1,721,050 research outputs found

    GENETICS OF RESISTANCE AGAINST CUCUMBER MOSAIC VIRUS (CMV) IN HOT PEPPER (CAPSICUM ANNUUM L.)

    No full text
    The genetic nature of cucumber mosaic virus (CMV) resistance was studied in three crosses, viz CL024 (resistance) x CA87067 (susceptible), C1024 x Chilli (susceptible), and C1034 (resistance) x CA87067. CMV resistance was controlled by nuclear, relessive simple gene. Broad and narrow sense heritability estimates were high

    Identifikasi Genetik Kultivar Padi Gogo dengan Menggunakan Marka RAPD

    No full text
    A research was conducted to identify the genetics of upland rice cultivars using random amplified polimorphic DNA (RAPD) markers. Five out of 60 random primers that capable to amplify the most number of markers were OPE-07 (AGATGCAGCC), OPE-15 (ACGCACAACG), OPH-13 (GACGCCACAC), OPH19 (CTGACCAGCC), and OPM-02 (ACAACGCCTC). The number of markers amplified were 5, 6, 8, 8, and 7, respectively. RAPD-PCR using these 5 primers arranged to DNA templates of 41 rice cultivars amplified 1127 RAPD markers. Polymorphic information content (PIC) of each primer were 0.79, 0.80, 0.87, 0.87, and 0.72, respectively. Cluster analysis using a UPGMA dendogram showed that the 41 cultivars were grouped into 9 clusters with genetic similarity index more than 90 percent

    PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL JAGUNG HIBRIDA PERSILANGAN GALUR S6 DI DATARAN TINGGI

    No full text
    Jagung merupakan komoditas penting kedua sebagai sumber pangan utama setelah beras. Biji jagung mempunyai kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi sehingga jagung banyak dimanfaatkan untuk pakan ternak dan bahan baku industri. Indonesia telah dinyatakan swasembada jagung sejak tahun 2008 dan kebutuhan jagung setiap tahun selalu meningkat maka untuk mempertahankan perlu terus dilakukan peningkatan produksi. Salah satu upaya peningkatan produksi adalah dengan perakitan varietas hibrida yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan daya hasil lima hibrida yang dirakit dari mutan iradiasi sinnar gamma dibandingkan dengan hibrida komersial. Penelitian dilakukan di Kelurahan Air Duku Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong dengan ketinggian tempat 700 m di atas permukaan laut. Kegiatan penelitian dilaksanakan bulan September 2013 hingga Februari 2014 menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Genotipe jagung hibrida yang diuji adalah CT5, CT8, CT9, CT13, CT14 dan satu hibrida pembanding yaitu BISI-18. Hasil penelitian menunjukkan variabel jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter tongkol dan panjang tongkol tertinggi diperoleh BISI-18. Pada variabel umur berbunga CT5, CT8, CT9, CT13 dan CT14 memiliki umur yang lebih cepat 10-15 hari sedangkan untuk umur panen lebih cepat 20 hari dari hibrida pembanding. Hasil jumlah biji per tongkol genotipe CT9, CT13, CT14 tidak berbeda nyata dengan BISI-18. Jumlah biji per tongkol CT9 sebesar 554,36 biji sedangkan BISI-18 sebesar 565,50 biji. Bobot biji kering per petak CT9 dan CT13 masing-masing nilainya mencapai sebesar 4,43 ton/ha dan 3,90 ton/ha tidak berbeda nyata dengan BISI-18 yang memiliki bobot biji kering per petak tertinggi dengan nilai 5,28 ton/ha

    KERAGAAN PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN REPRODUKTIF HIBRIDA JAGUNG PERSILANGAN GALUR INBRIDA MUTAN (M4) PADA LATOSOL DARMAGA

    Full text link
    [VEGETATIVE AND REPRODUCTIVE PERFORMANCES OF MAIZE HYBRIDS GENERATED FROM INBRED MUTANTS (M4) ON DARMAGA LATOSOL]. The development of hybrids from local germplasms are extensively done as alternative to the expensive imported hybrid seeds. The farthest genetic distance of parental lines is required to develop the best hybrids. The objective of this study was to compare the vegetative and reproductive performances of hybrids generated from crosses of M4 inbred lines, generated from the selected gamma irradiated mutants. Twenty eight hybrids derived from diallel crosses of M4 inbred lines and a check hybrid variety (NK33) were evaluated on Darmaga latosol. The results showed that all hybrids had lower performances on vegetative and reproductive characters compared to NK33. However, based on the selection index involving all characters, hybrids of G3 x G8, G6 x G8, and G8 x G6  with the index values of   9.45, 7.85, and 6.72, respectively,  performed better than or similar to  NK33

    RESPON BEBERAPA VARIETAS TANAMAN MAWAR TERHADAP PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus)

