26 research outputs found

    Analysis Of Product Quality, Price, Service Quality, Promotion And Place On Customer Loyalty And Customer Satisfaction Special Sambal (SS) Samirono Branch And Yogyakarta Veterans

    No full text
    In the era of globalization, this is what has happened to the development of the restaurant and restaurant business. Now the paradigm of restaurants and restaurants has changed, which previously only provided a menu of dishes (food and drinks) for sale but has now become a modern concept that offers a variety of services. In addition to satisfying the hunger of customers, restaurant and restaurant businesses also provide a comfortable, calm atmosphere in eating dishes. The level of consumer satisfaction with an item or service will reflect the company's level of success in marketing its products. A product or service will fail if it cannot provide satisfaction to consumers. However, efforts to satisfy consumers are very difficult because competition is so intense and changes in the social environment affect consumer behavior and the rate of economic growth is getting higher. The purpose of this study is to obtain in-depth knowledge and description and provide empirical evidence regarding product quality, price, service quality, promotion and location on customer loyalty and customer satisfaction at Stall SS (Special Sambal): The type of research used in this study is causal associative research because it analyzes causal relationships, namely the independent variable (X) affects the dependent variable (Y). The approach used in this research is a quantitative approach. The quantitative approach is research that uses numbers, starting from data collection, interpretation of the data, and the appearance of the results. The results of this study indicate that (1) there is no positive effect of product quality on customer satisfaction with special chili sauce (SS). (2) There is a positive effect of price on special chili sauce (SS) customer satisfaction. (3) There is a positive effect of service quality on special chili sauce customer satisfaction (SS). (4) There is a positive effect of promotion on customer satisfaction (SS). (5) there is a positive effect of place on customer satisfaction (SS). (6) there is a positive influence of product quality, price, place, promotion, customer satisfaction on customer loyalty (SS)

    EFON DAN KAKOFONI DALAM PUISI "HANYA" KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO

    No full text
    This article aims to find out the poetic aspects of efony and kakafoni in the poem "Only" by Sapardi Djoko Darmono. The background of this research is because often readers of literary works, especially poetry, cannot understand poetry as a whole because they are not able to interpret and interpret the contents in the poem. The focus of this research is on the poetic aspects of efony and kakafoni in the poem "Only" by Sapardi Djoko Darmono. The purpose of this research is to find out the poetic aspects of efony and kakafoni in the poem "Hanya" by Sapardi Djoko Darmono, so that readers of literary works, especially the poem "Hanya" by Sapardi Djoko Darmono can understand the atmosphere created and can interpret and interpret the poem. In this study, the author uses qualitative research methods through intuitive and analytical approaches. The research techniques used are: reading-listening, classification, and content analysis. The data in this study is the poem "Only" by Sapardi Djoko Darmono. The results of the analysis of the poem "Only" by Sapardi Djoko Darmono in stanzas one and two contain kakafoni, because in both stanzas it describes a situation that is not harmonious and an atmosphere of unpleasant feelings, while in the third stanza there is a unique atmosphere because it describes a mixture of the two atmospheres. , namely efony and kakafoni or a mixture. This is because the second line in the third stanza describes an atmosphere of neglect and sadness, while the first and third lines describe a pleasant atmosphere because there is a meaning of hope for the writer. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aspek puitik secara efoni dan kakafoni dalam puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono. Adanya penelitian ini dilatarbelakangi karena seringkali para pembaca karya sastra khususnya puisi, tidak dapat memahami puisi secara utuh karena kurang mampu menafsirkan dan menginterpretasi isi yang ada didalam puisi tersebut. Fokus penelitian ini yaitu pada aspek puitik efoni dan kakafoni dalam puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono. Tujuan daripada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aspek puitik efoni dan kakafoni dalam puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono, agar para pembaca karya sastra, khususnya puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko darmono dapat memahami suasana yang ditimbulkan dan dapat menafsirkan juga menginterpretasi puisi tersebut.Pada penelitian ini penuis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan intuitif dan analitik. Teknik penelitian yang ditempuh berupa: baca-simak, Klasifikasi, dan analisis konten. Data dalam penelitian ini adalah puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono. Hasil analisis dari puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono pada bait satu dan dua terdapat kakafoni, karena pada kedua bait tersebut menggambarkan keadaan yang tidak harmonis dan suasana perasaan yang tidak menyenangkan, sedangkan pada bait ke tiga terdapat suasana yang unik karena menggambarkan campuran kedua suasana, yaitu efoni dan kakafoni atau campuran. Hal itu disebabkan karena baris ke dua pada bait ke tiga menggambarkan suasana tak dianggap dan menyedihkan, sementara itu baris ke satu dam ke tiga menggambarakan suasana yang menyenangkan karena terdapat makna adanya harapan bagi sang penulis

