139 research outputs found
UJI PENDAHULUAN HIBRIDA JAGUNG HASIL PERSILANGAN GALUR MUTAN M5 DI DESA KANDANG LIMUN BENGKULU
Identifikasi Genetik Kultivar Padi Gogo dengan Menggunakan Marka RAPD
A research was conducted to identify the genetics of upland rice cultivars using random amplified polimorphic DNA (RAPD) markers. Five out of 60 random primers that capable to amplify the most number of markers were OPE-07 (AGATGCAGCC), OPE-15 (ACGCACAACG), OPH-13 (GACGCCACAC), OPH19 (CTGACCAGCC), and OPM-02 (ACAACGCCTC). The number of markers amplified were 5, 6, 8, 8, and 7, respectively. RAPD-PCR using these 5 primers arranged to DNA templates of 41 rice cultivars amplified 1127 RAPD markers. Polymorphic information content (PIC) of each primer were 0.79, 0.80, 0.87, 0.87, and 0.72, respectively. Cluster analysis using a UPGMA dendogram showed that the 41 cultivars were grouped into 9 clusters with genetic similarity index more than 90 percent
GENETICS OF RESISTANCE AGAINST CUCUMBER MOSAIC VIRUS (CMV) IN HOT PEPPER (CAPSICUM ANNUUM L.)
The genetic nature of cucumber mosaic virus (CMV) resistance was studied in three crosses, viz CL024 (resistance) x CA87067 (susceptible), C1024 x Chilli (susceptible),
and C1034 (resistance) x CA87067. CMV resistance was controlled by nuclear, relessive simple gene. Broad and narrow sense heritability estimates were high
Kajian Genetik Dan Seleksi Genotipe S5 Kacang Hijau (Vigna Radiata (L.) Wilczek) Menuju Varietas Berdaya Hasil Tinggi Dan Serempak Panen
Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai heritabilitas, variabilitas genetik, kemajuan genetik, korelasi genetik beberapa karakter agronomi genotipe S5 dan mencari genotipe-genotipe unggul yang berdaya hasil tinggi dan serempak panen. Perlakuan terdiri dari 34 genotipe kacang hijau yang diuji menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKL T) dengan tiga ulangan. Genotipe yang digunakan adalah 34 genotipe kacang hijau, terdiri dari 29 genotipe S5 koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi benih IPB dan lima varietas nasional, yaitu Sriti Merah, Bakti 168, Betet, Sriti Hijau, dan Merpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter jumlah buku memiliki nilai duga heritabilitas arti luas tinggi, yaitu sebesar 51 %. Nilai duga heritabilitas arti luas karakter kuantitatif lainnya tergolong rendah hingga sedang. Nilai heritabiIitas yang tinggi tersebut menunjukkan bahwa pengaruh faktor genetik lebih besar terhadap penampilan fenotipik dibandingkan pengaruh lingkungan. Karakter tinggi tanaman, bobot 1000 butir, bobot brangkasan kering memiliki nilai duga kemajuan genetik harapan tinggi berturut-turut 283.477 (12.149%), 56.066 (1.586), dan 1.345 (23.931). Persentase kemajuan genetik harapan tertinggi ditunjukkan oleh karakter bobot brangkasan kering sebesar 23.931%. Pada pendugaan nilai variabilitas genetik, karakter jumlah buku memiliki nilai duga variabilitas genetik luas, sedangkan karakter kuantitatif lainnya memiIiki nilai duga variabilitas genotipik sempit. Variabilitas genetik sempit menandakan rendahnya keragaman genetik pada karakter tersebut. ..
