1,720,969 research outputs found
ANALISIS DAN PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DI KANTOR SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA
ANALISIS DAN PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DI KANTOR SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA - Data, Knowledge Management (KM
Inovasi Pembayaran PBB melalui Menabung di Kotak PBB
Pada bulan dibagikannya tagihan SPPT tersebut ,bertepatan dengan banyaknya kegiatan gotong royong seperti halnya hajatan. Sehingga uang yang terkumpul secara pribadi untuk pembayaran PBB teralihkan untuk kegiatan hajatan.Dan pada akhirnya pembayanan PBB terabaikan yang mengakibatkan tidak lunasnya PBB pada waktu yang telah ditentukan
Peran Bimbingan Pranikah Upaya Membentuk Keluarga Sakinah: Studi Deskriptif di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung
Bimbingan Pra Nikah yang diselenggarakan di KUA Ujung Berung ini sudah lama berjalan sejak tahun 1985, Dalam hal ini BP-4 KUA Ujung Berung merupakan sebuah lembaga yang telah mencoba memberikan pelayanan bagi masyarakat, baik itu berupa nasehat perkawinan yaitu memberikan penataran dan penyuluhan terhadap meraka yang akan melaksanakan pernikahan dengan menanfaatkan tenggang waktu sepuluh hari sebelum menikah tiba.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana proses layanan bimbingan Pra Nikah terhadap calon suami istri di KUA Ujung Berung Bandung, untuk mengetahui bagaimana faktor penghambat dan pendukung dalam Bimbingan Pra Nikah di KUA Ujung Berung, untuk Mengetahui Bagaimana Bagaimana hasil yang dicapai dari proses Bimbingan Pra Nikah sebagai upaya dalam membentuk keluarga sakinah KUA Kecamtan Ujung Berung kota Bandung.
Bertolak pada kerangka pemikiran bahwa bimbingan Pra Nikah atau yang biasa disebut merupakan upaya membantu pasangan calon pengantin. Pernikahan ini dilakukan oleh BP-4. Tujuannya agar mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya melalui cara-cara yang saling menghargai, toleransi, dan komunikasi, agar dapat tercapai motivasi berkeluarga, perkembangan, kemandirian, dan kesejahteraan seluruh anggota keluarganya. Dalam penelitian ini di arahkan kepada calon pengantin yang mengikuti bimbingan Pra Nikah agar mereka tau bagai mana cara membentuk keluarga sakinah, proses bimbingan Pra Nikah ini di lakukan oleh BP-4 di KUA Ujung Berung.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif karena tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mendeskripsikan secara paktual, aktual, dan sistematis mengenai Peran Bimbingan Pra Nikah Upaya Membentuk Keluarga Sakinah.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa peran bimbingan Pra Nikah di KUA Ujung Berung dikatakan berhasil yaitu adanya kesadaran dari pasangan calon pengantin, akan hak dan tanggung jawab sebagai seorang suami dan istri. sehingga dalam kehidupan berumah tangga terbentuk sikap saling pengertian, serta saling menghargai.
Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa bimbingan Pra Nikah ini sangat bermanfaat untuk mereka. Karena banyak pengetahuan yang sebelumnya mereka tidak ketahui setelah mengikuti bimbingan menjadi mengerti, serta mereka ingin senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas perkawinan serta mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, kekal menurut tuntunan Islam
KINERJA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA DISRUPSI
Saat ini tuntutan untuk melakukan perubahan dan penyesuaian yang dilakukan oleh berbagai kalangan organisasi publik maupun bisnis semakin komplek, dinamis dan dihadapkan pada berbagai ketidakpastian lingkungan. Keadaan ini menuntut organisasi harus berkompetisi untuk bisa menang, melakukan inovasi yang beyond-disruption, menciptakan pasar baru tanpa perlu bersaing dengan yang sudah ada, tanpa harus mengalahkan siapapun. Mensikapi segala perubahan dan permasalahan yang terjadi saat ini memang tidak mudah, tetapi faktor determinannya adalah organisasi berusaha untuk membangun kinerja manajemen sumber daya manusia. Karena permasalahan kinerja manajemen sumber daya manusia merupakan permasalahan internal organisasi, hal ini memerlukan perubahan dan mutlak dilakukan dalam rangka mengantisipasi terhadap perubahan yang dilakukan organisasi untuk berkompetisi serta berinovasi sehingga menuntut bersikap profesonal, cepat dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk meningkatkan kredibilitas organisasi diperlukan perspektif baru dalam mengelola kinerja sumber daya manusia, seperti organisasi menyelenggarakan diklat diarahkan untuk meningkatkan keahlian dan kecakapan pegawai yang memberikan pemahaman dan penguasaan kompeteni di bidang informasi teknologi, hal ini penting untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas SDM dimasa mendatang
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DAN INAP ( STUDI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH )
Masalah pelayanan pasien rawat jalan dan inap merupakan masalah yang sangat urgen karena dalam penanganan dan pengelolaannya memerlukan keterampilan kecekatan bahkan biaya peralatan medis yang tinggi. Karena itu pelayanan pasien rawat jalan dan inap di Rumah Sakit Umum Daerah yang lebih efektif merupakan suatu keharusan, Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah, ternyata pelayanan pasien rawat jalan dan inap masih belum efektif, ini berarti pelayanan pasien rawat jalan dan inap di Rumah Sakit Umum Daerah belum sepenuhnya efektif.
