1,720,971 research outputs found

    PENGARUH LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL PT KENARIA TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI WINONG UNTUK IRIGASI DI KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Winong untuk irigasi yang mendapatkan buangan air limbah dari PT Kenaria serta untuk mengetahui titik swa penahiran Sungai Winong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey lapangan. Pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan perubahan lahan yang dimungkinkan berpengaruh terhadap kualitas air dan kuantitas air sungai serta diperkirakan jarak dari sumber pencemar. Jumlah sampel air dalam penelitian ini berjumlah 5 buah sampel, yang terdiri dari : 1 sampel air limbah dan 4 buah sampel air sungai. Sedangkan sampel tanahnya berjumlah 3 buah sampel yang mewakili tiap jenis tanah. Parameter kualitas air sungai dan air limbah yang digunakan dalam penelitian ini adalah temperatur, TDS, DHL, pH, kalium, natrium, klorida, magnesium, sulfat, kalsium, BOD, COD. Sedangkan parameter uji tanah adalah salinitas, pH, permeabilitas, dan tekstur. Analisa data pada penelitian ini meliputi analisis kecenderungan (Trend Analisys) antara parameter kualitas air sungai dengan jarak dari sumber pencemar, analisis kualitas air Sungai Winong untuk irigasi dengan menggunakan klasifikasi kualitas air irigasi berdasarkan DHL, % Na, SAR, DHL dan SAR, menganalisis proses swa penahiran di tiap-tiap titik lokasi pengambilan sampel air. Kualitas air Sungai Winong mengalami penurunan setelah terkena limbah cair tekstil, hal ini dapat dilihat dari analisis kecenderungan yang menunjukkan hubungan antara parameter kualitas air dengan jarak sumber pencemar. Hasil evaluasi kualitas air Sungai Winong untuk irigasi berdasarkan daya hantar listrik dan sodium adsorption ratio (SAR) adalah bahwa air Sungai Winong mempunyai kelas C2-S1, C4-S1, C2-S2, C5-S4. Kelas C2-S1 terdapat pada lokasi sebelum air Sungai Winong dan pada hilir sungai tepatnya pada lokasi V. Kelas C4-S1 terdapat pada lokasi III, yaitu pada sungai setelah kemasukan air limbah. Kelas C2-S2 terdapat pada lokasi IV, setelah air sungai keluar dari Desa Purwosuman. Sedangkan kelas C5-S4 terdapat pada air limbah. Dengan demikian kualitas air Sungai Winong yang cocok untuk irigasi adalah sebelum kemasukan air limbah tekstil dan setelah air sungai keluar dari Desa Purwosuman sampai akhir sungai. Hasil evaluasi tanah dibawah irigasi Sungai Winong adalah bahwa tanah dibawah irigasi Sungai Winong tidak terpengaruh atau dengan kata lain tanah tersebut cocok, karena dilihat dari tekstur, pH, permabilitas dan salinitas semuanya normal. Kecuali permeabilitas pada tanah grumusol, karena di bawah kualitas air irigasi C4-S1. Tipe air C4-S1 ini cocoknya pada tanah dengan permeabilitas sangat tinggi bukannya dengan permeabilitas agak lambat. Proses swa penahiran di Sungai Winong dapat terjadi hal ini dapat dilihat pada nilai BOD dan pengamatan langsung dilapangan. Nilai BOD tinggi setelah air Sungai Winong kemasukan air limbah kemudian nilai BOD terus mengalami penurunan. Sehingga dengan penurunan nilai BOD tersebut menandakan bahwa air Sungai Winong terdapat proses swa penahiran

    مفهوم "عقل وفكر وفقه" في القرآن الكريم (دراسة تحليلية دلالية وقيمها التربوية)