    No full text
    Tanaman mawar pot menjadi daya tarik bagi petani dan pecinta mawar karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Untuk mawar potong dijual mulai harga Rp 5.000/bunga tergantung jenisnya dan mawar pot mulai dari Rp. 15.000/pot tergantung jenis dan ukuran potnya. Tanaman mawar pot yang kompak, bercabang dan berbunga banyak sangat disukai masyarakat. Namun umumnya bunga berukuran kecil. Salah satu cara untuk memperoleh ukuran tanaman yang lebih besar adalah dengan pemberian mutagenis yang dapat menggandakan kromosom seperti kolkisin. Namun kolkisin sulit didapatkan dan harganya sangat mahal. Oleh sebab itu perlu dicari mutagen pengganti yang berpengaruh sama, salah satunya yaitu ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus). Perlu dicari konsentrasi ekstrak daun tapak dara yang tepat agar dapat direkomendasikan aplikasinya untuk tanaman mawar. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2019. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah tiga varietas tanaman mawar yaitu Erfurt, The Fairy, dan Pink Button. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak daun tapak dara yaitu kontrol, 0,1% ekstrak, 0,2% ekstrak, dan 0,3% ekstrak. Data dianalisis menggunakan analisis varians (anava) pada taraf 5%. Untuk variabel umur muncul bunga dan diameter bunga di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian konsentrasi 0,3 % ekstrak daun tapak dara terhadap Pink Button lebih efektif dibandingkan dengan varietas Erfurt dan The Fairy. Ditunjukkan pada konsentrasi 0,3% varietas Pink Button menurunkan rata-rata tinggi tunas. Penambahan ekstrak daun tapak dara 0,1% meningkatkan jumlah daun, lama kesegaran bunga, jumlah bunga per polybag mawar Pink Button. Pertumbuhan dan hasil ketiga varietas tersebut optimum pada konsentrasi ekstrak daun tapak dara 0,1% berdasarkan variabel jumlah daun dan jumlah bunga per-polybag

    PENGARUH DOSIS PUPUK DAUN KNO3 DAN MEDIA YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON SECARA HIDROPONIK

    No full text
    Melon merupakan salah satu komoditi buah-buahan semusim yang digemari oleh masyarakat karena mempunyai keunggulan pada rasanya yang manis, tekstur daging yang renyah, warna daging yang bervariasi dan mempunyai aroma yang khas. Upaya peningkatan hasil tanaman melon adalah pemanfaatan teknologi hidroponik substrat yang memiliki keunggulan dalam hal efisiensi pemberian nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interaksi antara media tanam dan pupuk daun KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon secara hidroponik, menentukan media terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon dan menentukan dosis pupuk daun KNO3 optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah media tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu cocopeat 100%, kombinasi cocopeat arang sekam 50% dan arang sekam 100%. Faktor kedua adalah pemberian pupuk KNO3 (K) terdiri dari 4 taraf yaitu. kontrol, 12 g/tanaman, 24 g/tanaman, 36 g/tanaman. Dengan demikian diperoleh 12 kombinasi, menggunakan 3 ulangan, maka didapat 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 2 tanaman sehingga diperlukan 72 tanaman. Variabel yang diamati adalah Panjang tanaman, luas daun, umur berbunga jantan, umur berbunga hermaprodit, panjang akar, umur panen, bobot per buah, diameter buah, tebal daging buah dan tingkat kemanisan buah Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara penggunaan media tanam dan pupuk KNO3. Pengaplikasian pupuk KNO3 36 g/tanaman merupakan yang terbaik menghasilkan umur berbunga hermaprodit lebih cepat (23,5 hari) dan membentuk panjang akar terpanjang (48,5 cm). Interaksi antara penggunaan media tanam cocopeat 100% dan pupuk KNO3 36 g/tanaman merupakan kombinasi terbaik menghasilkan Panjang tanaman terpanjang (224,72cm). Media cocopeat 100% merupakan media terbaik pada pertumbuhan tanaman melon sehingga media ini dapat digunakan untuk budidaya melon secara hidroponik. Pemberian pupuk KNO3 belum mencapai dosis yang optimum akan tetapi pada pemberian pupuk KNO3 hingga 36 g/tanaman meningkatkan Panjang tanaman, umur berbunga hermaprodit, bobot buah, tingkat kemanisan buah dan panjang akar secara nyata. (Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, 2024

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PERAKITAN GALUR PADI GOGO TOLERAN KEKERINGAN DAN TAHAN BLAS BERDAYA HASIL TINGGI VARIETAS UNGGUL LOKAL BENGKULU MELALUI KULTUR ANTERA

    No full text
    Penggunaan padi gogo varietas unggul saat ini masih sangat rendah,disebabkan karena kurangnya ketersediaan benih dan kurangnya minat penangkar dalam memproduksi benih padi yang unggul. Perakitan varietas memerlukan waktu dan dana yang relatif besar. Pembentukan galur homozigot dapat dipercepat dengan teknik kultur antera yang dapat menghasilkan galur-galur murni dalam satu generasi. Pembentukan tanaman haploid ganda spontan pada kultur antera padi sangat menguntungkan, karena tidak perlu menggandakan tanaman haploid sebagai bahan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan galur-galur haploid ganda padi gogo yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan tahan penyakit blas. Bahan utama dalam penelitian ini adalah antera tanaman padi hasil persilangan (F1) yang terdiri atas varietas lokal dengan galur-galur terpilih yaitu P1 (Sriwijaya x IR-148+), P2 (Sriwijaya x IR-7858-1), P3 (Bugis x IR-148+), dan P4 (Bugis x IR-7858-1), media induksi kalus (N6), media regenerasi (MS) (mengikuti metode Dewi 2003, Herawati 2008). Kultur antera varietas lokal padi indica/indica menghasilkan respon induksi kalus dan regenerasi tanaman yang rendah, sehingga menghasilkan efisiensi kultur antera yang rendah dalam menghasilkan tanaman hijau. Perlu dilakukan inokulasi antera dalam beberapa tahap sehingga peluang untuk memperoleh planlet dalam jumlah yang cukup untuk bahan seleksi akan lebih besar. Sebagai alternatif dari penelitian ini telah dihasilkan tanaman F3 yang akan terus dieseleksi lebih lanjut hingga F6 hingga siap dievaluasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini, yaitu menghasilkan galur-galur harapan yang toleran kekeringan dan tahan blas
    corecore