1,720,966 research outputs found

    ANALISA KEKUATAN CETAKAN PEWTER DENGAN MATERIAL ALUMINIUM

    Full text link
    Abstrak Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak produk yang dihasilkan dengan  menggunakan cetakan yang terbuat dari aluminium pada industri rumahan kerajinan pewter di Kota Madya Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penggunaan cetakan yang terbuat dari aluminium ini diharapkan dapat menghasilkan jumlah produk yang dapat memberikan jumlah ekonomis sehingga menguntungkan pengrajin. Penelitian ini mendiskripsikan proses pengecoran mulai dari mempersiapkan cetakan yang terbuat dari aluminium, mempersiapkan alat-alat dan bahan untuk mengecor logam pewter, dan melakukan proses pengecoran untuk menghasilkan sejumlah produk tanpa proses finishing. Cetakan pewter yang dilakukan pengecoran terdiri dari dua macam bentuk coran, dengan ukuran cetakan pertama adalah panjang 70 mm, lebar 70 mm  tinggi 10 mm dan ukuran coran panjang 40 mm, lebar 40 mm dan tebal 3 mm. Sedangkan ukuran cetakan yang kedua adalah panjang 70 mm, lebar 70 mm  tinggi 10 mm dan ukuran coran diameter 40 mm dan tebal 3 mm. Logam timah pewter dipanaskan antara suhu yang dapat mengalir antara 235 sampai dengan 315 ºC, kemudian memanaskan cetakan dari alumunium dengan mencelupkannnya selama 15 detik dan setelah itu barulah logam timah pewter  yang sudah cair tersebut dituangkan kedalam cetakan. Setelah itu lakukan pendinginan dengan mencelupkan cetakan yang masih panas ke dalam air selama 5 detik. Setelah itu cetakan dapat dibuka. Proses pengecoran ini dilakukan berulang-ulang sampai mendapat jumlah maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan dari cetakan pertama 600 produk dan cetakan kedua 1000 produk

    Increasing Production Capacity And Product Marketing Of Pewter Craft Group In Pangkalpinang

    Full text link
    Kelompok pengrajin pewter di Pangkalpinang telah berdiri sejak tahun 90-an dengan teknologi yang sangat sederhana. Perkembangan kelompok pengrajin tersebut sangat lambat baik dilihat dari teknologi yang digunakan maupun omset yang dikelola. Permasalahan yang dialami oleh para pengrajin adalah bagaimana memproduksi produk kerajinan pewter dengan berbagai motif yang dapat menarik calon konsumen dengan kemampuan produksi yang banyak. Permasalahan lain yang dialami pengrajin adalah bagaimana cara memasarkan produk kerajinan mereka sehingga dapat menarik minat calon konsumen untuk membeli. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai motif cetakan pewter yang terbuat dari bahan alumunium sedangkan cara memasarkan produk kerajinan pewteradalah dengan mendatangi calon konsumen dengan menawarkan motifmotif yang melambangkan logo institusi, logo produk, ataupun merek dagang. Kegiatan ini dapat membuat berbagai motif cetakan dengan kemampuan produksi yang banyak serta mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari calon konsumenKelompok pengrajin pewter di Pangkalpinang telah berdiri sejak tahun 90-an dengan teknologi yang sangat sederhana. Perkembangan kelompok pengrajin tersebut sangat lambat baik dilihat dari teknologi yang digunakan maupun omset yang dikelola. Permasalahan yang dialami oleh para pengrajin adalah bagaimana memproduksi produk kerajinan pewter dengan berbagai motif yang dapat menarik calon konsumen dengan kemampuan produksi yang banyak. Permasalahan lain yang dialami pengrajin adalah bagaimana cara memasarkan produk kerajinan mereka sehingga dapat menarik minat calon konsumen untuk membeli. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai motif cetakan pewter yang terbuat dari bahan alumunium sedangkan cara memasarkan produk kerajinan pewteradalah dengan mendatangi calon konsumen dengan menawarkan motifmotif yang melambangkan logo institusi, logo produk, ataupun merek dagang. Kegiatan ini dapat membuat berbagai motif cetakan dengan kemampuan produksi yang banyak serta mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari calon konsume

    PERHITUNGAN DIAMETER MINIMUM DAN MAKSIMUM POROS MOBIL LISTRIK TARSIUS X3 BERDASARKAN ANALISA TEGANGAN GESER DAN FAKTOR KEAMANAN

