1,720,998 research outputs found
KAJIAN PEMIKIRAN SOEKARNO: PANCASILA DI ENDE 1934-1938
Permasalahan pokok yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep pemikiran perjuangan Soekarno yang melahirkan butir-butir Pancasila sebelum pengasingannya di kota Ende? Bagaimana konsep pemikiran perjuangan Soekarno yang melahirkan butir-butir Pancasila di kota Ende? Dalam konsep tataran kehidupan Soekarno telah dicapai berbagai pengalaman yang serba kompleks, dari mulai jeruji besi hingga pada pembuangan. Dari berbagai pengalaman yang diperoleh Soekarno akhirnya membuat Indonesia Merdeka. Konsep Indonesia merdeka sebagaimana tertuang dalam Pancasila. Kota Ende juga merupakan bagian dari pada investasi Indonesia merdeka. Banyak pengetahuan dan pengalaman Soekarno selama mengalami internir di Ende membawakan hikmah yang besar terhadap konsep Pancasila. Heterogenitas penduduk dari berbagai etnis, suku, agama, bahasa, adat istiadat diperkenalkan semua pada diri Soekarno selama di Ende. Konsep seperti inilah akhir pada menuju perenungan yang mendalam lewat batas spiritualitas. Pohon sukun merupakan bagian dari pada saksi dimana Soekarno duduk merenung akan di Indonesia Merderka dimasa yang akan datang. The main problem examined in this study is how was the concept of Sukarno's struggle that gave birth to the points of Pancasila before his exile in the city of Ende? What was the concept of Sukarno's struggle that gave birth to the points of Pancasila in the city of Ende? In the concept of Sukarno's life level various complex experiences have been achieved, from the iron bars to the disposal. From the various experiences gained by Sukarno finally made Indonesia Independent. The concept of an independent Indonesia as stated in the Pancasila. The City of Ende is also part of Indonesia's independent investment. Much of Sukarno's knowledge and experience during his internment experience at Ende brought great wisdom to the Pancasila concept. The heterogeneity of the population from various ethnicities, ethnicities, religions, languages, and customs was all introduced to Sukarno himself while in Ende. Concepts like this end in the direction of deep reflection through the limits of spirituality. Breadfruit tree is part of the witness where Sukarno sat pondering about Indonesia in the future in the future
REVITALISASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM TATARAN PEMIKIRAN SOEKARNO
Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui revitalisasi pendidikan Islam dalam tataran pemikiran Soekarno. Metode digunakan penelitian ini menggunakan metode sejarah (historical method). Adapun langkah yang digunakan dalam penelitian, yaitu pertama mengumpulkan sumber (heuristik), ke dua adalah kritik sumber atau verifikasi, langkah ke tiga interpretasi, langkan ke empat rekontruksi historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Islam mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan sebagaimana disampaikan Soekarno dalam pemikirannya yaitu tertutupnya pintu ijtihad dan masih berpegang pada taqlid. Proses pendidikan Islam yang dikembangkan masih bersifat tradisional anti modern. Soekarno mengatakan pendidikan Islam merupakan arena untuk mengasah akal, mempertajam akal, dan mengembangkan intelektualitas. Peran akal bagi Soekarno memiliki posisi penting dalam setiap langkah kehidupan manusia. Bagi Soekarno, hanya dengan cara tersebut kemajuan dibidang ilmu dan teknologi dapat diraih yang pada gilirannya membawa kebangkitan Islam. Soekarno menghendaki adanya integrasi antara pendidikan Islam dengan pengetahuan umum. Dengan adanya integrasi maka dengan mudah memahami nilai-nilai ke Islaman dengan baik sehingga akan terwujud kebahagiaan baik dunia maupun akhirat.Abstract: This study aims to determine the revitalization of Islamic education at Soekarno's level of thought. The method used in this study uses the historical method (historical method). The steps used in this research are first collecting sources (heuristics), second is source criticism or verification, third step is interpretation, fourth step is historiographical reconstruction (historical writing). The results of the research show that: Islam is experiencing setbacks. This is because, as Soekarno stated in his thoughts, namely the closing of the door to