78 research outputs found

    Analysis of Self Healing of the Character Sri Ningsih in the Novel About You by Tere Liye (Analysis of Roger Fowler's Discourse on Self Healing of the Character Sri Ningsih in the Novel About You)

    No full text
    108 HalamanSelf healing adalah suatu proses penyembuhan diri dengan mengeluarkan perasaan dan emosi yang terpendam di dalam tubuh terhadap suatu hal baik dan buruk secara psikologis. Proses self healing memerlukan komunikasi terhadap diri sendiri juga interaksi dengan orang disekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi dan wawancara dari psikolog dan 4 (empat) informan. Sumber data penelitian ini adalah Novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Data dalam penelitian ini adalah teks yang berupa kata atau kalimat yang menunjukkan gambaran self healing Sri Ningsih dalam novel berdasarkan deskripsi teori analisis wacana Roger Fowler. Self healing Sri Ningsih sangat relevan, detail, dan jelas adanya sehingga kecemasan Sri Ningsih terganggu disebabkan oleh Sulastri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Self healing dari Sri Ningsih diklasifikasikan dalam 10 macam yaitu Forgiveness, gratitude, positive self talk, mindfulness, expressive writing, self compassion, self management, relaxation, imagery dan motivation, (2) Analisis kosakata dan kalimat yang terdapat dalam kutipan dan teks dialog pada novel diinterpretasikan pengarang dengan bahasa yang mudah dimengerti pembaca melalui analisis wacana Roger Fowler, (3) Melalui triangulasi data bahwa keseluruhan self healing Sri Ningsih diimplementasikan secara bertahap, bahwa ia menerima, memaafkan juga termotivasi akan segala konflik di hidupnya. This research uses descriptive qualitative methods, with data collection through literature study, observation and interviews from psychologists and 4 (four) informants. The data source for this research is the Tentang Kamu Novels by Tere Liye. The results of the research show that (1) Self healing from Sri Ningsih is classified into 10 types, namely Forgiveness, gratitude, positive self talk, mindfulness, expressive writing, self compassion, self management, relaxation, imagery and motivation, (2) Analysis of vocabulary and sentences used contained in quotations and dialogue text in the novel, the author interprets it in language that is easy for readers to understand through Roger Fowler's discourse analysis, (3) Through triangulation of data, Sri Ningsih's overall self-healing is implemented in gradually, that she accepts, forgives and is motivated by all conflicts in her lif

    GAMBARAN PERILAKU PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANDUNG

    No full text
    Tenaga kesehatan membutuhkan alat pelindung diri (APD) ketika praktik untuk mengurangi risiko tertular penyakit. Beberapa penelitian menunjukkan rendahnya pengguna APD pada perawat dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku perawat dalam penggunaan APD di ruang rawat inap rumah sakit umum daerah Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel melibatkan 84 perawat lulusan D3 di ruang rawat inap rumah sakit umum daerah Kota Bandung. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan tentang perilaku penggunaan APD dengan menggunakan teknik total sampling. Pengolahan data didapatkan hasil penelitian menunjukkan perilaku perawat dalam penggunaan APD sangat berimbang antara perilaku yang baik dan kurang baik dalam menggunakan APD. Responden yang memiliki perilaku penggunaan APD yang baik berjumlah 40 (47,6%). Sedangkan rensponden yang memiliki perilaku penggunaan APD yang kurang baik berjumlah 44 (52,4%). Dari hasil penelitian ini diharapkan agar perawat Rumah Sakit Umum Kota Bandung lebih memperhatikan lagi tentang pentingnya penggunaan APD ketika melakukan tindakan asuhan keperawatn ke pasien. Kata Kunci: perilaku, perawat, alat pelindung diri