    Full text link
    ABSTRAK Perkembangan industri otomotif di Indonesia yang menggunakan sumber energi listrik masih bersifat kompetisi di lingkungan mahasiswa perguruan tinggi. Salah satunya adalah mobil listrik Tarsius X3 yang dimiliki Universitas Bangka Belitung yang mempunyai daya 2 kilowatt dengan poros sebagai sistem penggerak roda belakang yang digunakan untuk mentransferkan daya dari motor listrik ke roda. Berdasarkan hasil uji tarik material, material yang digunakan merupakan material ulet dengan yield strength sebesar 622,46 N/mm2, dan  tensile strength sebesar 649,21 N/mm2. Poros merupakan jenis overhanging beam dimana ujung poros sebagai tumpuan mengalami tegangan puntir berdiameter 25,30 h6 dan mengalami beban shock dengan yang berkisar 12-16. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan diameter minimum dan maksimum poros berdasarkan beban shock dengan menggunakan maximum shear stress theory atau Guest’s theory yang dihitung secara manual. Dari hasil perhitungan didapatkan poros berdiameter minimum 21,66 mm dengan tegangan geser sebesar 51,87 N/mm2 dan safety factor sebesar 12 dan  berdiameter maksimum 23,84 mm dengan tegangan geser sebesar 38,90 N/mm2 dan safety factor 16. Ini menunjukkan bahwa diameter poros 25,30 yang diaplikasikan pada poros mobil listrik masih mampu menahan beban-beban yang terjadi pada mobil listri

    ANALISA HASIL PENGELASAN KAKI PULSATOR PENGGERAK JIG YUBA KK SINGKEP UNTUK MENDAPATKAN KEKUATAN KONSTRUKSI OPTIMAL

    Full text link
    Pulsator merupakan salah satu alat penggerak jig yang digunakan PT. Timah Tbk dalam proses pemisahan bijih timah dan mineral-mineral ikutan lainnya berdasarkan perbedaan berat jenis (B.J). Kerusakan yang terjadi pada pulsator khususnya pada kaki, dapat disebabkan adanya getaran tinggi yang ditimbulkan jig secara terus-menerus saat beroperasi sehingga membuat baut pengikat lama-kelamaan akan menjadi aus. Proses perbaikan yang dilakukan PT. Timah (Persero) Tbk terhadap kerusakan kaki pulsator adalah dengan cara pengelasan, yaitu penyambungan kaki pulsator yang rusak (patah) dengan material cor atau pelat. Mengingat pentingnya pulsator terhadap proses pemisahan biji timah, maka dilakukanlah penelitian terhadap hasil lasan kaki pulsator tersebut menggunakan elektroda AWS A5.15 cin-1, cin-2 dan cin-3 yang digunakan PT. Timah (Persero) Tbk. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan elektroda yang tepat digunakan untuk proses pengelasan kaki pulsator agar hasil lasan tersebut dapat memberikan kekuatan konstruksi lasan yang optimal. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara eksperimen yaitu dengan membandingkan elektroda cin-1, cin-2 dan cin-3 merek Nikko Steel terhadap proses pengelasan kaki pulsator dengan menggunakan material pulsator dan pelat sebagai sambungan. Setelah pengelasan dilakukan kemudian menganalisa hasil lasan kaki pulsator tersebut dengan meninjau dari hasil uji ketangguhan, kekerasan dan struktur mikro lasan. Hasil pengujian didapatkan material cin-3 memiliki nilai kekerasan serta ketangguhan yang lebih tinggi dibandingkan material cin-1 dan cin-2, dengan nilai kekerasan 109 HRB dan nilai ketangguhan 6,53 joule/mm². Tingginya nilai kekerasan serta katangguhan material cin-3 dibandingkan dengan material cin-1 dan cin-2 bila dilihat dari struktur mikro adalah pada material cin-3 terdapat butiran karbida yang sangat keras pada batas butir perlit yang kuat dan tanggu

    Analisa Sifat-Sifat Serat Alam Sebagai Penguat Komposit Ditinjau Dari Kekuatan Mekanik