ijtihad and still adhering to taqlid. The process of Islamic education being developed is still traditional and anti-modern. Soekarno said Islamic education was an arena to hone reason, sharpen reason, and develop intellect. The role of reason for Soekarno has an important position in every step of human life. For Soekarno, only in this way could progress in the field of science and technology be achieved which in turn would bring about the revival of Islam. Soekarno wanted the integration between Islamic education and general knowledge. With integration, it is easy to understand Islamic values properly so that happiness will be realized in both the world and the hereafter
Jenis Fungi Yang Terdapat Pada Serasah Daun Acacia mangium
Fungi are cosmopolite organisms that able to grow in any substrates such as Acacias leaf litters. The aim of this research was to identify the fungi from litter layers. Identifying was done by observing fungal structure and colonies characters on PDA. Isolates which were estimated as Basidiomycetes tested by laccase test and peroxidase test. Based on those characters, there was 7 isolates from genera of Pythium belongs to Mastigomycetes, 1 isolate from Basidiomycetes and 6 genera belongs to Deuteromycetes, i.e. 5 isolates of Penicillium, 10 isolates of Aspergillus, 5 isolates of Trichoderma, 2 isolates of Fusarium, 1 isolate of Geotrichum and 1 isolate of Phialophora. Seven other isolates were unidentified
Antagonistic Ability of Trichoderma sp. against Ganoderma sp. on Litter Medium of Acacia mangium
Trichoderma sp are common fungi in the soil and play important role in decomposing of cellulose-rich. The distribution of Trichoderma sp (TBPH isolate) in litter layers of Acacia mangium was observed in two years old of health standing (2S) and Ganoderma sp-attacked standing (2G). The objectives of this research were to observe Trichoderma sp distributions in leaf litter layers and to determine of antagonistic ability of Trichoderma sp TBPH against Ganoderma sp (GBR isolate). Trichoderma sp in sawdust medium was spread above of F litter layer in 50 x 50 cm area. Total populations of Trichoderma were observed each month during eight months. Antagonistic activities of Trichoderma sp TBPH against Ganoderma sp GBR were tested by dual test method on PDA and PDA with litter powder (PDAS) media. The results showed that populations of Trichoderma sp were fluctuating and the highest population on both standings of F layer and were followed by H and L layers. Fluctuations of Trichoderma sp population on L layer were tended to follow rainfall fluctuations while those on F layer were tended to follow litter pH fluctuations. Antagonistic test showed that inhibition percentage of PDAS medium was lower than those of PDA medium indicating litter amendment on media being causes of lower antagonistic activities of Trichoderma sp
KOLONISASI FUNGI PADA SERASAH Acacia mangium
Fungi are an important role in litter decomposition process, because most of them able to decompose lignocelluloses in the litter. Fungal colonization on leaf litter of Acacia mangium was observed on shaded and unshaded places to study pattern of fungal colonization in the Acacias forest floor. Samples were taking by quadrate method. Fungal colonization was observing by removed surface of litter layer on 1x1 m2 area and then observed them and measured each of fungal colony used metal rule. The result showed that there are different sizes of fungal colonies in both shaded and unshaded places. Colonies size at shaded place were 40 to 100 cm while at unshaded place were 25 to 50 cm. Fungal mycelium in each colonies not only distribute on the litter layers surface but also distribute into the bottom of litter layers.Fungi are an important role in litter decomposition process, because most of them able to decompose lignocelluloses in the litter. Fungal colonization on leaf litter of Acacia mangium was observed on shaded and unshaded places to study pattern of fungal colonization in the Acacias forest floor. Samples were taking by quadrate method. Fungal colonization was observing by removed surface of litter layer on 1x1 m2 area and then observed them and measured each of fungal colony used metal rule. The result showed that there are different sizes of fungal colonies in both shaded and unshaded places. Colonies size at shaded place were 40 to 100 cm while at unshaded place were 25 to 50 cm. Fungal mycelium in each colonies not only distribute on the litter layers surface but also distribute into the bottom of litter layers
SULTAN HAMID II: DIBALIK LAYAR LAMBANG GARUDA TENGGELAM DALAM SEJARAH
Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah menguak tentang siapa sebenarnya Sultan Hamid II. Hingga saat ini Sultan Hamid II menjadi bahan perdebatan dalam kalangan sejarawan. Sultan Hamid II merupakan sosok tokoh yang sangat misterius karena sampai saat ini keberadaan beliau seolah tenggelam dalam sejarah. Adapun untuk menguak keberadaan tokoh ini peneliti penulis menggunakan metode sejarah. Ada empat tahapan dalam metode sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Sultan Hamid II tenggelam dalam sejarah akibat pro dan kontra bagi kalangan sejarawan. Satu sisi Sultan Hamid II merupakan sosok sumbangsih pemikiran terhadap bangsa Indonesia. Tapi di sisi lain Sultan Hamid II merupakan sosok seorang pemberontak. Perdebatan ini kini belum usai masing-masing mengkalaim dan punya data dan argumen masing-masing. Sampai saat ini belum menemukan sebuah titik temu untuk mengakui keberadaan Sultan Hamid II apakah sebagai pahlawan atau sebagai penghianat
PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT DESA TIRTAMULYA KECAMATAN AIR SUGIHAN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR TENTANG STATUS TANAH WAKAF YANG TIDAK TERCATAT OLEH PPAIW
Kata kunci: persepsi tokoh masyarakat desa Tirtamulya Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir tentang status tanah wakaf yang tidak tercatat oleh PPAIW. Mengenai pelaksanaan perwakafan yang terjadi di desa Tirtamulya yang dilakukan hanya dengan secara lisan dihadapan beberapa orang sebagai saksi tanpa diketahui dan tercatat oleh petugas PPAIW dikhawatirkan dengan perkembangan zaman nantinya terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Persepsi tokoh masyarakat desa Tirtamulya Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir Tentang Status Tanah Wakaf yang Tidak Tercatat Oleh PPAIW”. Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk mengetahui bagaimana status tanah wakaf di Desa Tirtamulya yang tidak tercatat oleh PPAIW menurut UndangUndang Nomor 41 Tahun 2004, apa faktor yang menyebabkan masyarakat desa Tirtamulya tidak mendaftarkan tanah wakaf kepada PPAIW dan bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap status tanah wakaf yang tidak tercatat oleh PPAIW.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilakukan di desa Tirtamulya Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir, yaitu dengan cara mengambil dan mengumpulkan data dari lingkungan dan jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data yang berupa pertanyaan-pertanyaan. Wawancara ditujukan kepada kepala desa, tokoh masyarakat dan orang-orang yang berhubungan langsuuung dengan perwakafan.sumber data yang digunakan adalah data primer, sekunder dan tersier, kemudian data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriftif kualitatif dan ditarik kesimpulan secara deduktif.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa status hukum tanah wakaf yang ada di Desa Tirtamulya Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, karena dalam proses dan tata cara perwakafan yang dilakukan oleh masyarakat desa Tirtamulya tidak berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan oleh UndangUndang Nomor 41 Tahun 2004. Kemudian Faktor yang menyebabkan masyarakat desa Tirtamulya tidak mendaftarkan tanah wakaf di PPAIW, disebabkan kurangnya pengetahuan bagaimana prosedur pendaftarannya. wakaf adalah suatu bentuk amal jariyah yang bersifat ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT. Selain itu juga karena kurangnya kepedulian dari pemerintah desa maupun dari pihak PPAIW. Dalam pandangan tokoh masyarakat desa Tirtamulya mengenai status tanah wakaf yang tidak terdaftar di PPAIW, mereka berpendapat bahwa status tanah wakaf yang ada di desa Tirtamulya itu status hukumnya sudah resmi dan sudah sah menjadi tanah wakaf dan sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi. Dengan dasar niat dan tujuan dari hati nurani sekeluarga sudah ikhlas lillaahita‟ala lahir batin dunia akhirat hanya mengharap ridho dari Allah SWT