    Pemberian kombinasi probiotik dan zinc terhadap perubahan kadar hemoglobin, albumin, dan indeks massa tubuh pada pasien tuberkulosis paru

    No full text
    Background: TB patients are generally the most productive age group and suffer from chronic energy deficiency. Therefore, patients with TB requires a combination of chemotherapy and supplementary feeding as probiotics and zinc to boost the immune response and nutritional status. Objective: To analyze the effect of a combined of probiotics and zinc on the changes of hemoglobin, albumin level, and BMI. Method: This study is a quasi-experimental, randomized design with pre-post test control group involving 52 respondents. They were divided into two groups. The treatment group was given a combination of 1 capsule of probiotics (2 billion probiotics) and zinc 20 mg per day for 28 days. The analysis is paired t-test, independent t-test, Mann-Whitney, Pearson, Spearman, Covariance. Results: There was an increase in hemoglobin (p=0.01), albumin (p=0.01) and BMI (p=0.01). There is no difference between the two groups in the levels of hemoglobin parameter (p=0.21) and BMI (p=0.12), whereas there is a difference parameter albumin levels (p=0.01). The effectiveness of interventions is 4% for hemoglobin levels, 16% to albumin, and 1% for IMT. Conclusion: Probiotics and zinc for 28 days in patients with pulmonary tuberculosis may increase levels of hemoglobin, albumin, and BMI, but there is no significant difference in the changes of BMI. The most powerful influence of intervention effectiveness is on albumin

    PENGARUH SUPLEMENTASI GLISIN TERHADAP KADAR SERUM TRANSFERRIN RECEPTOR (sTfR) DAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb)

    No full text
    Latar Belakang: Anemia defisiensi besi (ADB) masih menjadi permasalahan kesehatan bagi remaja putri. Suplementasi besi sebagai upaya penanggulangan ADB belum menunjukkan hasil yang optimal, sehingga diperlukan pengembangan suplementasi besi, salah satunya dengan glisin. Tujuan: Mendiskripsikan pengaruh suplementasi glisin terhadap kadar sTfR dan kadar Hb pada remaja putri anemia defisiensi besi yang disuplementasi besi. Metoda: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan pre-post test control group design. Populasi adalah remaja putri usia 12 – 18 tahun, Hb 18,4 nmol/L, melibatkan 50 remaja putri yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan mendapat suplementasi besi 60 mg dan 1 gr glisin tiap hari selama 4 minggu, dan kelompok kontrol mendapat suplementasi besi 60 mg saja tiap hari selama 4 minggu. Data yang diteliti meliputi asupan zat gizi, kadar sTfR, kadar Hb. Data dianalisis menggunakan uji bivariat, paired t test, independent t test. Hasil: Terjadi penurunan kadar sTfR pada kelompok perlakuan 6,923±10,13 yang berbeda secara bermakna dengan kadar sTfR kelompok kontrol 0,809±9,076 (p=0,008). Terjadi peningkatan kadar Hb pada kelompok perlakuan 0,79±1,15 yang berbeda secara bermakna dengan peningkatan kadar Hb kelompok kontrol 0,22±0,48 (p=0,03). Simpulan: Suplementasi glisin menaikkan kadar Hb remaja putri penderita anemia defisiensi besi (ADB) sebelum dikontrol dengan variabel asupan vitamin C (p=0,04) dan sesudah dikontrol asupan vitamin C (p=0,002 ). Suplementasi glisin menaikkan kadar sTfR remaja putri penderita anemia defisiensi besi (ADB) sebelum dikontrol dengan variabel asupan vitamin C (p=0,01) dan sesudah dikontrol asupan vitamin C (p=0,004 )

    Pengaruh suplementasi spirulina terhadap beberapa parameter sindrom metabolik (studi di puskesmas lebdosari kota semarang)

