19 research outputs found
Pengaruh Iklim Kelas, Inteligensi Intrapersonal dan Motivasi Belajar Matematika Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika pada Kelas X SMA Negeri Sekabupaten Sidrap
ABSTRAK
RUSTIANI. S, 2014. Pengaruh Iklim Kelas, Inteligensi Intrapersonal dan Motivasi Belajar Matematika Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika pada Kelas X SMA Negeri Sekabupaten Sidrap. (dibimbing oleh Djadir dan Awi Dassa)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh iklim kelas, inteligensi intrapersonal terhadap hasil belajar matematika baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri Sekabupaten Sidrap. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Sekabupaten Sidrap tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 1025 dengan jumlah sampel 251. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Skala iklim kelas, (2) Skala inteligensi intrapersonal, (3) Skala motivasi belajar, dan (4) Tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistika deskriftif dan analisis Jalur (Path Analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar siswa Kelas X SMA Negeri Sekabupaten Sidrap memiliki iklim kelas berada dalam kategori tinggi, inteligensi intrapersonal, dan motivasi belajar berada dalam kategori sedang, serta hasil belajar matematika berada dalam kategori rendah; (2) Iklim kelas secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika melalui motivasi belajar; (3) Inteligensi intrapersonal secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika melalui motivasi belajar.
ABSTRACT
RUSTIANI S. 2014. The Influence of Classroom Climate, Intrapersonal Intelligence, and Learning Motivation of Students Toward Mathematics Learning Result in Class X at SMAN in Sidrap District (supervised by Djadir and Awi Dassa).
The study aimed at analyzing the influence if classroom climate and intrapersonal intelligence on learning result of Mathematics both directly and indirectly through motivation of class X students at SMAN in Sidrap. The study was an ex-post facto with causality in nature. The population of the study was 1025 students of class X at SMAN in Sidrap of academic year 2013/2014, and the sample was 251 students. Sample was selected by employing proportional stratified random sampling technique. The instruments used were (1) classroom climate scale, (2) intrapersonal intelligence scale, (3) learning motivation scale, and (4) test result of Mathematics. Data were analyzed by employing descriptive statistics and path analysis.
The results of the study revealed that (1) most students of class X at SMAN in Sidrap had classroom climate in high category; intrapersonal intelligence and learning motivation ware in extremely high category; and the learning result was in low category, (2) the classroom climate directly and indirectly contributed positive influence on learning result through learning motivation, and (3) the intrapersonal intelligence directly and indirectly contributed positively on learning result through learning motivation
Penerapan Teori Belajar Bloom dan Krathwohl dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kesebangunan pada Peserta Didik Kelas IX.A SMP Negeri 1 Duapitue
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kesebangunan pada peserta didik kelas IX.A SMP Negeri 1 Duapitue Kabupaten Sidrap melalui Teori Belajar Bloom dan Krathwohl. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.ASMP Negeri 1 Duapitue Kabupaten Sidrap, yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari 1 laki-laki dan 19 perempuan. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Prosedur kerja penelitian setiap siklus berlangsung empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes dan pengamatan melalui lembar observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar kesebangunan padapeserta didik kelas IX.ASMP Negeri 1 Duapitue Kabupaten Sidrap setelah dilakukan proses pembelajaran melalui Teori Belajar Bloom dan Krathwohl yang ditandai dengan: (1) Meningkatnya skor rata-rata hasil belajar kesebangunan peserta didik yaitu 75,25 pada siklus I meningkat menjadi 90,25 pada siklus II, atau meningkat sebesar 15%. (2) Meningkatnya persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II yaitu 65% menjadi 100% (tuntas secara klasikal). (3) Meningkatnya rata-rata persentase aktivitas peserta didik yang sesuai dengan proses pembelajaran dari siklus I sebesar 58,67% menjadi 67,67% pada siklus II, dan menurunnya aktivitas peserta didik yang tidak sesuai dengan pembelajaran yaitu sebesar 6,66% dari 23,33% pada siklus I menjadi 16,67% pada siklus II. Hal ini sejalan dengan semakin meningkatnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
Efektivitas Model Treffinger Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pada Materi Logika
Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab rendahnya hasil belajar mahasiswa, diantaranya adalah perencanaan dan implementasi pembelajaran yang dilakukan oleh dosen tampaknya masih dilandasi dengan metode transfer informasi. Kondisi pembelajaran seperti ini akan menimbulkan kebosanan bagi mahasiswa karena tidak dapat melihat hubungan antar materi pelajaran yang telah dipelajari dengan materi berikutnya. Model Treffinger dirancang untuk memperkuat struktur kognitif mahasiswa dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada materi logika. Hasil pre-test mahasiswa pendidikan matematika yang berjumlah 15 orang sebelum diterapkan model pembelajaran Treffinger, berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata sebesar 60,61. Hasil post-test mahasiswa pendidikan matematika yang berjumlah 15 orang sesudah diterapkan model pembelajaran Treffinger, berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 85,43. Rata-rata mahasiswa yang memberi respon positif terhadap pengunaan model pembelajaran Treffinger sebesar 80,09%. Berdasarkan hasil yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Treffinger pada materi logika efekti
AN ANALYSIS OF FLEMING’S THEORY ON VARK (VISUAL, AURAL, READ/WRITE, AND KINESTHETIC) LEARNING STYLE IN COLLEGE STUDENTS
This study was aimed at investigating the kinds of learning style used by college students in learning English vocabulary. The researchers categorized the kinds of learning style based on Fleming’s theory into Visual (V), Aural (A), Read/Write (R), and Kinesthetic (K). Further, they used questionnaire and interview to collect the data from forty participants. The instruments were applied right after the participants finished their vocabulary course. The result of questionnaire shown that students used Kinesthetic (K) learning style for learning English in general. Meanwhile the result of the interview shown that learning style used by college students for learning English vocabulary was read/write (R) type. It can be concluded that most students used different learning styles for different purposes. The learning style can change over time according to the conditions that students need. Based on the stages of cognitive development, it can be said that college students included to adulthood which means they use abstract thought when they learnt something. They should have been able to understand the vocabulary by using visual learning style, since kinesthetic style is more suitable for children between 2 and 7 years of age than for adults. This indicates that between student’s beliefs and teacher’s beliefs are incompatible
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah dengan Pendekatan Saintifik Pada Pokok Bahasan Geometri untuk Peserta Didik SMA Kelas X
This study was a research and development which aimed at developing and producing mathematics learning tool for Geometry learning which was valid, reliable, objective, and practical.The product expected from this study was the learning tools on the topic of Geometry which was valid (R>85%), practical ( observe = 2) , and effective (THB = 85,7%, students activity > 80%, and positive response 98,7%). The product was consisted of 8 components, namely (1) Lesson plan; (2) Text book; (3) Worksheet; (4) Evaluation test of learning tools; (5) Observation sheet of students activity; (6) Observation sheet on implementation of learning tool; (7) questionnaire of students respons; and (8) validation sheet. The development process of authentic evaluation instrument used the modification of 4-D Model from Thiagarajan.The tried out was conducted at SMAN 1 Enrekang to grade X students. The result of the study revealed that the development of authentic evaluation instrument for Geometry learning which was valid, reliable, objective, and practical. Suggestion for this study are (1) other researchers who are interested in developing this study should learn the limitation of this study and (2) the development of authentic evaluation instrument for Geometry learning should also develop other subject materials to assist teachers in evaluating student’s based on their competence
Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Scramble Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 7 Enrekang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar matematika siswa dengan model kooperatif tipe scramble. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data yang yang direncanakan terdiri dari 4 komponen yakni; (1) observasi (2) Tes, (3) Dokumentasi dan (4) Angket. Penelitian ini difokuskan pada siswa kelas VII B SMPN 7 Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imetode pembelajaran tipe Scramble meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VII B SMPN 7 Enrekang
Literature Review: Eksplorasi Etnomatematika pada Rumah Adat (Tongkonan) Tana Toraja
Ethnomathematics is a field of study that connects mathematics with the culture of a specific community. In the context of Tana Toraja, the Tongkonan traditional house is a rich cultural representation imbued with mathematical values. This article summarizes research findings on the use of ethnomathematics in the architecture and symbols found in the Tongkonan traditional houses of Tana Toraja. The Tongkonan, the traditional house of the Toraja tribe in Tana Toraja, South Sulawesi, holds not only cultural and spiritual values but also significant archaeological importance. This research aims to identify the types of wood used in the archaeological components of Tongkonan at the Buntu Pune site, as well as to understand the techniques of selecting and using wood in this traditional construction. This study provides insights into how the Toraja people sustainably utilize natural resources and support the conservation of their cultural heritage
Literature Review: Media Game Edukasi Interaktif dalam Pembelajaran Matematika
Pembelajaran matematika sering kali dianggap menantang oleh banyak siswa, terutama ketika konsep-konsep abstrak harus dipahami secara mendalam. Dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar dan minat siswa terhadap matematika, para pendidik mulai mencari pendekatan yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran media game indukasi interaktif dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode literature review. Literature review adalah sebuah tinjauan yang komprehensif terhadap penelitian-penelitian yang telah ada terkait dengan topic atau bidang studi tertentu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa media game edukasi interaktif dinyatakan valid dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika, penggunaan game edukasi interaktif membuat siswa menjadi bersemangat dan tidak merasa bosan dalam belajar, media game edukasi interaktif berpengaruh dalam meningkatkan minat, motivasi, prestasi, dan hasil belajar siswa. Dan media game edukasi interaktif ini juga dapat menjadi salah satu media pembelajaran matematika yang dapat digunakan oleh para guru dalam proses belajar mengajar dan dapat mempermudah siswa dalam belajar matematik
Penerapan Teknik Pembelajaran Probling Prompting untuk meningkatkan Pemahaman Konsep Bangun Ruang Dimensi Tiga Siswa Kelas X SMAN 1 Messawa
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang dimensi tiga pada siswa kelas X SMAN 1 Messawa melalui penerapan teknik pembelajaran probing prompting. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 32 orang yang terdiri dari 14 laki-laki dan 18 perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus berlangsung empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pemahaman konsep dan lembar observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep bangun ruang dimensi tiga siswa kelas X SMAN 1 Messawa setelah dilakukan proses pembelajaran melalui teknik pembelajaran probing prompting yang ditandai dengan: (1) Meningkatnya skor rata-rata pemahaman konsep bangun ruang dimensi tiga siswa dari siklus I yaitu dengan nilai 70,19 menjadi 85,15 pada siklus II. (2) Peningkatan ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I yang belum tercapai secara klasikal hanya mencapai 49,2%, namun pada siklus II telah tercapai ketuntasan secara klasikal yaitu 95,3%. (3) Meningkatnya persentase aktivitas siswa yang sesuai dengan pembelajaran dari siklus I yaitu sebesar 42,11% menjadi 52,31% pada siklus II, dan menurunnya persentase aktivitas siswa yang tidak sesuai dengan pembelajaran dari siklus I yaitu sebesar 30,33% menjadi 19,88% pada siklus II. Hal ini sejalan dengan semakin meningkatnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
Kemampuan Problem Posing Matematika Siswa Ditinjau Dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent Di SMP Negeri 4 Enrekang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan problem posing matematika berdasarkan gaya kognitif field dependent dan field independent di SMP Negeri 4 Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Enrekang selama kurang lebih 1 bulan yakni mulai bulan Februari sampai Maret 2022. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII C SMPN 4 Enrekang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan intstrumen Group Embeded Figures Test (GEFT) dan instrument Pengajuan Masalah Matematika. Berdasarkan hasil analisis kemampuan pengajuan masalah matematika siswa ditinjau dari kaya kognitif field dependent dan field independent pada materi penyajian data kelas VIII di SMP Negeri 4 Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan siswa GKFD dalam mengajukan masalah dengan 2 informasi yang telah diberikan pada tes pengajuan masalah hanya dapat memenuhi 2 kategori kemampuan pengajuan masalah, yaitu reformulasi masalah dan rekonstruksi masalah. 2) Kemampuan siswa GKFI dalam mengajukan masalah dengan 2 informasi yang telah diberikan pada tes pengajuan masalah sudah memenuhi semua kategori kemampuan pengajuan masalah secara lengkap, yaitu reformulasi masalah, rekonstruksi masalah, dan imitasi masalah
