13 research outputs found
POTENSI BATANG PISANG SEBAGAI MEDIA TANAM KNGKUNG DARAT DAN SAWI HIJAU
Batang pisang dapat dimanfaatkan sebagai penyedia air dan media tanam alternatif ramah lingkungan. Batang pisang mengandung hingga 90% air sehingga potensial untuk tujuan tersebut.Tujuan penelitian dengan percobaan yaitu memperoleh informasi berapa lama batang pisang mampu menyediakan air sebagai media kangkung darat dan sawi hijau. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap secara Split Plot dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu umur batang pisang setelah dipanen terdiri atas 0 minggu, 2 minggu, dan 4 minggu. Faktor kedua yaitu sayur terdiri atas kangkung darat dan sawi hijau. Setiap kombinasi perlakuan (6) masing-masing diulang empat kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, panjang akar, volume tanaman, biomassa tanaman, luas daun, kadar khlorofil daun, nitrogen jaringan tanaman, indeks luas daun, luas daun spesifik, harga satuan daun, dan laju pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan batang pisang tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan yang di uji. Batang pisang mampu menyediakan bagi air kangkung darat hingga umur 37 hari setelah tanam dan sawi hijau hingga umur 32 hari setelah tanam, diatas umur tersebut tanaman mati karena kelebihan air. Batang pisang memiliki potensi menyediakan air bagi tanaman dari awal tanam hingga panen dan tidak memerlukan penyiraman
Kajian Trichoderma dan Bakteri Fotosintetik sebagai Penunjang Budidaya Padi Organik
Semakin meningkat kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, budidaya padi organik menjadi semakin populer. Budidaya padi organik adalah metode pertanian yang berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami dan praktek berkelanjutan untuk menghasilkan hasil panen padi yang sehat tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Biaya yang lebih tinggi untuk bahan organik, pupuk atau perlindungan tanaman alami menjadi kendala. Salah satu solusi menghadapi kendala tersebut menggunakan jamur Trichoderma dan bakteri fotosintetik. Trichoderma j membantu memperbaiki struktur tanah, dekomposisi bahan organik, menghasilkan enzim yang meningkatkan ketersediaan nutrisi. Bakteri fotosintetik berperan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia bagi tanaman, serta senyawa organik dan oksigen bagi pertumbuhan tanaman padi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jamur Trichoderma dan bakteri fotosintetik (PSB) pada padi organik. Penelitian berlokasi di Beji Wetan, Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 108 m dpl. Percobaan dengan membandingkan antara jamur Trichodherma dan bakteri fotosintetik pada petak lahan terpisah. Bakteri fotosintesik dengan konsentrasi 0, 5, 10, dan 15 ml/ L yang diulang sebanyak 3 kali. Trichoderma dengan konsentrasi 10, 20, dan 30 ml/l yang diulang sebanyak 3 kali. Pelaksanaan penelitian pada 01 April- 11 Juli 2023. Jamur Trichodherma dan bakteri fotosintetis memberikan kenaikan pertumbuhan dan hasil bila dibandingkan tanaman yang tidak diberi perlakuan. Konsentrasi terbaik Trichodherma 20 ml/l yang mampu memberikan hasil tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif, dan berat gabah per rumpun. Konsentrasi terbaik bakteri fotosintetis 10 ml/l yang mampu memberikan hasil tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif , dan erat gabah per rumpun
Pembuatan Nitrobacter untuk Pertanian Berkelanjutan
Along with the use of chemical fertilizers, it hurts the environment and agricultural ecosystem. Increased awareness of the damage caused by synthetic chemical fertilizers has encouraged the search for more sustainable alternatives, such as organic fertilizers and the role of microorganisms such as Nitrobacteria in agriculture. Nitrobacteria are soil bacteria that play an important role in the natural nitrogen cycle. Nitrobacter\u27s primary benefit in the nitrogen cycle significantly impacts plant growth and overall agricultural productivity. Training on making Nitrobacter was held in Sendangnongko, Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Central Java in July 2023. Participants in the Sido Mulyo Farmers Group activity were 18 people. The method of service activities was in the form of material counselling and then continued with the practice of making Nitrobacter. Participants were given material regarding the benefits of Nitrobacter, how to get it, how to reproduce it, and its application on agricultural land. The aim of this community service is that Sendangnongko residents can contribute to developing environmentally friendly and sustainable agriculture in meeting food needs and reducing farming costs caused by synthetic chemical fertilizers and pesticides. By increasing the natural availability of nitrogen nutrients, Nitrobacter helps reduce the need for synthetic nitrogen fertilizers (Urea), which tend to cause negative impacts on the environment. Several previous studies related to Nitrobacter positively impacted the decreasing use of synthetic chemical fertilizers in rice farming. Plants are more resistant to pests and diseases and do not damage the environment. Another benefit is that farmers\u27 finances can be reduced when spending on fertilizers and pesticides so that farming costs can be reduced. The results of this training have the impact of increasing agricultural productivity or improving the welfare of local communities.
