38 research outputs found

    PENERAPAN PEMBELAJARAN PEER INSTRUCTION WITH STRUCTURED INQUIRY (PISI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA

    No full text
    Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sampai saat ini adalah pembelajaran konvensional yang membuat siswa menjadi subjek yang kurang aktif sehingga kemampuan pemahaman siswa masih berada pada kategori rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman siswa yang memperoleh pembelajaran Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI) dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional serta dikaji pula sikap siswa terhadap pembelajaran PISI. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen. Populasinya siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Ciamis dan sampelnya adalah siswa kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen (kelas PISI) dan VIII-C sebagai kelas kontrol (kelas konvensional) yang dipilih dengan cara purposive sampling. Alat uji yang digunakan adalah instrumen tes berupa tes kemampuan pemahaman matematis dan instrumen non tes berupa skala sikap, wawancara dan lembar observasi. Berdasarkan pengolahan data menggunakan uji gain ternormalisasi dan uji statistik berupa uji t’ dan uji Mann-Whitney, diperoleh hasil: 1) Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran PISI lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, namun masih berada pada klasifikasi sedang. Berdasarkan indikator pemahaman matematis yang diukur, peningkatan kemampuan pemahaman induktif berada pada klasifikasi sedang. 2) Secara keseluruhan, sikap siswa yang mendapat pembelajaran PISI menunjukkan sikap yang positif

    Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Mahasiswa melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Formulate-Share-Listen-Create (FSLC)

    No full text
    Improving Students' Mathematical Understanding Ability through Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) Cooperative Learning. The aim of this research is to examine and to describe improvement in students' mathematical understanding ability using cooperative learning of Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) type. The study was conducted at the Mathematics Education Study Program of Galuh University on Level I students of the 2018/2019 Academic Year. The research method used is Quasi-Experiment. To get the research data, the instrument was used in the form of a test of mathematical understanding ability. Data analysis was performed on data n-gain to see the difference improvement in mathematical understanding ability. The results of the research showed that the improvement in students' mathematical understanding ability between students using cooperative learning of Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) type was better than students who used conventional learning

    PENERAPAN PEMBELAJARAN PEER INSTRUCTION WITH STRUCTURED INQUIRY (PISI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sampai saat ini adalah pembelajaran konvensional yang membuat siswa menjadi subjek yang kurang aktif sehingga kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematis siswa masih berada pada kategori rendah. Penelitian ini peningkatan kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI) dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional serta dikaji pula sikap siswa terhadap pembelajaran Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI). Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen. Populasinya siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Ciamis dan sampelnya adalah siswa kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen (kelas PISI) dan VIII-C sebagai kelas kontrol (kelas konvensional) yang dipilih dengan cara purposive sampling. Alat uji yang digunakan adalah instrumen tes berupa tes kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematis dan instrumen non tes berupa skala sikap, wawancara dan lembar observasi. Berdasarkan pengolahan data menggunakan uji gain ternormalisasi dan uji statistik berupa uji t’ dan uji Mann-Whitney, diperoleh hasil: 1) Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI) lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, namun masih berada pada klasifikasi sedang. Berdasarkan indikator pemahaman matematis yang diukur, peningkatan kemampuan pemahaman induktif berada pada klasifikasi sedang. 2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI) sama dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, keduanya berada pada klasifikasi rendah. Berdasarkan indikator pemecahan masalah matematis yang diukur, peningkatan kemampuan menyusun rencana pemecahan masalah, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali berada pada klasifikasi rendah. 3) Secara keseluruhan, sikap siswa yang mendapat pembelajaran Peer Instruction with Structured Inquiry (PISI) menunjukkan sikap yang positif

    ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER ELEMENTER

    No full text
    This study aims to analyze the achievement of each indicator that measures the ability of students' mathematical understanding on the subjects of elementary linear algebra. This research is a qualitative descriptive research that seeks to describe the the ability of students' mathematical understanding analysis. The subjects of the study were students of level 2 mathematics education with 2 clasess consisting of 33 students. Data collection methods used includethe ability of  students' mathematical test in elementary linear algebra which includes material of linear equation system, matrix and determinat. Based on the result of the research, it is concluded that the level of the ability of students' mathematical understanding elementary linear algebra is as follows: There are 6 students who got score below 50, there are 5 students who got score between 51 and 60, there are 9 students got score between 61 and 70, there are 5 students got score between 71 and 80, there are 6 students got score between 81 and 90 and there are 2 students got score 91 and up. Keywords: The Ability of Students' Mathematical Understanding, Elementary Linear Algebra. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian setiap indikator yang mengukur kemampuan pemahaman matematis mahasiswa pada mata kuliah Aljabar Linier Elementer. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualititatif yang berupaya untuk mendeskripsikan analisis kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika tingkat 2 sebanyak 2 kelas yang berjumlah 33 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi tes kemampuan pemahaman matematis mahasiswa pada mata kuliah Aljabar Linier Elementer yang meliputi materi sistem persamaan linear,  matriks dan determinan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tingkat kemampuan mahasiswa matematika pada mata kuliah Aljabar Linier Elementer adalah sebagai berikut: Terdapat 6 mahasiswa yang mendapat nilai di bawah 50, terdapat 5 mahasiswa yang mendapat nilai antara 51 dan 60, terdapat 9 mahasiswa yang mendapat nilai antara 61 dan 70, terdapat 5 mahasiswa yang mendapat nilai antara 71 dan 80, terdapat 6  mahasiswa yang mendapat nilai antara 81 dan 90 dan terdapat 2 mahasiswa yang mendapat nilai 91 ke atas. Kata kunci: Kemampuan Pemahaman Matematis, Aljabar Linier Elementer

    Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Matriks Berbantuan Software Maple

    No full text
    Kemampuan pemahaman matematis adalah kemampuan yang sangat penting dikuasai oleh siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi literatur tentang kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi matriks berbantuan software maple. Metode penelitian yang digunakan yaitu Systematic Literature Review (SLR), yang terdiri dari 20 sampel hasil penelitian kemampuan pemahaman matematis siswa berbantuan software maple. Sampel terdiri dari jurnal-jurnal terindeks yang diterbitkan pada tahun 2005-2022. Pengumpulan data yang dilakukan dengan mendokumentasikan semua artikel terkait pemahaman matematis siswa berbantuan software maple. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan software maple dapat memberikan berbagai manfaat dalam meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa

    Hubungan Antara Self-Confidence Mahasiswa dengan Kemampuan Pemahaman Matematis Dalam Perkuliahan Kapita Selekta Matematika IV

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara self-confidence mahasiswa dengan kemampuan pemahaman matematis. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Galuh dengan sampel penelitian mahasiswa tingkat 2 (semester IV) tahun akademik 2016/2017. Untuk mendapatkan data hasil penelitian, digunakan instrumen berupa tes kemampuan pemahaman matematis dan angket skala self-confidence. Analisis data menggunakan analisis korelasi dengan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara self-confidence mahasiswa dengan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa.Abstract:  The aim of the research is to explore the relationship between students’ self confidence and mathematics comprehension. This research is conducted in mathematics education program in Galuh University. The participant of this research is the forth semester students in academic year 2016/2017. The data were gathered by using instruments such as mathematics comprehension and questionnaire for scaling the students’ self confidence. The data were analyzed by using correlation of product moment. The result shows that there is positive correlation between students’ self confidence and mathematics comprehension

    PENDAMPINGAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK SISWA PRA SEJAHTERA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MICROSOFT MATHEMATIC

    No full text
    Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan adalah “Pendampingan Mata Pelajaran Matematika untuk Siswa Pra Sejahtera dengan Menggunakan Software Microsoft Mathematic”. Tujuan diselenggarakannya pengabdian adalah untuk mengetahui kemampuan siswa pra sejahtera dalam menggunakan Software Microsoft mathematic. Sasaran pengabdian ini adalah siswa-siswa pra sejahtera yang ada di SMAN 1 Pamarican. Adapun metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi dan praktek/latihan melalui tahapan-tahapan berikut : 1). Ceramah digunakan untuk menjelaskan sejauh mana teknologi berkembang dalam pembelajaran matematika. 2). Demonstrasi dan praktek digunakan pada saat melakukan instalasi, penjelasan software dan latihan menggunakan Software Microsoft mathemati

    Penerapan Model Pembelajaran Self-Directed Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Mahasiswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran Self-Directed Learning dan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan konvensional. Penelitian ini melibatkan dua kelas. Kelas pertama memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran Self-Directed Learning dan kelas kedua memperoleh pembelajaran menggunakan konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan pemahaman matematis. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Galuh mahasiswa semester 2 tahun akademik 2017/2018. Analisis data dilakukan terhadap rataan gain ternormalisasi kedua kelompok sampel dengan menggunakan uji perbedaan rataan gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran self-directed learning dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan konvensional

    Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar

    No full text
    Matematika merupakan disiplin ilmu yang bersifat abstrak. Untuk menemukan solusi dari keabstrakan matematika, diperlukan proses penerjemahan masalah ke dalam bentuk baru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptf kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal dari persoalan sehari-hari yang berkaitan dengan materi bangun ruang sisi datar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMPIT Al-Fawwaz Kota Banjar yang terdiri dari 3 siswa dengan kemampuan matematika berbeda yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes berupa soal uraian. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kemampuan representasi tinggi mampu memenuhi ketiga aspek representasi yaitu visual, simbolik, dan verbal, siswa dengan kategori kemampuan representasi sedang mampu memenuhi dua aspek representasi yaitu visual dan verbal, dan siswa dengan kategori kemampuan rendah hanya mampu memenuhi satu aspek representasi yaitu visual

    ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI HIMPUNAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal materi himpunan. Kemampuan representasi matematis yang diteliti meliputi kemampuan representasi gambar, simbolik dan verbal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa kelas VII A MTs Al-Ishlah Gandrungmangu. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek-1 mempunyai (1) Pictorial Representation (Representasi Gambar) yang sudah baik dalam menyelesaikan soal himpunan, (2) Symbolic Representation (Representasi Simbolik) yang baik, dan (3) Verbal Representation (Representasi Verbal) yang baik. Subjek-2 mempunyai (1) kemampuan representasi visual yang sudah baik dalam menyelesaikan soal himpunan, (2) Symbolic Representation (Representasi Simbolik) masih tergolong kurang baik, dan (3) Verbal Representation (Representasi Verbal) masih kurang
    corecore