1,721,016 research outputs found

    PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SAINS DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER

    Full text link
    Proses membangun karakter berlangsung terus menerus dan seyogianya dilakukan melalui pendidikan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses tersebut memerlukan upaya serius untuk merealisasikannya secara terencana. Studi tentang pembangunan karakter dapat ditinjau dari berbagai aspek, di antaranya melalui pembelajaran bidang studi tertentu, melalui pengembangan kemampuan berpikir; mengintegrasikan domain kognitif, afektif dan psikomotor; memfokuskan pada ipteks dan imtaq, dan pengembangkan sikap ilmiah. Pembangunan karakter melalui pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu alternatif dalam pendidikan sains. Kecerdasan majemuk juga meru-pakan salah satu wahana yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Kebiasaan berpikir (habits of mind) sebagai perilaku cerdas jauh lebih penting dibandingkan dengan membekalkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik melalui pendidikan sains. Habits of mind dalam arti perilaku cerdas dapat dilatihkan dan diukur pencapaiannya. Semua itu dimungkinkan apabila pendidikan sains menekankan pembelajaran berbasis inkuiri dan didukung dengan penerapan asesmen otentik dan asesmen formatif. Penelitian sains yang menekankan asesmen formatif menjadi bidang yang menarik untuk diteliti, karena berbeda dengan asesmen sumatif yang lebih menekankan hasil belajar (assessment of learning), asesmen formatif justru mendorong peserta didik untuk belajar (assessment for learning). Kata kunci : Keterampilan berpikir tingkat tinggi, habits of mind, pendidikan sains, pembangunan karakter, kecerdasan majemu

    Materi dan Pembelajaran IPA SD

    Full text link

    MENGEMBANGKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN KARAKTER KREATIF

    Full text link
    Studi tentang implementasi model pembelajaran Zoologi Invertebrata berbasis masalah (MPZIBM) berfokus pada upaya peningkatan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru biologi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh MPZIBM terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran yang dapat membekali calon guru Biologi untuk bisa merancang pembelajaran Biologi berbasis keterampilan berpikir kreatif, dan evaluasi pembelajaran Biologi yang menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kreatif. MPZIBM unggul dalam meningkatkan keterampilan berpikir pada kelompok/unit materi pelajaran yang memiliki struktur morfologi/anatomi yang berkembang secara jelas. MPZIBM dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dengan kategori sedang (%g= 43 %)

    MENGEMBANGKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN KARAKTER KREATIF (Suatu Studi pada Perkuliahan Zoologi Invertebrata)

    Full text link
    ABSTRAK Studi tentang implementasi model pembelajaran Zoologi Invertebrata berbasis masalah (MPZIBM) berfokus pada upaya peningkatan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru biologi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh MPZIBM terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif.  Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran yang dapat membekali calon guru Biologi untuk bisa merancang pembelajaran Biologi berbasis keterampilan berpikir kreatif, dan evaluasi pembelajaran Biologi yang menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kreatif. MPZIBM   unggul dalam  meningkatkan keterampilan berpikir pada kelompok/unit materi  pelajaran yang memiliki struktur morfologi/anatomi yang berkembang secara jelas. MPZIBM dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dengan kategori sedang (%g= 43 %).   Kata Kunci: MPZIBM, keterampilan berpikir kreatif

    Pokok-pokok pengajaran biologi dan kurikulum 1994

    No full text
    viii, 48 p.; 21 c

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PEMBELAJARAN BIOLOGI SEL BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN “CONCEPT ATTAINMENT MODEL

    Full text link
    Pembelajaran dengan metode ceramah, diskusi, dan praktikum belum bisa memfasilitasi bentuk representasi makroskopis, simbolis, dan mikroskopis secara optimal, terutama untuk materi ajar biologi sel yang bersifat abstrak. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan model pembelajaran biologi sel berbasis keterampilan berpikir kritis menggunakan “concepts attainment model”. Desain penelitian menggunakan “One Group Pretest-Postest Design” yang melibatkan 39 mahasiswa tingkat II semester III Program S-1. Data pretest dan postest diolah untuk mengetahui peningkatan pencapaian konsep mahasiswa. Respon mahasiswa dan dosen terhadap model pembelajaran diketahui melalui Angket dan Wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada nilai N-Gain katagori sedang. Peningkatan keterampilan berpikir kritis tertinggi terjadi pada aspek menjawab pertanyaan “apa yang dimaksud dengan…?”, sedangkan yang terendah pada “kemampuan untuk memberikan alasan”, Secara umum pembelajaran “concepts attainment model” mendapat respon positif dari mahasiswa dan dosen biologi. Untuk itu, perlu dikembangkan model yang serupa pada konsep-konsep yang lainnya. Kata Kunci: Keterampilan berpikir kritis, concept attainment model, dan biologi se
    corecore