43 research outputs found
ANALISIS IMPLEMENTASI BIMTEK FASILITASI BERDASARKAN SNP PADA PROGRAM SISTEM PENJAMINAN MUTU DI LPMP PROVINSI BANGKA BELITUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya LPMP dalam mewujudkan Pendidikan yang bermutu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Mutu. Standarisasi Pendidikan memiliki makna sebagai upaya penyamaan arah Pendidikan secara nasional yang mempunyai keleluasaan dan keluwesan dalam implementasinya. SNP harus dijadikan acuan oleh pengelola pendidikan menjadi pendorong tumbuhnya inisiatif dan kreativitas dari pengelola pendidikan untuk mencapai standar yang ditetapkan. Fokus penelitian ini adalah analisis implementasi bimtek fasilitasi pemenuhan SNP oleh satuan pendidikan pada program sistem penjaminan mutu di LPMP Provinsi Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang lokasinya di LPMP Provinsi Bangka Belitung. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Responden wawancara ditentukan dengan metode snowball sampling. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi bimtek dilaksanakan berdasarkan hasil peta mutu yang tertuang dalam rapor mutu 10 sekolah. Substansi Bimtek terdiri dari dua, yaitu kegiatan Besalin dan Bekecak. Dengan menggunakan metode yang digunakan fasilitator adalah metode ceramah, analisis dan diskusi. Pelaksanaan bimtek ini didukung oleh SDM yang mumpuni dari LPMP Provinsi Bangka Belitung, sarana dan prasarana yang memadai dan ketersediaan data dan informasi hasil analisis dan rekomendasi kebutuhan program bimtek, namun tidak terlepas dari faktor penghambatnya yaitu kegiatan Bimtek dilaksanakan pada saat pandemi Covid-19, sehingga tahapan kegiatan tidak seleluasa di masa bebas pandemi. Selain itu bimtek ini terhambat oleh kurangnya pemahaman pemangku kepentingan pada tingkat satuan pendidikan mengenai kegiatan bimtek dan pengalokasian dana. Hasil bimtek adalah terealisasinya kelas sains, kelas literasi dan kelas numerasi.
Kata Kunci: bimtek, penjaminan mutu, standar nasional pendidikan
ABSTRACT
Implementation Analysis of Facilitation Bimtek Based on SNP on quality assurance system program in LPMP Bangka Belitung Province
Utia Rusdah
[email protected]
Educational Administration Program
School of Post Graduate Of Universitas Pendidikan Indonesia
This research is motivated by LPMP's efforts in realizing quality education in accordance with Government Regulation No. 57 of 2021 on Quality Standards. Standardization of Education has meaning as an effort to equalize the direction of education nationally that has flexibility and flexibility in its implementation. The SNP should be used as a reference by education managers to be a driver of the growth of initiatives and creativity from education managers to achieve the standards set. The focus of this research is the analysis of the implementation of SNP fulfillment facilitation by the education unit in the quality assurance system program in LPMP Bangka Belitung Province. This research uses descriptive methods with a qualitative approach that is located in LPMP Bangka Belitung Province. The process of data collection is done through interviews, observations, and documentation studies. Interview respondents are determined by snowball sampling method. The results of the study revealed that bimtek was carried out based on the results of the quality map contained in the quality report card of 10 schools. Bimtek substance consists of two, namely besalin and bekecak activities. Using the methods used by facilitators is the method of lectures, analysis and discussion. The implementation of bimtek is supported by qualified human resources from LPMP Bangka Belitung Province, adequate facilities and infrastructure and the availability of data and information from analysis and recommendations of bimtek program needs, but can not be separated from the inhibition factors, namely Bimtek activities carried out during the Covid-19 pandemic, so that the stage of activities is not as free in the pandemic period. In addition, bimtek is hampered by a lack of stakeholder understanding at the level of education units regarding bimtek activities and allocation of funds. The result of bimtek is the realization of science classes, literacy classes and numeracy classes.
Keywords: bimtek, quality assurance, national standards of educatio
Pengaruh Game Online terhadap Akhlak Siswa di Mts Darul Amanah Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas siswa dalam penggunaan game online dan untuk mengetahui akhlak siswa di mts darul amanah yang menggunakan game online.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan IX di Mts Darul Amanah yang berjumlah 96 orang siswa dengan rincian 25 siswa kelas VIII A, 24 siswa kelas VIII B, 23 siswa kelas IX A dan 24 siswa kelas IX B. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi, karena sampel kurang dari 100.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field Research) dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Teknik pengujian data terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitasnya yang banyak digunakan pada penilitian yaitu menggunakan metode Cronbach Alpha, kriteria yang dipersyaratkan adalah sama atau lebih besar dari 0,60 dengan bantuan program SPSS 22.0. diketahui pada penelitian ini menunjukkan reliabilitas X adalah 0,854 dan Y adalah 0,617. Hasil analisis data yang telah dilakukan terhadap penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara game online secara negatif terhadap akhlak siswa kelas VIII dan IX di MTS Darul Amanah dimana semakin tinggi intesitas bermain game online semakin rendah akhlak siswa. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu dapat melakukan penelitian lanjutan di wilayah dan di tempat yang sama atau di wilayah lain. Peneliti dapat menggunakan variabel lain yang mengarah kepada faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku akhlak yang lainnya
Model Prognosis Masa Pengobatan Pasien Tuberkulosis Dengan Metode C4.5
Pasien Tuberkulosis mempunyai jangka waktu pengobatan yang relatif beragam karena tingkat kepatuhan tiap pasien untuk meminum obat sampai dengan habis dan jangka waktu yang sudah ditentukan oleh Dokter Spesialis Paru. Apabila salah diagnosa terkait dosis obat maka akan meningkatkan faktor resiko kesehatan yaitu dimana proses pengobatan akan lebih memakan waktu dan lebih lama karena adanya kondisi Multi-Drug Resistant. Hal ini yang harus menjadi perhatian semua pihak agat tingkat kegagalan atas proses pengobatan pasien Tuberkulosis harus ditekan se minimal mungkin. Faktor kebiasaan pasien dan waktu minum obat pasien harus dijaga ketat agar masa pengobatan dapat lebih dipersingkat. Dokter Spesialis Paru berupaya untuk menekan tingkat Drop Out pasien Tuberkulosis dengan cara mengawasi jadwal mereka dengan pengelolaan yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem untuk membantu proses prediksi masa pengobatan pasien dengan menerapkan Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) dan menggunakan pendekatan data mining dengan mengimplementasikan algoritma C4.5 setelah dilakukan eksplorasi data menggunakan beberapa algoritma untuk klasifikasi dengan tujuan untuk hasil akurasi performa model untuk prognosis masa pengobatan pasien tuberkulosis. Melalui tahap Data Understanding dan Data Preprocessing menghasilkan atribut baru yaitu Lama Pengobatan. Dengan menggunakan 596 record mendapatkan hasil akurasi sebesar 74.33%.
Abstract
Tuberculosis patients have a relatively diverse treatment period because of the level of compliance of each patient to take the drug until it runs out and the time period has been determined by the Pulmonary Specialist. If a wrong diagnosis is related to drug dosage, it will increase health risk factors, namely where the treatment process will take more time and longer due to the Multi-Drug Resistant condition. This should be the concern of all parties so that the failure rate of the treatment process for tuberculosis patients must be kept to a minimum. The patient\u27s habit factor and the patient\u27s time to take medication must be closely monitored so that the treatment period can be shortened. Pulmonary Specialists try to reduce the Drop Out rate of Tuberculosis patients by monitoring their schedule with good management. Therefore, a system is needed to help predict the patient\u27s treatment period by applying the Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) and using a data mining approach by implementing the C4.5 algorithm after exploring the data using several algorithms for classification with the aim of for the results of model performance accuracy for the prognosis of the treatment period of tuberculosis patients. Through the Data Understanding and Data Preprocessing stages, a new attribute is produced, namely the Length of Treatment. By using 596 records to get an accuracy of 74.33%
From leaf to cup: critical points of halal compliance in artisan tea
Indonesian tea consumption has posted a consistent upward trend, both in volume and market demand for a greater variety of tea products. Among the popular new varieties is artisan tea, which is a creatively crafted blend of tea leaves mixed with natural ingredients such as spices, flowers, and dried fruits to produce distinctive tastes and a good appearance. Although the ingredients used are plant-based and generally halal, the artisan tea manufacturing process can still include critical control points that require rigorous halal testing. The goal of this study is to identify and assess the halal critical points of artisan tea manufacturing according to three aspects: raw materials, manufacturing process, and packaging materials. A qualitative descriptive research design was utilized, including literature review, direct observation of the manufacturing process, and analysis using the halal critical point decision tree framework. It discovers that possible points of halal criticality at the artisan stage of tea-making pertain almost solely to packing material—essentially those bearing plastic-based or synthetically embedded material, those occasions of mixing handled manually as perhaps a hazard against contamination, and storage needs such that protective containment from access of uncleaned substances or cross-contamination should be required. In contrast, ingredients such as green tea, dried mint leaves, and Indian cardamom, being the major ingredients, when used in their dry forms, are usually exempted from having severe halal concerns on account of their plant origin and minimal processing and are thus inherently halal.
Keywords: Tea, Artisan Tea, Halal Critical Points, Hala
PENERAPAN ALGORITME BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK UNTUK ESTIMASI JUMLAH KASUS DBD BERDASARKAN DATA CUACA
Dengue fever is widespread throughout the tropics which tends to have a seasonal pattern, namely before and after the rainy season. Infection is caused by one of the closely related dengue viruses, commonly called a serotype, which causes mild symptoms to symptoms that require medical treatment and hospitalization, even death can occur if the case is severe. Based on surveillance data, the number of cases in 2022 will be 3,190 people. One of the efforts to reduce the incidence of DHF is by forecasting the incidence of DHF to prevent an increase in DHF cases which continues every year. This research was forecasted using the independent variables average temperature, average humidity, average rainfall, and wind speed. The data used is public through surveillance and the BMKG website and the data used is data from 2018 to 2022. In this study using the backpropagation neural network algorithm, the model used is 4-3-1, where there are 4 variables in the input layer, 3 units in the hidden layer, 1 unit in the output layer with a learning rate value of 0.04, and momentum of 0.09 and the results are RMSE 4,347
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SDN 1 MAMUJU SULAWESI BARAT
Waste cooking oil (WCO) collection center location in Seremban 3 by using AHP / Amirah Rusdah Zulkifli, Nurfarhana Ab Wahid and Salwa Nur Ain Suhaili
The current rise in population density, the consumption of oil in food preparation, resulted in a massive volume of waste cooking oil (WCO) production worldwide either from household or commercial activities. Low of awareness in disposing of WCO may contribute to water and soil contamination, disrupt aquatic life, cause sewer system blockages and overflows, raise water treatment and waste management costs, and have unfavourable consequences for the entire environmental system. The aims of this study are to identify household attitudes and practices towards WCO recycling by conducting online surveys and establish the preferred WCO collection center for householders in Seremban 3, Negeri Sembilan using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. The AHP is a one of the multi-criteria decision-making tools, that is a math and psychology-based system for organizing and evaluating complicated choices. For this study, four (4) Criteria’s were considered in choosing the preferable WCO collection center location such as transportation cost, distance, facilities and responses. Regarding that Criteria’s, five (5) alternatives were identified which are Shell (A1), Family Store (A2), PETRONAS (A3), UiTM Seremban 3 (A4) and UniCITY Square (A5). By ranking the WCO Collection Center based on the criteria, the preferred locations among the alternatives can be achieved. As a result, household will be able to improve their decision-making skills and select the best place of choosing WCO collection center location
INDUSTRI HALAL FASHION: STUDI KASUS AYYSEE COLLECTION SURABAYA DALAM MELAKUKAN EKSPOR MELALUI MARKETPLACE DI MALAYSIA DAN SINGAPURA
Dalam penelitian ini industri halal fashion Indonesia mengalami kemajuan yang pesat. Banyaknya hijabers di Indonesia secara tidak langsung telah menjadikan Indonesia sebagai trendsetter fashion muslim di dunia dan membuat banyak orang tertarik untuk memakai hijab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi secara langsung. Hadirnya Ayysee Collection sebagai salah satu bisnis yang bergerak dibidang fashion halal berupaya untuk meningkatkan industri halal di Indonesia serta memiliki prinsip dan semangat "Bringing you to the modest solution" untuk menjawab persoalan urgen para hijabers serta memberikan solusi kepada perempuan muslimah atau para hijabers dalam mencari busana muslim yang fashionable, nyaman, dan tentunya terjangkau serta sesuai dengan syariat islam. Dengan menggunakan konsep fashion halal dalam Al-Qur’an dengan tiga kriteria yakni aurat, etika bisnis, dan tujuan hukum islam Ayysee Collection telah memenuhi hal tersebut yang tentunya sesuai dengan syariat islam. Dari hasil ekspor dan penjualan Ayysee di setiap tahunnya juga terus mengalami peningkatan. Keberhasilan strategi utama Ayysee dalam mengembangkan ekspor yakni