1,720,969 research outputs found

    Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan kompetensi guru terutama pada aspek kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional dan rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran kompetensi pedagogik guru di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar, (2) mengetahui gambaran hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar, dan (3) menjelaskan pengaruh kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah Survey yang bersifat verifikatif (penelitian penjelasan) atau comfirmation research. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas IV, V, dan VI SD Inpres Gugus IV Kecamatan Tallo Kota Makassar tahun pelajaran 2015/2016 yang diambil dengan menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan Angket, Wawancara, Dokumentasi, dan tes hasil belajar IPS kelas IV, V, dan VI. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar memiliki: kompetensi pedagogik dengan kategori tinggi; (2) Rata-rata hasil belajar mata pelajaran IPS siswa berada pada kategori sedang; (3) Kompetensi pedagogik berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa; (4) Besar pengaruh kompetensi pedagogik terhadap hasil belajar siswa yaitu 22,2 %

    Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar

    No full text
    ABSTRAK Rubianto, 2015. Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar.(dibimbing oleh Muchtar Yunus dan Andi Makkasau) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan kompetensi guru terutama pada aspek kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional dan rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran kompetensi pedagogik guru di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar, (2) mengetahui gambaran kompetensi profesional guru di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar, (3) mengetahui gambaran hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar, dan (4) menjelaskan pengaruh kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah Survey yang bersifatverifikatif (penelitian penjelasan)atau comfirmation research. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas IV, V, dan VI SD Inpres Gugus IV Kecamatan Tallo Kota Makassar tahun pelajaran 2015/2016 yang diambil dengan menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan Angket, Wawancara, Dokumentasi, dan tes hasil belajar IPS kelas IV, V, dan VI. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1)Guru di SD Inpres Kecamatan Tallo Kota Makassar memiliki: kompetensi pedagogik dengan kategori tinggi, dankompetensi profesional dengan kategori tinggi; (2) Rata-rata hasil belajar mata pelajaran IPS siswa berada pada kategori sedang; (3) Kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa; (4) Besar pengaruh kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional terhadap hasil belajar siswa yaitu 22,2 %

    HUBUNGAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TENTANG HAK-HAK REPRODUKSI DENGAN POLA PENCARIAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI DAERAH NELAYAN DESA TASIKAGUNG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG BULAN NOVEMBER 2006 RELATIONSHIP KNOWLEDGE PAIR AGE FERTILE ABOUT REPRODUCTION RIGHT WITH DESIGN LIVEHOOD FAMILY PLANNING SERVICE IN REGION FISHERMAN VILLAGE TASIKAGUNG SUB DISTRICT REMBANG DISTRICT REMBANG MONTH NOVEMBER YEAR 2006

    No full text
    Program keluarga berencana (KB) merupakan salah satu program pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. SDKI 2002-2003 melaporkan bahwa pemanfaatan sumber pelayanan KB sektor swasta meningkat dari 42% di tahun 1997 menjadi 63% di tahun 2002-2003, sementara pemanfaatan sumber pelayanan pemerintah menurun dari 43% menjadi 28%. Kecenderungan meningkatnya peserta Keluarga Berencana (KB) yang memenfaatkan pelayanan swasta daripada pemerintah salah satunya karena permasalahan yang masih dihadapi Program Keluarga Berencana Nasional yaitu kurangnya pengetahuan dan kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) tentang hak-hak reproduksi khususnya di daerah terpencil seperti masyarakat nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui hubungan Pasangan Usia Subur (PUS) tentang hak-hak reproduksi dengan pola pencarian pelayanan Keluarga Berencana di Daerah Nelayan Desa Tasikagung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explantory survey, dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS)dengan jumlah total 768, kemudian sampel diambil sebanyak 86 ibu Pasangan Usia Subur (PUS) menggunakan teknik simple random sampling, dan data dikumpulkan dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (58,14%) mempunyai pengetahuan baik tentang hak-hak reproduksi ; 55,81% mencari pelayanan Keluarga Berencana (KB)melalui sektor swasta; mayoritas responden (74,00%) dengan pengetahuan baik mencari pelayanan Keluarga Berencana (KB) melalui sektor swasta; dari uji statistik Chi Square didapatkan X2hitung=14,205 dengan nilai p=0,001 (p<0,05) sehingga secara statistik dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) tentang hak-hak reproduksi dengan pola pencarian pelayanan Keluarga Berencana di Daerah Nelayan Desa Tasikagung. Family Planning Program are one of goverment programs to control grow populations. Demographic and health Indonesian Survey (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) 2002-2003 reported that use source family planning service private sector increase from 42% in year 1997 to 63% in year 2002-2003, mean while use source family planning service goverment sector decrease from 43% to 28%. Trend increasing client family planning use private services compare goverment one of because problem stillfaced by family planning national program that is shortage and awareness pair age fertile about reproduction rights and health reproduction particularly in region minority as fisherman community. The aim of this research are to know relationship knowledge pair age fertile about reproduction rights with design livehood family planning service in region fisherman village Tasikagung. This research use kind explanatory survey research, with approach of sectional cross study. Population in this research are pair age fertile with total number 768, next sample to put counted 86 mother age fertile use technique simple random sampling, and data collected with quesioner. Data analyse use statistical test Chi Square with significant level 0,05. Result of research show that mayority of respondent (58,14%) having knowledge goodness about reproduction rights; 55,81% livehood family planning service to pass private sector; mayority of respondent (74,00%) with knowledge goodness livehood family planning service to pass private sector from statistical test Chi Square get didapatkan X2calculation=14,205 with value p=0,001 (p<0,05) so that according to statistic can concluded there relationship significant knowledge pair age fertile about reproduction rights with design livehood family planning service in region fisherman village Tasikagung Kata Kunci: Pengetahuan, hak-hak reproduksi, Keluarga Berencana Knowledge, reproduction right, family plannin

