1,720,975 research outputs found
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAINS, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT (STM) TERHADAP KETERAMPILAN BERTANYA DAN MEMECAHKAN MASALAH SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR : Studi Eksperimen Kuasi Pada Siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Rahayu 5 Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung
Penelitian yang dilatarbelakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas IV SDN Rahayu 5 dengan gejala-gejala yang muncul adalah siswa cenderung pasif, tidak mau bertanya walaupun mereka belum jelas memahami materi ajar dalam pembelajaran IPS , terdapat sebagian besar siswa yang tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-harinya.Penelitian yang dilatarbelakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas IV SDN Rahayu 5 dengan gejala-gejala yang muncul adalah siswa cenderung pasif, tidak mau bertanya walaupun mereka belum jelas memahami materi ajar dalam pembelajaran IPS , terdapat sebagian besar siswa yang tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-harinya.Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif untuk memperbaiki proses pembelajaran IPS adalah pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STM). Pendekatan ini dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara kemajuan iptek, membanjirnya informasi ilmiah dalam dunia pendidikan, dan nilai-nilai iptek itu sendiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan bertanya siswa dan memecahkan masalah sosial siswa antara siswa yang mendapatkan perlakuan pendekatan STM dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD yang berasal dari 2 sekolah yang berbeda. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterampilan bertanya, tes berupa uraian untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah sosial, angket, pedoman wawancara dan lembar pengamatan untuk mengamati aktivitas guru selama pembelajaran STM. Berdasarkan hasil perhitungan skor rata-rata keterampilan bertanya di kelas kontrol termasuk kategori cukup, sedangkan keterampilan bertanya di kelas eksperimen termasuk kategori baik. Hal ini diperkuat dengan hasil uji t yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan bertanya antara siswa yang mendapatkan pembelajaran pendekatan STM dengan yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Begitu jugadengan kemampuan memecahkan masalah sosial siswa hasil perhitungan uji t terhadap skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran melalui pendekatan STM berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan bertanya dan memecahkan masalah sosial. Bagi guru SD yang mengajar IPS direkomendasikan untuk menggunakan pendekatan STM.Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif untuk memperbaiki proses pembelajaran IPS adalah pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STM). Pendekatan ini dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara kemajuan iptek, membanjirnya informasi ilmiah dalam dunia pendidikan, dan nilai-nilai iptek itu sendiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan bertanya siswa dan memecahkan masalah sosial siswa antara siswa yang mendapatkan perlakuan pendekatan STM dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD yang berasal dari 2 sekolah yang berbeda. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterampilan bertanya, tes berupa uraian untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah sosial, angket, pedoman wawancara dan lembar pengamatan untuk mengamati aktivitas guru selama pembelajaran STM. Berdasarkan hasil perhitungan skor rata-rata keterampilan bertanya di kelas kontrol termasuk kategori cukup, sedangkan keterampilan bertanya di kelas eksperimen termasuk kategori baik. Hal ini diperkuat dengan hasil uji t yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan bertanya antara siswa yang mendapatkan pembelajaran pendekatan STM dengan yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Begitu jugadengan kemampuan memecahkan masalah sosial siswa hasil perhitungan uji t terhadap skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran melalui pendekatan STM berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan bertanya dan memecahkan masalah sosial. Bagi guru SD yang mengajar IPS direkomendasikan untuk menggunakan pendekatan STM
Telaah kritis hadits mengenai Laknat dan ancaman keras bagi wanita yang tidak berhijab