    Full text link
    Salah satu pertimbangan dalam merencanakan bahan komposit adalah bagaimana agar  material komposit yang akan di gunakan dalam suatu konstruksi dapat terdegradasi secara alami di alam. Penggunaan serat alam adalah solusi agar tujuan tersebut dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekutan mekanik komposit dengan mengkombinasikan matrik polimer yang diperkuat dengan serat alam. Polimer yang digunakan adalah jenis resin YUKALAC 157 BQTN –EX dengan pengeras MEKPO. Penguat yang digunakan adalah masing-masing serat resam (dicranopteris linearis), serat ijuk (arenga Pennata) dan jerami padi. Setiap serat mendapatkan perlakuan perendaman pada  NaOH 5% selama 2 jam. Standar uji menggunakan ASTM D638 untuk uji tarik dan D5941 untuk uji impak. Dari hasil pengujian diperoleh uji tarik yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 26,8747 MPa, modulus elastisitas yang paling tinggi adalah serat jerami padi yaitu 4427,4030 MPa, dan nilai regangan yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 0,5482%. Nilai kerja patah tertinggi adalah serat ijuk yaitu 18,1500J dan nilai kekuatan impak tertinggi adalah serat ijuk yaitu 0,1120 J/mm2

    PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PAKAN TERNAK BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK DI PETERNAKAN TARET JAYA DESA AIR ANYIR KABUPATEN BANGKA

    Full text link
    Jurusan Teknik Mesin pada tahun 2023 telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di desa Air Anyir kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Mitra pengabdiannya adalah kelompok ternak Taret Jaya. Kelompok tersebut beternak bebek pedaging dan itik. Dalam membuat pakan, proses pencacahan bahan pakan masih dilakukan secara manual menggunakan golok atau pisau dan juga proses pengadukan untuk mencampur bahan pakan menggunakan cangkul yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk bahan adukan 50-60 kg. Berdasarkan diskusi bersama dengan kelompok ternak Taret Jaya dan pihak desa Air Anyir, Mereka membutuhkan mesin pengaduk bahan pakan. Untuk itu, tim pengabdian dari jurusan Teknik Mesin tahun 2023 telah menyerahkan satu unit mesin pengaduk pakan. Mesin tersebut mampu mengaduk pakan 6 kali lebih cepat dibandingkan dengan mengaduk secara manual. Pengabdian lanjutan pada tahun 2024, berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok ternak Taret Jaya dan Sekretaris desa Air Anyir, mereka membutuhkan mesin pencacah sampah organik. Mesin tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mencacah bahan pakan ternak dan juga dapat mencacah bahan organik untuk bahan pembuatan pupuk kompos. Pelaksanaan pengabdian telah dilaksanakan di kelompok ternak Taret jaya. Telah dilakukan serah terima mesin sebanyak satu unit mesin pencacah kepada mitra PkM. Mesin tersebut membantu mitra dalam memproduksi pakan secara mandiri.Jurusan Teknik Mesin pada tahun 2023 telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di desa Air Anyir kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Mitra pengabdiannya adalah kelompok ternak Taret Jaya. Kelompok tersebut beternak bebek pedaging dan itik. Dalam membuat pakan, proses pencacahan bahan pakan masih dilakukan secara manual menggunakan golok atau pisau dan juga proses pengadukan untuk mencampur bahan pakan menggunakan cangkul yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk bahan adukan 50-60 kg. Berdasarkan diskusi bersama dengan kelompok ternak Taret Jaya dan pihak desa Air Anyir, Mereka membutuhkan mesin pengaduk bahan pakan. Untuk itu, tim pengabdian dari jurusan Teknik Mesin tahun 2023 telah menyerahkan satu unit mesin pengaduk pakan. Mesin tersebut mampu mengaduk pakan 6 kali lebih cepat dibandingkan dengan mengaduk secara manual. Pengabdian lanjutan pada tahun 2024, berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok ternak Taret Jaya dan Sekretaris desa Air Anyir, mereka membutuhkan mesin pencacah sampah organik. Mesin tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mencacah bahan pakan ternak dan juga dapat mencacah bahan organik untuk bahan pembuatan pupuk kompos. Pelaksanaan pengabdian telah dilaksanakan di kelompok ternak Taret jaya. Telah dilakukan serah terima mesin sebanyak satu unit mesin pencacah kepada mitra PkM. Mesin tersebut membantu mitra dalam memproduksi pakan secara mandiri

    Gerakan Indonesia Melayani "Improving The Community Complaint System" In Batu Beriga Village, Lubuk Besar Sub-district, Central Bangka Regency

    Full text link
    Gerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016. Tujuan Inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.Gerakan Indonesia Melayani ini difokuskan kepada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara(ASN), peningkatan penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum,penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (egovernment). Tiga hal yang menjadi target dari Gerakan Indonesia Melayani, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas manusianya, bagaimana memperbaiki sistem dan aturannya, serta bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan publiknya. Gerakan Indonesia Melayani ini dilaksanakan oleh mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan melalui Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM). Subtema yang dilaksanakan dari gerakan Indonesia melayani yaitu “ sistem pengaduan masyarakat” di desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah. Targetnya adalah tercapainya sistem pelayanan terbaik dari pemerintah desa, dengan segala informasi yang yang menyangkut tata kelola pelayanannya. Oleh karena itu kelompok KKN-RM desa Batu Beriga melakukan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya untuk mengetahui prosedur layanan pengaduan masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam memberi saran dan informasi penting kepada pemerintah desa sehingga informasi tersebut cepat ditanggapi oleh pemerintah desaGerakan Indonesia Melayani merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Revolusi Mental sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016. Tujuan Inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.Gerakan Indonesia Melayani ini difokuskan kepada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara(ASN), peningkatan penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum,penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (egovernment). Tiga hal yang menjadi target dari Gerakan Indonesia Melayani, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas manusianya, bagaimana memperbaiki sistem dan aturannya, serta bagaimana meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan publiknya. Gerakan Indonesia Melayani ini dilaksanakan oleh mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan melalui Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN-RM). Subtema yang dilaksanakan dari gerakan Indonesia melayani yaitu “ sistem pengaduan masyarakat” di desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah. Targetnya adalah tercapainya sistem pelayanan terbaik dari pemerintah desa, dengan segala informasi yang yang menyangkut tata kelola pelayanannya. Oleh karena itu kelompok KKN-RM desa Batu Beriga melakukan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya untuk mengetahui prosedur layanan pengaduan masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam memberi saran dan informasi penting kepada pemerintah desa sehingga informasi tersebut cepat ditanggapi oleh pemerintah des

    PEMANFAATAN MESIN TETAS TELUR DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA BATU BERIGA KABUPATEN BANGKA TENGAH

    Full text link
    Burung puyuh memiliki banyak manfaat yang penting dalam kehidupan manusia, yakni telur dan dagingnya memiliki nilai gizi, protein dan lemak yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, kemudian bulunya sebagai bahan aneka kerajinan dan perabot rumah tangga lainnya disamping itu kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik untuk digunakan sebagai pupuk tanaman. Berdasarkan hal tersebut, bahwa peluang untuk mengembangkan usaha budidaya burung puyuh sangat potensial karena usaha ini dari hulu hingga hilir bisa termanfaatkan sehingga mampu membantu meningkatkan faktor ekonomi masyarakat, salah satunya melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN Tematik) yang merupakan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). PKM ini tentang pemanfaatan mesin tetas telur dalam menunjang perekonomian telah dilaksanakan di desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. Pemilihan tempat ini berdasarkan permintaan dari mitra yaitu desa setempat yang telah disepakati bersama dengan tim PKM. Tujuan dari PKM ini adalah membantu masyarakat desa dalam mengembangkan usaha di bidang peternakan burung puyuh sehingga ekonomi masyarakat meningkat. Selain itu, PKM dapat meningkatkan peran akademisi dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, guna membantu mitra dalam mencari jalan keluar dan solusi atas permasalahan ekonomi yang dihadapi. Tim PKM telah menghibahkan satu unit mesin tetas telur, memberikan sosialisasi cara menggunakan mesin tetas telur dan beternak burung puyuh serta cara pemasaran telur puyuh. Mesin tersebut diserahkan ke pihak desa yang selanjutnya dikelola oleh BUMDes, Karang Taruna atau kelompok masyarakat.Burung puyuh memiliki banyak manfaat yang penting dalam kehidupan manusia, yakni telur dan dagingnya memiliki nilai gizi, protein dan lemak yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, kemudian bulunya sebagai bahan aneka kerajinan dan perabot rumah tangga lainnya disamping itu kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik untuk digunakan sebagai pupuk tanaman. Berdasarkan hal tersebut, bahwa peluang untuk mengembangkan usaha budidaya burung puyuh sangat potensial karena usaha ini dari hulu hingga hilir bisa termanfaatkan sehingga mampu membantu meningkatkan faktor ekonomi masyarakat, salah satunya melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN Tematik) yang merupakan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). PKM ini tentang pemanfaatan mesin tetas telur dalam menunjang perekonomian telah dilaksanakan di desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. Pemilihan tempat ini berdasarkan permintaan dari mitra yaitu desa setempat yang telah disepakati bersama dengan tim PKM. Tujuan dari PKM ini adalah membantu masyarakat desa dalam mengembangkan usaha di bidang peternakan burung puyuh sehingga ekonomi masyarakat meningkat. Selain itu, PKM dapat meningkatkan peran akademisi dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, guna membantu mitra dalam mencari jalan keluar dan solusi atas permasalahan ekonomi yang dihadapi. Tim PKM telah menghibahkan satu unit mesin tetas telur, memberikan sosialisasi cara menggunakan mesin tetas telur dan beternak burung puyuh serta cara pemasaran telur puyuh. Mesin tersebut diserahkan ke pihak desa yang selanjutnya dikelola oleh BUMDes, Karang Taruna atau kelompok masyarakat