Seiring dengan pemanfaatan pupuk kimia, membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem pertanian. Peningkatan kesadaran akan kerusakan yang diakibatkan oleh pupuk kimia sintesis telah mendorong pencarian alternatif yang lebih berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik dan peran mikroorganisme seperti Nitrobakter dalam pertanian. Nitrobakter merupakan jenis bakteri tanah yang berperan penting dalam siklus nitrogen alami. Manfaat utama Nitrobacter dalam siklus nitrogen memiliki dampak signifikan pada pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian secara keseluruhan. Pelatihan Pembuatan Nitrobacter dilaksanakan di Sendangnongko, Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah pada bulan Juli 2023. Peserta kegiatan Kelompok Tani Sido Mulyo sebanyak 18 orang. Metode kegiatan pengabdian berupa penyuluhan materi lalu dilanjutkan dengan praktek pembuatan Nitrobacter. Peserta diberi materi terkait manfaat Nitrobacter, cara mendapatkan, cara memperbanyak, dan aplikasi di lahan pertanian. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini warga Sendangnongko dapat berkontribusi pada pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan serta mengurangi biaya usaha tani yang diakibatkan pupuk dan pestisida sintesis kimia. Dengan meningkatkan ketersediaan nutrisi nitrogen secara alami, Nitrobacter membantu mengurangi kebutuhan akan pupuk nitrogen sintetis (Urea) yang cenderung menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Beberapa penelitian sebelumnya terkait Nitrobacter berdampak positif pada penggunaan pupuk kimia sintetis yang makin berkurang di pertanian padi. Tanaman lebih tahan hama penyakit dan tidak merusak lingkungan. Manfaat lain keuangan petani untuk belanja pupuk dan pestisida bisa ditekan sehingga biaya usaha tani dapat berkurang. Hasil dari pelatihan ini berdampak peningkatan produktivitas pertanian atau peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat
Pemanfaatan Limbah Daun Cengkeh menjadi Minyak Cengkeh di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk
The use of cloves is usually for food and medicinal raw materials. Clove leaf waste can be distilled into oil that is useful for traditional medicine and perfume. This community service activity aims to increase the knowledge and insight of the people of Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency in the utilization of clove leaf waste into clove oil. Implementation of activities from August to September 2022 as a collaboration of the community service team from the Faculty of Agriculture, Kadiri University, and training participants in Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency. The method of implementing this activity includes preparation, program socialization, presentation of material to the target, training on oil refining from clove leaves, mentoring, and activity evaluation. The existence of these community service activities can open insights and introduce innovations to training participants about the utilization of clove plant waste. Socialization and training on clove leaf oil refining went well, and the community was interested in developing it. This activity hopes to provide added value to clove leaf waste and an effort to deal with organic waste in the people of Bajulan Village, Loceret District, Nganjuk Regency.
Pemanfaatan cengkeh biasanya hanya untuk makanan dan bahan baku obat. Limbah daun cengkeh ternyata bisa disuling menjadi minyak yang berguna untuk pengobatan tradisional dan parfum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk dalam pemanfaatan limbah daun cengkeh menjadi minyak cengkeh. Pelaksanaan kegiatan pada bulan Agustus sampai September 2022 sebagai kerjasama tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kadiri dan peserta pelatihan di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini meliputi persiapan, sosialisasi program dengan pemaparan materi kepada peserta, pelatihan pembuatan minyak dari limbah daun cengkeh, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mampu membuka wawasan dan mengenalkan inovasi kepada peserta pelatihan tentang pemanfaatan limbah tanaman cengkeh. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan minyak cengkeh berjalan dengan baik dan muncul ketertarikan peserta untuk mengembangkannya. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah limbah daun cengkeh dan sebagai usaha mengatasi permasalahan sampah organik di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk
Menekan Pengeluaran Belanja Harian Sayur Rumah Tangga: Sebuah Pelatihan Pembuatan Media Tanam Sayuran untuk Budidaya Polybag
Training on making planting media for polybags was held in Sanggrahan, Wonorejo, Gondangrejo, Karanyanyar, and Central Java. The activity was held on June 3, 2023, and was attended by women from PKK RT 05 RW 18. The characteristic of Sanggrahan is almost the same as that of other urban areas, namely the lack of land for cultivating plants. The aim of this activity is to provide insight to PKK women about urban agriculture so that the remaining land in urban areas can still be cultivated using a polybag system. Residents can manage small areas of land to grow vegetable crops so that they can reduce their daily household expenditure on vegetables. To produce optimal plant growth, cultivation in polybags requires appropriate planting media that are easy for residents to make. The method of service activities involves providing material counseling and practical training on making planting media for polybags. We train participants on using easily available materials to create planting media. The materials used to make planting media are humus soil, compost, and husk charcoal in a ratio of 1:1:1. All ingredients are mixed evenly, then put into a polybag. Vegetable seeds that are ready to plant are put into polybags, and then regular maintenance is carried out so that they grow optimally. The size of the polybag varies depending on the type of plant being planted. To support the success and sustainability of this activity, regular evaluation and monitoring are carried out. The aim of this community service is that residents can meet their household vegetable needs by making planting media that is easy to obtain in polybags
Pelatihan Pembuatan Zat Pengatur Tumbuh Berbasis Kearifan Lokal Di Karangharjo Pulokulon Grobogan Jawa Tengah
Pupuk masih menjadi masalah bagi petani. Kuota pupuk subsidi semakin berkurang dan harga pupuk semakin meningkat. Harga pupuk yang tinggi membuat biaya usaha tani semakin meningkat. Salah satu solusi mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan beralih menggunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik dapat mengurangi biaya pembelian pupuk, memperbaiki struktur fisika, kimia, dan biologi tanah, serta mengurangi serangan oleh hama dan penyakit. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pembuatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dari bahan berbasis kearifan lokal di Karangharjo Pulokulon Grobogan Jawa Tengah sehingga petani tidak tergantung pada pupuk kimia subsidi. Metode kegiatan pengabdian adalah penyuluhan dan praktik pembuatan ZPT. Peserta diberi materi terkait manfaat ZPT, cara mendapatkan, cara memperbanyak, dan aplikasi di lahan pertanian. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan ini, dilakukan kuisioner sebelum dan setelah kegiatan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman mitra dari 51% menjadi 60% setelah kegiatan tentang cara pembuatan ZPT. Mitra berhasil mempraktikkan cara membuat ZPT dengan menggunakan bahan berbasis kearifan lokal Grobongan. Kegiatan pelatihan yang telah dilakukan terbukti dapat membantu petani dalam menyediakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk subsidi
Study of Synthetic Fertilizer Chili and Organic Fertilizer Watermelon on Relay Cropping Fields
