812 research outputs found
A framework for understanding old-age vulnerabilities
Understanding vulnerability matters because being vulnerable represents a profoundly undesirable state. People who experience vulnerability in old age are of obvious humanitarian concern, as their insecurity and heightened exposure to certain threats is likely to be compounded by reduced capacities for coping independently. Comprehension of the causes and consequences of vulnerability is important for the development of social policies as it indicates ways of avoiding and alleviating bad outcomes. Policies which have the concept of vulnerability at their heart encourage the development of preventive and targeted measures, which is crucial in conditions of financial constraints and competing demands. By studying vulnerability we investigate processes of relative disadvantage or exclusion and, for purposes of comparison, absolute differences in socio-economic or policy context can be set aside. This makes the study of vulnerability particularly germane to cross-cultural and cross-national research on old-age and elderly support
Understanding vulnerabilities in old age
Understanding vulnerability matters because being vulnerable represents a profoundly undesirable state. People who experience vulnerability in old age are of obvious humanitarian concern, as their insecurity and heightened exposure to certain threats is likely to be compounded by reduced capacities for coping independently. Comprehension of the causes and consequences of vulnerability is important for the development of social policies as it indicates ways of avoiding and alleviating bad outcomes. Policies which have the concept of vulnerability at their heart encourage the development of preventive and targeted measures, which is crucial in conditions of financial constraints and competing demands. By studying vulnerability we investigate processes of relative disadvantage or exclusion and, for purposes of comparison, absolute differences in socio-economic or policy context can be set aside. This makes the study of vulnerability particularly germane to cross-cultural and cross-national research on old-age and elderly support
Perancangan User Experience dan User Interface pada Aplikasi Ruly untuk Mewadahi Korban Sexual Harassment Menggunakan Pendekatan Design Thinking
Kekerasan seksual memiliki dampak serius pada korban, termasuk dampak psikis, ekonomi, dan kesehatan. Penelitian ini melibatkan 16 mahasiswa yang mengungkapkan bahwa satu di antaranya pernah menjadi korban kekerasan seksual namun tidak melakukan upaya penangan lanjut. Temuan ini diperkuat oleh survei Komnas Perempuan tahun 2016 yang melibatkan 25.213 responden daring, di mana 1.636 responden mengaku mengalami kekerasan seksual, namun sebagian besar tidak melaporkan karena takut. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan aplikasi Ruly yang mengintegrasi Chatbot dengan teori Cognitive Behavioral Therapy sebagai solusi untuk korban kekerasan seksual. Pendekatan design thinking digunakan dalam perancangan User Experience & User Interface dengan lima tahapan: empati, definisi, ideasi, prototipe, dan pengujian. Dalam tahap pengujian, penelitian menerapkan Usability Testing dengan variabel seperti learnability, efisiensi, daya ingat, kesalahan, dan kepuasan. Hasil pengujian dengan dua iterasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan nilai rata-rata Usability Testing meningkat dari 70,37 menjadi 85,53. Hal ini menyiratkan bahwa aplikasi Ruly memudahkan pengguna dan mendapat penilaian sangat baik setelah dua kali pengujian
Pengaruh masukan seresah dan unsur N, P, terhadap kemelimpahan dan keragaman mikroba tanah pada pembibitan kopi arabika [Skripsi] / Ruly Oktavia
Bibliografi : 47-50ix, 46 hlm. : ill. ; 28 cm. . -- Lamp. (22 lembar
PELAKSANAAN KESEHATAN, KESELAMATAN, DAN KEAMANAN KERJA (K3) DI KATERING SERVICE KOTA BANDUNG
PELAKSANAAN KESEHATAN, KESELAMATAN, DAN KEAMANAN KERJA (K3) DI KATERING SERVICE KOTA BANDUNG
Ruly Rahmawati, Ade Juwaedah1, Tati Setiawati2
Program Studi Pendidikan Tata Boga, Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendididkan Indonesia
[email protected]
ABSTRAK
Peluang terjadinya kecelakaan kerja di industri sangatlah besar. Salah satu upaya pencegahan preventif yang bisa dilakukan ialah dengan melaksanakan program K3. Semakin baik pelaksanaan program K3 yang dimiliki suatu usaha, maka akan semakin baik pula mutu kerja karyawan dan budaya kerja yang tercipta. Namun berdasarkan hasil pengamatan, terdapat suatu industri yang belum melaksanakan program K3 secara optimal. Hal tersebut dapat membuka potensi terjadinya kecelakaan kerja yang dapat merugikan dua belah pihak yaitu, pekerja dan pemilik usaha. Tujuan umum dalam penelitian ini ialah untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) di katering tersebut. Metode penelitian yang dilakukan ialah deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di salah satu katering yang cukup terkenal di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan K3 pada proses produksi termasuk dalam kategori dilaksanakan, pelaksanaan K3 pada proses distribusi termasuk dalam kategori cukup dilaksanakan, dan motivasi internal yang mendorong pelaksanaan K3 oleh karyawan termasuk dalam kategori cukup dilaksanakan. Implikasi yang timbul dari hasil penelitian ini ialah jika pelaksanaan K3 dalam suatu industri tergolong baik, maka peluang terjadinya kecelakaan kerja akan berkurang sehingga proses kerja yang tercipta akan menjamin keselamatan dan keamanan bagi pekerja dan lingkungan.
Kata kunci: kecelakaan kerja, K3, industri katering
IMPLEMENTATION OF OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY IN THE CATERING SERVICE IN BANDUNG CITY
Ruly Rahmawati, Ade Juwaedah1, Tati Setiawati2
Study Program Culinary Educcation, Departement of Home Economic Education, Faculty of Technology and Vocational Education, Indonesia University of Education
[email protected]
ABSTRACT
The opportunities of accidents in industry is so huge. One of the preventive efforts that can be done is to implement the OHS program. The better implementation of OHS programs by a business, better quality of work of employees and work culture is created. However, based on observations, there is an industry that has not implemented the OHS program optimally. It can unlock the potential for work accidents that can harm both parties, namely workers and business owners. The general objective in this study is to obtain an overview of the implementation of occupational health, and safety (OHS) in the catering. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The location of the study was conducted in one of the well-known caterers in the city of Bandung. The instruments used in this research were observation guidelines, interview guidelines, and documentation study. The results showed that the implementation of OHS in the production process included ini implemented category, the implementation of OHS in the distribution process included in quite enough implemented category, and the internal motivation that encouraged the implementation of OHS by employees included in quite enough implemented category. The implication that arises from the results of this study is if the implementation of OHS in an industry is classified as good, then the chance of work accidents will be reduced so that the work process created will guarantee the safety and security for workers and the environment.
Keyword: work accident, OHS, workplac
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN PENGENDALI DAYA TEGANGAN RENDAH SMK 1 SEDAYU MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION)
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN PENGENDALI DAYA TEGANGAN RENDAH
SMK 1 SEDAYU MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION)
Oleh
Ruly Harisandy 08501244012
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Pengendali Daya Tegangan Rendah, (2) peningkatan keaktifan belajar siswa pada pelajaran Pengendali Daya Tegangan Rendah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Pada mata pelajaran Pengendali Daya Tegangan Rendah di SMK 1 Sedayu Kelas XI.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) yang dilakukan di dalam kelas, atau penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Desain penelitian tindakan kelas pada penelitian ini mengacu rancangan model Kemmis & Taggart. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK 1 Sedayu Bantul, sampel pada penelitian ini sebanyak satu kelas yang terdiri dari 29 siswa. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif model group investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Pengendali Daya Tegangan Rendah. Peningkatan tersebut dapat dilihat antara pra siklus dengan siklus pertama pembelajaran yang telah dilakukan, membandingkan antara pra siklus dan siklus pertama, (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Pengendali Daya Tegangan Rendah menggunakan model pembelajaran kooperatif model group investigation. Peningkatan hasil belajar tersebut adalah sebesar 29.69% peningkatan tersebut diperoleh dari hasil pencapaian evaluasi dari pra siklus ke siklus pertama peningkatan keaktifan belajar siswa 35.7% diperoleh dari observasi yang dilakukan dari setiap pembelajaran pada masing-masing siklus.
Kata kunci: group investigation, hasil belajar, keaktifan belaja
Kualitas Nutrisi Wafer Berbahan Jerami Jagung dan Tepung Jagung Dengan Komposisi yang Berbeda
KUALITAS NUTRISI WAFER
BERBAHAN JERAMI JAGUNG DAN TEPUNG JAGUNG DENGAN KOMPOSISI YANG BERBEDA
Ruly Al Hapiz (11481104437)
Di bawah Bimbingan Dewi Ananda Mucra dan Elviriadi
INTISARI
Pakan merupakan faktor utama untuk keberhasilan usaha peternakan, limbah pertanian jagung yang tersedia dalam jumlah banyak dapat dijadikan pakan komplit berbentuk wafer. Wafer merupakan suatu bentuk pakan yang memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dalam bentuk fisik yang kompak dan ringkas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi yang meliputi kadar air, abu, serat kasar, protein kasar, lemak kasar dan BETN. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Kimia (INK), Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan A yaitu A1 : 100% jerami jagung, A2 : 75% jerami jagung + 25% tepung jagung, A3 : 50% jerami jagung + 50% tepung jagung, A4 : 25% jerami jagung + 75% tepung jagung dan A5 : 100% tepung jagung. Hasil penelitian ini bahwa kandungan nutrisi wafer berbahan jerami jagung dan tepung jagung dengan komposisi yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kandungan Kadar Air meningkat (11,09-14,50%), Protein Kasar meningkat (3,77-9,37%), Serat Kasar menurun (30,70-2,69%), Lemak Kasar meningkat (1,21-3,18%), Abu menurun (8,16-1,75%) dan BETN meningkat (45,08-68,52%). Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan A3 : 50% jerami jagung + 50% tepung jagung dapat meningkatkan nutrisi dilihat dari meningkatnya kadar protein kasar %, dan BETN % serta menurunkan kadar air %, serat kasar %, lemak kasar %, dan abu %.