Keefektifan Pemanfaatan Lingkungan Sekitar sebagai Media Pembelajaran IPS di SMP Muhammadiyah I Moyudan dan Minggir, Sleman, Yogyakarta
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan media lingkungan sekitar dan menggunakan media konvensional, 2) perbedaan hasil belajar antara siswa dengan modernitas tinggi dan siswa dengan modernitas rendah, dan 3) interaksi pengaruh media pembelajaran dan modernitas individu terhadap hasil belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan design faktorial 2× 2. Subjek penelitian ini adalah 40 siswa, yaitu 20 siswa kelas 2 SMP Muhammadiyah I Moyudan sebagai kelas eksperimen dan untuk 20 siswa kelas 2 SMP Muhammadiyah I Minggir sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan angket untuk modernitas individu. Tes hasil belajar dan angket modernitas individu divalidasi dengan meminta pendapat ahli dan uji coba lapangan. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan teknik korelasi ANAVA 2×2 dengan taraf signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) hasil belajar pada siswa yang menggunakan media lingkungan sekitar lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan media konvensional (8,95 > 5,10) dengan α = 0,001 5,55) dengan α = 0,037 < 0,05; 3) ada interaksi pengaruh antara media pembelajaran dan modernitas individu terhadap hasil belajar siswa dengan α = 0,000. Dengan demikian media lingkungan sekitar sangat efektif untuk pembelajaran IPS pada siswa dengan modernitas tinggi
Antagonistic Ability of Trichoderma sp. against Ganoderma sp. on Litter Medium of Acacia mangium
Trichoderma sp are common fungi in the soil and play important role in decomposing of cellulose-rich. The distribution of Trichoderma sp (TBPH isolate) in litter layers of Acacia mangium was observed in two years’ old of health standing (2S) and Ganoderma sp-attacked standing (2G). The objectives of this research were to observe Trichoderma sp distributions in leaf litter layers and to determine of antagonistic ability of Trichoderma sp TBPH against Ganoderma sp (GBR isolate). Trichoderma sp in sawdust medium was spread above of F litter layer in 50 x 50 cm area. Total populations of Trichoderma were observed each month during eight months. Antagonistic activities of Trichoderma sp TBPH against Ganoderma sp GBR were tested by dual test method on PDA and PDA with litter powder (PDAS) media. The results showed that populations of Trichoderma sp were fluctuating and the highest population on both standings of F layer and were followed by H and L layers. Fluctuations of Trichoderma sp population on L layer were tended to follow rainfall fluctuations while those on F layer were tended to follow litter pH fluctuations. Antagonistic test showed that inhibition percentage of PDAS medium was lower than those of PDA medium indicating litter amendment on media being causes of lower antagonistic activities of Trichoderma sp
Kemampuan Ganoderma dan Trichoderma Mendekomposisi Serasah Acacia mangium (The Ability of Ganoderma and Trichoderma to Decompose Acacia mangium Litter)
Litter decomposition ability of fungi has an important role in forest floor ecosystem. The abilities of Ganoderma sp and Trichoderma sp to decompose Acacia mangium leaf litters at laboratory scale were observed. Litters from L and F layers in the field ca. 100 g were used as substrates in plastic bags. Each fungus was inoculating onto substrates and incubates at room temperature, then observed each month during six months. Weight losses (WL) of litter, lignin and cellulose contents during decomposition were measured. Colonization of Ganoderma in litter and PDA with litter powder were also observed. The results showed that WL of litters, lignin and cellulose by Ganoderma were low. WL of L and F litters were 3.99% and 4.57% respectively, while WL of L and F lignin were 8.17% and 7.11% respectively, and WL of L and F cellulose were 3.63% and F 2.59% respectively. WL of L and F litters by Trichoderma were 3.20% and 3.20% respectively, while WL of L and F lignin were 3.83% and 3.85% respectively, and WL of L and F cellulose were 2.43% and 3.17% respectively. The growth of Ganoderma was better at PDAS than that at PDA; therefore L litter layer was suitable for growing Ganoderma
- …