    MODIFIKASI DIAMETER INLET DAN PENGARUH KEKERASAN KARET TERHADAP HASIL LADA PADA MESIN PENGUPAS LADA SISTEM CRUSHER

    Full text link
    Based on previous research, specifications of machine have a slope of a dish of 0.68 ° and inlet diameter of 30 mm, produce 1 kg/hour of input capacity  and 0.64 kg/hour of output capacity. From the evaluation results, to increase the input capacity it is necessary to increase the inlet diameter and analyze the effect of rubber hardness on the results of peeling pepper. Modifiying the inlet diameter, input capacity increase to 6 kg/hour or increasing 5 times compared to the input capacity of the previous research. For hardness of rubber 60 shore A, the percentage of pepper peeled was 72.13% with an engine output capacity of 4.33 kg/hour. For rubber hardness of 70 shore A, the percentage of pepper peeled was 73.03% with an engine output capacity of 4.38 kg / hour. Visually, dry pepper with a hardness of 60 shore A whiter than dry pepper hard with a hardness of 70 shore A.ABSTRAK Penelitian terdahulu didapatkan spesifikasi mesin terbaik pada kemiringan piringan sebesar 0,68° dengan diameter inlet sebesar 30 mm. Kapasitas  input mesin yang didapat sebesar 1 kg/jam dan kapasitas output mesin sebesar 0,64 kg/jam. Dari hasil evaluasi, untuk memperbesar kapasitas input perlu memperbesar diameter inlet dan menganalisa pengaruh kekerasan karet terhadap hasil pengelupasan lada. Dari hasil memperbesar diameter inlet didapatkan kapasitas input menjadi 6 kg/jam atau meningkat 5 kalinya dibandingkan kapasitas input penelitian terdahulu. Dengan kekerasan karet 60 shore A didapatkan persentase lada terkelupas sebesar 72,13%  dengan kapasitas output mesin sebesar 4,33 kg/jam. Untuk kekerasan karet sebesar 70 shore A didapatkan persentase lada terkelupas sebesar 73,03%  dengan kapasitas output mesin sebesar 4,38 kg/jam. Secara visualisasi, lada kering dengan kekerasan 60 shore A lebih putih dibandingkan lada kering kekerasan dengan kekerasan 70 shore A

    RANCANG BANGUN FIXTURE DALAM PROSES PENGENDURAN MUR CENTRIFUGAL OIL CLEANER DI PLTD MERAWANG

    Full text link
    Centrifugal Oil Cleaner (COC) adalah sebuah perangkat yang bekerja menggunakan prinsip sedimentasi berputar yang menempatkan objek dalam rotasi disekitar sumbu tetap dengan menggunakan gaya sentrifugal pada gravitasi yang ditempatkan pada Diesel ALLAN NO 2 di PLTD Merawang. Dalam perawatannya, bagian dinding rotor pada COC harus dibersihkan dengan cara mengendurkan mur pengikat rotor cover dari rotor body. Untuk mempermudah proses pembukaan COC, maka perlu dirancang fixture guna membantu dalam pengenduran mur pengikat rotor yang lebih efisien waktu, meminimalisasikan penggunaan peralatan dibandingkan pengenduran secara konvensional. Perancangan fixture menggunakan metode Pahl-Beitz dan proses pembuatan menggunakan mesin yang tersedia. Hasil waktu pengenduran mur COC secara manual lebih cepat 2 detik dibandingkan dengan menggunakan fixture. Namun, dalam penggunaan peralatan lebih sedikit dan hanya 1 operator terlibat sehingga keselamatan operator lebih terjami
    corecore