27 research outputs found

    Pengembangan Perangkat Asesmen Autentik pada Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific Materi Eksponen dan Logaritma di Kelas X SMA Negeri 1 Pangsid

    Full text link
    ABSTRAK PUTRIYANI S. Pengembangan Perangkat Asesmen Autentik pada Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific Materi Eksponen dan Logaritma di Kelas X SMA Negeri 1 Pangsid (Dibimbing oleh Ruslan dan Awi Dassa). Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk mengembangkan Perangkat Asesmen Autentik pada Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific untuk materi pokok Eksponen dan Logaritma pada Peserta didik Kelas X SMA Negeri 1 Pangsid Kabupaten Sidrap. Subjek penelitian ini adalah Peserta didik kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Pangsid sebanyak 42 orang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 38 orang perempuan. Prosedur pengembangan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses pengembangan instrumen asesmen autentik menurut Djaali & Muljono (2008: 60) dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) mengembangkan dimensi dan indikator dari variabel penelitian, 2) membuat kisi-kisi instrumen, 3) menetapkan besaran atau parameter, 4) menjabarkan butir-butir instrumen ke dalam bentuk pertanyaan dan pernyataan, 5) tahap validasi pakar, 6) revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar, 7) penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba, 8) uji coba instrumen di lapangan, 9) menentukan validitas dan reliabilitas instrumen, dan 10) perakitan butir-butir instrumen yang valid unjuk dijadikan instrumen final. Perangkat asesmen autentik pada pembelajaran dengan pendekatan scientific yang telah dikembangkan, telah divalidasi oleh pakar dan praktisi serta telah diujicobakan sehingga didapatkan hasil yang layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat asesmen autentik pada pembelajaran dengan pendekatan scientific bersifat valid dan reliabel. Perangkat asesmen autentik yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel secara rasional maupun empirik meliputi instrumen penilaian sikap: Lembar Observasi Sikap Spiritual, Rubrik dan Lembar Observasi Sikap Sosial. Instrumen penilaian pengetahuan: 1) Kisi-Kisi Tes, 2) Tes Kompetensi, 3) Rubrik dan Lembar Penilaian Tes Kompetensi. Instrumen penilaian keterampilan: 1) Tes Kinerja, dan 2) Rubrik dan Lembar Penilaian Tes Kinerja. ABSTRACT PUTRIYANI S. 2014. Development of Authentic Assessment Tools Using Scientific Approach Learning on the Exponents and Logarithms Subject in Class X at SMA Negeri 1 Pangsid (Supervised by Ruslan and Awi Dassa). This was a Research and Development aimed at developing Authentic Assessment learning tools using Scientific approach learning on the Exponents and Logarithms subject of class X at SMA Negeri 1 Pangsid. The subjects were 42 students of class X MIA 2 at SMA Negeri 1 Pangsid as many consisted of 4 men and 38 women. The instrument development procedure used in this study was based on Djaali & Muljono consisted of several steps: 1) developing the dimensions and indicator of research variable, 2) creating an instrument outline, 3) determining the amount or parameters, 4) describing the items instrument in the form of question and statements, 5) the expert of validation, 6) revising or improvements based on expert feedback, 7) copying the instrument for the testing purposes, 8) testing the instrument, 9) determining the validity and reliability of the instrument, and 10) arranging a valid item of instrument to be used as the final instrument. The authentic assessment learning tools developed using scientific approaches had been validated by the experts and practitioners as well as tested to obtain decent results to be used. The result showed that the authentic assessment learning tools using scientific approach was rational and empirical valid and reliable, including the attitude asssessment instruments: spiritual attitude observation sheet, rubrics and social attitudes observation sheet. The cognitive assessment instruments included: 1) test outline, 2) competency test, 3) rubrics and competency test assessment sheet. The skills assessment instruments were: 1) performance test, and 2) rubric and performance tests assessment sheet

    Peranan Musyrifah dalam Pembinaann Kemandirian Santriwati di Pondok Pesantren Modern Darul Falah Enrekang

    Full text link
     Peranan Musyrifah Dalam Pembinaan Kemandirian Santriwati di Pondok Pesantren Modern Darul Falah Enrekang, dibimbing oleh Baharuddin dan Putriyani. Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan yang memiliki keistimewaan karena di sana biasanya siswa dididik untuk hidup secara mandiri dan jauh dari orangtua oleh musyrifah, sehingga peran musyrifah sangat penting dalam pembinaan karaker para santri selama berada di pesantren. Musyrifah akan menjadi fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing dan motivator para santri. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Musyrifah dalam membiasakan Kemandirian Santriwati di Pondok Pesantren Modern Darul Falah Enrekang dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat Musyrifah dalam membiasakan Kemandirian Santriwati di Pondok Pesantren Modern Darul Falah Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan di Pesantren Modern Darul Falah Enrekang dengan menggunakan metode observasi dan wawancara secara langsung, dapat disimpulkan bahwa berbagai upaya yang dapat dilakukan pihak pesantren dalam membiasakan kemandirian santriwati ialah dengan memberikan peringatan berupa pemanggilan orang tua oleh guru BK dan apabila tidak ada efek jera maka siswa tersebut dikeluarkan dari pesantren. Dalam prosesnya pasti ada faktor yang mendukung dan menghambat siswa dalam membiasakan kemandirian selama berada di pesantren

    Asuhan Keperawatan Pada Ny. S dengan Gangguan Sistem Pencernaan: Gastroenteritis Akut di Ruang Melati RSUD Banyudono

    Full text link
    Latar Belakang :Sampai saat ini penyakit diare akut atau gastroenteritis akut masih merupakan masalah kesehatan utama dari masyarakat Indonesia. Dari daftar urutan penyebab Poliklinik Rumah Sakit / Puskesmas / Balai Pengobatan, hampir selalu ternasuk dalam kelompok 3 penyebab kunjungan ke sarana kesehatan tersebut.Angka kesakitan gastroenteritis akut sekitar 200 – 400 kejadian diantara 1000 penduduk setiap tahunnya.Dengan demikian di Indonesia dapat ditemukan sekitar 60 juta kejadian setiap tahunnya. World Health Organization (WHO) melaporkan sekitar 3,5 juta kematian pertahun disebabkan oleh Gastroenteritis atau diare akut, dimana 80% dari kematian ini mengenai anak – anak dibawah umur 5 tahun. Tujuan :Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien Ny. S dengan gastroenteritis akut yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi keperawatan serta pendokumentasian asuahan keperawatan. Metode :Penulis menggunakan metode analitik yaitu dengan cara itu dengan melakukan asuhan keperawatan pada Ny. S .Data didapat dengan wawancara, pemeriksaan, observasi aktivitas dan keadaan umum, memperoleh catatan dan laporan diagnostik, dan bekerjasama dengan teman sekerja. Hasil :Pada kasus ini ditemukan pasien BAB lebih dari 4 kali sehari dengan konsistensi cair, jumlah banyak, bau khas, nyeri perut, mual muntah dan tidak ada nafsu makan.Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam didapatkan hasil BAB pasien sudah berubah bentuk dari cair menjadi lembek, dan dari frekuensi lebih dari empat kali sehari menjadi sekali sehari, nyeri perut pasien berkurang dari skala 6 menjadi skala 1, mual muntah dapat teratasi dan ada nafsu makan. Simpulan dan saran :Komunikasi antar tim kesehatan dan pasien serta keluarga sangat diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan pada pasien dan komunikasi terapeutik sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa ingin cepat sembuh pada pasien

    Pelatihan Pembelajaran Daring Menggunakan Aplikasi WhatsApp bagi Guru SMP

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembelajaran daring menggunakan aplikasi WhatsApp di SMP Negeri 3 Enrekang. Mekanisme pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Metode yang digunakan dalam proses pelatihan adalah diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas.. Hasil kegiatan pelatihan ini dapat memberikan manfaat berupa: (1) inovasi pembelajaran yang lebih interaktif dengan menggunakan fitur-fitur yang disediakan WhatsApp sehingga memudahkan peserta dalam mengajar mata pelajaran yang diampu; (2) meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam penggunaan WhatsApp sebagai media pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap kualitas kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. &nbsp

    BAHASA FIGURATIF DAN DIKSI PADA PANTUN AGAMA KARYA MUVID’S KONCAR : KAJIAN STILISTIKA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsi pemanfaatan bahasa figuratif dalam Pantun Agama karya Muvid‟s Koncar ditinjau dari segi stilistika; (2) mendeskripsi pemanfaatan diksi dalam Pantun Agama karya Muvid‟s Koncar ditinjau dari segi stilistika; (3) memaparkan makna dalam Pantun Agama karya Muvid‟s Koncar ditinjau dari segi stilistika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah bahasa figuratif dan diksi dengan tinjauan stilistika, dalam Pantun Agama karya Muvid‟s Koncar. Sumber data yang diperoleh dari Pantun Agama karya Muvid‟s Koncar berjumlah 30 bait. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik pustaka dan teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah model semiotik yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian ini adalah: (1) Pemanfaatan bahasa figuratif dalam Pantun Agama berupa majas dan idiom. Majas yang terdapat pada Pantun Agama adalah: (a) majas personifikasi; (b) majas metafora; (c) majas simile. (2) Diksi yang dimanfaatkan dalam Pantun Agama meliputi: (a) kata-kata konotatif; (b) kata konkret; (c) kosakata bahasa Asing, yaitu bahasa Arab dan bahasa Melayu. (3) Makna pada Pantun Agama karya Muvid‟s Koncar: (a) Dari segi akidah, terdiri atas tauhid, masalah ghoibiyyat (hal-hal ghaib), dan takdir; (b) Dari segi syariah, terdiri atas ibadah dan muamala

    Sosialisasi Dampak Penggunaan Gadget terhadap anak di desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh STKIP Muhammadiyah Enrekang yang dilaksanakan pada awal Oktober tanggal 3 - 4 Oktober 2019, bertempat di desa Buntu Pema kecamatan curio ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi warga masyarakat khususnya diwilayah desa pelali kecamatan curio kabupaten enrekang mendapat sambutan yang sangat baik dan antusiasme yang tinggi. Sosialisasi dampak penggunaan smaprphone tarhadap anak yang dilaksanakan di di desa buntu pema ini merupakan salah satu cara untuk mencegah dampak negative yang ditimbulkan pleh samrphone, sehingga diharapkan dengan sosialiasi ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mencegah dampak Gadget terhadap anak. Zaman sekarang, teknologi berkembang begitu pesatnya.Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia dan mempermudah segala sesuatunya.Berbagai macam jenis teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di jaman modern ini mulai dari smartphone, laptop, dan sebagainya.Semakin canggih suatu zaman maka semakin banyak alat atau media canggih yang terus berkembang pesat dan semakin banyak pula orang menggunakannya untuk kebutuhan dalam mencari informasi dan memudahkan dalam pekerjaannya sehari hari. Namun, walaupun pada awalnya teknologi diciptakan untuk menghasilkan dampak positif, di sisi lain teknologi juga memberikan dampak negativ. Contohnya, seperti smartphone. Dalam kasus maraknya penggunaan smartphone dikalangan siswa/i SD, timbul dampak negativ yang diakibatkan oleh penggunaan smartphone dikalangan SD. Dampak negativ yang ditimbulkan seperti, menjadikan kecanduan terhadap Anak dibawah umur, tingkat keinginan belajar menurun saat di sekolah maupun di rumah dan anak anak akan malas bergerak. Khususnya di desa buntu pema, banyak sekali siswa/i yang masih SD yang berkisar umur 5-12 tahun dibebaskan untuk memainkan berbagai jenis smartphone.Padahal anak anak dibawah umur belum begitu penting untuk memiliki atau menggunakan smartphone untuk membantu pekerjaan sehari harinya. Seperti akhir-akhir ini banyak terdapat pemberitaan mengenai dampak kecanduan Gadget, yang mengakibatkan kerugian bagi anak anak dan orang tua bahkan sampai hilangnya nyawa seseorang. Beberapa faktor pendukung kegiatan tersebut antara lain: Para peserta sosialisasi memeliki kemauan yang besar untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai dampak penggunaan Gadget. Beberapa kendala yang dihadapi pada saat sosialisasi dampak penggunaan Gadget. (1) Adanya keterbatasan dalam fasilitas pendukung untuk melakukan sosialisasi dan presentasi, diantaranya tidak adanya LCD proyektor. (2) Kegiatan pelatihan yang direncanakan berjalan 2 hari tidak dapat terealisasi dikarenakan terbentur dengan aktivitas para peserta yang kebanyakan adalah petani, dimana aktivitas mereka dimulai dari pagi-sore. Sehingga tim sosialisasi agak repot untuk menyesuaikan waktu yangcoco