    No full text
    Latar belakang : Sindrom metabolik adalah kumpulan kelainan metabolik lipid maupun non-lipid yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler, meliputi obesitas sentral, dislipidemia, hipertensi, dan hiperglikemia kronis. Spirulina mengandung beberapa bahan aktif terutama phycocyanin dan β karoten yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Suplementasi spirulina mempunyai aktivitas biologis seperti mencegah penyakit akibat perlemakan hati, menurunkan kadar glukosa darah, profil lipid, serta menurunkan tekanan darah.Tujuan : Menganalisis pengaruh suplementasi spirulina terhadap beberapa parameter sindrom metabolik meliputi tekanan darah (TD), kadar glukosa darah puasa (GDP), kadar trigliserida (TG), dan kadar kolesterol HDL.Metode : Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan control group design. Subjek sejumlah 39 pasien dibagi menjadi kelompok kontrol (n=19) dan kelompok perlakuan (n=20) secara acak. Intervensi berupa suplementasi spirulina sebanyak 3 gram selama 4 minggu. Kadar GDP, kadar TG, kadar kolesterol HDL, dan TD diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Kadar GDP pada kelompok kontrol menurun secara signifikan (p=0.000), tetapi tidak ada perubahan pada TD, kadar TG, dan kadar kolesterol HDL. Kadar GDP (p=0,005), TG (p=0.040), dan TD sistolik (p=0.010) menurun secara signifikan tetapi perubahan kadar kolesterol HDL (p=0,970) dan TD diastolik (p=0,655) tidak signifikan pada kelompok perlakuan.Simpulan : Suplementasi spirulina selama 4 minggu menurunkan kadar glukosa darah, kadar TG, serta TD sistolik. Namun, tidak berpengaruh pada kadar kolesterol HDL dan TD diastolik.</jats:p

    Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Balita di Posyandu Mawar RW 05 Kelurahan Wonodri

    No full text
    Latar Belakang : Status gizi balita dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat kompleks dan dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung seperti konsumsi makanan dan penyakit infeksi, sedangkan faktor tidak langsung seperti pola asuh,tingkat pendidikan ibu, tingkat pendapatan keluarga, aktivitas ibu, jumlah anggota keluarga dan budaya pantangan makanan, jarak kelahiran anak yang terlalu rapat, sanitasi lingkungan, pelayanan kesehatan, dan stabilitas rumah tangga. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita di Posyandu Mawar RW 05 Kelurahan Wonodri. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini  menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel sebanyak 51 balita. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dengan panduan kuesioner dan observasi. Analisis data dengan menggunakan korelasi spearman dan chi-square.Hasil Penelitian : Pada penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan dengan status gizi sedangkan untuk hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi tidak ditemukan hubungan yang signifikan.Kata Kunci : Konsumsi makanan, penyakit infeksi, status gizi

    Pengaruh suplementasi spirulina terhadap beberapa parameter sindrom metabolik (studi di puskesmas lebdosari kota semarang)

    No full text
    Latar belakang : Sindrom metabolik adalah kumpulan kelainan metabolik lipid maupun non-lipid yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler, meliputi obesitas sentral, dislipidemia, hipertensi, dan hiperglikemia kronis. Spirulina mengandung beberapa bahan aktif terutama phycocyanin dan β karoten yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Suplementasi spirulina mempunyai aktivitas biologis seperti mencegah penyakit akibat perlemakan hati, menurunkan kadar glukosa darah, profil lipid, serta menurunkan tekanan darah. Tujuan : Menganalisis pengaruh suplementasi spirulina terhadap beberapa parameter sindrom metabolik meliputi tekanan darah (TD), kadar glukosa darah puasa (GDP), kadar trigliserida (TG), dan kadar kolesterol HDL. Metode : Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan control group design. Subjek sejumlah 39 pasien dibagi menjadi kelompok kontrol (n=19) dan kelompok perlakuan (n=20) secara acak. Intervensi berupa suplementasi spirulina sebanyak 3 gram selama 4 minggu. Kadar GDP, kadar TG, kadar kolesterol HDL, dan TD diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Kadar GDP pada kelompok kontrol menurun secara signifikan (p=0.000), tetapi tidak ada perubahan pada TD, kadar TG, dan kadar kolesterol HDL. Kadar GDP (p=0,005), TG (p=0.040), dan TD sistolik (p=0.010) menurun secara signifikan tetapi perubahan kadar kolesterol HDL (p=0,970) dan TD diastolik (p=0,655) tidak signifikan pada kelompok perlakuan. Simpulan : Suplementasi spirulina selama 4 minggu menurunkan kadar glukosa darah, kadar TG, serta TD sistolik. Namun, tidak berpengaruh pada kadar kolesterol HDL dan TD diastolik

    Pengaruh Pemberian Probiotik Lactobacillus Helveticus Rosell-52 Dan Lactobacillus Rhamnosus Rosell-11 Terhadap Kadar Limfosit Lanjut Usia