    Get PDF
    ملخص البحث ساتوتو : مفهوم "عقل وفكر وفقه" في القرآن الكريم (دراسة تحليلية دلالية وقيمها التربوية) إن القرآن الكريم كلام الله تعالى الذي ينزل إلى محمد صلى الله عليه وسلم بوسيلة جبريل. وللقرآن الكريم معجزات كثيرة منها المعجزة اللغوية. ذلك وجدنا كثيرا في القرآن الألفاظ التي لها معان كثيرة وكذلك الألفاظ التي تتقرب في المعنى، وسماها اللغويون بالمشترك والترادف. ومن الألفاظ التي لها معان كثيرة وتتقرب في المعنى في القرآن هو لفظ عقل وفكر وفقه وما اشتق منها. والآيات التي فيها ألفاظ عقل وفكر وفقه وما اشتق منها تتعلق أيضا على القيم التربوية. وأغراض هذا البحث هي معرفة عدد الآيات المشتملة على ألفاظ عقل وفكر وفقه وما اشتق منها في القرآن ومعرفة المعنى المعجمي للفظ عقل وفكر وفقه وما اشتق منها ومعرفة المعنى السياقي للفظ عقل وفكر وفقه وما اشتق منها في القرآن ومعرفة القيم التربوية من استخدامها في القرآن الكريم. والطريقة المستخدمة في هذا البحث هي الطريقة التحليلية الدلالية التي توجه إلى تحليل معاني ألفاظ عقل وفكر وفقه وما اشتق منها في القرآن الكريم والطريقة الموضوعية التي تستخدم في تفسير الآيات المشتملة على ألفاظ عقل وفكر وفقه وما اشتق منها في القرآن الكريم. وبعد ما حلل الكاتب ألفاظ عقل وفكر وفقه وما اشتق منها في القرآن الكريم حصل على النتيجة أن الآيات المشتملة على لفظ "عقل" وما اشتق منه في القرآن الكريم 49 أية والآيات المشتملة على لفظ "فكر" وما اشتق منه في القرآن الكريم 18 أية والآيات المشتملة على لفظ "فقه" وما اشتق منه في القرآن الكريم 20 أية. والمعنى المعجمي للفظ عقل وما اشتق منه يتضمن معنى فهم وأدرك وميّز. والمعنى المعجمي للفظ فكر وما اشتق منه يتضمن معنى تأمل وتذكّر وأعمل العقل. والمعنى المعجمي للفظ فقه وما اشتق منه يتضمن معنى أحسن الادراك والفهم. والمعنى السياقي للفظ عقل وما اشتق منه 1) الفهم؛ 2) التفكر والاعتبار؛ 3) العلم؛ 4) الفقه؛ 5) الفهم والفقه؛ 6) العقل؛ 7) الفهم واستعمال العقل؛ 8) استعمال العقل؛ 9) النظر بالعقل؛ 10) التدبر؛ 11) الفهم والتدبر؛ 12) التفكر؛ 13) العلم والفهم؛ 14) التصديق؛ 15) الاعتبار؛ 16) السمو. والمعنى السياقي للفظ فكر وما اشتق منه 1) التفكير 2) الاعتبار 3) التفكر 4) النظر 5) التذكر 6) النظر والتدبر 7) جيل الأفكار 8) استعمال العقل 9) الفهم 10) الاستماع والتفكر. والمعنى السياقي للفظ فقه وما اشتق منه 1) الفقه ؛ 2) الفهم ؛ 3) الفقه والاعتبار؛ 4) الفهم والعقل؛ 5) الانتفاع به؛ 6) العلم؛ 7) التعلم. والتضمين التربوي من الآيات المشتملة على ألفاظ "عقل وفكر وفقه" وما اشتق منهما في القرآن الكريم هو 1) تنمية قدرة التفكير؛ 2) وجود درجة التفكير؛ 3) إزالة الجهل

    Fitrah Dan Tumbuh Kembang Anak

    Get PDF
    Sebagai rangkuman dapat disimpulkan bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa memberikan fitrah kepada setiap anak manusia, suatu potensi tumbuh-kembang yang optimal. DiserahkanNya kepada orang tua [ dan masyarakat ] untuk memelihara anak tersebut sebagai amanat [ titipan Allah ], dengan cara mengelola semua sumber daya [ lingkungan nurture ] yang disediakan Allah, agar anak tersebut kembali kepada fitrah yang telah ditetapkanNya. Upaya utama bagi amanat Allah tersebut adalah asuhan dalam arti pemberian semua hak anak, khususnya hak hidup dan berkembang [ konvensi hak anak pasal 6 ayat 2 ], agar Hak-hak anak tersebut mencakup hal untuk mendapatkan makanan yang bergizi [dan halal] dan menjaganya agar tidak sakit sehingga pertumbuhan atau perkembangan jasmaninya optimal. Termasuk juga pendidikan atau latihan untuk mengembangkan kemampuan jasadiyah atau motorik, akliyah atau kognitif dan rokhaniyah atau moral, sehingga anak tumbuh dan berkembang mendekati fitrahnya, siap beribadah ke hadiratNya, menjadi khalifahNya, untuk melestarikan kehidupan dan memakmurkan alam ciptaan Tuhan. Kondisi tumbuh kembang anak di Indonesia masih memerlukan perhatian yang cukup, karena masih banyak ditemukan tingginya angka gangguan pertumbuhan pada bayi dan anak balita, serta anak usia sekolah. Begitu pula masih ditemukan berbagai gangguan perkembangan anak. Sebenarnya Posyandu, BKB dan berbagai system pendidikan pra-sekolah dan sekolah dasar sudah tersedia secara luas di Indonesia, tetapi sayang belum dipadukan ke dalam system pelayanan yang komprehensif. Kajian tumbuh-kembang anak usia dini [PAUD] layak dilaksanakan sebagai prioritas pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Kajian terhadap pengaruh berbagai factor terhadap pemeliharaan dan peningkatan tumbuh-kembang untuk pencapaian fitrah masing-masing anak usia dini perlu dilaksanakan dalam kajian multifaktorial yang mendalam. Kajian pengembangan model peningkatan tumbuh kembang khususnya bagi anak usia dini, hendaknya bersifat komprehensif, menjangkau seluruh lapisan sasaran primer kegiatan, sasaran sekunder dan terseier kegiatan.(SBR