    DEVELOPING MOBILE-BASED LISTENING SUPPLEMENTARY MATERIALS FOR SEVENTH GRADERS OF SMPN 12 MALANG

    No full text
    ABSTRACTListening is one language skill that should be mastered by English language learners to be able to communicate well. This research was conducted to know the listening problem related with the materials. The objective of this study is to develop LISTICE, a mobile phone application of listening supplementary materials for seventh graders of SMPN 12 Malang. This research adapted the Research and Development model by Borg and Gall (1989). It consists of seven adapted steps, namely : Needs Analysis, Product Development, Expert Validation, Product Revision 1, Try-out, Product Revision 2, and Final Product. The students’ questionnaire and the teacher’s interview guide were used to gathered data in needs analysis stage. In the product revision stage, the validation checklist was used to collect the feedback from the expert. Then the questionnaire for students was used to gather data in the try-out of the product. The result from the expert showed that there were 3 changes were made in the product. Those are about the sound, the instruction, and the arrangement of the stage in the application. Most of students (85%) agreed that Listice helps them in learning listening.  LISTICE application was applicable to fulfill the needs of seventh graders of SMPN 12 Malang in helping them practice listening

    MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG KONSEP WARNA PADA ANAK MELALUI PENGGUNAAN METODE DISCOVERY DI KELOMPOK B TK AL – MUKHLISIN KECAMATAN LEBONG UTARA KABUPATEN LEBONG

    No full text
    Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep warna melalui penggunaan metode discovery. Untuk anak usia Taman Kanak-kanak dengan melakukan percobaan pencampuran warna. Permasalahan yang ada: kurangnya pemahaman terhadap konsep warna. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian anak kelompok B Taman Kanak-kanak Al-Mukhlisin Kampung Muara Aman Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong ajaran 2012-2013 berjumlah 20 anak, yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 9 anak perempuan Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi (4) refleksi.Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan teknik observasi dan tanya jawab. Lembar observasi anak digunakan untuk mengetahui peningkatan aktifitas anak maupun aktifitas guru di kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan analisis hasil dan pembahasan diketahui bahwa penerapan metode discovery dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep warna untuk anak usia Taman Kanak-kanak. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan anak pada siklus l sebanyak 45% meningkat sebanyak 50% pada siklus ke ll menjadi 95%

    NILAI-NILAI IBADAH PUASA DALAM KITAB MINHAJUL MUSLIM KARYA SYAIKH ABU BAKAR JABIR AL-JAZA’IRI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER

    Get PDF
    ABSTRAK NILAI-NILAI IBADAH PUASA DALAM KITAB MINHAJUL MUSLIM KARYA SYAIKH ABU BAKAR JABIR AL-JAZA’IRI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER OLEH DINA DESTRI RAHAYU NINGSIH Ibadah yang kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari memiliki makna tersendiri, yaitu melatih dan menjadikan kita sebagai umat muslim yang bertakwa kepada Allah Swt. Begitu pula rangkaian ibadah yang kita kerjakan yaitu ibadah wajib ataupun sunnah, pada dasarnya mengandung nilai etika atau moral tertentu. Salah satu Ibadah yang dapat meningkatkan moral kita ialah ibadah puasa. Ibadah puasa adalah bentuk ketaatan seorang hamba kepada sang Pencipta dengan menahan diri dari makan, minum dan hubungan seksual serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari dengan niat dan mengharapkan Ridha Allah sesuai dengan tata cara yang terdapat dalam syara. Dalam ibadah puasa tentu saja banyak nilai-nilai yang dapat membangkitkan semangat jasmani, jiwa serta sosial, baik puasa wajib ataupun sunnah akan memberikan dampak positif bagi mereka yang mengerjakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan dengan ketentuan yang sudah diajarkan oleh syari’at Islam. Kitab Minhajul Muslim membahas tentang nilai-nilai Ibadah Puasa yang bersifat wajib ataupun sunnah yang perlu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja nilai-nilai Ibadah Puasa dalam kitab minhajul muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dan bagaimana implikasinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian yang penulis lakukan bertujuan untuk mengetahui apa saja nilai-nilai Ibadah puasa dalam kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dan implikasinya terhadap pendidikan karakter. Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian Library Research. Sumber data yang diperoleh dari penlitian ini yaitu sumber data primer (sumber data pokok) dan sumber data sekunder (sumber data penunjang). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah study dokumentar (Dokumentar Study). Kemudian selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan analisis isi (content Analysis). Penelitian ini menunjukan bahwa pemikiran Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dalam kitab Minhajul Muslim menunjukan bahwa dapat diambil nilai-nilai ibadah puasa sebagai berikut: 1) Puasa mendidik orang dengan sifat-sifat kesabaran, jujur, dan mengendalikan hawa nafsu 2) puasa menumbuh kembangkan rasa kepedulian sosial, 3) Puasa dapat menyehatkan baik secara jasmani maupun rohani. Nilai-nilai ibadah puasa sebagaimana yang dikemukakan Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dapat berimplikasi terhadap pendidikan karakter, karena dengan berpuasa dapat melatih diri dengan berbagai budi pekerti yang baik pada hakekatnya membentuk jiwa, kepribadian, sikap dan perilaku manusia ideal dan pada gilirannya membentuk manusia yang tangguh dan bertakwa. Kata Kunci : Puasa, Kitab Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir, Pendidikan Karakter iii ABTRACT VALUES OF FAST WORSHIP IN THE BOOK OF MINHAJUL MUSLIM BY SYAIKH ABU BAKAR JABIR AL-JAZA'IRI AND THEIR IMPLICATIONS ON CHARACTER EDUCATION BY DINA DESTRI RAHAYU NINGSIH Worship that we carry out in everyday life has its own meaning, namely to train and make us as Muslims who fear Allah SWT. Likewise, the series of worship that we do, namely mandatory or sunnah worship, basically contains certain ethical or moral values. One of worship that can increase our morale is fasting. Fasting is a form of obedience of a servant to the Creator by refraining from eating, drinking and sexual relations as well as things that break the fast from sunrise to sunset with the intention and hoping for the pleasure of Allah in accordance with the procedures contained in the syara. In fasting, of course, there are many values that can arouse physical, mental and social enthusiasm, whether fasting is mandatory or sunnah will have a positive impact on those who do fasting as well as possible and with the provisions that have been taught by Islamic law. The book of Muslim Minhajul discusses the values of fasting worship that are obligatory or sunnah that we need to apply in daily life, the formulation of the problem in this study is what are the values of fasting in the book of Muslim minhajul by Shaykh Abu Bakar Jabir Al -Jaza'iri and what are the implications for character education. The research that the author conducted aims to find out what are the values of fasting in the book of Minhajul Muslim by Shaykh Abu Bakar Jabir Al-Jaza'iri and its implications for character education. The type of research that the author uses is Library Research. The data sources obtained from this research are primary data sources (primary data sources) and secondary data sources (supporting data sources). The data collection method used in this research is a documentary study (Documentar Study). Then, the data obtained was analyzed by content analysis. This study shows that the thoughts of Shaykh Abu Bakar Jabir Al-Jaza'iri in the book of Minhajul Muslim, show that the values of fasting can be taken as follows: 1) Fasting educates people with the characteristics of patience, honesty, and controlling lust 2) fasting develops a sense of social awareness, 3) Fasting can be healthy both physically and spiritually. The values of fasting as stated by Shaykh Abu Bakar Jabir Al-Jaza'iri can have implications for character education, because fasting can train oneself with various good manners which essentially shape the soul, personality, attitudes and ideal human behavior and in turn form a strong and pious human being. Keyword: Fasting, Muslim Minhajul Book, Shaykh Abu Bakr Jabir, Character Educatio

    GAMBARAN PELAKSANAAN KEGIATAN KEBERSIHAN TANGAN OLEH PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI

    No full text
    ABSTRAKKeselamatan pasien merupakan variabel untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas pelayanan keperawatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencegah infeksi rumah sakit dengan menjaga kebersihan tangan dengan teknik enam langkah dan lima momen di rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kebersihan tangan oleh petugas kesehatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Pria Rumah Sakit Dustira Cimahi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan metode observasional. Sampel penelitian ini berjumlah 288 kali pengamatan kegiatan oleh petugas kesehatan (dokter, perawat dan mahasiswa praktek) yang terbagi pada shift pagi dan shift sore dengan 84 pengamatan, dan shift malam berjumlah 120 kali pengamatan. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan menggunakan work sampling. Hasil menggambarkan bahwa : 1) sebelum kontak dengan pasien sebagian besar hand hygiene tidak dilakukan oleh mahasiswa yaitu sebesar 89,8 % pada shift malam, 2) sebelum tindakan terhadap pasien sebagian besar hand hygiene tidak dilakukan oleh mahasiswa sebanyak 89,8% pada shift malam, 3) sesudah kontak dengan pasien sebagian besar kegiatan hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh dokter sebanyak 75% pada shift sore, 4) sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien sebagian besar hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh mahasiswa sebanyak 82,4% pada shift pagi, dan 5) sesudah kontak dengan lingkungan pasien sebagian besar hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh dokter sebanyak 75% pada shift sore. Berdasarkan hasil observasi, ketidak patuhan pelaksanaan kegiatan kebersihan tangan disebabkan karena media yang digunakan kurang memadai seperti campuran air pada sabun yang terlalu banyak, tisu yang jarang tersedia, antiseptik berbasis alkohol murni sehingga menimbulkan bau yang menyengat dan terasa panas ditangan serta lengket. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk memperhatikan kembali sarana dan prasarana untuk menunjang kebersihan tangan dan bagi petugas kesehatan disarankan untuk membaca kembali standar operasional prosedur (SOP) dari setiap tindakan yang akan dilakukan, karena setiap tindakan yang dilakukan ada SOP untuk mencuci tangan. ABSTRACTPatient safety is a variable for measuring and evaluating the quality of nursing services. One of the effort that should be done is to prevent hospital infections with hand hygiene using six-step hand hygiene technique and five moments at the hospitalization rooms. This study aims to describe the implementation of hand hygiene practice by healthcare provider in patient safety activities atmale medical ward on Dustira Cimahi Hospital. The study was a descriptive exploratory with the observational method. The research sample numbering 288 times observation activities from health workers (doctors, nurses, and students college) that divided on the morning shift totaling 84 observation activities, totaling 84 observations afternoon shift and night shift activities amounted to 120 times the observation activities. The instrument of this study using observation tool which contains a table check list on the implementation of hand hygiene by using work sampling.The overall results describe that: 1) not doing hand hygiene activities before making contact with the patient, were 89,8% for college students at the night shift, 2) before taking action at the patient most of the hand hygiene activities were not done 89,8% for college students in night shift, 3) after making contact with the patient, most of the hand hygiene activities were not perfect carried out, 75% for doctors in the afternoon shift, 4) after making contact with patients body fluids most of the hand hygiene activities were not done 82,4% for the college students in the morning shift, and 5) after making contact with the patient's environment most of the hand hygiene activities were not perfect carried out, 75% for doctors in the afternoon shift. Based on the observation, disobedience on implementation of hand hygiene due to insufficient media used liketoo much water in the mixture of water and soap, tissue is rarely available, pure alcohol-based hand rub is causing bad smell, hot at the skin and sticky hands. It is advised for the hospital to pay attention at infrastructure that support hand hygiene, and for health workers is advised to re-read the standard operating procedures (SOP) on any action to be performed, for every action there is SOP towash the hand. </jats:p

    ANALISIS GAYA SELINGKUNG JURNAL POETIKA, JILEL, KEMBARA, SEMANTIK, DAN MADAH

    No full text
    Abstrak Jurnal ilmiah adalah jurnal yang berisi sejumlah artikel yang diterbitkan secara teratur pada interval tertentu dengan tujuan untuk menyebarkan pengetahuan dan penelitian atau temuan baru. Jurnal ilmiah mencakup semua bidang ilmu, seperti Ilmu Alam, Ilmu Sosial dan Humaniora. Jurnal ilmiah memiliki aturan-aturan yang harus diterapkan, salah satunya yaitu terkait struktur penulisan atau sering disebut gaya selingkung. Gaya selingkung dapat diartikan sebagai pedoman, cara, atau gaya penulisan yang berlaku di lingkungan suatu media baik cetak maupun online yang menjadi ciri khas masing-masing media tersebut. Setiap jurnal memiliki gaya selingkung yang berbeda di mana gaya selingkung tersebut terdapat pada kolom template atau author of guidelines laman media jurnal masing-masing. Kata Kunci : Jurnal ilmiah, gaya selingkung, struktur Abstract A scientific journal is a journal that contains a number of articles that are published regularly at certain intervals with the aim of disseminating knowledge and research or new findings. Scientific journals cover all fields of science, such as Natural Sciences, Social Sciences and Humanities. Scientific journals have rules that must be applied, one of which is related to the structure of writing or often called selingkung style. Selingkung style can be interpreted as a guideline, method, or writing style that applies in an environment of both print and online media that characterizes each of these media. Each journal has a different selingkung style where the selingkung style is found in the template column or the author of guidelines of each journal media page. Keywords: scientific journal, style onsite, structur