    Eksistensi Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Pada Areal Perkebunan Milik PT. Duta Palma Nusantara di Kabupaten Kuantan Singingi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara

    No full text
    This study focused on the plantation owned by PT. Duta Palma Nusantara Sei Kuko Kuantan Singingi, because they are many plants were damaged due to the existence of the Gold Mining Without Permission, then in addition to damaging the plantation owned by PT. Duta Palma Nusantara, environmental conditions also worsened by the presence of the Gold Mining Without Permission. The gap between the rules of the implementation of the field against Gold Mining Activities Unauthorized (illegal) in Kuantan Singingi Based on Law No. 32 of 2009 on the Protection and Management of the Environment so that it causes environmental damage around the particular location to be a place Gold Mining Without Permission conducted by the local community and the Company. The main problem in this study as follows: How does the existence of Gold Mining Activities Unauthorized (illegal) on a plantation owned by PT. Duta Palma Nusantara in Kuantan Singingi Seen From Law No. 4 of 2009 and What constraint factor in the eradication of Gold Mining Activities Unauthorized (illegal) on a plantation owned by PT. Duta Palma Nusantara in Kuantan Singingi Seen From Law No. 4 of 2009. The research method was observational research by means of surveys, respondents As the authors make in this research with in-depth interviews are: Society, Head of Mining and Energy and Regency Kuantan Singingi head of the Environment Agency Singingi Kuantan District.Manager a Garden. Results of research and discussion as follows As for things to watch or to reform to curb the Gold Mining Without Permission by looking terms: Factors law, factors of law enforcement, facilities or support facilities, society, and culture, the results of the findings of the authors is that the rules which governs the presence of the Gold Mining Without Permission can not be just simply be regulated in writing, therefore, in the efforts to curb illegal gold mining, the Local Government and elements concerned should make efforts sociologically from the community itself, do not just assume that the rules has been enough to curb the existence of the Gold Mining Without Permission

    Peningkatan Kemampuan Menyimak Bahasa Indonesia melalui Penggunaan Media Audio pada Murid Kelas V

    No full text
    Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan Kemampuan Menyimak Bahasa Indonesia Murid  Kelas V SD Inpres Galangan Kapal IV Makassar Melalui Penggunaan Media Audio. Subjek penelitian ini adalah murid kelas V Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah murid 31 orang. Siklus I dan Siklus II masing-masing dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Instrumen pengumpulan data adalah tes yang dilakukan setiap akhir siklus dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada siklus I, skor rata-rata hasil menyimak murid adalah 62,26 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai 100, dan berada pada kategori rendah, (2) pada siklus II skor rata-rata hasil menyimak murid adalah 74,13 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai 100, dan berada pada kategori tinggi, (3) terjadi peningkatan kehadiran murid dari siklus I ke siklus II yaitu dari 90,32 meningkat menjadi 100, (4) terjadi peningkatan keaktifan murid dalam menjawab pertanyaan yang diajukan pada saat proses menyimak berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menyimak bahasa Indonesia murid kelas V SD Inpres Galangan Kapal IV Makassar melalui Penggunaan Media Audio

