JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia)
Not a member yet
    187 research outputs found

    Development of a Character Education-Based Mathematics E-Comic to Improve Elementary School Students’ Numeracy Literacy Skills

    Full text link
    Numeracy literacy in Indonesia requires attention, as it remains low, as revealed in the Program for International Student Assessment (PISA) report. A mathematics learning process that can support mathematical abilities, particularly mathematical literacy, must be supported by the characteristics of media skills or tolls that can be adapted to the learning environment. This study aims to develop a mathematics e-comic based on character education to improve elementary school students’ numeracy literacy skills. The research employed a Research and Development (R&D) approach using a simplified Borg & Gall model consisting of seven stages: (1) identifying potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product trial, and (7) final product revision. The participants were 27 fifth-grade students of SD Negeri 55 Pontianak Barat. Research instruments included expert validation sheets, numeracy literacy tests, and student response questionnaires. The validation results indicated that the e-comic was highly feasible, with scores of 90.67% (content expert) and 93.33% (media expert). The trial results revealed significant improvement in students’ numeracy literacy. The average score for identifying relevant information increased from 64.20 to 92.59, applying whole number operations in real-life problems improved from 62.96 to 93.83, and presenting problem-solving processes with logical reasoning rose from 46.30 to 74.07. The overall average increased from 57.82 to 86.83, reflecting a 50.19% improvement. These findings proves that character education-based e-comic are effective in improving students’ numeracy literacy skills.Rancang Bangun E-Comic Matematika Berbasis Pendidikan Karakter Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa di Sekolah DasarABSTRAKLiterasi numerasi di Indonesia perlu diperhatikan, karena masih rendah seperti yang diungkapkan dalam laporan Program for International Student Assessment (PISA). Proses pembelajaran matematika yang dapat menunjang kemampuan matematika terutama kemampuan literasi matematika tentunya harus didukung dengan karakteristik keterampilan media atau sarana yang dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-comic matematika berbasis pendidikan karakter dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Model pengembangan yang digunakan adalah Borg & Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas V SD Negeri 55 Pontianak Barat. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli, tes literasi numerasi, dan angket respon siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk e-comic layak digunakan dengan skor rata-rata 90,67% (ahli materi) dan 93,33% (ahli media). Hasil uji coba terbatas menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan literasi numerasi siswa, ditunjukkan dengan skor rata-rata: indikator mengidentifikasi informasi relevan meningkat dari 64,20 menjadi 92,59, indikator menggunakan operasi hitung bilangan cacah meningkat dari 62,96 menjadi 93,83, dan indikator menyajikan proses penyelesaian dengan alasan logis meningkat dari 46,30 menjadi 74,07. Rata-rata keseluruhan meningkat dari 57,82 menjadi 86,83 (peningkatan 50,19%). Temuan ini membuktikan bahwa e-comic berbasis pendidikan karakter efektif meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa.Kata Kunci :e-comic; literasi numerasi; pendidikan karakter; sekolah dasar

    Implementation of of Ethnomathematics-Based LKPD Using a Project-Based Model on the Numeracy Skills of Students at SMPN 12 Singkawang