    The Represetation of Sadism Through Christian Grey in E.L James’ Fifty Shades of Grey

    Get PDF
    This research analyzes The Representation of Sadism through Christian Grey in E. L James‘ Fifty Shades of Grey. The term sadism is represented in the novel because of the author's dissatisfaction with the sex story in the novel Twilight by Stephenie Meyer. This novel has inspired by the author to create ―Grey‖ as a sadistic character in her novel

    Perwujudan Demokrasi Ekonomi Melalui Hyperlocal Tokopedia

    No full text
    The Covid-19 pandemic has become a concern for all governments globally because it can affect the economy. In Indonesia, one of the government\u27s focuses is how to solve problems related to MSMEs facing the threat of bankruptcy and the government\u27s choice is to cooperate with e-commerce through hyperlocal. Hyperlocal for some researchers has the effect of changing the structure of cooperation and the logic of business organizations. However, the author himself argues that hyperlocal issues also have a role in identity transformation. This is based on the findings of several previous studies, that hyperlocal communication media influences the distribution of culture and the identity of certain community groups. By using the analytical framework of post-Fordism and constructivism, the author finds that Hyperlocal Tokopedia have influenced the identity of MSMEs in understanding "who am I?" and "what will I do?". In addition, the interaction between Tokopedia and MSMEs, which initially had different identities, showed the last optimistic result. This shows that the interaction between identities in constructivism can be intentional by external actors. While related to post-Fordism, the results of this study only strengthen that the transformation of economic society is not economic, political, and cultural. But there is also a transformation of understanding of themselves. Keywords: Hyperlocal; Constructivism; Post-Fordism; Knowledge-Economy; Economic GlobalizationPandemi telah mendorong sektor ekonomi melakukan digitalisasi dalam kegiatannya. Indonesia sendiri, untuk mengikuti perkembangan tren digitalisasi dalam ekonomi masih dalam tahap pemerataan internet dan peningkatan edukasi tentang literasi digital. Pemerintah optimis untuk menegakkan digitalisasi ekonomi dalam negeri melalui strategi transformasi digital. Salah satu yang menjadi target pemerintah dalam transformasi digital 2021 ialah UMKM sebagai pelaku lokal. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dijalinlah kerja sama dengan e-commerce. Tokopedia kemudian menawarkan strategi hyperlocal atau taktik pemasaran berbasis lokasi untuk digitalisasi UMKM. Mengingat UMKM mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah yang masih berkemungkinan buta dengan digital, pemasaran digital berbasis lokasi dinilai lebih mudah diadaptasi. Mereka diajak untuk mengenal bagaimana proses penjualan secara digital dan menguasai pasar lokal. Jika berpotensi dikembangkan, Tokopedia akan memberikan kampanye untuk mempromosikan ke tingkat nasional. Dalam pandangan demokrasi ekonomi yang mengutamakan kesetaraan dan keadilan bagi rakyat di kegiatan ekonomi, hyperlocal mendorong kondisi seperti itu untuk UMKM. Dari digitalisasi hyperlocal, UMKM mendapatkan kesetaraan antar UMKM dan perusahaan asing dalam bersaing. Kemudian mereka juga berpotensi untuk memperluas potensi produk untuk dikenal secara nasional. Kata kunci : Hyperlocal Tokopedia, UMKM, Digitalisasi, Demokrasi Ekonomi, Transformasi Digita
    corecore