1,720,960 research outputs found
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI OBJEK WISATA BINTANG GALESONG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR
Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan media promosi untuk objek wisata
Bintang Galesong. Penulis menggunakan penelitian dan pengembangan atau
Research & Development (R&D) dengan tahapan 4D sebagai metode pendekatan.
Pada proses penelitian penulis melakukan pengumpulan data dengan materi
wawancara kepada pemilik Bintang Galesong, observasi dan dokumentasi langsung
di lokasi objek wisata Bintang Galesong, serta melakukan studi pustaka untuk
mengumpulkan informasi mengenai perancangan media promosi. Selanjutnya
penulis melakukan analisis data yang bertujuan untuk menentukan materi
komunikasi, target audience, dan strategi manajemen komunikasi serta alur
perancangan. Penulis kemudian melakukan proses pengembangan pada tahap
produksi yang terdiri dari pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Hasil dari
perancangan media promosi ini berupa video yang berdurasi 3 menit yang
beresolusi Full HD 1920x1080 pixel dengan 29 FPS atau 29 frame rate per second.
Kata Kunci: Media promosi, video, Bintang Galeson
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA MENURUT REGULASI DESA (STUDI KASUS DESA POMBAKKA, KECAMATAN MALANGKE BARAT, KABUPATEN LUWU UTARA
ABSTRAK
Saldi, 2022. Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Menurut Regulasi Desa (Studi
Kasus Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten
Luwu Utara) dibimbing oleh Dr. Mustaming dan H.Mukhtaram
Ayyubi
Penelitian ini membahas tentang Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Menurut
Regulasi Desa (Studi Kasus Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat,
Kabupaten Luwu Utara). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keterlibatan
Masyarakat Dalam Proses Penyusunan Program Pembangunan Desa, Serta
bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Menurut Regulasi
Desa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini
merupakan suatu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi
objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik
pengumpulan datanya dilakukan dengan cara triangulasi (gabungan), analisis data
bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada
generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Keterlibatan masyarakat dalam
proses penyusunan program pembangunan desa pombakka belum melibatkan
masyarakat sepenuhnya, namun kenyataan dilapangan berbeda. Partisipasi
masyarakat dalam proses penyusunan program pembangunan desa pombakka
dengan melakukan muasyawarah. Tetapi 5 dusun di desa pombakka tidak pernah
melakukan musyawara di tingkat dusun untuk merencanakan program
pembangunan desa, melainkan hanya partisipasi kepala dusun itu sendiri yang
memberikan perencanaan program pembangunan desa yang dikatakan sudah di
musyawarakan. Efektivitas pengelolaan dana desa menurut regulasi desa menurut
Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Republik tujuan pemerintah menyalurkan dana desa adalah agar desa dapat
mengatur dan mengelola pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Dana
desa tersebut dikelola melalui mekanisme pembangunan masyarakat desa dan
terencana terkait pembangunan desa yang dibahas dan disepakati dalam
musyawarah desa. Progeram pembangunan desa dari tahun 2017-2021 belum di
lakukan secara efektif, penggunaan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat
tercantum dalam perencanaan program pembangunan desa namun tidak terlaksana
sesuai dengan program yang di rencanakan pemerintah desa tetapi dana untuk
pemberdayaan tersebut dicairkan.
Kata Kunci: Efektivitas, pemerintah, pembangunan, partisipasi, masyarakat, des
Tradisi Massambung belayang suku Mandar Sattoko perspektif ‘Urf: Studi Desa Sattoko Kec. Mapilli Kab. Polewali Mandar
ABSTRAK
Tradisi Massambung Belayang (perjodohan sepupu) yang ada desa Sattoko tak lain ialah untuk menjaga hubungan kekerabatan hampir terputus sebab tempat tinggal yang berjauhan, karena saling tidak berkomunikasi, jadi masyarakat desa Sattoko memiliki tradisi massambung belayang untuk menjaga ikatan persaudaraan agar tidak terputus. Penelitian ini bertujuan untuk membehas: 1). Tentang bagaimana pelaksanaan tradisi massambung belayang, 2). Bagaimana tradisi massambung belayang dalam kajian ‘Urf.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan Empiris, sumber data berasal dari wawancara lansung dari beberapa narasumber.
Hasil penelitian yakni, pelaksanaan prosesi tradisi massambung belayang masyarakat di desa Sattoko sampai saat ini masih tetap dilakukan. Ada beberapa yang masih melaksanakan dengan tujuan untuk menjaga kekerabatan. Di dalam tradisi massambung belayang itu terdiri dari beberapa prosess, ialah: a). Messisiq (melamar), b). Mappaende (memberikan seserahan), c). Mappajahi (memperjelas), d). Mattanda allo (menentukan hari). Kemudian jika dilihat dari prespektif ‘Urf adalah merupakan dalam‘urf as-shahih karena tradisi itu tidak melanggar hukum syariat yang mana diperbolehkan untuk menikahi sepupu sebagaimana yang ada dalam al-Qur’an dan sunnah Nabi.
ABSTRACT
The Massambung Belayang tradition, or cousin marriage, in Sattoko Village serves as a means to preserve kinship ties that have been strained due to geographical distances and lack of communication. This research aims to explore two main aspects: 1) the implementation of the Massambung Belayang tradition, and 2) an analysis of the tradition within the framework of 'Urf (customary practices).
This study employs a field research approach with an empirical focus, utilizing direct interviews with various informants.