    Full text link
    Numeracy skills are a basic skill students need in everyday life to solve problems. However, the level of numeracy skills among students in Indonesia is relatively low. This study aims to: (1) Determine whether the numeracy skills of students who use ethnomathematics-based worksheets with a project-based learning model are better than those of students who use direct learning at SMP Negeri 12 Singkawang; (2) To determine the difference in student learning independence after using ethnomathematics-based worksheets using a project-based learning model compared to students who use direct learning at SMP Negeri 12 Singkawang. This research is quantitative in nature, using a quasi-experimental design with a post-test only control group. The population in this study was grade VII, consisting of classes VIIa, VIIb, VIIc, VIId, and VIIe, with a total of 155 students. Sampling in this study used purposive sampling. Data collection techniques used test sheets and student learning independence questionnaires. The data analysis techniques used were the independent sample t-test and Mann-Whitney U test. The results of the study were as follows: (1) The numeracy skills of students who used ethnomathematics-based LKPD using a project-based learning model were better than those of students who used a direct learning model; (2) there was a difference in the independence of students who used ethnomathematics-based LKPD using a project-based learning model and students who used a direct learning model with student learning independence in the experimental class being better than in the control class. Penerapan LKPD Bernuansa Etnomatematika Menggunakan Model Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa SMPN 12 SingkawangABSTRAKKemampuan numerasi merupakan kemampuan dasar siswa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat memecahkan masalah. Namun tingkat kemampuan numerasi siswa di Indonesiamasih rendah. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk; (1) Untuk mengetahui apakah kemampuan numerasi siswa yang menggunakan LKPD bernuanasa etnomatematika dengan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung di SMP Negeri 12 Singkawang; (2) Untuk mengetahui perbedaan kemandirian belajar siswa setelah menggunakan LKPD bernuansakan etnomatematika menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung di SMP Negeri 12 Singkawang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan jenis Quasy Experimental Design dengan desain penelitian Post-test Only Control Group.  Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII yang terdiri dari VIIa, VIIb, VIIc, VIId, dan VIIe yang berjumlah keseluruhan 155 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes numerasi dan angket kemandirian belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t test dan man whiteney U test. Hasil penelitian yang diperoleh; (1) Kemampuan Numerasi siswa yang menggunakan LKPD bernuansa etnomatematika menggunakan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung; (2) terdapat perbedaan kemandirian belajar siswa menggunakan LKPD bernuansa etnomatematika menggunakan pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung dengan kemandirian belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol.Kata Kunci :Model PjBL; Etnomatematika; kemampuan Numerasi; Bentuk Aljaba

    Development of Animaker-Based Learning Media to Improve Students' Mathematical Reasoning Ability on Comparison Materials

    Full text link
    This study aims to develop Animaker-based learning media to improve students' mathematical reasoning skills on comparison materials. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This research was limited to the Development stage. The research subjects were 23 8th grade students at SMP Negeri 6 Majalengka. The instruments used in this study were observation, interview, and questionnaire in the form of validation sheets and practicality sheets. The learning media developed in the form of animated videos that integrate mathematical concepts with interesting visualizations to facilitate student understanding. The results showed that Animaker-based learning media was valid with an average score of 88.5% media expert validation and 84% material expert validation. The practicality of this media is also considered very good with a teacher practicality score of 92.9% and student practicality of 90.3%. This media helps students in understanding abstract concepts to be more concrete and relevant to everyday life. This research makes a significant contribution to mathematics education by providing an innovative model for developing engaging digital learning resources that can improve students' mathematical reasoning skills.Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Animaker Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Pada Materi PerbandinganABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Animaker untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi perbandingan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dibatasi hingga tahap Development. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Majalengka. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan angket berupa lembar validasi dan lembar praktikalitas. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa video animasi yang mengintegrasikan konsep-konsep matematika dengan visualisasi yang menarik untuk memudahkan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Animaker valid dengan nilai rata-rata validasi ahli media 88,5% dan validasi ahli materi 84%. Kepraktisan media ini juga dinilai sangat baik dengan skor kepraktisan guru sebesar 92,9% dan kepraktisan siswa sebesar 90,3%. Media ini membantu siswa dalam memahami konsep-konsep abstrak menjadi lebih konkrit dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendidikan matematika dengan memberikan model inovatif untuk mengembangkan sumber belajar digital yang menarik dan dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa.Kata Kunci :Animaker; penalaran matematis; perbandingan.