    No full text
    Background: Infectious disease remains a health problem for the elderly. The elderly are susceptible to infection,because the body's ability to fight infection decreases immunity. The immune status can be improved through the effortsof immunization, and nutrition. However the elderly are not sufficient to meet the nutritional needs of food, so probioticcould support nutritional adequacy.Objective: Analyze the effect of probiotic Lactobacillus helveticus Rosell-52 and Lactobacillus rhamnosus Rosell-11 onlevels of lymphocytes in the elderly in Tresna Elderly Social Institution Puspakarma Mataram, West Nusa Tenggara.Methods: This was quasi-experimental study, randomized pre-post control group design. The population is elderly aged60-75 years, involving 45 subjects were divided randomly into two groups, namely the treatment groups givenprobiotics and the control group was given a placebo. Probiotics were given for 4 weeks, with the provision of onecapsule a day. Immunity status in this study was lymphocytes. Data examined included the intake of nutrients (protein,vitamin A, vitamin C, vitamin E, Fe, Zn), health status, quality of sleep, and levels of lymphocytes in the elderly. Datawere analyzed using bivariate with different test Independent sample t-test, Mann-Whitney U test, Spearman, Pearson,and Paired t-test.Results: Increasing number of lymphocytes were significantly in the treatment group (χ ± SD: 1.84 ± 1.85) and in thecontrol group (0.95 ± 5.0). There is no relationship between intake (protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, Fe, Zink),physical health status, and quality of sleep with levels of lymphocytes.Conclusion: Probiotics in 4 weeks is proven to increase the number of lymphocytes in the elderly

    PENGARUH PEMBERIAN DIET MODIFIKASI TERHADAP STATUS GIZI PASIEN KANKER DENGAN KEMORADIASI

    No full text
    Latar Belakang: Pasien kanker stadium lanjut pada umumnya mengalami kurang gizi, karena terjadinya hipermetabolisme dan pengaruh terapi kemoradiasi. Diet modifikasi dengan porsi kecil dan mengandung sumber peptida, BCAA, omega3 dan MCT diharapkan bisa mencegah penurunan berat badan, mengurangi anoreksia dan anti inflamasi.Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pemberian diet modifikasi terhadap kenaikan status gizi pasien kanker. Metode Penelitian: Rancangan penelitian adalah Randomised Control Trial dengan pre post-test control group design. Populasi: pasien rawat inap kanker dengan kemoradiasi di RSUP Dr. Kariadi bulan Juni-September 2013. Subjek sebanyak 66 orang dipilih secara consecutive sampling selanjutnya dibagi 2 kelompok secara random. Kelompok perlakuan diberi diet modifikasi, kelompok kontrol diberi diet standar rumah sakit. Sebelum dan setelah intervensi 21 hari diukur data antropometri (berat badan, indeks massa tubuh, lingkar lengan atas dan triceps skinfold) dan biokimia (kadar albumin, hemoglobin, jumlah lekosit dan total lymphocite count) serta asupan makanan. Analisis statistik dengan Paired Samples T Test, Mann Whitney Test, Independent Samples T Test dan Wilcoxon Rank Test. Analisis multivariat dilakukan dengan ancova pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Tidak ada perbedaan tingkat kecukupan energi (87,7% dan 85,6%) serta protein (96,3% dan 92,6%) antara kelompok perlakuan dan kontrol. Diet modifikasi meningkatkan berat badan (p=0,001), indeks massa tubuh (p=0,001), kadar albumin (p=0,001), kadar hemoglobin (p=0,007), jumlah lekosit (p=0,042) dan total lymphocite count (p=0,001) pada kelompok perlakuan. Pada kelompok kontrol terjadi penurunan berat badan (p=0,002), indeks massa Tubuh (p=0,002), kadar albumin (p=0,001), kadar hemoglobin (p=0,001), jumlah lekosit (p=0,001) dan total lymphocyte count (p=0,001) setelah intervensi. Diet modifikasi meningkatkan berat badan (p=0,024), indeks massa tubuh (p=0,028), kadar albumin (p=0,007), kadar hemoglobin (p=0,002) dan total lymphocyte count (p=0,001) setelah dikontrol dengan asupan protein. Kesimpulan: Pemberian diet modifikasi selama 21 hari meningkatkan berat badan, indeks massa tubuh, kadar albumin, kadar hemoglobin dan total lymphocyte count pada pasien rawat inap kanker dengan kemoradiasi
    corecore