1,720,960 research outputs found
MENUMBUHKAN GREEN BEHAVIOR DALAM MEMILIH JAJANAN YANG SEHAT MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)DALAM PEMBELAJARAN IPS: Penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IV SD Negeri Baok 1 Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan
Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya kejadian luar biasa yang terjadi di berbagai daerah yaitu banyaknya siswa yang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan yang dijual di lingkungan sekolah. Salah satu penyebab dari keadaan tersebut masih rendahnya green behavior siswa dalam menjaga kesehatan yang diaplikasikan dalam perilaku jajan di sekolah. Siswa lebih suka membeli jajanan yang disukainya dari pada melihat kondisi sehat tidaknya jajanan tersebut. Hal ini dapat berdampak kepada kelangsungan hidup di masa yang akan datang (sustainable development). Keadaan demikian telah menjadi kekhawatiran peneliti, sehingga melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk menumbuhkan green behavior dalam memilih jajanan yang sehat di lingkungan sekolah. Untuk mendukung penelitian tersebut peneliti menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian Kemmis dan Taggart. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: lembar evaluasi, lembar observasi perilaku (kesadaran dan aplikasi), lembar wawancara, dan angket kesadaran siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan model problem based learning (PBL) dapat menumbuhkan green behavior siswa dalam memilih jajanan yang sehat. Berdasarkan temuan fakta dan analisis data di lapangan menunjukan bahwa penumbuhan green behavior siswa dalam memilih jajanan yang sehat dari siklus I sampai siklus III terlihat adanya peningkatan, hal ini dapat dilihat dengan kenaikan persentase tingkat pencapaian dari aspek pengetahuan siswa, kesadaran siswa, dan aplikasinya di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, siswa sudah lebih berhati-hati dalam memilih jajanan yang dijual di kantin sekolah dengan melihat-lihat dahulu kondisi kantin, kondisi jajanan serta selalu bertanya kepada penjual tentang kandungan zat yang ada dalam jajanan
Implementasi Bimbingan Keagamaan Petuah dalam Mengantisipasi Kenakalan Remaja di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiyah Kota Bandung
Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa bimbingan keagamaan merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang yang mengalami kesulitan lahir maupun batin supaya dalam kehidupannya sejalan dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT. Untuk melakukan bimbingan keagamaan tersebut memerlukan suatu metode atau teknik yang tepat dan efektif dan dianggap baik (ma’ruf), sejauh metode dan teknik tersebut tidak bertentangan dengan norma ajaran Islam. Lembaga pendidikan seperti Madrasah Aliyah merupak tempat dilangsungkannya pendidikan, melalui pendidikan di sekolah siswa di didik baik dari aspek akhlak, psikologis, maupun perilakunya terlebih pada sekolah berbasis keagamaan bahwa pola pendidikan akhlaknya sudah barang tentu menjadi prioritas utamanya. Namun fakta dilapangan menunjukan adanya beberapa bentuk kenakalan remaja baik bentuk kenakalan yang ringan hingga yang terberat. Oleh karena itu diperlukan program yang bertujuan untuk mengantisipasi kenakalan remaja tersebut, salah satunya melalui program bimbingan keagamaan petuah (pesantren sabtu ahad) yang ada di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiayah
Implementasi program bimbingan keagamaan petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di Madrasah Aliyah (MA) Ar-Rosyidiyah Kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru Kota Bandung
Pada dasarnya sekolah merupakan lembaga tempat dilangsungkannya pendidikan, melalui pendidikan di sekolah siswa di didik baik dari aspek akhlak, psikologis, maupun perilakunya terlebih pada sekolah berbasis keagamaan bahwa pola pendidikan akhlaknya sudah barang tentu menjadi prioritas utamanya. Namun fakta dilapangan menunjukan adanya beberapa bentuk kenakalan remaja baik bentuk kenakalan yang ringan hingga yang terberat. Oleh karena itu diperlukan program yang bertujuan untuk mengantisipasi kenakalan remaja tersebut, salah satunya melalui program bimbingan keagamaan petuah (pesantren sabtu ahad) seperti yang ada di MA Ar-Rosyidiyah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) bagaimana bentuk kenakalan remaja di MA Ar-Rosyidiyah, 2) apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja di MA Ar-Rosyidiyah, 3) bagaimana rancangan program bimbingan keagamaan petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di MA Ar-Rosyidiyah, 4) bagaimana implementasi program bimbingan keagamaan petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja di MA Ar-Rosyidiyah.
Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa bimbingan keagamaan merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang yang mengalami kesulitan lahir maupun batin supaya dalam kehidupannya sejalan dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT. Untuk melakukan bimbingan keagamaan tersebut memerlukan metode atau teknik yang tepat dan efektif dan dianggap baik (ma’ruf), sejauh metode dan teknik tersebut tidak bertentangan dengan norma ajaran Islam.
Penelitian ini menggunkan metode penelitian deskriptif, sedangkan teknik yang diambil dalam mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan dalam rancangan program bimbingan petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya menyusun studi kelayakan, penyusunan program bimbingan, konsultasi usulan program bimbingan, penyediaan fasilitas, penentuan sarana personil dan pembagian tugas, dan penyediaan anggaran biaya. Sedangkan dalam implementasinya terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu: cheking peserta dan pengarahan, sholat maghrib berjamaah, pengarahan dari kepala madrasah, sholat isya berjama’ah, mengaji bersama, penyampaian materi dan diskusi kelompok, istirahat, tahajud dan tadarus, sholat shubuh berjamaah, ujian praktek ibadah dan hafalan, clean up room together.
Berdasarkan temuan penelitian menunjukan dalam rancangan program petuah masih ditemukan kendala seperti, dalam penyusunan program bimbingan petuah serta dalam aspek pembiayaan serta dalam segi implementasinya, kendala yang ditemukan yaitu mengenai materi petuah dan kehadiran. Sedangkan temuan yang didapatkan mengenanai bentuk kenakalan remaja yaitu perilaku bolos dan minggat dari sekolah sedangkan faktor penyebab dari kenakalan remaja yaitu faktor dari lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Kesimpulan dari program petuah dalam mengantisipasi kenakalan remaja bisa dikatakan optimal, karena implemenatasi program petuah ini sudah sesuai dengan rancangan program bimbingan petuah
BUILDING STUDENTS\u27 AWARENESS OF GREEN BEHAVIOR THROUGH HEALTHY SNACK CHOICES IN ELEMENTARY SCHOOLS
This study was motivated by an extraordinary event, namely the large number of students who experienced food poisoning after consuming snacks sold in the school environment. One of the causes of this event was the low level of students\u27 understanding of green behavior in maintaining health, which was applied in their snacking behavior in the school environment. Students prefer to buy snacks they like rather than considering the healthiness of the snacks. This can impact future sustainability (sustainable development). This study aims to determine the extent of students\u27 green behavior as seen in their snacking behavior. This study is a qualitative research. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this study is triangulation. Through triangulation, conclusions can be drawn regarding the attitude toward green behavior in choosing healthy snacks based on students\u27 snacking behavior. The results of this study indicate that most students do not yet exhibit green behavior. This can be seen from the fact that students prefer to choose snacks based on their preferences and food trends rather than health or nutritional aspects. Students also have a low understanding of healthy snacks and are becoming more consumptive.ABSTRAK
Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya kejadian luar biasa yang terjadi yaitu banyaknya siswa yang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan yang dijual di lingkungan sekolah. Salah satu penyebab dari kejadian tersebut masih rendahnya pemahaman green behavior siswa dalam menjaga kesehatan yang diaplikasikan dalam perilaku jajan di lingkungan sekolah. Siswa lebih suka membeli jajanan yang disukainya dari pada melihat kondisi sehat tidaknya jajanan tersebut. Hal ini dapat berdampak kepada kelangsungan hidup di masa yang akan datang (sustainable development). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap green behavior siswa dilihat dari perilaku jajan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik triangulasi. Melalui teknik triangulasi maka akan didapatkan suatu kesimpulan mengenai gambaran sikap green behavior dalam memilih jajanan yang sehat di lihat dari perilaku jajan siswa. Hasil penelitin ini menunjukan bahwa sebagian besar siswa belum mencerminkan sikap green behavior hal ini dapat dilihat dari siswa lebih suka memilih jajanan hanya melihat yang di sukainya dan lebih kepada trend makanan bukan kepada aspek kesehatan atau pemenuhan gizi, masih rendahnya pemahaman siswa akan jajanan yang sehat serta munculnya karakter siswa ke arah yang lebih konsumtif
Kata Kunci: green behavior, jajanan sehat, perilaku jajan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