    KAJIAN PENGELOLAAN SUMBER AIR BAKU DI KOTA BANDUNG DAN KABUPATEN BANDUNG

    No full text
    ABSTRAK Kebutuhan air bersih Kota Bandung semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan kota. Saat ini penyediaan air bersih diselenggarakan oleh PDAM, akan tetapi kapasitasnya belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan warga kota, agar bisa mencukupi, maka sistem penyediaan air bersih tersebut perlu dikembangkan, salah satu diantaranya adalah dengan cara mencari sumber air baku yang baru. Sesumber air baku yang ada di Kota Bandung kapasitasnya sangat terbatas, oleh karena itu perlu dicarikan sesumber air baku baru yang berlokasi di wilayah Kabupaten Bandung (wilayah yang paling dekat dengan Kota Bandung). Dalam era Otonomi Daerah berdasarkan UU No 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, pemerintahan Kabupaten/Kota mempunyai kewenangan penuh dalam penyelenggaraan pemerintahannya, diantaranya didalam pengelolaan sumber daya air atau sesumber air untuk dijadikan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Pokok permasalahan yang dihadapi adalah adanya sesumber air yang akan digunakan sebagai sumber air baku secara bersama-sama antara PDAM Kabupaten Bandung dan PDAM Kota Bandung yang berlokasi di Wilayah Kabupaten Bandung serta perbedaan kepentingan antara “pemilik” sesumber air (Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat) dan “pemanfaat” (PDAM Kabupaten Bandung dan PDAM Kota Bandung). “Pemilik” sesumber air cenderung kearah kepentingan ekonomi (pemasukan PAD), sedangkan “pemanfaat” cenderung ke arah kepentingan sosial dan pelayanan masyarakat. Oleh karena itu perlu dirumuskan pola kerjasama yang saling menguntungkan dalam pengelolaan/pemanfaatan sesumber air yang akan digunakan sebagai sumber air baku bagi sistem penyediaan air bersih lintas batas Kabupaten/Kota dalam rangka Otonomi Daerah. Untuk mengelola sesumber air yang ada di Wilayah Kabupaten Bandung, dan akan dijadikan sebagai sumber air baku bagi PDAM Kabupaten Bandung dan PDAM Kota Bandung, perlu dibentuk Badan Usaha Milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berbadan hukum, yaitu Perseroan Terbatas (PT), dengan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Pemerintah Kota Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki saham terbesar, agar supaya bisa bertindak sebagai penengah bila ada perselisihan antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan Pemerintah kota Bandung

    Pengaruh Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial terhadap Hasil Belajar Murid Kelas IV

    No full text
    Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen bentuk Pre test Post test Design yaitu sebuah eksperimen yang dalam pelaksanaannya hanya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas pembanding (kelas kontrol) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran pada Mata Pelajaran IPS terhadap hasil belajar Murid kelas 1V SD Inpres Tamarunang Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng tahun ajaran 2016/2017. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah murid Kelas 1V sebanyak 15 orang. Penelitian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan. Keberhasilan proses pembelajaran ditinjau dari  aspek, yaitu: ketercapaian ketuntasan hasil belajar IPS murid secara klasikal, aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS. Pembelajaran dikatakan berhasil jika aspek di atas terpenuhi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data hasil belajar IPS murid yang dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar, data tentang aktivitas murid dalam pembelajaran IPS dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas belajar murid. Hasil analisis statistik deskriptif terhadap hasil belajar murid terhadap media pembelajaran gambar positif, pemahaman materi dan konsep dari IPS dengan media gambar ini menunjukkkan hasil belajar yang lebih baik dari pada sebelum menggunakan media gambar. Hasil analisis statistik inferensial menggunakan rumus uji t, diketahui bahwa nilai t Hitung yang diperoleh adalah 15,75 dengan frekuensi db = 15 –1 = 14, pada taraf signifikansi 5% diperoleh t tabel = 1,78. Jadi, t Hitung &gt; t tabel atau  hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima yang bebunyi bahwa penggunaan media pembelajaran mempengaruhi hasil belajar IPS. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media gambar  dalam pembelajaran IPS mempunyai pengaruh dari pada sebelum menggunakan media gambar

    Pengaruh Penerapan Metode Reciprocal Teaching terhadap Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas V SD Inpres Bangkala II Kota Makassar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode reciprocal teaching terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD Inpres Bangkala II Kota Makassar Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 68 siswa. Sampel terdiri dari 34 siswa kelas kontrol dan 34 siswa kelas eksperimen. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu jenis tru-eksperimen dengan desain posttest only control design dan tes yang dilakukan dalam bentuk posttest keterampilan menulis puisi siswa pada lembar tes unjuk kerja. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program SPSS.22 uji t independent samples test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai rata-rata siswa. Pada siswa kelas kontrol tanpa menggunakan metode reciprocal teaching memperoleh nilai rata-rata 60,88 masih jauh dari standar KKM yang sudah ditentukan. Pada siswa kelas eksperimen dengan menggunakan metode reciprocal teaching memperoleh nilai rata-rata 83,82 berarti sudah memenuhi standar KKM. Diketahui bahwa pada nilai thitung = 6,547 dengan Sig (2-tailed) = 0.000 dan nilai ttabel = 1.99656 maka, thitung = 6,547 &gt; ttabel = 1.99656 berarti H1 diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan temuan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode reciprocal teaching terhadap keterampilan menulis puisi Kelas V SD Inpres Bangkala II Kota Makassar Tahun  Pelajaran  2016/2017. Metode ini mampu membuat siswa mengembangkan kreativitas dalam diri dan mampu menumbuhkan bakat siswa secara mandiri dalam kegiatan keterampilan menulis puisi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore