBE tertinggi adalah taman wisata, sedangkan terendah adalah area pelayanan. Area pelayanan memiliki keindahan lanskap rendah karena kurangnya vegetasi dan pemilihan atau penataan komposisi warna, bentuk, ukuran, dan tekstur yang terlihat monoton sehingga belum memberi kesan ruang terbuka yang harmonis. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan adalah pengadaan pohon, terutama tanaman yang mampu menyerap polusi udara, seperti pohon ketapang. Rekomendasi penataan tanaman memperhatikan konsep desain berdasarkan perpaduan warna, bentuk, tajuk, dan tekstur sehingga terkesan rapi, seimbang, memunculkan karakter, identitas atau kesan utama dari taman dan tidak monoton
Analisis Evaluasi Website Kalam UMI Berbasis Framework ISO/IEC 25010 Dengan Metode Goal Question Metric
In this digital era, people cannot be separated from the unlimited need for information and communication thanks to the internet. One of the learning systems that utilizes technology is the Learning Management System (LMS). LMS is a technology system to manage and support the learning process, distribute lecture materials, and enable collaboration between lecturers and students. Universitas Muslim Indonesia (UMI) has an LMS called Kalam. The use of a system that is very intensive used by lecturers and students causes the need for evaluation to improve the quality of the learning process. ISO/IEC 25010 has become a standard recommendation because it has all the characteristics and sub-characteristics required for information system quality compared to other models. In this study, researchers used the Goal Question Metrics (GQM) method according to the characteristics based on the ISO/IEC 25010 framework in measuring the quality of the Kalam UMI website software. The evaluation of the Kalam UMI website on several characteristics has been included in the good and very good categories, but in security characteristics, there are sub-characteristics that still need to be improved, namely integrity with a percentage of 66.67%.
The quality sub-characteristics that have been categorized as good and very good are completeness of functionality with a percentage of 89.28%, correctness of functionality with a percentage of 93.75%, suitability of functionality with a percentage of 75%, confidentiality with a percentage of 75%, non-repudiation with a percentage of 100%, accountability with a percentage of 100%, authenticity with a percentage of 100%, effectiveness with a percentage of 82.96%, efficiency with a percentage of 83.06%, usability with a percentage of 84.47%, Trust with a percentage of 81.67%, pleasure with a percentage of 81.67%, comfort with a percentage of 86.46%, economic risk mitigation with a percentage of 88.75%, health and comfort mitigation with a percentage of 85.21%, environmental risk mitigation with a percentage of 90%, and flexibility with a percentage of 83.54%.Di era digital ini masyarakat tidak lepas akan kebutuhan Informasi dan komunikasi yang tidak terbatas berkat adanya internet. Salah satu sistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi yaitu Learning Management System (LMS). LMS merupakan sistem teknologi untuk mengelola dan mendukung proses pembelajaran, mendistribusikan materi perkuliahan, serta memungkinkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Universitas Muslim Indonesia (UMI) mempunyai LMS bernama Kalam. Penggunaan sistem yang sangat intensif digunakan dosen dan mahasiswa menyebabkan diperlukannya evaluasi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. ISO/IEC 25010 telah menjadi rekomendasi standar karena mempunyai seluruh karakteristik dan sub karakteristik yang dibutuhkan kualitas sistem informasi dibandingkan dengan model lainnya. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode Goal Question Metrics (GQM) sesuai karakteristik berbasis framework ISO/IEC 25010 dalam mengukur kualitas perangkat lunak website Kalam UMI. Evaluasi website Kalam UMI pada beberapa karakteristik sudah masuk ke dalam kategori baik dan sangat baik, namun pada karakteristik keamanan, terdapat sub-karakteristik yang masih perlu ditingkatkan, yaitu integritas dengan persentase 66.67%.
Sub-karakteristik kualitas yang sudah masuk kategori baik dan sangat baik yaitu kelengkapan fungsionalitas dengan persentase 89.28%, kebenaran fungsionalitas dengan persentase 93.75%, kesesuaian fungsionalitas dengan persentase 75%, kerahasiaan dengan persentase 75%, non- repudiasi dengan persentase 100%, pertanggungjawaban dengan persentase 100%, keaslian dengan persentase 100%, efektivitas dengan persentase 82.96%, efisiensi dengan persentase 83.06%, kegunaan dengan persentase 84.47%, kepercayaan dengan persentase 81.67%, kesenangan dengan persentase 81.67%, kenyamanan dengan persentase 86.46%, mitigasi risiko ekonomi dengan persentase 88.75%, mitigasi kesehatan dan kenyamanan dengan persentase 85.21%, mitigasi risiko lingkungan dengan persentase 90%, dan fleksibilitas dengan persentase 83.54%