dengan melalui marketplace Shopee ekspor, serta implementasinya dalam membuat inner hatory sebagai hijab multifungsi yang banyak diminati di Malaysia dan Singapura. Akan tetapi dalam bisnis fashion halal ini juga terdapat problematika yang dimana dalam tingkat kehalalan, Ayysee tidak berani menjamin secara seratus persen pada bahan hijab yang terbuat dari kain karena pada dasarnya kain tersebut adalah produk dari pabrik. Kemudian bisnis fashion halal yang digeluti oleh Ayysee Collection juga tidak terdapat campur tangan dari pemerintah yakni dari segi pembiayaan, dan pendistribusian, serta kurangnya pendampingan pemerintah. Sehingga dalam hal mengatasi persoalan tersebut peneliti memberikan solusi dengan cara pihak Ayysee dapat mengecek dan memastikan secara langsung di perusahaan tempat mengambil produk kain apakah telah memperoleh sertifikasi halal dari MUI, serta untuk mengatasi persoalan yang kedua terkait pemerintah, Ayysee dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah untuk mengajukan bantuan BPU
Pengaruh Penggunaan Kultur Tunggal dan Campuran Trichoderma viride dan Aspergillus niger Pada Degradasi Mikrobiologis Klobot Jagung
Klobot jagung merupakan salah satu limbah tanaman jagung Indonesia yang jumlahnya melimpah namun belum banyak dimanfaatkan menjadi produk yang mempunyai nilai tambah lebih. Klobot termasuk lignoselulosa dengan kandungan selulosa cukup tinggi (35-50%) yang berpotensi untuk dimanfaatkan untuk menghasilkan sumber gula sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Lignoselulosa selain kaya dengan selulosa namun juga memiliki hambatan yakni keberadaan lignin yang menjadi inhibitor kuat dalam proses degradasi selulosa. Degradasi klobot jagung dilakukan dengan kultur tunggal dan capuran dari Trichoderma viride dan Aspergillus niger dengan beberapa tahapan yakni delignifikasi alkali dengan NaOH 10%, penentuan pH fermentasi terbaik (4, 4,5, 5, dan 6), variasi suhu (25, 30, 35, dan 400C), tipe fermentasi berbeda (semi solid dan terendam) serta efek penggunaan kultur tunggal dan campuran Trichoderma viride dan Aspergillus niger. Hasil penelitian menunjukkan penurunan lignin setelah delignifikasi sebesar 4,42% serta menaikkan kadar serat selulosa sebesar 29,4%. Sistem fermentasi terbaik pada penelitian ini ada pada penggunaan sistem semi solid, suhu 300C, pH 5 dengan penggunaan kultur campuran 1T.viride : 2A.niger dimana kadar gula reduksi yang dihasilkan mencapai 3,6 mg/ml dengan penurunan selulosa dan lignin masing-masing sebesar 13,63% dan 8,04% dalam waktu 7 hari fermentasi
Enhancing Prediction of Treatment Duration in New Tuberculosis Cases: A Comprehensive Approach with Ensemble Methods and Medication Adherence
Tuberculosis (TB) remains a significant global health problem, with treatment duration varying among patients. TB patients have difficulty following a long-term treatment regimen. After the final diagnosis is determined, it is necessary to know the predicted duration of treatment for a patient. By increasing patient compliance with taking medication, the percentage of TB patients will increase, and this can reduce cases of multi-drug resistant patients and dropouts. This study aims to build a prediction model for the duration of treatment for new cases of Pulmonary TB patients by adding medication compliance parameters using the ensemble method. The research methodology uses CRISP-DM. This study begins with identifying problems and objectives, collecting data, preprocessing and analyzing data, modeling, evaluating, and validating models. The results showed that adding medication compliance parameters can improve model performance. However, the results of model exploration with feature selection techniques and various ensemble methods have not shown good performance. The medication adherence parameters used in this study are the number of medications swallowed in Phase I and Anti-Tuberculosis drug compliance in Phase I. These parameters had never been used in previous studies. The prediction model can be used as an early warning for a patient. If a patient is predicted to have a treatment duration of more than six months, then the patient will receive stricter drug intake supervision. Thus, this proposed model is expected to help achieve the target of eliminating Tuberculosis in 2030 to reduce the death rate by 90% compared to 2019