    Strengthening Mathematical Literacy And Character Development Of Elementary School Students Through A VisiDi-MiPAI Media Based School Digital Corner

    Full text link
    This study aims to strengthen mathematical literacy and student character at SDN 24 Sui Kakap, Kubu Raya Regency, through the implementation of the Pojok Digital Sekolah (Digital School Corner) based on the VisIDi-MiPAI media. The study is motivated by the importance of enhancing students' literacy and character, as well as initial observations showing that some students at SDN 24 Sui Kakap exhibit low levels of basic mathematical literacy (such as calculation skills, time reading, and mastery of multiplication/division). Additionally, several teachers reported encountering character-related issues among students, including lack of discipline, bullying, and disrespectful behavior. This research-based community service project uses a Service Learning approach, consisting of four phases: needs identification, planning, development, and evaluation. Descriptive analysis results indicate a strong tendency among experts to agree that the Digital School Corner has a high impact, based on the median and mode of individual and total scores. Inferential testing using the one-sample Wilcoxon Signed-Rank Test showed statistically significant results (p-value < 0.05), indicating expert consensus that the Digital School Corner has a high to very high impact in strengthening students' mathematical literacy and character.Moreover, focus group discussions (FGD) revealed the need for technical improvements in the VisIDi-MiPAI media, such as slowing down the text display for better readability and adding video and image content. In conclusion, the Digital School Corner has proven to be effective and significantly impactful in supporting educational goals.Penguatan Literasi Matematika Dan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Pojok Digital Sekolah Berbasis Media Visidi-MiPAIABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguatkan literasi matematika dan karakter peserta didik di SDN 24 Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya, melalui implementasi Pojok Digital Sekolah berbasis media VisIDi-MiPAI. Dilatarbelakangi oleh pentingnya memperkuat literasi dan karakter peserta didik, serta observasi awal yang telah dilakukan menunjukkan sebagian peserta didik di SDN 24 Sui. Kakap mengalami rendahnya literasi matematika dasar (seperti kemampuan berhitung, membaca waktu, dan penguasaan perkalian/pembagian), disamping itu beberapa guru juga menghadapi peserta didik dengan permasalahan karakter seperti kurang disiplin, perundungan, dan sikap tidak hormat. Kegiatan ini merupakan pengabdian berbasis riset dengan pendekatan Service Learning, meliputi empat tahap: identifikasi kebutuhan, perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kecenderungan pendapat para ahli bahwa Pojok Digital Sekolah memiliki pengaruh tinggi, berdasarkan nilai median dan modus dari skor individu maupun total keseluruhan. Uji inferensial menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test satu sampel menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik (p-value < 0,05), mengindikasikan bahwa para ahli sepakat jika Pojok Digital Sekolah berpengaruh tinggi hingga sangat tinggi dalam menguatkan literasi matematika dan karakter peserta didik. Selain itu, diskusi kelompok terarah (FGD) mengungkap perlunya perbaikan teknis pada media VisIDi-MiPAI, seperti memperlambat tampilan teks agar lebih mudah dibaca oleh siswa, serta penambahan konten video dan gambar. Kesimpulannya, Pojok Digital Sekolah terbukti efektif dan berdampak signifikan dalam mendukung tujuan pendidikan.Kata Kunci : Literasi Matematika; Penguatan Karakter; Pojok Digital Sekolah; Media Visual Digital Interaktif; Wilcoxon Signed Rank Test Satu Sampe

    The Role of Augmented Reality as a Learning Tool in Facilitating Understanding of Interval Concepts in Real Analysis