Kata Kunci: Jerami Jagung, Kandungan Nutrisi, Wafe
PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY DESSERT CAFÉ SEBAGAI MEDIA PROMOSI
ABSTRAK Permatasari, Ruly Andini. 2017. Perancangan Corporate Identity Dessert Café sebagai Media Promosi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D., (II) Yon Ade Lose Hermanto, S.Sn, M,Sn. Kata Kunci: Corporate Identity, Logo, Dessert Café, Media Promosi Dessert Café merupakan sebuah kafe yang terletak di Jalan Anggrek Putih no 14 Prembangan Turen, Kabupaten Malang. Kafe ini menyediakan berbagai menu makanan dan minuman, produk unggulan dari kafe ini adalah pancake. Selain mengunggulkan cita rasa, produk ‘Dessert Café’ juga memiliki penampilan yang unik dan menarik dengan harga yang terjangkau untuk pelajar. Corporate identity adalah suatu cara perusahaan untuk dikenal dan dibedakan dari perusahaan lainnya. Identitas perusahaan harus diciptakan melalui suatu rancangan desain khusus yang meliputi hal-hal unik atau khas tentang perusahaan yang bersangkutan secara fisik. Perancangan ini menggunakan sistematika Alina Wheeler yang disesuaikan kebutuhan. Teknik Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Dalam konsep perancangan ini mengusung flat design sebagai gaya desain, serta garden café sebagai tema kafe. Bentuk pancake menjadi acuan pada logogram. Setiap elemen pada logo memiliki makna tersendiri yang diharapkan mampu memberikan citra positif serta meningkatkan eksistensinya di tengah masyarakat. Perancangan ini mengasilkan buku Graphic Standard Manual, corporate id, corporate culture, serta corporate promotion
Budaya Konsumtif pada Remaja Perkotaan Sebagai Sumber Ide Gagasan Karya Lukis
ABSTRAK Putra, Ruly Julius. 2014. Budaya Konsumtif pada Remaja Perkotaan sebagai Sumber Ide/ Gagasan Karya Lukis. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Triyono Widodo, M.Sn. (2) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci: Budaya Konsumtif, Remaja, Perkotaan, Sumber, Ide/ Gagasan, Karya Lukis. Karya lukis merupakan hasil cipta seseorang tentang pengungkapan perasaan dan pengalaman artistik ke dalam wujud dua dimensi dengan menggunakan garis, bentuk, dan warna yang berpedoman pada unsur dan prinsip seni. Penciptaan karya lukis dipilih karena kebutuhan saya dalam berkomunikasi dengan menggunakan media yang representatif. Perwujudan dalam karya seni lukis ini yaitu realis. Wujud realis merupakan wujud lukisan yang mirip dengan objek aslinya baik itu berupa benda, alam ataupun makhluk hidup. Karena, menurut saya melalui lukisan realis pengamat akan lebih mudah paham dan mengerti tentang ide gagasan yang ingin disampaikan. Penciptaan ini memiliki tujuan untuk menghasilkan karya lukis dengan tema budaya konsumtif pada remaja perkotaan, dan menjelaskan proses penciptaan karya lukis dengan tema budaya konsumtif pada remaja perkotaan. Proses penciptaan ini terdiri dari tiga tahapan. Tahap pertama/ permulaan merupakan upaya dalam menemukan gagasan atau mencari sumber gagasan, mencari inspirasi atau minimal mencari sumber inspirasi. Tahap kedua/ penyempurnaan terdapat pula upaya mengembangkan dan memantapkan gagasan awal. Tahap ketiga/ penyelesaian adalah tahapan memvisualisasikannya kedalam medium dengan memanfaatkan medium tertentu (bahan, alat dan teknik). Dalam penciptaan karya seni lukis ini memiliki karakteristik berupa teknik stempel pada latar belakang, objek lipatan kain, garis tengah mendatar, objek siluet, dan garis putih pada pinggiran objek yang digambar. Dan hasil dari penciptaan karya lukis ini menampilkan 6 karya lukis dengan tema budaya konsumtif pada remaja perkotaan. Berdasarkan hasil penciptaan ini diharapkan ada penyampaian pesan yang memiliki nilai pendidikan tentang kondisi masyarakat perkotaan yang konsumtif sehingga dari sinilah lahir budaya konsumtif. Sedangkan penulisan ini dapat menambah pengetahuan yang memberi informasi kritik tentang fenomena budaya konsumtif masyarakat perkotaan masa kini
STRATEGI MARKETING LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATAN PENGGUNA JASA PENDIDIKAN (Studi Multi Situs di MTsN Model Trenggalek dan MTsN Kampak Trenggalek)
ABSTRAK
Budiyanto, Ruly. 2015. Strategi Marketing Lembaga Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Pengguna Jasa Pendidikan”. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, Pembimbing: (I) Dr. H. Ahyak, M.Ag. (II) Dr. Prim Masrokan Mutohar, M.Pd
Kata Kunci : Strategi Marketing, Lembaga Pendidikan Islam, Pengguna Jasa
Pendidikan.