Chili is an agricultural commodity with prices that tend to fluctuate. Chilli-watermelon relay cropping is one way to overcome this problem and reduce losses when chili prices fall. Watermelon has a relatively short lifespan, so it can be a substitute when chili prices fall. Chili and watermelon are almost the same age. This research aims to assess how well the tandem cultivation of chili and watermelon in a relay cropping system is performed. The study employed a factorial randomized block design for experimentation. The research consisted of 2 experiments, namely chili and watermelon, cultivated on the same land. Experiment with 2 factors in chili, namely variety and type of NPK. The watermelon experiment involved 2 factors: variety and concentration of liquid organic fertilizer. All experiments were repeated four times. The data analysis proceeded by conducting Duncan\u27s multiple range test at a significance level of 5%. Parameters for observing plant height, when flowers appear, fruit weight, number of chilies per plant, and watermelon fruit circumference. The results showed that chili and watermelon relay cropping could be harvested simultaneously without competition between plants. There was no interaction between chilies and watermelon. Chili has the highest weight in the Colombus variety with NPK Mahkota fertilizer. The watermelon with the highest weight was in the Baginda variety, with a liquid organic fertilizer concentration of 60 ml/liter. The relay cropping of chili and watermelon plants was effective simultaneously, and there was no decrease in yield
THE INFLUENCE OF VARIOUS PLANTING MEDIA COMPOSITIONS AND CONCENTRATIONS OF GROWTH REGULATORY SUBSTANCES ON THE YIELD OF GREAT RED CHILLI
Large red chilies (Capsicum annuum L.) have high economic value in the Indonesian market. The large market demand for horticultural products provides high opportunities for farmers to increase their production, including red chilies. Efforts to get high red chili yields by using good planting media and the application of organic ZPT. This research aims to examine the composition of growing media and PGR on the generative phase of red chilies. This research was carried out from 15 May 2023 to 21 August 2023. The design used in the research was a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of 2 treatment factors which were repeated 3 times and then 12 treatment combinations were obtained. The first factor is the composition of the growing media (M), which consists of 3 levels, namely; composition 1 : 1 : 1 (M1), composition 2 : 1 : 2 (M2), and composition 1 : 2 : 1 (M3). The second factor is the concentration of organic PGR (Z), which consists of 4 levels, namely; concentration of 0 ml/l (M0), concentration of 5 ml/l (M1), concentration of 10 ml/l (M2), and concentration of 20 ml/l (M3). The parameters observed were the appearance of the first flower, number of fruit, fruit length, fruit diameter, and fruit weight on large red chilies. Analysis of variance was carried out to analyze the data and then subjected to the Least Significant Difference (LSD) test with a level of 5%. The research results showed that the two treatment factors had no influence or were not significantly different on all observed parameters. There was no interaction between the composition of the growth media and the concentration of organic PGRs for all observation parameters
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Dosis Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan dosis pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata L). Penelitian dilakukan pada November 2023 – Februari 2024 di Sidomakmur, Widodaren, Ngawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dan diulang 3 kali. Dosis pupuk NPK (N) sebagai faktor 1 yaitu: N0 = 0 kg/ha, N1 = 150 kg/ha, N2 = 300 kg/ha, N3 = 450 kg/ha. Dosis pupuk hayati (P) sebagai faktor 2 yaitu: P0 = 0 kg/ha, P1 = 50 kg/ha, P2 = 100 kg/ha, P3 = 150 kg/ha. Data analisis menggunakan analisis sidik ragam dengan uji lanjut BNJ 5%. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun, berat brangkasan basah, biomassa, panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, kadar kemanisan. Hasilnya perlakuan dosis pupuk NPK berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan dengan perlakuan terbaik dosis pupuk NPK 300 kg/ha. Perlakuan dosis pupuk hayati berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan dengan perlakuan terbaik dosis pupuk hayati 100 kg/ha. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk NPK dan dosis pupuk hayati terhadap seluruh parameter, tetapi interaksi dosis terbaik yaitu dosis pupuk NPK 300 kg/ha dan dosis pupuk hayati 100 kg/ha
PELATIHAN BUDIDAYA SAWI HIJAU SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG PADA KELOMPOK PKK RT3 RW 18 BALONG BARU KADIPIRO SURAKARTA
Pelatihan Budidaya Sawi Hijau Sistem Hidroponik Rakit Apung pada Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 3 RW 18 Balong Baru, Kadipiro, Surakarta telah dilaksanakan, tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan wawasan kepada warga tentang pertanian perkotaan sehingga lahan tersisa di perkotaan masih bisa diusahakan untuk bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik rakit apung. Dari hasil pelaksanaan, diperoleh respon yang baik terhadap perubahan perilaku warga khususnya Kampung Balongbaru dalam mengelola lahan yang sempit untuk bercocok tanam tanaman sayur sehingga di masa pendemi ini dapat mengurangi pengeluaran belanja harian sayur untuk rumah tangga