    Full text link
    Learning mathematics at the college level often faces challenges in understanding abstract concepts, one of which is the concept of intervals in real analysis. Augmented Reality (AR) is an innovative technology that can be used as a learning aid by presenting interactive visualizations in three dimensions. This study aims to explore the role of Augmented Reality in facilitating students' understanding of the concept of intervals. The research method used is a qualitative approach with a case study design conducted on students of the mathematics education study program. Data were collected through tests and analyzing students' understanding of the concept of intervals after using Augmented Reality-based learning media. The results showed that Augmented Reality was able to improve students' understanding of the concept of intervals, with a success rate of 75% in understanding the types of intervals and interval representations, and 100% in understanding the concept of nested intervals. These findings indicate that the use of Augmented Reality in mathematics learning can increase students' interest and motivation and help them understand abstract concepts more deeply. Therefore, the application of Augmented Reality as an interactive learning media is recommended to support the learning process in college, especially in real analysis courses.Peran Augmented Reality Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Dalam Memfasilitasi Pemahaman Konsep Interval Pada Analisis RealABSTRAKPembelajaran matematika di tingkat perguruan tinggi sering kali menghadapi tantangan dalam memahami konsep abstrak, salah satunya adalah konsep interval dalam analisis real. Augmented Reality (AR) merupakan teknologi inovatif yang dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran dengan menghadirkan visualisasi interaktif dalam bentuk tiga dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Augmented Reality dalam memfasilitasi pemahaman konsep interval mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan pada mahasiswa program studi pendidikan matematika. Data dikumpulkan melalui tes dan menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap konsep interval setelah menggunakan media pembelajaran berbasis Augmented Reality. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Augmented Reality mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep interval, dengan persentase keberhasilan 75% dalam memahami jenis interval dan representasi interval, serta 100% dalam memahami konsep interval bersarang. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan Augmented Reality dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan ketertarikan dan motivasi mahasiswa serta membantu mereka memahami konsep abstrak secara lebih mendalam. Oleh karena itu, penerapan Augmented Reality sebagai media pembelajaran interaktif direkomendasikan untuk mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam mata kuliah analisis real.Kata Kunci :Augmented Reality; Interval; Pemahama

    Ethnomathematics: Exploration Of Jubata Dayak Kanayatn Dance Sanggar Padagi Raya

    Full text link
    This study aims to describe the mathematical elements contained in the Jubata Dayak Kanayatn Dance at the Padagi Raya Studio. This study will not only contribute to cultural preservation, but also provide new insights into ethnomathematics studies and increase public awareness of mathematics in the context of local culture. This study is expected to be a reference for further research, as well as offer alternative solutions in mathematics learning that are more contextual and relevant to the culture of the community. The method used is qualitative research with an ethnographic approach, involving observation, semi-structured interviews, and documentation to collect data from three informants. The results of the study indicate that the Jubata Dance contains various fundamental mathematical activities, such as calculating, measuring, designing, determining locations, playing, and explaining. The mathematical elements identified in this dance include angles, geometric transformations, flat shapes, and spatial shapes. Each dance movement has a mathematical meaning that can be analyzed, such as the angular patterns formed in the movement, as well as the use of geometric formations that show the relationship between dance and mathematics. This study fills the gap in previous studies on ethnomathematics in Jubata Dance and provides new insights into understanding the relationship between culture and mathematics. The conclusion of this study is that Jubata Dance is not only a cultural expression, but also contains mathematical elements that can improve the understanding of the community, especially students, about mathematical elements in the context of local culture. This study is expected to be a reference for further studies and provide alternative solutions in learning mathematics that are more contextual and relevant to everyday life. By integrating cultural elements into education, it is hoped that students can more easily understand mathematical elements and see their relevance in their daily lives, as well as increase their interest in learning the subjectEtnomatematika: Eksplorasi Tari Jubata Dayak Kanayatn Sanggar Padagi RayaABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur matematika yang terdapat dalam Tari Jubata Dayak Kanayatn pada Sanggar Padagi Raya. Penelitian ini tidak hanya akan berkontribusi pada pelestarian budaya, tetapi juga memberikan wawasan baru dalam kajian etnomatematika serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang matematika dalam konteks budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya, serta menawarkan solusi alternatif dalam pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan relevan dengan budaya masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang melibatkan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari tiga narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Jubata mengandung berbagai aktivitas fundamental matematis, seperti menghitung, mengukur, mendesain, menentukan lokasi, bermain, dan menjelaskan. Unsur-unsur matematika yang teridentifikasi dalam tarian ini mencakup sudut, transformasi geometri, bangun datar, dan bangun ruang. Setiap gerakan tari memiliki makna matematis yang dapat dianalisis, seperti pola sudut yang terbentuk dalam gerakan, serta penggunaan formasi geometris yang menunjukkan hubungan antara seni tari dan matematika. Penelitian ini mengisi kekosongan kajian sebelumnya tentang etnomatematika dalam Tari Jubata dan memberikan wawasan baru dalam memahami keterkaitan antara budaya dan matematika. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Tari Jubata tidak hanya merupakan ekspresi budaya, tetapi juga mengandung unsur-unsur matematis yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama siswa, tentang unsur-unsur matematika dalam konteks budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi lebih lanjut dan memberikan solusi alternatif dalam pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan mengintegrasikan elemen budaya dalam pendidikan, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami unsur matematika dan melihat relevansinya dalam kehidupan mereka sehari-hari, serta meningkatkan minat belajar mereka terhadap mata pelajaran tersebut.Kata Kunci :Etnomatematika; Tari Jubata; Dayak Kanayatn; pendidikan matematika; aktivitas matematis

