1,720,963 research outputs found
Kajian Desain Logo Ibm Tahun 1972 Sebagai Brand Global.
Logo merupakan karya desain yang sering dijumpai sehari-hari, pada umumnya logo berukuran kecil dan sederhana namun mewakili sesuatu yang jauh lebih besar. Di dalam logo bisa terkandung visi, misi, karakter, dan kepribadian entitas yang diwakilinya, dan salah satu logo yang terkenal adalah logo IBM.IBM adalah sebuah perusahaan yang telah berusia satu abad lebih, namun tetap eksis hingga sekarang. Terlebih lagi, IBM termasuk dalam tiga besar perusahaan multinasional dengan nilai brand tertinggi di dunia dan berlangsung selama lebih dari satu dekade berturut-turut. Melihat hal tersebut, logo IBM tentulah menyimpan keistimewaan karena ia mewakili perusahaan yang istimewa.Penelitian ini diadakan untuk mengungkap apa yang terdapat di dalam logo IBM:bagaimana aspek formalistiknya, dan bagaimana aspek pemaknaannya.Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi objek penelitian menggunakan kriteria, prinsip, dan fenomena umum teori-teori keilmuan, yaitu Desain Grafis, Persepsi Visual, dan Semiotik. Pengkajian diperkaya dengan tinjauan pustaka dari penelitian yang pernah dilakukan oleh pihak lain.Metode penelitian kualitatif diawali dengan menelusuri jejak sejarah perusahaan IBM dan logonya, sebagai landasan untuk menganalisa secara teoritis aspek formalistik dan pemaknaan. Secara formalistk terindikasi bahwa logo IBM efektif dari segi penampilan visual, dan secara aspek pemaknaan logo IBM mengandung tiga dimensi mitos yang bersifat afektif,kognitif dan Konatif
Layout, dasar dan penerapannya
Sebuah buku "pendidikan Praktis", yang memuat sebuah missi desain visual yang kental, mulai dari konteknya, pemaparannya, hingga penyajian yang berpaku pada konsep visual grafis. yang membedakan dari buku ynag lain adalah isinya yang dijodohkan dengan aktualitas prktisi sehingga ide tersaji dengan lengkapMampu membangkitkan ide / inspirasi pembaca yang ingin menggeluti bidang seni desain grafis
Layout 2020, buku 1
Buku ini berisikan prinsip-prinsip desain, layout, dan grid yang menjadi jiwa dalam sebuah desain tata letak media grafis, baik cetak maupun digital. Ini sangat membantu desainer ataupun calon desainer komunikasi visual yang tertarik dengan perancangan publikasi konten kekinian melalui media informasi baik cetak, digital, multimedia, ataupun publikasi online melalui apps atau web
Font & tipografi
Buku ini berisi penjelasan yang lugas dan menarik serta didukung gambar dan beberapa contoh kasus aktual tentang pendalaman bentuk, makna dan manfaat huruf. Buku ini mempu mengupas beragam potensi kekuatan wujud dan penataan huruf dalam komunikasi sehari-hari. Buku ini layak dibaca bagi pemerhati bidang publikasi dan media, percetakan, desainer grafis yang yang ingin belajar mengenai huruf, font, dan tipografi serta penerapannya
Mari berhitung sisa hidupmu
Apa betul saya bodoh? Penyakitan? Jelek? Pemalu? Bukankah cuma stempel yang dicapkan orang sejak kecil? Jangan sombong, jangan dendam, mengapa tidak boleh? Apa itu persaingan? Mau sukses? Memang sukses itu apa? Sudah profesional? Apa itu profesional? Saya menilai orang dari apanya? Penampilannya? Kekayaannya? Mari mengkaji kembali prinsip dan nilai-nilai hidup pribadi, mari mendesain ulang hidup selagi masih sempat, lewat cara yang tidak membuat stres: cerita, gambar, foto, ilustrasi, tipografi, tabel, diagram, infographic, semua disajikan full color. Bagi yang merasa hidupnya fine-fine saja, mudah-mudahan jadi gelisah :) Membaca dan melihat pikiran Surianto itu asyik tapi berbahaya! Ada brutalitas di balik ungkapannya yang lugu; hal biasa dinilai kembali jadi perenungan yang dalam. Pada akhirnya (mudah-mudahan) Anda mendapatkan nilai-nilai terang yang menginspirasi. - Eka Sofyan Rizal; Dosen & Desainer Grafis Di luar perkiraan, buku ke-4 Surya ternyata cukup mengejutkan dan isinya membuat lebih surprise lagi. Seorang pelaku komunikasi visual yang mencoba merekam momen serta "wejangan"dan "doktrin" yang acap "dituang"oleh orang-orang dekat kita, yang kalau ditelisik cuma sekadar meneruskan dari pendahulunya. Banyak perenungan dalam dikemas secara ringan & dukungan visual yang membuat kita bersyukur diingatkan dari sekarang. - Caroline F. Sunarko; Akademisi dan Aktivis Komunikasi Visual, General Manager Damniloveindonesia.com, co- Founder Kreavi.com Orang baik memperbaiki dirinya dan memotivasi orang lain untuk menjadi lebih baik. Buku motivasi yang baik berfungsi sebagai alat pembelajaran dan penyeManga, Manhua & Manhwat bagi pembacanya. Melalui buku ini Surianto memberi pencerahan pribadi yang dibagikannya kepada kita dengan caranya yang khas: ringan, umum, namun disajikan secara kreatif dan memikat secara visual grafisnya. - Christofer Santosa; Pekerja Kreatif, Penulis, Sutradara "Sudahkah melakukan 'sesuatu' di kehidupan ini?"Mau dikenang sebagai apa kelak?"Surianto Rustan berhasil memformulasikan perenungan akan lika-liku perjalanan hidupnya yang mengkristal menjadi sebuah mahakarya cerita inspiratif yang mampu menggugah "kebelumsadaran" kita. - Triden Tan; Graphic Designer, Founder of Masterpiece Magazine
Bisnis Desain
Buku ini ditulis dengan informatif, praktis, aktual, dengan sumber pelaku dan praktisi yang relevan tanpa meninggalkan teori akademis. Berisi tentang hal-hal penting dalam bisnis desain. Bagaimana memulai bisnis desain? Cara Menghitung harga desain. Mengelola proyek dan deadline. Bekerja di perusahaan vs freelance. Dan etika bisnis desain grafis. Disajikan ala ‘anak desain’. Bahasaringan, kasus-kasus nyata, perhitungan simple, full color, gambar & foto,diagram, dan infografik
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