    Dietary plant food and socioeconomic determinants of vitamin A status : study in rural lactating woman during crisis in Central Java

    Get PDF
    For the Longer term food-based approaches for controlling vitamin A deficiency and its consequences, become increasingly important. A nutrition survailance system in Central-Java, Indonesia assessed vitamin A intake and serum retinol concentration of lactating women with a child ≤36 mo old during crisis. Median vitamin A intake was 319 RE/d and night blindness 0,34%. Serum retinol concentration (mean : 1,23 µmol/L) was related to vitamin A intake in a dose-concentration manner. The multiple logistic regression model for predicting the chance for a serum retinol concentration > observed median of the population (≥1,27 µ mol/L) included determinant factors, vitamin A intake from plant foods (OR [95% CI] per quartile, 1st : 1.00, 2nd: 1,63 [0,99-2,80], 3rd: 1,99 [1,58-2,99], and 4th: 2,62 [1,68-4,04], from, animal foods (1st and 2nd: 1,00. 3rd: 1,37 [0,89-2,09] and 4th: 2,86 [1,59-3,98] ). Homegardening (no 1,00, yes 1,88 [1,08-2,68] ) and woman's education level (≤primary school : 1,00 ≥secondary school : 1,46 [1,00-2,16] ). Thus, although contributing 16 times more to total vitamin A intake plant foods were as important for vitamin A status as animal foods. Homegardening and woman's education level seem to reflect longer-term consumption of plant and animal foods respectively. (Med J Indones 2006; 15:259-66

    Kekerabatan Beberapa Aksesi Padi Lokal Tahan Hama Penyakit Berdasarkan Analisis Polimorfisme Marka SSR

    No full text
    &lt;p&gt;Kegiatan karakterisasi secara genotipik merupakan salah satu sub kegiatan penting dalam pengelolaan plasma nutfah. Filogeni atau pohon kekerabatan berdasarkan data genotipik lebih mampu memperlihatkan berapa jarak genetik antar plasma nutfah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Filogeni dan jarak genetik antar plasma nutfah padi lokal unggul koleksi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.  Penelitian dilakukan pada bulan April – Desember 2015 di Laboratorium DNA Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Materi genetik yang digunakan adalah 15 padi lokal unggul dan varietas Ciherang yang merupakan varietas popular dilibatkan dalam penelitian sebagai kontrol. Analisa molekuler yang digunakan adalah analisa mikrosatelit SSR (&lt;em&gt;simple sequence repeat)&lt;/em&gt; dengan jumlah marka SSR sebanyak 18. Hasil penelitian menunjukkan terbentuk 3 kelompok/cluster besar pada pylogeni yang terbentuk. Cluster 1 terdiri dari genotype: Gadis Langsat, Kebo, Bandang sigadis, Ciherang, Jawa sleman, Marahmay, Takong, Ampek panjang, Benoraja, dan Siawak. Cluster 2 terdiri dari: Ase balucung, Ase bukne, Jadul, Pare lotong, dan Pare pulu. Cluster 3 terdiri dari varietas lokal Kapas. Jarak genetik paling jauh dimiliki antara Pare pulu dan Ampek panjang dengan koefisien jarak genetik 2.054. kekerabatan paling dekat dimiliki antara Siawak dan Padi kuning dengan jarak genetik 0.089.&lt;/p&gt;</jats:p

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore