120 research outputs found

    Konsep Dasar IPA SD

    No full text

    Pengembangan modul prototipe bahan ajar cetak mata kuliah peendidikan lingkungan hidup pada pendidikan terbuka dan jarak jauh; study kasus di Universitas Terbuka

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ptototipe modul pada bahan ajar mata kuliah pendidikan lingkungan hidup, Universitas Terbuka. penelitian ini menggunakan teknik evaluasi formatif, dengan mengembangakan satu protipe modul bahan ajar berupa modul 2 tentang manusia, energi dan sumber daya alam , sebagai model dalam penulisan modul lain nya. prototipe modul bahan ajar tersebut diuji coba dan direvisi secara terahap, mulai dari evaluasi satu - satu dilanjutkan dengan evaluasi kelompok kecil, dan evaluasi lapangan. hasil penelitian menunjukan bahwa pada evaluasi satu-satu, ditemukan adanya beberapa kekurangan, seperti gambar yang kurang jelas dengan materi, serta beberapa istilah yang belum dijelaskan. hasil evaluasi kelompok kecil menunjukan materi pada prototipe modul tersebut sudah cukup baik dan dapat dimengerti responden, namun masih ada saran pengguna istilah yang belum jelas. disimpulkan bahwa setelah melakukan sserangkaian evaluasi dan revisi diakhiri dengan uji lapang,prototipe modul bahan ajar pendidikan lingkungan hidup tersebut cukup baik untuk digunakan sebagai bahan ajar pendidikan jarak jauh, dengan beberapa catatan perbaikan khususnya penggunaan istilah

    KANDUNGAN TIMBAL CRUSTACEA DI MUARA ANGKE DI SEKITAR TELUK JAKARTA

    Get PDF
    The study was conducted to observe concentration of lead on Crustacean as a marine product of Muara Angke’s traditional fisherman of Jakarta Bay. Four species of Crustacean were selected as sample. Each sample was triple and collected in four sampling periods, east monsoon, transition period from east to west monsoon (transition period I), west monsoon, and transition period from west to east monsoon (transition period II). Lead concentrations of collected samples were tested using flame-AAS. The result indicated that lead concentration on meat of Crustacean was lower than the concentration on carapaces and gills. But each of the concentration was higher than maximum level proposed by CCFAC (1999). Commonly the concentration of lead on Crustacean especially on meat and gills were high during east monsoon, but low during west monsoon. &nbsp

    Praktikum IPA di SD

    No full text

    Praktikum IPA di SD

    Get PDF

    Pengaruh Asam Metoksiasetat Terhadap Organ Reproduksi Dan Fertilitas Mencit Albino (Mus Musculus) Swiss Webster Jantan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetdhui pengaruh asam metoksiasetat fertilitas mencit (MAA) terhadap organ reproduksi dan (Mus muscul us) Swiss Webster jantan. Perlakuan MAA diberikan kepada mencit jantan umur tujuh minggu secara "gavage", sehari sekali selama empat minggu dengan satu hari istirahat pada setiap akhir minggu. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap percobaan. Percobaan I adalah untuk mengetahui pengaruh MAA dosis 100, 150, 225 dan 300 mg/kg bb testis. Percobaan terhadap organ reproduksi dan struktur testis. Percobaan II untuk mengetahui pengaruh MAA dosis 100, 125,pemulihan 150, dan 175 mg/kg bb terhadap fertilitas mencit jantan. Mencit fertilitas dan control diberi akuabides terakhir, mencit steril. Sehari pada percobaan I setelah perlakuan MAA dibunuh dan dibedah. Dilakukan pengamatan terhadap berat testis, epididimis, dan vesikula seminalis; jumlah, motilitas dan morfologi spermatozoa;diameter, tinggi epitel, dan kondisi tubulus seminiferus, serta struktur testis. Mencit pada percobaan II,sehari setelah perlakuan terakhir dikawinkan dengan mencit betina dara tanpa perlakuan. Uji pemulihan (40 hari pascaperlakuan) hanya dilakukan pada mencit perlakuan dosis 125,150, dan 175 mg/kg bb. Mencit betina dibunuh dan dibedah Pada umur kebuntingan 18 hari. Dilakukan pengamatan terhadap kemampuan kawin, daya fertilisasi, indeks gestasi, dan penampilan reproduksi mencit betina pasangannya. Hasil percobaan I menunjukkan bahwa MAA dapat menurunkan berat testis dan berat epididimis, tetapi tidak menurunkan berat vesikula seminalis. Jumlah dan motilitas spermatozo

    Analysis of Content and Instructional Design of Open and Distance Teaching Material

    Get PDF
    Teaching material is a very important aspect in the open and distance higher education The material in the open and distance higher education can be used to replace the role of lecturer. Therefore, the teaching material on open and distance higher education must have complete, updated material and the adequate instructional design. The purpose of this research is to analyze the feasibility of instructional content and design of teaching material on the Environmental Education course on Faculty of Education and Teacher Training of Universitas Terbuka. The study is limited only on 2 modules from the teaching material; module 2 on Human Being, Energy, and Natural Resource, and module 7 on Ethics of Environment. Those two modules were presented to 3 experts in its field and 1 expert of instructional media/design to analyze in terms of feasibility, instructional content, and design based on their expertise. The study of material by the expert was done by giving the comment directly to the teaching material and through the assessment form of teaching material that was provided. To understand the result of study by expert more comprehensive, the interview was also conducted. The collected data were analyzed by using the descriptive-qualitative technique. The result of research shows that the material of those two modules was not adequate anymore to use as the teaching material for distance education in terms of the lack of revision of its content and its instructional design

    Kandungan Timbal (Pb) pada Makrozoobentos (Mollusca dan Crustacea) dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Konsumen (Studi Kasus di Perkampungan Nelayan Muara Angke, Jakarta)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kandungan Pb pada makrozoobentos dan pengaruhnya terhadap kesehatan konsumen di Perkampungan Nelayan Muara Angke, Jakarta. Sebanyak 4 jenis hewan dari setiap kelompok (Mollusca dan Crustacea), ditentukan sebagai sampel dan setiap jenis sampel diambil 3 ulangan (tripJo). Pengambilan sampel tersebut dilakukan dalam 4 periode, yaitu musim timur, musim peralihan dari timur ke barat (musim peralihan I), musim barat, dan musim peralihan dari barat ke timur (musim peralihan II). Sampel nekton (ikan dan Cephalopoda) juga diambil sebagai data tambahan. Sampling darah konsumen dilakukan dengan bantuan seorang paramedis dari Puskesmas Pluit. Setiap sampel darah dimasukkan ke dalam tabung khusus (vacutainer) yang telah berisi antikoagulan EDTA. Kandungan Pb pada setiap sampel makrozoobentos dan nekton yang terkumpul, diuji dengan menggunakan metode AAS-flame, sedangkan uji timbal darah menggunakan metode AAS-grafit furnace. Data mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat diperoleh dengan metode survai, menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan Pb pada Mollusca lebih rendah dari konsentrasi maksimum yang diusulkan CCFAC (Codex comite on/ood and aditive contaminant), kecuali pada Mytilus viridis di l11usim timur dan Anadara antiquata di musim peralihan II; sedangkan pada Crustacea, di setiap perioda sampling, telah melebihi konsentrasi maksimum yang diusulkan CCFAC. Eksoskeleton, merupakan bagian tubuh Crustacea yang paling banyak mengakumulasi Pb. Seperti pada Crustacea, kandungan Pb pada ikan, dalam setiap periode pengambilan sampel telah melebihi konsentrasi maksimum yang diusulkan CCFAC, sedangkan pada Cephalopoda masih di bawah konsentrasi maksimum CCFAC untuk Mollusca. Asupan mingguan (weekly intake) Pb pada masyarakat yang bersumber dari konsumsi hasil perikanan laut telah melampaui PTWI (provisional tolerable weekly intake), khususnya bagi anak-anak. Kondisi ini menyebabkan kandungan Pb darah konsumen cukup tinggi, yaitu 20% sampel darah anak telah melebihi LOAEL (low observable adverse effect level) yang ditetapkan CDC/WHO, sedangkan pada dewasa hanya 10%. Selain itu terdapat 26,7 % sampel darah anak yang mempunyai kandungan Pb antara 5 -9,99 ~g/dl, yang menurut beberapa hasil penelilian akhir-akhir ini telah berpengaruh terhadap perkembangan kognitifnya. Kandungan Pb darah berkorelasi cukup signifikan terhadap konsumsi hasil perikanan laut secara keseluruhan. Tidak ada korelasi yang signifikan antara kandungan Pb darah dengan kondisi sosial ekonomi dan penyakit yang diderita konsumen terkait efek toksik Pb, kecuali dengan penyakit darah tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kandungan Pb pada Mollusca secara umum masih di bawah konsentrasi maksimum, sedangkan pada Crustacea dan ikan telah melampaui konsentrasi maksimum yang diusulkan CCFAC. Kondisi seperti ini menyebakan kandungan Pb darah konsumen telah melebihi LOAEL yang ditetapkan CDC/WHO, khususnya pada anak-anak, sehingga dikhawatirkan pendedahan Pb secara kronis dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan konsumen

    Perkembangan Hewan

    Get PDF

    Fisiologi Hewan

    Get PDF
    corecore