Studi ini berujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi kebijakan kesehatan dan sejauh mana pengaruhnya terhadap efektifitas organisasi Rumah Sakit Umum Daerah dalam meningkatkan pelayanan pasien rawat jalan dan inap. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif serta mengacu pada teori implementasi kebijakan yang mempunyai empat komponen yaitu komunikasi, sumber daya, diposisi atau sikap para pelaksana dan struktur birokrasi. Keempat komponen dari teori implementasi kebijakan menjadi pilihan dalam mendampingi penelitian ini, srta sekaligus merupakan sub variabel bebas dari studi ini.
Dalam penelitian ini ditentukan populasi dan sampel penelitian ini adalah pegawai pada Rumah Sakit Umum Daerah.. Pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling dengan ukuran sampel 122. Data primer diperoleh dengan menggunakan angket yang dirancang sesuai dengan keperluan penelitian dan observasi. Data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas organisasi umah Sakit Umum Daerah dalam meningkatkan pelayanan pasien rawat jalan dan inap. Di lain pihak faktor disposisi atau sikap para pelaksana memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap efektivitas organisasi Rumah Sakit Umum Daehrah dalam meningkatkan pelayanan pasien rawat jalan dan inap.
 
Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai bidang mutasi dan kepangkatan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat
INDONESIA
Penelitian ini berawal dari permasalahan masih adanya pegawai yang tidak memiliki inisiatif dalam bekerja, penulis mengidentifikasikan kinerja para pegawai bisa di katakan kurang baik, hal ini dapat diketahui dari hasil observasi, tidak sedikit pegawai yang mengisi waktu kerjanya dengan duduk berbincang bersama rekan kerjanya, ataupun izin keluar kantor untuk urusan-urusan yang tidak berkaitan dengan tugas pekerjaannya, masih adanya pegawai yang absen tanpa memberikan keterangan yang jelas dan kurangnya motivasi dari peminpin terhadap bawahan sehingga mengakibatkan tingkat kehadiran yang belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Bidang Mutasi dan Kepangkatan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini. Motivasi kerja menurut Patton (2012:28) terdapat tiga dimensi motivasi kerja, yaitu; a) tuntutan akan dunia kerja yang meliputi(rasa tanggung jawab, dan partisipasi pegawai); b) posisi atau kedudukan yang meliputi (hubungan antar pegawai); c) kepemimpinan yang meliputi (komunikasi pegawai, dan berkompetisi).
Kinerja pegawai menurut Henry Simamora (2004:612) terdapat dua dimensi kinerja pegawai, yaitu; a) Kualitas kerja yang meliputi (menyelesaikan tugas); b) ketepatan waktu yang meliputi (pemanfaatan waktu, dan memiliki inisiatif). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan asosiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, studi kepustakaan, dokumentasi yang dilakukan secara langsung dengan pegawai Bidang Mutasi dan Kepangkatan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi kerja mendapatkan nilai rata-rata yang diperoleh yaitu sebesar 65,34% masuk dalam kategori cukup baik. Kinerja pegawai berada ditingkat yang sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari inisiatif dalam bekerja sangat tinggi. Pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 47%, sedangkan sisa sebesar 53% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Hal ini menunjukan bahwa Motivasi Kerja menjadi faktor yang cukup penting dalam meningkatkan Kinerja Pegawai.
ENGLISH
This research starts from the problem of the existence of employees who do not have initiative in work, the authors identify the performance of employees can be said to be less good, this can be seen from the results of observations, not a few employees who fill their work time by sitting talking with coworkers, or permission leaving the office for matters not related to work assignments, there are still absent employees without giving clear information and lack of motivation from leaders to subordinates resulting in a level of attendance that is not optimal. The purpose of this study was to find out and analyze how the influence of work motivation on employee performance in the Field of Mutations and the Rank of the Regional Civil Service Board of West Java Province. The theory used in this study. Work motivation according to Patton (2012: 28) there are three dimensions of work motivation, namely; a) demands for the world of work that includes (a sense of responsibility, and employee participation); b) position or position which includes (relations between employees); c) leadership that includes (employee communication, and competing).
