1,720,998 research outputs found

    Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada Usaha Konveksi “Gorden” Medan

    No full text
    Setiap perusahaan yang menjalankan proses pabrikasi, yakni memproses bahan baku menjadi barang jadi sudah seharusnya mempunyai persediaan. Hal ini sangatlah penting untuk menjamin, kelancaran, proses produksi dan efisiensi. biaya sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan baik. Reneana produksi yang telah disusun oleh perusahaan belum menjamin kelancaran pelaksanaan. menghasilkan barang jadi. Kelancaran. memproses sejumlah bahan baku menjadi barang jadi ditentukan oleh kelancaran komponen — komponen yang terlibat ataupun yang membawa pengaruh pada aktivitas produksi, salah satu diantaranya adalah jaminan kelancaran baban baku yang akan. diolah. Hal ini berarti membawa produksi yang sudah disusun harus diteliti dengan persediaan bahan baku yang akan diolah dengan tujuan agar tidak terjadi kemacetan dalam. proses produksi.. Dengan pengendalian bahan baku, maka perusahaan dapat menghindari kekurangan bahan baku yang berakibat tersendatnya kelancaran proses produksi . Proses produksi. pada usaha Konveksi “GORDEN” Medan ini merupakan hal yang sangat penting, karena perusahaan ini sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produk barang — barang aksesoris Gorden Rumah Tangga seperti Gorden Pintu, Jendela, Kursi, Lemari es, Galon Dispenser, dan lain — lain.61 HalamanKertas Karya Diplom

    INSAN KAMIL DALAM PEMIKIRAN MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI DAN ABDUSH-SHAMAD AL-FALIMBÂNÎ DALAM KITAB AD-DURR AN-NAFIS DAN SIYAR AS-SÂLIKÎN (SEBUAH STUDI PERBANDINGAN)

    Full text link
    This paper tries to explore the concept of Insan Kamil through two books of Sufism, ad-Durr an-Nafis by Muhammad Nafis al-Banjari and Siyar as-Salikin by Abdush-Shamad al-Falimbânî. The method used in this paper comparative descriptive approach, because the studies referred to in this study aims to look at the similarities and differences of the concept of Insan Kamil contained in both books. These results indicate that the thought of Muhammad Nafis al-Banjari in the book ad-Durr an-Nafis and Abdush-Samad al-Falimbânî in the book Siyar al-Salikin against the concept of Insan Kamil has the same basic concept, in addition to the typical thinking its own distinct between the two

    Penggunaan metode problem solving dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada mata pelajaran fiqih di Mts S Jabalul Madaniyah Sijungkang

    Full text link
    Permasalahan dalam penelitian ini bahwa kegiatan belajar mengajar sebelum diterapkannya metode problem solving kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari kurang inisiatifnya siswa dalam mencari sumber informasi yang relevan dengan materi pembelajaran. Selain itu, siswa juga terlihat masih lemah dalam mengembangkan penadapatnya sendiri ketika diminta untuk mengemukakan pendapat akan suatu permasalahan khususnya pada mata pembelajaran fiqih. Maka untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa tersebut, guru mencoba untuk menerapkan metode problem solving. Dalam penerapan metode ini, siswa akan diberikan suatu permasalahan yang harus mereka pecahkan. Penelitian ini mengupas tentang apakah dengan meggunakan metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada mata pelajaran fiqih di MTs S Jabalul Madaniyah Sijungkang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs S Jabalul Madaniyah Sijungkang, serta penelitian ini berfokus pada kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran fiqih dengan menggunakan metode problem solving. Pembahasan penelitian ini berkaitan dengan penggunaan metode problem solving dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII pada mata pelajaran fiqih di MTs S Jabalul Madaniyah Sijungkang. Sehubungan dengan ini pendekatan yang dikaukan adalah teori-teori yang berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa dan metode Problem solving pada pokok bahasan haji. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas secara kolaboratif bersama guru kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing terdapat empat tahapan utama kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-1 MTs S Jabalul Madaniyah Sijungkang berjumlah 32 siswa. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, maka digunakan teknik observasi dan tes. Teknik analisis datanya dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelejaran fiqih. Peningkatan ini dapat dilihat dari meningkatnya persentase jumlah nilai dan juga nilai rata-rata kelas terhadap materi yang disampaikan. Pada siklus I pertemuan I terlihat nilai rata-rata kelas pada pre-test 58,33 dengan 6 orang yang tuntas, persetase ketuntasan siswa sekitar 18,75% dan post- test 66,40 persentase ketuntasan 46,875% yakni sebanyak 15 siswa. Siklus I pertemuan II nilai rata siswa pada pre-test 67,18 dan pos test 75,60, persentase ketuntasan 68,75% yakni sebnayan 22 siswa. Siklus II pertemuan I nilai rata-rata pada pre-test 71,88 dan post-test 78,64 nilai ini telah melebihi nilai standar yang ditetapkan, persentase ketuntasan 84,375% yakni sebanyak 26 siswa. Siklus II pertemuan II nilai rata-rata pada pre-test 72,109 dan posttest 88,48 nilai ini telah melebihi nilai standar yang ditetapkan, pertentase ketuntasan 95,75 dalam kategori sangat baik yakni sebanyak 30 orang siswa