Penelitian dalam tesis ini dilatar belakangi oleh sulitnya bagi sebuah lembaga pendidikan untuk dapat hidup dengan baik jika tidak memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan cepat dan mampu berkembang dengan berbagai tuntutan pengguna lembaga pendidikan. Strategi marketing yang baik bagi lembaga pendidikan Islam mutlak diperlukan. Lembaga pendidikan Islam sebagai lembaga non profit perlu meyakinkan pelanggan bahwa lembaga yang ditawarkan merupakan lembaga yang masih eksis. Berikutnya lembaga juga perlu meyakinkan kepada pelanggan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu marketing dilakukan untuk dapat mengenalkan segalam macam produk lembaga kepada masyarakat agar mudah dimengerti.
Pertanyaan dalam penelitian tesis ini adalah: (1) Bagaimana formulasi strategi marketing Lembaga Pendidikan Islam dalam meningatkan pengguna jasa pendidikan di MTsN Model Trenggalek dan MTsN Kampak Trenggalek ? (2) Bagaimana strategi implementasi marketing lembaga pendidikan islam dalam meningkatan pengguna jasa pendidikan di MTsN Model Trenggalek dan MTsN Kampak Trenggalek ? (3) Bagaimana strategi evaluasi marketing lembaga pendidikan islam dalam meningkatan pengguna jasa pendidikan di MTsN Model Trenggalek dan MTsN Kampak Trenggalek ?
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui strategi formulasi marketing lembaga pendidikan islam dalam meningkatan pengguna jasa pendidikan di MTsN Model Trenggalek dan MTsN Kampak Trenggalek. (2) Untuk mengetahui strategi implementasi marketing lembaga pendidikan islam dalam meningkatan pengguna jasa pendidikan di MTsN Model Trenggalek dan MTsN Kampak Trenggalek. (3) Untuk mengetahui strategi evaluasi marketing lembaga pendidikan islam dalam meningkatan
pengguna jasa pendidikan di MTsN Model Trenggalek dan MTsN Kampak
Trenggalek.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif dengan memakai bentuk multi situs. Rancangan studi multi-situs adalah suatu rancangan penelitian kualitatif yang melibatkan beberapa situs, tempat dan subjek penelitian. Subjek-subjek penelitian tersebut diasumsikan memiliki karakteristik yang sama.
Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, interview (wawancara) dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa uraian dan gambaran data-data yang telah terkumpul secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi marketing lembaga pendidikan Islam perlu melakukan beberapa tahapan dimulai dari formulasi strategi marketing, implementasi strategi marketing dan evaluasi strategi marketing untuk meningkatkan pengguna jasa pendidikan.
Dengan demikian, strategi marketing lembaga pendidikan islam mempunyai andil penting dalam peningkatan pengguna jasa pendidikan. Oleh karena itu penentuan kebijakan kepala madrasah dalam menetapkan sebuah strategi marketing perlu di formulasikan secara baik agar tim marketing yang telah dibentuk oleh lembaga dapat mengimplementasikannya dengan baik dan tepat sasaran. Selain itu evaluasi juga perlu dilakukan secara terus menerus agar segala kekurangan dari penerapan strategi marketing untuk meningkatkan pengguna jasa pendidikan dapat berjalan berkisambungan dan lembaga akan menjadi salah satu lembaga yang dipercaya oleh masyarakat dalam mendidik putra-putrinya
- …