The findings reveal that the Massambung Belayang tradition continues to be practiced in Sattoko Village as a means of maintaining familial bonds. The tradition consists of several processes, including a) Messisiq (proposal), b) Mappaende (presenting dowry), c) Mappajahi (clarification), and d) Mattanda allo (setting the wedding day). From the perspective of 'Urf, the tradition aligns with 'urf as-shahih (accepted custom) as it does not violate Sharia law. Marrying cousins is permissible in Islam, as indicated in the Qur'an and the Sunnah of the Prophet.
مستخلص البحث
تقليد ماسامبونج بيليانغ (زواج الأقارب) الذي يحدث في قرية ساتوكو ليس سوى محاولة للحفاظ على الروابط القرابة التي تكاد تنقطع بسبب المسافات الجغرافية البعيدة ونقص التواصل. لذلك، يمتلك سكان قرية ساتوكو تقليد ماسامبونج بيليانغ للحفاظ على العلاقات الأسرية ومنع انقطاعها. يهدف هذا البحث إلى مناقشة: 1) كيفية تنفيذ تقليد ماسامبونج بيليانغ، 2) كيف يُدرس تقليد ماسامبونج بيليانغ في إطار "العرف".
هذا البحث هو بحث ميداني (أبحاث الميدان) باستخدام منهج تجريبي، حيث تأتي مصادر البيانات من مقابلات مباشرة مع عدة متحدثين.
أظهرت نتائج البحث أن تنفيذ مراسم تقليد ماسامبونج بيليانغ في مجتمع قرية ساتوكو مستمر حتى الوقت الحالي. هناك بعض الأفراد الذين يمارسون هذا التقليد بهدف الحفاظ على العلاقات القرابية. يتألف تقليد ماسامبونج بيليانغ من عدة عمليات، مثل: أ) مسيسيق (طلب الزواج)، ب) ماباندي (تقديم الهدايا)، ج) ماباجاهي (توضيح الأمور)، د) ماتاندا ألو (تحديد اليوم). وإذا نظرنا إلى منظور "العرف"، فإنه يعد جزءًا من "العرف الصحيح" لأن هذا التقليد لا ينتهك شريعة الشريعة، حيث يُسمح بالزواج من الأقارب كما هو موجود في القرآن الكريم وسنة النبي
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SARANA PRASARANA DI SMP NEGERI 1 ULUSALU KEC. LATIMOJONG
ABSTRAK
Saldi, 2022. “Implementasi Manajemen Sarana Prasarana di SMP Negeri 1
Ulusalu Kecamatan Latimojong”. Skripsi Program Studi
Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo, di bimbing oleh (1)
Hilal Mahmud, (II) Firman
Skripsi ini membahas tentang Implementasi Manajemen Sarana Prasaran
di SMP Negeri 1 Ulusalu Kecamatan Latimojong. Penelitian ini mengangkat
permasalahan yaitu: (1). bagaiamana keadaan sarana prasarana di SMPN 1
Ulusalu ((2). bagaiamanaPelaksanaan Manajemen Sarana Prasarana di SMP
Negeri 1 Ulusalu (3). Apa faktor yang menjadi penghambat dan pendukung
Manajemen Sarana Prasarana di SMP Negeri 1 Ulusalu. Penelitian ini bertujuan:
(1). unuk mengetahui keadaan sarana prasarana di SMPN 1 Ulusalu, (2). untuk
mengetahui pelaksanaan manajemen sarana prasarana di SMPN 1 Ulusalu (3).
untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung manajemen sarana
prasarana di SMPN 1 Ulusalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun data penelitian
dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data
yang didapatkan dari hasil pengumpulan data, dianalisis dengan cara mereduksi
data, menyajikan data dan menarik kesimpulan serta melakukan validasi data
dengan beberapa uji keabsahan data. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan dapat
disimpulkan bahwa hasil penelitian ini yaitu: (1). Keadaan sarana prasarana di
SMPN 1 Ulusalu meliputi; Ruang kepala sekolah, Ruang guru, perpustakaan, Lab
IPA, Ruang kelas ada tiga, Ruang ganti siswa dua, WC guru empat, WC siswa
dua, Mushollah, pos jaga satpam. (2). Pelaksanaan manajemen sarana prasarana di
SMP Negeri 1 Ulusalu meliputi perencanaan,pengadaan, inventarisasi,
pemeliharaan dan penghapusan. Perencanaan sarana prsarana di SMPN 1 ulusalu
dilakukan dengan analisis kebutuhan terlebih dahulu, kemudian ditetapkan sarana
prasarana yang dibutuhkan. Pengadaan sarana prasarana di SMPN 1 Ulusalu
dilakukan dengan membuat perencanaan kebutuhan sarana prasarana terlebih
dahulu. Pemeliharaan sarana prasarana di SMPN 1 Ulsalu dilakukan oleh semua
stakeholder yang ada di sekolah, dalam melakukan pemeliharaan pihak sekolah
tidak memiliki waktu khusus, tetapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Penghapusan sarana prasarana di SMPN 1 Ulusalu belum dilakukan karena sarana
prasarana yang ada di sekolah terbatas dan dana yang digunakan sekolah juga
masih terbatas. (3). Faktor penghambat manajemen sarana prasarana di SMPN
1Ulusalu adalah dana yang terbatas, sumber daya manusia terbatas dan lokasi
sekolah yang susah untuk dijangkau. Faktor pendukungnya adalah adanya kerja
sama yang baik antara semua stakeholder yang ada di sekolah.
Kata kunci : Implementasi manajemen. Sarana prasaran
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
