1,720,969 research outputs found

    Dekonstruksi Media Sosial Sebagai Media Penyiaran Islam

    Full text link
    Akun-akun beberapa ustadz yang aktif dalam media sosial tidak hanya menyiarkan teks agama literer, pesan dakwah yang sifatnya islami, tetapi juga menyiarkan promosi produk komersial. Penelitian ini melakukan dekonstruksi peran, fungsi, dan makna pesan dalam akun-akun ustadz di Twitter sebagai media penyiaran Islam. Selama ini penelitian tentang dekonstruksi lebih berfokus pada teks sastra. Padahal sebagai media sosial, Twitter pun menghasilkan teks yang menimbulkan konstruksi bahkan dekonstruksi. Posisi tulisan ini adalah mengkritisi media sosial sebagai media penyiaran Islam. Akun-akun ustadz @yusuf_mansyur dan @felixsiauw selain menyiarkan konten dakwah islami juga menyiarkan produk komersial milik mereka masing-masing. Akun twitter @yusuf_mansyur misalnya selain mendakwahkan sedekah, sering menyiarkan tentang Paytren yang merupakan aplikasi pembayaran berbagai tagihan. Bahkan ustadz Yusuf Mansyur pernah mendapatkan bully di Twitter karena cuitannya tentang menurunkan kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika dengan cara berdoa. Akun twitter @felixsiauw selain menyiarkan pesan-pesan puitis islami juga sering menyiarkan promosi buku karyanya. Akun @felixsiauw pun pernah membuat kontroversi dengan menyiarkan pernyataan bahwa selfie adalah dosa. Penelitian ini menghasilkan temuan pokok tentang peran, fungsi, dan makna pesan dalam media sosial sebagai media penyiaran Islam sudah bukan lagi otoritas ustadz sebagai ustadz

    Tokoh Perempuan dalam Film : Studi tentang Representasi Tokoh Perempuan dalam Film Indonesia Bertema Islam Tahun 1980-2010

    Full text link
    Masih sedikitnya penelitian dan/atau kajian tentang perempuan dalam film Indonesia bertema Islam menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Penelitian ini dibatasi hanya pada tokoh (karakter) perempuan dalam film karena kehadiran perempuan dalam dunia film Indonesia bertema Islam tidak hanya sebagai pemain tapi ada juga yang berperan sebagai film makers. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana perempuan direpresentasikan dalam film Indonesia bertema Islam pada tahun 1980 hingga tahun 2010 serta pergeseran mitos apa saja yang terjadi berkaitan dengan representasi tokoh perempuan dalam film Indonesia bertema Islam pada tahun 1980 hingga tahun 2010. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan studi mengenai penelitian dakwah dengan analisis representasi pada film sebagai bagian dari Ilmu Dakwah. Secara praktis, penelitian ini bisa memberikan manfaat kognitif dan afektif berupa pengetahuan dan pemahaman peran perempuan dalam film Indonesia bertema Islam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotik. Teori yang digunakan untuk menganalisa masalah adalah teori-teori semiotik dan representasi perempuan dalam Islam. Subjek penelitian ini yaitu film Sunan Kalijaga (tahun 1984), Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar (tahun 1985), Sunan Gunung Jati (tahun 1985), Nada dan Dakwah (tahun 1992), Kiamat Sudah Dekat (tahun 2003), Mengaku Rasul (tahun 2008), Kun Fa Ya Kun (tahun 2008), Ayat-ayat Cinta (tahun 2008), Syahadat Cinta (tahun 2008), Ketika Cinta Bertasbih 1 (tahun 2009), Ketika Cinta Bertasbih 2 (tahun 2009), Doa yang Mengancam (tahun 2008), 3 Doa 3 Cinta (tahun 2008), Perempuan Berkalung Surban (tahun 2009), dan Emak Naik Haji (tahun 2009). Semuanya berjumlah lima belas film. Objek penelitiannya adalah tokoh perempuan dalam film Indonesia bertema Islam untuk melihat representasi perempuan dalam film Indonesia bertema Islam. Data primer penelitian ini yaitu mise-en-scene dan unsur sinematografi lainnya. Data sekunder dalam penelitian ini yaitu data-data dari tinjauan pustaka dan kerangka teori. dalam mengumpulkan data digunakan beberapa teknik yang akan meliputi dokumentasi dan studi pustaka. Hasil interpretasi menunjukkan kesan adanya beberapa mitos yang merupakan stereotype perempuan yang dilabelkan oleh masyarakat. Perempuan yang tidak sesuai dengan gambaran stereotype tersebut cenderung mengalami annihilisasi. Pergeseran mitos terjadi berkaitan dengan representasi tokoh perempuan dalam film Indonesia bertema Islam pada tahun 1980 hingga tahun 2010 di antaranya perempuan menghentikan kekerasan dengan ide dan komunikasi yang dilakukannya; istri lebih dihormati; perempuan akhirnya bisa memperjuangkan ketidakberdayaannya; pekerjaan perempuan sudah bervariasi; perempuan bisa menempuh studi lanjut; mudahnya menarik perhatian perempuan pada hal-hal yang menjadi minatnya; perempuan perempuan memiliki keberanian memimpin diri sendiri, keluarga dan komunitasnya

    Analisis Kanal Youtube IAIN Kudus sebagai Media Komunikasi dan Penyiaran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri

    Full text link
    Sampai saat ini kajian tentang kanal YouTube PTKIN cenderung masih sedikit. Kajian tentang kanal YouTube IAIN Kudus pun belum ditemukan. Ini berlawanan dengan tren kajian YouTube perguruan tinggi di berbagai negara yang sudah banyak dilakukan. Berdasarkan asumsi sementara tersebut, penelitian ini hendak melakukan analisis atas kanal Youtube IAIN Kudus sebagai media komunikasi dan penyiaran PTKIN. Lebih lanjut lagi, penelitian ini ingin melihat peluang pengelolaannya jika dilakukan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fungsi YouTube bagi PTKIN seharusnya tidak hanya sebagai media sosialisasi, publikasi, dan dokumentasi saja. Dari kondisi ini bisa dipahami jika kanal YouTube IAIN Kudus juga tidak memiliki visi misi dakwah sehingga tidak pula memiliki fungsi dakwah. Penelitian ini membuka ide riset lainnya misalnya tentang SOP pengelolaan YouTube di PTKIN. Apakah semua kanal YouTube di PTKIN memiliki SOP yang dilaksanakan dengan baik dan benar

    RESEPSI MAHASISWA UIN SUNAN KUDUS TERHADAP KONTEN YOUTUBE DEDDY CORBUZIER DALAM PODCAST LOGIN

    Full text link
    Podcast Login oleh Deddy Corbuzier merupakan medium digital yang menyajikan dialog terbuka mengenai isu keagamaan dengan gaya bahasa santai dan non-formal. Mahasiswa UIN Sunan Kudus, dengan basis pendidikan Islam yang kuat, menjadi audiens krusial untuk memahami efektivitas model dakwah digital ini. Penelitian ini mengeksplorasi resepsi mahasiswa UIN Sunan Kudus terhadap konten yang disajikan dalam Podcast Login yang dipandu oleh Habib Jafar. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menelaah bagaimana mahasiswa memahami, menginterpretasi, dan merespons tema-tema yang diangkat dalam podcast termasuk isu sosial, psikologis, dan budaya populer serta implikasinya terhadap sikap, opini, dan praktik media mereka. Penelitian kualitatif menggunakan metode analisis resepsi (Stuart Hall). Sampel terdiri dari 15 mahasiswa aktif UIN Sunan Kudus yang diwawancarai secara mendalam. Hasil decoding dikelompokkan menjadi tiga posisi resepsi. Hasil menunjukkan adanya variasi resepsi: sebagian besar informan menempati posisi dominant/preferred reading terhadap gaya bahasa yang digunakan dalam podcast—mereka cenderung setuju karena menilai gaya tutur host bersifat santai, komunikatif, dan tidak memihak sehingga mudah dicerna dan memfasilitasi ruang diskusi. Respon yang setuju ini memperkuat kecenderungan mahasiswa untuk mengadopsi pendapat atau framing tertentu pada isu-isu populer, meskipun pada isu sensitif beberapa informan menunjukkan pembacaan negotiated atau oppositional yang merefleksikan nilai agama dan norma kampus.  Faktor penentu resepsi meliputi latar belakang agama, tingkat literasi media, pengalaman pribadi, dan dinamika komunitas kampus. Pembahasan mengaitkan temuan dengan teori encoding/decoding Hall dan konsep konvergensi budaya. Penelitian ini menyarankan pentingnya pendidikan literasi media di perguruan tinggi untuk memperkuat kemampuan analitis mahasiswa terhadap konten digital populer. Resepsi mahasiswa UIN Sunan Kudus bersifat positif dan cenderung setuju dengan format komunikasi yang terbuka, santai, dan non-memihak, membuktikan bahwa gaya komunikasi digital yang adaptif efektif diterima oleh audiens akademik dengan latar belakang keagamaan

    Analisis Teknik Public Speaking Pada Stand Up Comedy Pada Komunitas Stand Up Indo Kudus

    Full text link
    This study discusses the public speaking techniques used by members of the Stand Up Indo Kudus Community in their stand-up comedy performances. Public speaking in this context involves the skill of speaking in front of an audience with the aim of entertaining and building effective communication through humor. The study employs a descriptive qualitative approach using semi-structured interviews to gather in-depth data from active comedians within the community. The findings reveal that frequently used public speaking techniques include voice intonation control to emphasize punchlines, body language to strengthen the narrative, and eye contact to create interaction with the audience. Additionally, improvisation plays a crucial role in handling unexpected situations on stage. Through activities such as open mic sessions and group discussions, the community consistently develops its members’ communication skills, shaping confident, creative, and adaptive comedians in various situation

    Patriarki Dan Femvertising: Eksploitasi Feminisme Sebagai Alat Kapitalisme Dalam Media

    No full text
    Penelitian ini membahas fenomena femvertising, yaitu strategi pemasaran yang memanfaatkan nilai-nilai feminisme seperti pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender untuk mempromosikan produk. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana narasi feminisme dalam femvertising digunakan secara manipulatif oleh perusahaan untuk mendukung kepentingan kapitalisme. Data diperoleh melalui analisis narasi dan visual dari kampanye iklan yang mengusung tema feminisme, seperti "Real Beauty" dari Dove dan "Like a Girl" dari Always, serta ditinjau dalam kaitannya dengan praktik bisnis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualitas dalam femvertising: di satu sisi, kampanye ini berhasil meningkatkan kesadaran tentang isu kesetaraan gender, namun di sisi lain, sering kali hanya menjadi alat untuk membangun citra positif perusahaan tanpa komitmen nyata terhadap nilai-nilai feminisme. Temuan juga mengungkapkan bahwa representasi perempuan dalam iklan cenderung homogen dan tidak inklusif, mengabaikan kelompok marjinal. Selain itu, terdapat kontradiksi antara pesan pemberdayaan dalam iklan dan praktik perusahaan, seperti ketimpangan gender internal dan eksploitasi tenaga kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun femvertising memiliki potensi untuk mendukung transformasi sosial, implementasinya sering kali lebih berorientasi pada keuntungan komersial daripada perubahan sosial yang berkelanjutan

    Islam in the Digital Films Expose the Good Sides of Muslims

    Full text link
    Film studies mostly show Islam in negative representation. From streaming film website, we can easily find many films that show Muslims stories. For example, Children of Heaven, Le Grand Voyage, My Name is Khan, etc. Those films do not seem to show Muslims as terrorist. They show Muslims life in various cultures and stories. The problem is what good sides of Muslims in the films can counter the negative stereotypes of Muslims in Hollywood images. Using Critical Discourse Analysis, this research exposes the good sides of Muslims in films. There is an Islamic world view in Children of Heaven. Some things may seem bad but then turn out to be good in the long run. My Name is Khan has a very important message about Islam. That is Islam is a peace and love religion. Le Grand Voyage shows a signification generation gap of Muslims. They are secular and devout Muslims. But they can communicate moderately.</jats:p

    REPRESENTASI TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DAN PLURALISME PADA NASKAH FILM KOS-KOSAN

    Full text link
    This research discusses the role of the film "KOS-KOSAN" in raising the theme of inter- religious tolerance and pluralism in a pluralistic Indonesian society. Film is considered a powerful medium in conveying messages and social values. Through strong narratives, complex characters, and evocative visuals, films can stimulate reflection and awareness of the importance of tolerance and inter-religious harmony. These films can inspire and convey values of tolerance, mutual respect, and inter-religious harmony to their audiences. This study aims to analyze representations the values of tolerance between religious communities of pluralism in the film “KOS-KOSAN”. In this study, Roland Barthes semiotic method approach was used to analyze the elements in the film, especially signs that are an important part of everyday life. The results of the study show that the film "KOS-KOSAN" succeeds in depicting several aspects that contain values of tolerance and pluralism in the context of everyday life, such as: respect for religious differences and choices of clothing, acceptance of multiculturalism and diverse lives, acceptance of multiculturalism and diverse lives, Clothing symbolism and respect for identity. &nbsp; &nbsp;Penelitian ini membahas tentang peran film “KOS-KOSAN" dalam mengangkat tema toleransi antar umat beragama dan pluralisme dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Film dianggap sebagai media yang kuat dalam menyampaikan pesan dan nilai-nilai sosial. Melalui narasi yang kuat, karakter yang kompleks, dan visual yang menggugah, film dapat merangsang refleksi dan kesadaran terhadap pentingnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Film-film tersebut dapat memberikan inspirasi dan menyampaikan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kerukunan antarumat beragama kepada penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai toleransi antar umat beragama pluralisme dalam film “KOS-KOSAN”. Dalam penelitian ini, pendekatan metode semiotika Roland Barthes digunakan untuk menganalisis elemen-elemen yang ada dalam film, khususnya tanda- tanda yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan film "KOS- KOSAN" berhasil menggambarkan beberapa aspek yang mengandung nilai toleransi dan pluralisme dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti: penghargaan terhadap perbedaan agama dan pilihan berpakaian, penerimaan multikulturalisme dan kehidupan yang beragam, penerimaan multikulturalisme dan kehidupan yang beragam, Simbolisme pakaian dan penghormatan terhadap identitas

    Peran Kompas TV dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan di Indonesia

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini berjudul “Peran Kompas TV dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan di Indonesia”, bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Kompas TV terutama dalam meningkatkan literasi keagamaanya di Indonesia, dan bagaimana Kompas TV menangani kontraversi atau konflik yang terkait dengan isu Agama, terutama Agama Islam dalam liputannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, subjek penelitian ini dengan mewawancarai produser lapangan pada hari Selasa, 28 Mei 2024 yang menjadi narasumber saat Kunjungan di Kompas TV. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV mampu meningkatkan literasi keagamaan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mendukung penerapan syariat Islam. Adapun peran Kompas TV dalam meningkatkan literasi keagamaan di Indonesia yaitu Melalui konten inspiratif dan edukatif, fokus pada eksplorasi Indonesia, kualitas konten yang tinggi, visi dan misi yang jelas, dan penghargaan dan pengakuan, Kompas TV telah berperan aktif dalam meningkatkan literasi keagamaan di Indonesia. Abstract: This research, entitled "The Role of Kompas TV in Increasing Religious Literacy in Indonesia", aims to find out the role of Kompas TV, especially in increasing religious literacy in Indonesia, and how Kompas TV handles controversy or conflict related to religious issues, especially Islam in its coverage. This research uses a qualitative approach and descriptive methods, the subject of this research is interviewing Ms. Meirita Efendi who was a resource person during a visit to Kompas TV. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observation and documentation. The research results show that Kompas TV is able to increase religious literacy in accordance with applicable laws and regulations and supports the implementation of Islamic law. The role of Kompas TV in increasing religious literacy in Indonesia is through inspirational and educational content, focus on exploration of Indonesia, high quality content, clear vision and mission, and awards and recognition, Kompas TV has played an active role in increasing religious literacy in Indonesia
    • …
    corecore