Program Penanganan Pasca Panen Padi dan Pemantapan Gerakan Khusus Kedelai Jagung di BPP Klari Kabupaten Karawang
Maksud dan tujuan Kuliah Kerja Nyata ini adalah untuk memantapkan pelaksanaan Sapta Usaha Pasca Panen padi di tingka petani, sehingga mereka tahu, mau dan mampu melaksanakan penanganan pasca panen dengan tepat. Selain itu kegiatan ini juga mendorong minat petani melakukan penanaman kedelai dan jagung secara intensif dan benar dalam rangka mensukseskan Gerakan Khusus Kedelai Jagung
Efektivitas Beberapa Herbisida Pratumbuh pada Beberapa Tingkat Pengapuran Tanah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida diuron, ametryne dan alachlor pada tingkat pengapuran 0, 1, 2 dan 3 kali penetralan Aldd terhadap daya penekanan gulma pada tanah Podsolik Merah Kuning Jasinga dan Latosol Darmaga
PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL JAGUNG HIBRIDA PERSILANGAN GALUR S6 DI DATARAN TINGGI
Jagung merupakan komoditas penting kedua sebagai sumber pangan utama setelah beras. Biji jagung mempunyai kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi sehingga jagung banyak dimanfaatkan untuk pakan ternak dan bahan baku industri. Indonesia telah dinyatakan swasembada jagung sejak tahun 2008 dan kebutuhan jagung setiap tahun selalu meningkat maka untuk mempertahankan perlu terus dilakukan peningkatan produksi. Salah satu upaya peningkatan produksi adalah dengan perakitan varietas hibrida yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan daya hasil lima hibrida yang dirakit dari mutan iradiasi sinnar gamma dibandingkan dengan hibrida komersial. Penelitian dilakukan di Kelurahan Air Duku Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong dengan ketinggian tempat 700 m di atas permukaan laut. Kegiatan penelitian dilaksanakan bulan September 2013 hingga Februari 2014 menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Genotipe jagung hibrida yang diuji adalah CT5, CT8, CT9, CT13, CT14 dan satu hibrida pembanding yaitu BISI-18. Hasil penelitian menunjukkan variabel jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter tongkol dan panjang tongkol tertinggi diperoleh BISI-18. Pada variabel umur berbunga CT5, CT8, CT9, CT13 dan CT14 memiliki umur yang lebih cepat 10-15 hari sedangkan untuk umur panen lebih cepat 20 hari dari hibrida pembanding. Hasil jumlah biji per tongkol genotipe CT9, CT13, CT14 tidak berbeda nyata dengan BISI-18. Jumlah biji per tongkol CT9 sebesar 554,36 biji sedangkan BISI-18 sebesar 565,50 biji. Bobot biji kering per petak CT9 dan CT13 masing-masing nilainya mencapai sebesar 4,43 ton/ha dan 3,90 ton/ha tidak berbeda nyata dengan BISI-18 yang memiliki bobot biji kering per petak tertinggi dengan nilai 5,28 ton/ha
KERAGAAN PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN REPRODUKTIF HIBRIDA JAGUNG PERSILANGAN GALUR INBRIDA MUTAN (M4) PADA LATOSOL DARMAGA
[VEGETATIVE AND REPRODUCTIVE PERFORMANCES OF MAIZE HYBRIDS GENERATED FROM INBRED MUTANTS (M4) ON DARMAGA LATOSOL]. The development of hybrids from local germplasms are extensively done as alternative to the expensive imported hybrid seeds. The farthest genetic distance of parental lines is required to develop the best hybrids. The objective of this study was to compare the vegetative and reproductive performances of hybrids generated from crosses of M4 inbred lines, generated from the selected gamma irradiated mutants. Twenty eight hybrids derived from diallel crosses of M4 inbred lines and a check hybrid variety (NK33) were evaluated on Darmaga latosol. The results showed that all hybrids had lower performances on vegetative and reproductive characters compared to NK33. However, based on the selection index involving all characters, hybrids of G3 x G8, G6 x G8, and G8 x G6 with the index values of 9.45, 7.85, and 6.72, respectively, performed better than or similar to NK33
RESPON BEBERAPA VARIETAS TANAMAN MAWAR TERHADAP PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus)
Tanaman mawar pot menjadi daya tarik bagi petani dan pecinta mawar karena
memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Untuk mawar potong dijual mulai harga Rp
5.000/bunga tergantung jenisnya dan mawar pot mulai dari Rp. 15.000/pot tergantung jenis
dan ukuran potnya. Tanaman mawar pot yang kompak, bercabang dan berbunga banyak
sangat disukai masyarakat. Namun umumnya bunga berukuran kecil. Salah satu cara untuk
memperoleh ukuran tanaman yang lebih besar adalah dengan pemberian mutagenis yang
dapat menggandakan kromosom seperti kolkisin. Namun kolkisin sulit didapatkan dan
harganya sangat mahal. Oleh sebab itu perlu dicari mutagen pengganti yang berpengaruh
sama, salah satunya yaitu ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus). Perlu dicari
konsentrasi ekstrak daun tapak dara yang tepat agar dapat direkomendasikan aplikasinya
untuk tanaman mawar.
Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2019. Rancangan
percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yang diulang
sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah tiga varietas tanaman mawar yaitu Erfurt, The
Fairy, dan Pink Button. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak daun tapak dara yaitu
kontrol, 0,1% ekstrak, 0,2% ekstrak, dan 0,3% ekstrak. Data dianalisis menggunakan
analisis varians (anava) pada taraf 5%. Untuk variabel umur muncul bunga dan diameter
bunga di analisis secara deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian konsentrasi 0,3 % ekstrak daun tapak
dara terhadap Pink Button lebih efektif dibandingkan dengan varietas Erfurt dan The Fairy.
Ditunjukkan pada konsentrasi 0,3% varietas Pink Button menurunkan rata-rata tinggi
tunas. Penambahan ekstrak daun tapak dara 0,1% meningkatkan jumlah daun, lama
kesegaran bunga, jumlah bunga per polybag mawar Pink Button. Pertumbuhan dan hasil
ketiga varietas tersebut optimum pada konsentrasi ekstrak daun tapak dara 0,1%
berdasarkan variabel jumlah daun dan jumlah bunga per-polybag
PENGARUH DOSIS PUPUK DAUN KNO3 DAN MEDIA YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON SECARA HIDROPONIK
Melon merupakan salah satu komoditi buah-buahan semusim yang digemari oleh
masyarakat karena mempunyai keunggulan pada rasanya yang manis, tekstur daging yang
renyah, warna daging yang bervariasi dan mempunyai aroma yang khas. Upaya
peningkatan hasil tanaman melon adalah pemanfaatan teknologi hidroponik substrat yang
memiliki keunggulan dalam hal efisiensi pemberian nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan interaksi antara media tanam dan pupuk daun KNO3 terhadap pertumbuhan
dan hasil tanaman melon secara hidroponik, menentukan media terbaik terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman melon dan menentukan dosis pupuk daun KNO3 optimum
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor
pertama adalah media tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu cocopeat 100%, kombinasi
cocopeat arang sekam 50% dan arang sekam 100%. Faktor kedua adalah pemberian pupuk
KNO3 (K) terdiri dari 4 taraf yaitu. kontrol, 12 g/tanaman, 24 g/tanaman, 36 g/tanaman.
Dengan demikian diperoleh 12 kombinasi, menggunakan 3 ulangan, maka didapat 36 unit
percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 2 tanaman sehingga diperlukan 72
tanaman. Variabel yang diamati adalah Panjang tanaman, luas daun, umur berbunga jantan,
umur berbunga hermaprodit, panjang akar, umur panen, bobot per buah, diameter buah,
tebal daging buah dan tingkat kemanisan buah
Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara penggunaan media tanam dan
pupuk KNO3. Pengaplikasian pupuk KNO3 36 g/tanaman merupakan yang terbaik
menghasilkan umur berbunga hermaprodit lebih cepat (23,5 hari) dan membentuk panjang
akar terpanjang (48,5 cm). Interaksi antara penggunaan media tanam cocopeat 100% dan
pupuk KNO3 36 g/tanaman merupakan kombinasi terbaik menghasilkan Panjang tanaman
terpanjang (224,72cm). Media cocopeat 100% merupakan media terbaik pada
pertumbuhan tanaman melon sehingga media ini dapat digunakan untuk budidaya melon
secara hidroponik. Pemberian pupuk KNO3 belum mencapai dosis yang optimum akan
tetapi pada pemberian pupuk KNO3 hingga 36 g/tanaman meningkatkan Panjang tanaman,
umur berbunga hermaprodit, bobot buah, tingkat kemanisan buah dan panjang akar secara
nyata.
(Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,
Universitas Bengkulu, 2024
- …