Employee performance according to Henry Simamora (2004: 612) there are two dimensions of employee performance, namely; a) Quality of work which includes (completing assignments); b) timeliness that covers (time utilization, and has initiative). The research method used in this study is quantitative by using an associative approach. Data collection was carried out by observation, questionnaire, literature study, documentation carried out directly with employees in the Field of Mutations and the Rank of the Regional Civil Service Board of West Java Province. The results showed that work motivation got the average value obtained that is equal to 65.34% in the fairly good category. Employee performance is at a very high level, this can be seen from the initiative in working very high. The effect of work motivation on employee performance is 47%, while the remaining 53% is influenced or explained by other variables not examined by the researcher. This shows that Work Motivation is a quite important factor in improving Employee Performance
PENGARUH PENGUNGKAPAN PAJAK SUKARELA TERHADAP KEPATUHAN PAJAK SUKARELA DENGAN KEADILAN PAJAK SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA GARUT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Voluntary Tax Disclosure terhadap Voluntary Tax Compliance dengan Keadilan Pajak sebagai Variabel Pemoderasi pada KPP Pratama Garut. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner (Utama) yang dibagikan kepada wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Garut dengan metode sampling insidental.
Populasi penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar sebagai wajib pajak yang mengikuti program Voluntary Tax Disclosure di KPP Pratama Garut. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 120 responden. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah regresi linier sederhana dan Moderated Regression Analysis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Program Pengungkapan Pajak Sukarela berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linier sederhana diperoleh nilai R Square sebesar 0,417 yang berarti besarnya pengaruh Voluntary Tax Disclosure terhadap Voluntary Tax Compliance adalah sebesar 41,7%. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikansi yang lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,000 < 0,05. (2) Keadilan Pajak dapat memoderasi pengaruh Program Pengungkapan Pajak Sukarela terhadap Kepatuhan Pajak Sukarela. Hal ini dibuktikan dengan Moderated Regression Analysis yang memberikan nilai R Square sebesar 0,466 yang berarti Keadilan Pajak dapat memoderasi pengaruh Voluntary Tax Disclosure terhadap Voluntary Tax Compliance. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikan lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,005 < 0,05.
66 yang berarti Keadilan Pajak dapat memoderasi pengaruh Voluntary Tax Disclosure terhadap Voluntary Tax Compliance. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikan lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,005 < 0,05
HOW TAXPAYER AWARENESS, TAXPAYER KNOWLEDGE, TAX SANCTIONS, TAX SERVICE QUALITY AFFECT ON MOTOR VEHICLES TAXPAYER COMPLIANCE IN BANDUNG CITY
The purpose of this study is to assess tax revenue awareness, tax enforcement knowledge, tax penalties, tax service to taxpayers' compliance in compliance with motor vehicle taxes that are available in Bandung city. The study was conducted by taking a sample of 50 respondents by using methods of sampling samples. Data collection was made through questionnaires and observation. Technical data analysis used in this research is linear regression. Based on analysis, it may be known that the taxpayers' consciousness, the knowledge of tax payers, tax penalties, tax compliance of the tax payers in the areas of Bandung city still likely to be small or, it could be said, that public awareness of motor-vehicle taxpayers is still largely a derobligation
PENGARUH PENERAPAN SISTEM E-FILLING TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DENGAN PEMAHAMAN INTERNET SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA KPP PRATAMA GARUT
The purpose of this study was to test effect of the implementation of the e-Filling system on the Compliance of Personal Taxpayers with Internet Understanding as a Moderating Variable at KPP Pratama Garut. The sampling technique was carried out by accidental sampling technique. The population of this research is the individual taxpayers who are registered at KPP Pratama Garut and the respondents who are used as samples are 105 respondents. The data analysis method used is simple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that the implementation of the e-filling system on taxpayer compliance had a positive effect on understanding the internet affecting the application of the e-filling system on taxpayer compliance
ANALISIS MANFAAT AUDIT DITINJAU DARI PERSPEKTIF KLIEN AUDIT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis manfaat audit ditinjau dari perspektif klien audit (Survei Pada BPR Kota dan Kabupaten Bandung). Variabel yang diteliti adalah kinerja auditor, tingkat kepuasan klien audit dan manfaat audit bagi para pemangku kepentingan eksternal.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengujian hipotesis. Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang terdiri dari data primer melalui kuesioner, jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. Metode analisis yang digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh antar variabel menggunakan Structural Equation Model (SEM) yang berbasis variance atau sering disebut Component Based SEM yang mempergunakan software SmartPLS dan PLS Graph.
Variabel konstruk dari kepuasan kinerja auditor adalah kompetensi auditor, skeptis auditor, hubungan auditor dengan klien, dan hubungan asisten auditor dengan klien yang dipersepsikan klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Auditor dan Skeptis Auditor terbukti dapat mempengaruhi tingkat kepuasan klien dan manfaat audit bagi para pemangku kepentingan eksternal, sedangkan variabel Hubungan Auditor dengan Klien dan yang dipersepsikan klien dan Hubungan Asisten Auditor dengan Klien yang dipersepsikan klien tidak mempengaruhi kepuasan klien dan manfaat audit bagi para pemangku kepentingan eksternal di di Bank Perkreditan Rakyat seluruh Kota dan Kabupaten Bandung
- …