    Generative Learning Model Refun Box Help On The Mathematic Connection Ability Of Junior High School

    Full text link
    Mathematical connection skills are crucial because they are one of the goals of mathematics learning in secondary schools. Students who can connect mathematical concepts mathematically will have a deeper understanding and be able to retain them for longer. This study aims to determine the effect of generative learning models assisted by the refun box props on students' mathematical connection abilities, to find out the motivation and learning response of students using learning with generative models assisted by the refun box props on the relations and functions of class VIII of SMP Negeri 4 Singkawang. This study uses a Quasi-Experimental design. The population in this study were 8th grade students of SMP Negeri 4 Singkawang which consisted of eight classes totaling 253 students. Samples were taken by purposive sampling technique. The sample in this study consisted of two classes, namely VIIIH grade students as an experimental class (using the Generative learning model assisted by the Refund Box teaching aid) and VIIIF grade students as a control class (using direct learning models). The analysis shows: 1) there are differences in students' mathematical connection ability between classes using generative learning models assisted by refun box teaching aids and classes using direct learning models; 2) the effect of generative learning models assisted by refun box props on students' mathematical connection ability is high; 3) student learning motivation is categorized high; 4) student learning responses are categorized as good.Model Pembelajaran Generatif Berbantuan Alat Peraga Kotak Refun Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMPN 4 SingkawangABSTRAKKemampuan koneksi matematis merupakan satu diantara kemampuan yang sangat penting karena kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika ditingkat sekolah menengah. Siswa yang dapat menghubungkan konsep-konsep matematika secara matematis, siswa tersebut akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam dan dapat bertahan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pembelajaran generatif berbantuan alat peraga kotak refun terhadap kemampuan koneksi matematis siswa, motivasi dan respon belajar siswa saat pembelajaran dengan model generatif berbantuan alat peraga kotak refun pada materi relasi dan fungsi kelas VIII SMP Negeri 4 Singkawang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP Negeri 4 Singkawang yang terdiri dari delapan kelas yang berjumlah 253 siswa. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Adapun sampel yang dipilih terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIIIH sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIF sebagai kelas kontrol. Hasil analisis menunjukkan: 1) adanya perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan alat peraga kotak refun dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung; 2) pengaruh model pembelajaran generatif berbantuan alat peraga kotak refun terhadap kemampuan koneksi matematis siswa tergolong tinggi; 3) motivasi belajar siswa dikategorikan tinggi; 4) respon belajar siswa dikategorikan baik.Kata Kunci :Model Pembelajaran Generatif; Media Kotak Refun; Koneksi Matematis; Motivasi Belajar; Respon Belajar

    The Influence of Self-efficacy and Learning Motivation on the Numeracy Literacy Ability of Junior High School Students

