1,720,978 research outputs found
LIVING QUR’AN DALAM TRADISI KUPAT QUNUTAN DI DESA BUANGIN KECAMATAN TOWUTI, KABUPATEN LUWU TIMUR
ABSTRAK
Indah Rowiyah, 2023. “Tradisi Kupat Qunutan di Desa Buangin, Kecamatan
Towuti, Kabupaten Luwu Timur (Suatu Kajian Living Qur’an)”. Skripsi
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab
dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh
Hamdani Thaha dan Teguh Arafah Julianto.
Skripsi ini membahas tentang tradisi kupat qunutan sebagai tradisi yang terdapat
pada masyarakat Desa Buangin, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bacaan-bacaan dalam proses
pelaksanaan tradisi, tujuan dan manfaat pelaksanaan tradisi serta untuk
mengetahui pemahaman pelaku tradisi kupat qunutan terhadap bacaan yang
terdapat didalamnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field
research) dengan metode deskriptif-kualitatif. Adapun pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan ilmu tafsir, fenomenologi dan sosiologis. Sumber
data primer dari masyarakat yang terlibat langsung dalam tradisi, sedangkan
sumber data sekunder yaitu berupa buku, jurnal dan artikel. Metode pengumpulan
data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pada hakikatnya bacaan dalam pelaksanaan tradisi kupat
qunutan merupakan bacaan yang barsumber dari al-Qur’an yaitu QS al-Fa>tih}ah/1:
1-7, QS al-Baqarah/2: 1-5, QS al-Baqarah/2: 255, QS al-Ikhla>s/112: 1-4, QS al�Falaq/113: 1-5, QS al-Na>s/114: 1-6 dan kalimat-kalimat zikir yaitu tahlil (la> ila>ha
illa> Alla>h), tahmid (al-H{amdulilla>h), takbir (Alla>hu akbar) dan istighfar
(astaghfirulla>h al-Adzim). Tradisi kupat qunutan dilaksanakan sebagai bentuk
kesyukuran masyarakat atas terlaksanakannya ibadah puasa selama 15 hari pada
bulan Ramadan dan menjadi tempat untuk bersedekah serta saling memaafkan
untuk memperkuat tali persaudaraan sehingga mendapat keberkahan dalam
menjalankan ibadah puasa pada 15 hari berikutnya. Pelaku tradisi kupat qunutan
memahami bacaan yang digunakan dalam tradisi ini memiliki banyak keutamaan
sehingga bacaan tersebut menjadi pilihan dalam proses tradisi tersebut.
Kata Kunci: Kupat Qunutan, Living Qur’an, Desa Buangin
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA GAMBAR SERI SISWA KELOMPOK B1 BUSTANUL ATHFAL AISYIYAH KENITEN PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2018-2019
ANIFATUR ROWIYAH: Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Media Gambar Seri Siswa Kelompok B1 Bustanul Athfal Aisyiyah Keniten Ponorogo Tahun Pelajaran 2018-2019. Skripsi. Ponorogo: Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, 2018.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan dan menjelaskan proses peningkatan kemampuan berbicara melalui media gambar seri siswa kelompok B1 Bustanul Athfal Aisyiyah Keniten Ponorogo Tahun Pelajaran 2018-2019, (2) mendiskripsikan dan menjelaskan hasil peningkatan kemampuan berbicara melalui media gambar seri siswa kelompok B1 Bustanul Athfal Aisyiyah Keniten Ponorogo Tahun Pelajaran 2018-2019. Media gambar seri dipilih karena cocok untuk melatih keterampilan berbahasa serta keterampilan ekspresi anak (berbicara dan bercerita).
Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok B1 di Bustanul Athfal Aisyiyah Keniten Ponorogo yang berjumlah 20 siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dari penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Indikator Keberhasilan Tindakan penelitian ini dinyatakan berhasil apabila persentase kemampuan berbicara anak yang termasuk kriteria baik mencapai 80%.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara anak melalui media gambar seri dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelompok B1 Bustanul Athfal Aisyiyah Keniten Ponorogo tahun pelajaran 2018-2019. Hal ini dapat ditunjukkan dari persentase kemampuan berbicara melalui media gambar seri anak sebelum tindakan yang termasuk kriteria baik sebesar 15%. Pada tindakan Siklus I persentase kemampuan berbicara anak melalui media gambar seri yang termasuk kriteria baik sebesar 30%. Pada tindakan Siklus II persentase kemampuan berbicara anak melalui media gambar seri yang masuk kriteria baik mengalami peningkatan sebesar 85%. Hal ini menunjukkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas ini dikatakan berhasil karena persentase kemampuan berbicara anak melalui media gambar seri susdah memenuhi indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu, 80%. Persentase kemampuan berbicara melalui media gambar seri siswa kelompok B1 Bustanul Athfal Aisyiyah Keniten sudah memenuhi kriteria baik yaitu sebesar 85%.
Kata kunci: Kemampuan Berbicara, media gambar ser
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERMAIN PERAN DENGAN METODE FIRING LINE PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 1 PRINGAPUS TAHUN AJARAN 2010/2011
SARI
Nurmawati, Rowiyah. 2011. Peningkatan Keterampilan Bermain Peran dengan Metode Firing Line pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri I Pringapus Tahun 2010/2011. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Mukh Doyin, M.Si., Pembimbing II: Dra. Nas Haryati S., M.Pd.
Kata kunci: keterampilan bermain peran, metode firing line.
Keterampilan bermain peran siswa kelas VIII C SMP Negeri I Pringapus belum bisa memperoleh hasil yang maksimal atau memuaskan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya percaya diri sebagian besar siswa dalam bermain peran. Siswa biasanya memilih peran yang sesuai dengan karakter mereka. Ketika siswa dihadapkan pada peran lain, mereka kurang percaya diri dan malu-malu dalam membawakan karakter tokoh yang diperankan. Guru pada umumnya hanya menerangkan hal-hal yang berkenaan dengan teori bermain peran. Sementara pelatihan bermain peran yang sebenarnya jarang dilaksanakan, seperti berlatih vokal, intonasi, dan penghayatan. Guru hanya memberikan materi atau teori dan jarang memberikan latihan, menyebabkan pembelajaran bermain peran sedikit terabaikan. Guru juga kurang kreatif dalam memilih metode dan teknik yang tepat dalam membelajarkan keterampilan bermain peran sehingga siswa kurang tertarik terhadap pembelajaran bermain peran. Dengan metode firing line dalam pembelajaran bermain peran, siswa dapat memerankan berbagai tantangan peran. Siswa juga dapat bermain peran dan berekspresi secara utuh.
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini mengkaji masalah bagaimanakah peningkatan keterampilan bermain peran siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Pringapus tahun ajaran 2010/2011 setelah mengikuti pembelajaran dengan metode firing line dan bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas VIII C SMP Negeri1 Pringapus tahun ajaran 2010/2011 dalam mengikuti pembelajaran dengan metode firing line. Berkaitan dengan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi peningkatan keterampilan bermain peran siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Pringapus tahun ajaran 2010/2011 setelah mengikuti pembelajaran dengan metode firing line dan mendeskripsi perubahan perilaku siswa kelas VIII C SMP Negeri1 Pringapus tahun ajaran 2010/2011 dalam mengikuti pembelajaran dengan metode firing line.
Subjek penelitian ini adalah keterampilan bermain peran dengan target ketuntasan hasil belajar sebesar 70,00. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik tes dan nontes. Adapun analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
Berdasarkan analisis hasil penelitian, keterampilan bermain peran siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Pringapus tahun 2010/2011 menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I nilai rata-rata siswa 69,23 meningkat menjadi 77,90 pada siklus II sehingga dapat disimpulkan bahw
- …