Ketetapan syariat yang ditekankan agama kepada pemeluknya bukanlah sebuah keegosian atau pemberatan, melainkan sebah visi dalam mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketetapan tersebut termasuk diantaranya ialah perintah atau pensyariatan wanita dalam mengenakan hijab dalam kegiatan sehari-harinya. Maka, pensyariaatan tersebut jangan dipandang negative terlebih di era kontemporer bertebaran fashion berhijab yang sedemikian rupa dan beberapa diantaranya dilarang agama untuk digunakan oleh para wanita Muslimah. Adapun mereka yang tetap menggunakannya maka syariat telah memberikan larangan dan ancaman yang beragam. Dari permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menguuraikan apa dan bagaimana kualitas hadis terkait laknat dan ancaman bagi wanita yang tidak berhijab serta bagaimana relevansi atau penerapannya dalam konteks kekinian. Adapun metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ialah metode deskriptif, yaitu penyajian apa adanya berdasarkan data yang ditemukan oleh penulis dan menggunakan pendekatan kajian ilmu hadis, baik Takhrij, syarh dan kritik hadis. Dari penelitian ini diketahui bawasannya hadis-hadis ancaman wanita yang tidak berhijab tidak diriwayatkan dan disabdakan oleh Nabi secara spesifik, melainkan penyebutannya lebih global/umum dan ada juga yang tergolongkan dalam ketegori pembahasan tasyabbuh. Adapun dari segi kehujjahan, hadis tersebut memiliki kualitas shahih sehingga dapat dijadikan hujjah khususnya dalam meningkatkan kewaspadaan wanita dalam melanggar aturan berbusana/berhijab.diantara bentuk laknat dan ancaman bagi wanita yang tidak berhijab bahakan cendrung mengikuti laki-laki dalam aspek fashion atau penutupan aurat sebatas dai bahu atau dada hingga kaki maka mereka diancam Rasulullah dan ditegaskan pula bukan bagian dari kelompok-Nya/umat-Nya. Selain itu ancaman keras pula bagi mereka yang telah berhijab atau memakai busana penutup aurat namun tidak sesuai ketentuan syariat, seperti memakai pakaian tapi tidak mengulurkan hingga dada, dan memakai pakaian tapi ketat dimana mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula dapat mencium baunya. Dalam kontek kekinian wanita Muslimah tidak dilarang mengikuti tren berhijab yang ada, akan tetapi tetap harus memenuhi ketentuan syariat yang ada, sehingga mereka mendapatkan keindahan dunia di masanya dan keridhaan Allah
Kecernaan secara In-Vitro Rumput Gajah dan Kolonjono yang Diberi Pupuk Urea dan Organik pada Tanah Kawasan Pantai Berindikasi Salin
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Bimbingan Kelompok melalui Metode Bercerita untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Penelitian pada Siswa Kelas VIII di SMP Mekar Arum Cinunuk Kabupaten Bandung)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya antusisme peserta didik dalam mempelajari materi, jarang masuk sekolah, jarang atau tidak menyelesaikan tugas, tidak kreatif, bahkan penurunan kualitas hasil belajar sehingga berdampak pada hasil belajarnya. Oleh karena itu, dipilih salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan adanya bimbingan konseling yang mampu memberikan layananan yang dapat memotivasi belajar siswa. Layanan bimbingan kelompok melalui metode bercerita dipandang sebagai alternatif yang dapat memotivasi belajar siswa. Didasarkan pada teori Abraham maslow, teori ini dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan peserta didik, agar dapat mencapai hasil belajar yang maksimal dan sebaik mungkin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar siswa, mengetahui pelaksanaan bimbingan mkelompok melalui metode bercerita, dan hasil layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Mekar Arum.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Metode ini diambil bermaksud mengungkapkan fakta-fakta yang nampak di lapangan dan di deskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai program bimbingan kelompok melalui metode bercerita untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan teknik pengumpulan yang diambil dalam mengumpulkan data yaitu, observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, evaluasi hasil, dan dokumentasi.
Hasil penelitian di peroleh bahwa perencanaan program bimbingan telah melalui serangkaian tahapan yang sesuai teori. Motivasi siswa mengalami perubahan yang cukup signifikan di setiap siklusnya, dimulai dari siklus pertama yang menunjukan kurang antusiasnya anak hal tersebut dapat dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang meningkatnya, kerjasama kelompok yang kurang hingga sikap minder dari anak yang kurang memililiki prestasi secara lambat laun berubah di dalam siklus yang ketiga.
Berdasarkan temuan ini, dapat di simpulkan bahwa program bimbingan kelompok melalui metode bercerita dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.
Metode bercerita terbukti dapat memberikan warna baru dalam proses pembelajaran, karena didalamnya siswa dituntut untuk bekerjasama dengan anggota kelompok yang lain, memperhatikan instruksi dari guru, ikut berperan aktif, memberikan solusi, memberikan ide/gagasan, melakukan apa saja yang menjadi tugasnya sekolah, dan mempunyai motivasi untuk berprestas
Optimasi Usaha Ternak Sapi Potong Berkelanjutan : Kasus di Lahan Kering Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
Usahatani yang dilakukan pada umumnya sebagian besar dilakukan polikultur yaitu mengusahakan beberapa jenis atau komoditas usahatani dan ditambah dengan ternak yang disebut dengan diversifikasi usahatani atau usahatani terpadu. Usaha ternak sapi di Indonesia mempunyai prospek yang sangat besar karena permintaan produk daging, susu maupun kulit terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan perekonomian nasional. Peran usaha sapi potong bagi peternak juga tidak dapat dianggap remeh atau ringan walaupun bersifat subsisten karena sumbangan pemeliharaan ternak sapi potong terhadap pendapatan keluarga, tabungan, sumber protein hewani bagi masyarakat, sumber pupuk dan energi serta sebagai status sosial. Potensi yang dimiliki dan untuk menjawab permasalahan maka perlu dirumuskan kombinasi optimal pola tanam dan usaha ternak sapi potong berkelanjutan di lahan kering dengan beberapa tujuan yaitu tujuan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan, meningkatkan populasi ternak, meningkatkan jumlah/skala pemeliharaan ternak, meningkatkan pertambahan berat badan harian (PBBH) dan meningkatkan konsumsi daging sapi; tujuan lingkungan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah kandang/ternak untuk pupuk, meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, meningkatkan pemanfaatan lahan untuk pertanian, meningkatkan pemanfaatan lahan untuk penanaman hijauan pakan ternak; dan tujuan sosial untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja pertanian. Hasil optimasi ini didukung dengan daya dukung lahan yang ada terhadap penyediaan pakan ternak baik dari rumput alam dan limbah pertanian. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menyusun model pola usahatani tanaman pangan/perkebunan dan usaha ternak sapi potong yang berkelanjutan di lahan kering. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk : 1a) mengidentifikasi pola usahatani yang ada di lokasi penelitian; 1b) menganalisis kombinasi pola tanam tanaman pangan/perkebunan dan usaha ternak sapi potong yang berkelanjutan di lahan kering Kabupaten Tanah Laut ditinjau dari aspek ekonomi, lingkungan dan sosial; 2) mengetahui pengaruh analisis sensitivitas terhadap pendapatan usaha tani dan usaha ternak sapi potong; dan 3) menyusun pengembangan usahatani dan ternak sapi potong di lahan kering Kabupaten Tanah Laut. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan Multistage Sampling Method yaitu penentuan lokasi penelitian yang dilakukan secara bertingkat (dari propinsi, kabupaten, kecamatan dan desa). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Variabel yang diteliti untuk analisis Multiple Goal Programming (MGP) meliputi variabel ekonomi, lingkungan dan sosial. Variabel ekonomi terdiri atas pendapatan petani, pertambahan populasi ternak sapi, jumlah pemeliharaan ternak, pertambahan berat badan ternak harian, dan konsumsi daging sapi. Variabel lingkungan terdiri atas pemanfaatan limbah kandang sebagai pupuk, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, pemanfaatan lahan untuk usaha pertanian, dan pemanfaatan lahan untuk penanaman hijauan pakan ternak (HMT) serta untuk variabel sosial berupa penyerapan tenaga kerja pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1a). Pola usahatani yang teridentifikasi di Kabupaten Tanah Laut ada enam yaitu: padi dan sapi; padi, karet dan sapi; padi, karet, kedelai dan sapi; padi, kedelai dan sapi; dan padi, kedelai, kacang tanah dan sapi, 6) padi, jagung manis dan sapi; 1b). Kombinasi pola tanam yang direkomendasikan berdasarkan hasil optimasi yang terbaik yaitu untuk penanaman padi 0,55 ha, karet 0,8 ha, kacang tanah 0,73 ha, jagung manis 0,58 ha dan rekomendasi kedua yang dihasilkan untuk mendukung program pemerintah adalah untuk menanam padi 0,55 ha, karet 0,69 ha, kedelai 0,22 ha, kacang tanah 0,64 ha dan jagung manis 0,56 ha. Hasil optimasi usaha ternak sapi berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut dapat memenuhi keberlanjutan baik dari aspek ekonomi, lingkungan dan sosial; 2). Analisis sensitivitas yang berpengaruh terhadap pendapatan petani yaitu perubahan harga jual sapi turun, harga jual tanaman turun, naik dan turunnya produksi tanaman pangan dan perkebunan, dan penurunan biaya produksi pertanian. Skenario terbaik bagi petani adalah adanya produksi tanaman pangan dan perkebunan naik 20% karena memberikan pendapatan tertinggi; 3). Pengembangan usaha ternak sapi potong berkelanjutan yang optimal adalah dipadukan/diusahakan dengan komoditas usahatani lain terdapat dua rekomendasi yaitu : a. Optimasi untuk pola tanam dengan luas usaha padi 0,55 ha, karet 0,8 ha, kacang tanah 0,73 ha dan jagung manis 0,58 ha dengan skala pemeliharaan ternak sebanyak 11,31 ST, dengan asumsi memanfaatkan sumberdaya (kendala) yang dimiliki secara optimal, maka dihasilkan kenaikan tujuan dengan rataan sebesar 140,86% dibanding kondisi eksisting sehingga tujuan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dapat dicapai secara maksimal; b. Alternatif optimasi untuk rekomendasi kedua yaitu pola tanam yang diusahakan berupa padi seluas 0,55 ha, karet 0,69 ha, kedelai 0,22 ha, kacang tanah 0,64 ha dan jagung manis 0,56 ha yang diusahakan dengan sapi potong sebanyak 11,28 ST, dengan asumsi untuk mendukung program pemerintah untuk swasembada komoditas padi, kedelai, jagung dan sapi potong dilakukan untuk mendukung program pemerintah untuk swasembada komoditas padi, kedelai, jagung dan sapi potong akan dihasilkan kenaikan tujuan dengan rataan sebesar 140,90% dibanding kondisi eksisting sehingga tujuan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dapat dicapai secara maksimal
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