    Full text link
    This numeracy literacy ability is important in mathematics learning. Self-efficacy and motivation to learn play an important role in improving students' numeracy literacy skills. The purpose of the study was to determine the influence between self-efficacy and learning motivation on numeracy literacy skills in SMP Negeri 2 Ngabang. This study uses a quantitative research method. This research was carried out at SMP Negeri 2 Ngabang with 9 classes totaling 247 students who were the subjects of the research. Then, the sampling technique uses the stratisfied clustur random sampling technique. Data collection includes self-efficacy variables and learning motivation variables by providing questionnaires and test questions for numeracy literacy skills, from the value of these questionnaires and tests is the basis for determining the influence of self-efficacy and learning motivation on students' numeracy literacy skills The test results show that the data is distributed in a homogeneous, normal, and linear manner. Based on data analysis and research findings, it is shown that self-efficacy and learning motivation have a positive and significant influence on the numeracy literacy ability of SMP Negeri 2 Ngabang students. The F test showed a simultaneous effect, with a sig value. 0.000 is less than 0.05. The determination coefficient showed that self-efficacy and learning motivation had the ability of 33.6% to explain the variance in students' numeracy literacy ability and 66.4% was influenced by other independent variables that were not studied in this study.Pengaruh Self-efficacy dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMP ABSTRAKKemampuan literasi numerasi ini adalah hal yang penting dalam pembelajaran matematika. Self-efficacy dan motivasi belajar memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh antara self-efficacy dan motivasi belajar terhadap kemampuan literasi numerasi di SMP Negeri 2 Ngabang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Ngabang dengan 9 kelas yang berjumlah 247 siswa yang menjadi subjek penelitian. Kemudian, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratisfied clustur random sampling. Pengumpulan data mencakup variabel self-efficacy dan variabel motivasi belajar dengan cara memberikan kuesioner dan soal tes untuk kemampuan literasi numerasi, dari nilai kuesioner dan tes inilah yang menjadi dasar untuk mengetahui pengaruh self-efficacy dan motivasi belajar kemampuan literasi numerasi siswa Hasil uji menunjukkan data berdistribusi secara homogen, normal, dan linier. Berdasarkan analisisi data dan temuan penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan motivasi belajar memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi numerasi siswa SMP Negeri 2 Ngabang. Uji F menunjukkan pengaruh simultan, dengan nilai sig. 0,000 kurang dari 0,05. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa self-efficacy dan motivasi belajar mempunyai kemampuan sebesar 33,6% dalam menjelaskan varians terhadap kemampuan literasi numerasi siswa dan 66,4% dipengaruhi variabel independen lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci :kemampuan literasi numerasi; motivasi belajar; self-efficac

    Characterization of Errors and Math Anxiety in Solving Differential Equation Problems