    Peningkatan Karakter Kewirausahaan Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Enrekang Melalui Model Problem Project Based Learning (Ppjbl)

    Full text link
    Penelitian peningkatan karakter kewirausahaan Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika melalui problem project based learning (PPjBL) pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Semester IV yang dilaksanakan pada bulan Maret-April Di Kampus Universitas Muhamadiyah Enrekang, bertujuan untuk mengetahui apakah karakter kewirausahaan mahasiswa bisa meningkat melalui penerapan PPjBL pada mata kuliah Program Linear. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menunjukan bahwa penerapan PPjBL pada mata kuliah Program Linear mampu meningkatkan karakter kewirausahaan Mahasiswa Semester IV PRODI Pendidikan Matematika Universits Muhammadiyah Enrekang. Peningkatan karakter kewirausahaan dibuktikan pada hasil tindakan siklus I, dari 10 mahasiswa pada siklus I rata-rata peningkatan karakter kewirausahaan mahasiswa sebesar 76.9%, dimana 3 mahasiswa dalam kriteria Kuat (80%-89%), 6 mahasiswa dalam kriteria Cukup (65%-79%) dan 1 mahasiswa dalam criteria Lemah (55%-64%). Pada siklus II terjadi peningkatan yang cukup signifikan dimana rata-rata peningkatan karakter kewirausahaan mahasiswa sebesar 90.6%,  9 mahasiswa dalam kriteria Sangat Kuat (90%-100%) dan 1 mahasiswa dalam kriteria  Kuat (80%-89%). Model PPjBL yang diterapkan dalam mata kuliah Program Linear sangat efektif menjadi model perkuliaan sehingga mampu meningkatkan karakter kewirausahaan mahasiswa dalam membentuk jiwa entrepreneurshi sejak dini, menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas didunia perbisnisan, siap menghadapi persaingan ekonomi dimasa depan serta mampu mciptakan lapangan pekerjaa

    Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Scramble Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 7 Enrekang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar matematika siswa dengan model kooperatif tipe scramble. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data yang yang direncanakan terdiri dari 4 komponen yakni; (1) observasi (2) Tes, (3) Dokumentasi dan (4) Angket. Penelitian ini difokuskan pada siswa kelas VII B SMPN 7 Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imetode pembelajaran tipe Scramble meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VII B SMPN 7 Enrekang

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah dengan Pendekatan Saintifik Pada Pokok Bahasan Geometri untuk Peserta Didik SMA Kelas X

    Full text link
    This study was a research and development which aimed at developing and producing mathematics learning tool for Geometry learning which was valid, reliable, objective, and practical.The product expected from this study was the learning tools on the topic of Geometry which was valid (R>85%), practical ( observe = 2) , and effective (THB = 85,7%, students activity > 80%, and positive response 98,7%). The product was consisted of 8 components, namely (1) Lesson plan; (2) Text book; (3) Worksheet; (4) Evaluation test of learning tools; (5) Observation sheet of students activity; (6) Observation sheet on implementation of learning tool; (7) questionnaire of students respons; and (8) validation sheet. The development process of authentic evaluation instrument used the modification of 4-D Model from Thiagarajan.The tried out was conducted at SMAN 1 Enrekang to grade X students. The result of the study revealed that the development of authentic evaluation instrument for Geometry learning which was valid, reliable, objective, and practical. Suggestion for this study are (1) other researchers who are interested in developing this study should learn the limitation of this study and (2) the development of authentic evaluation instrument for Geometry learning should also develop other subject materials to assist teachers in evaluating student’s based on their competence

    Peran Dukungan Suami bagi Kesejahteraan Psikologis Jurnalis Perempuan

    Full text link
    Married woman who are working as journalist have their own challenge to achieve optimal psychological well-being. This research aims to investigate how is the role of husband’s social support towards psychological well-being of female journalists. The study used quantitative approach and cross-sectional design. By snowball sampling method, research was conducted to 100 female journalist using adapted scale of psychological well-being (SPWB) and social support questionnaire constructed by the researcher. Based on regression analysis, social support from husband positively and significantly influence psychological well-being of female journalists, with mostly contributes to environmental mastery dimension and life purpose. Thus, it is imperative for female journalist husband to give support for their spouse in order to enhance the psychological well-being of female journalists
    corecore