    Full text link
    This study aims to describe the errors and anxiety of students with high, medium, and low mathematical abilities in solving Differential Equation problems. This study is a qualitative descriptive study. The instruments used are the Mathematics Ability Test, the Differential Equation Problem Solving Test and interview guidelines. Based on the results of the study, information was obtained that: (1) Subjects with high mathematical abilities made procedural errors because they could not solve problems in their simplest form and met the indicators of mathematical anxiety of fear of failure; (2) Subjects with moderate mathematical abilities made procedural errors, namely not being able to solve problems in their simplest form and technical errors, namely errors in calculating the value of arithmetic operations and using the distributive property of multiplication over addition. These subjects met the indicators of mathematical anxiety, namely ability and self-confidence, difficulty concentrating, nervousness, restlessness, heart palpitations; (3) Subjects with low mathematical abilities made conceptual errors, namely errors in using formulas in answering questions and errors in using formulas that did not comply with the conditions/prerequisites for the validity of the formula; procedural errors, namely not being able to solve problems in their simplest form and not being able to continue the solution steps; technical errors, namely errors in calculating the value of an arithmetic operation. This subject meets the indicators of mathematical anxiety, namely ability and self-confidence, difficulty concentrating, fear of failure, nervousness, unhappiness, restlessness, cold sweats, heart palpitations, headaches.Karakterisasi Kesalahan dan Kecemasan Matematika dalam Menyelesaikan Soal Persamaan DiferensialABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan dan kecemasan siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal Persamaan Diferensial. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah Tes Kemampuan Matematika, Tes Penyelesaian Soal Persamaan Diferensial dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa: (1) Subjek berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan prosedural karena tidak dapat menyelesaikan soal pada bentuk paling sederhana dan memenuhi indikator kecemasan matematika takut gagal; (2) Subjek berkemampuan matematika sedang melakukan kesalahan prosedural yaitu tidak dapat menyelesaikan soal pada bentuk paling sederhana dan kesalahan teknik yaitu kesalahan menghitung nilai dari operasi hitung dan menggunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan. Subjek ini memenuhi indikator kecemasan matematika yaitu kemampuan dan kepercayaan diri, sulit konsentrasi, gugup, gelisah, jantung berdebar; (3) Subjek berkemampuan matematika rendah melakukan kesalahan konseptual yaitu kesalahan dalam penggunaan rumus dalam menjawab soal dan  kesalahan menggunakan rumus yang tidak sesuai dengan kondisi/prasyarat berlakunya rumus; kesalahan prosedural yaitu tidak dapat menyelesaikan soal pada bentuk paling sederhana dan tidak dapat melanjutkan langkah penyelesaian; kesalahan teknik yaitu kesalahan dalam menghitung nilai suatu operasi hitung. Subjek ini memenuhi indikator kecemasan matematika yaitu kemampuan dan kepercayaan diri, sulit konsentrasi, takut gagal, gugup, kurang senang, gelisah, berkeringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala.Kata Kunci :kesalahan; kecemasan; persamaan diferensia

    Ethnomathematics: Exploring the Traditional Bugis Attire Songkok Recca in Geometric Concepts

    Full text link
    Ethnomathematics is a field of study that connects mathematical concepts with local cultural elements, thus providing a new understanding of how mathematics is present in people's daily lives. Songkok Recca, as one of the distinctive cultural elements of the Bugis community, holds various geometric patterns that not only have aesthetic value, but also reflect traditional mathematical understandings that have been passed down from generation to generation. This research is important to explore the relationship between mathematics and local culture, while preserving a cultural heritage that is full of scientific values. The purpose of this study is to explore and analyze mathematical concepts found in Songkok Recca, one of the distinctive cultural elements of the Bugis community. This research uses ethnographic method with qualitative approach. The data collection techniques used were direct observation of Songkok Recca, interviews with resource persons and documentation of visible geometric patterns. The results showed that Songkok Recca contains mathematical concepts in the form of geometric elements, such as ellipses, triangles, rhombuses, squares, tubes and geometric rows.Etnomatematika: Eksplorasi Pakaian Tradisional bugis Songkok Recca dalam Konsep GeometriABSTRAKEtnomatematika merupakan bidang kajian yang menghubungkan konsep-konsep matematika dengan elemen budaya lokal, sehingga memberikan pemahaman baru terhadap bagaimana matematika hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Songkok Recca, sebagai salah satu elemen budaya khas masyarakat Bugis, menyimpan berbagai pola geometris yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merefleksikan pemahaman matematika tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menjadi penting untuk menggali keterkaitan antara matematika dan budaya lokal, sekaligus melestarikan warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai keilmuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis Konsep-konsep matematika yang terdapat pada Songkok Recca, salah satu elemen budaya khas masyarakat Bugis. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung terhadap Songkok Recca, wawancara dengan narasumber serta dokumentasi pola-pola geometris yang terlihat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Songkok Recca mengandung konsep-konsep matematika berupa unsur geometri, seperti elips, segitiga, belah ketupat, persegi, tabung dan barisan geometri.Kata Kunci :etnomatematika;Songkok Recca; Geometri, Bugi

    164

    full texts

    187

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