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPA 4 Semester II SMA Negeri I Bengkalis Tahun Pelajaran 2010/2011

    Full text link
    Teachers have tried to use a media to improve learning activities.The focus of this research is to inprove student learning outcomes through cooverative learning type STAD.The purpose pf this research is to inprove learning achievement and motivation in the group of studys.The research was conducted at the second semester of the XI grade majoring in natural science registered in 2010/1011 academic year in a public senior haigh school in Bengkalis.This classroom research was carried out in two circiles.Each circle followed four steps:planning ,action,observation and reklection.The data were collected though the use of a : i) observation sheet for learning activities, and ii)there was also an increase in students learning achievement.Therefore,the finding of the research concluded that the use of learning in cooverative learning type STAD of hemimal increased students achievement

    Strategi guru memotivasi siswa kelas vi menghafal Juz ‘Amma di MIN 2 Padangsidimpuan

    Full text link
    Penelitian ini di latarbelakangi masalah kemampuan menghafal Juz ‘Amma siswa kelas VI di MIN 2 Padangsidimpuan. Dengan menciptakan motivasi dan inovasi yang menyenangkan sekaligus mempermudah dalam menghafal Juz ‘Amma. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi guru memotivasi siswa kelas VI menghafal juz ‘amma di MIN 2 Padangsidimpuan, dan apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat pada siswa kelas VI menghafal juz ‘amma di MIN 2 Padangsidimpuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan metode observasi,wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini: Strategi Motivasi dari guru ini berupa penguatan atau nasehat kepada siswanya agar hafalannya ditingkatkan, menggunakan metode percontohan kemudian siswa mendengarkan suatu bacaan untuk dihafalkan. Pada program hafalan juz ‘amma ini guru menggunakan strategi penyetoran. Yaitu dengan cara siswa dipanggil kedepan satu persatu bergiliran untuk menyetorkan hafalan Juz ‘Amma kepada guru setiap hari jam 07:00 pagi. Faktor pendukung siswa di MIN 2 Padangsidimpuan yaitu: dilihat dari segi usia siswa kelas 6 yang berumur 12 tahun, manajemen waktu, tempat menghafal. Dan faktor penghambat siswa di MIN 2 Padangsidimpuan yaitu: latar belakang siswa yang berbeda-beda, belum adanya kesadaran penuh untuk menghafa

    Pemahaman Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Terhadap Hadis Merapatkan Shaf Dalam Shalat di Masjid Darul Muttaqin dan Pengamalannya Pada Masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pemahaman Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Terhadap Hadis Merapatkan Shaf Dalam Shalat di Masjid Darul Muttaqin dan Pengamalannya Pada Masa Pandemi Covid-19”. Ketika terjadi pandemi Covid-19 pemerintah melarang berbagai kegiatan keagamaan untuk dilaksanakan, termasuk untuk menjaga jarak dalam melakukan aktivitas, melarang kerumunan dan yang terimbas dalam aturan mereka ini adalah praktek shalat berjamaah yang umumnya dilaksanakan dengan shaf yang rapat dan sekarang harus direnggangkan atau berjaga jarak. Merapatkan shaf dalam shalat berjamaah merupakan anjuran dari Nabi dan menjadi tanda kesempurnaan shalat. Kemudian dengan adanya aturan pemerintah yang melarang terjadinya kerumunan dan jarak yang dekat seperti saat shalat berjamaah dengan tidak merapatkan shaf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman mahasiswa terhadap hadis merapatkan shaf dalam shalat berjamaah di masjid Darul Muttaqin dan untuk mengetahui apakah mereka lebih memilih mengamalkan sunah Nabi atau mengikuti aturan pemerintah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Jenis data kualitatif. Sumber data primer yaitu mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang sebanyak 40 mahasiswa. Sumber data sekunder yaitu berupa literatur-literatur kepustakaan seperti dari sumber bacaan yaitu jurnal, surat kabar, buku-buku maupun internet. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data menggunakan deskripsi analisis. Hasil penelitian adalah sebagian mahasiswa jamaah masjid Darul Muttaqin sudah sebagian sudah mengetahui dan memiliki pemahaman yang baik terhadap hadis merapatkan shaf dalam shalat, karena menurut mereka merapatkan shaf shalat berjamaah menjadi keutamaan kesempurnaanya shalat, sehingga harus dilakukan. Jarak kerapatan itu dilakukan dengan menjadikan bahu atau kaki saling bersentuhan. Dan untuk pengamalannya dari hadis merapatkan shaf dalam shalat pada masa pandemi Covid-19 tersebut, bahwa sebagian juga dari mereka mengamalkan atau menjalankan hadis merapatkan shaf shalat, walaupun masa pandemi Covid-19 dan hukumnya menurut mereka adalah sunah, bagi mereka tidak menjadi penghalang untuk merapatkan shaf shalat tersebut. Alasan mereka merapatkan shaf, karena secara fisik mereka mengatakan aman dan bersih ketika mengambil air wudhu seperti dengan mencuci tangan, berkumur-kumur, membasuh hidung(imtimsak), mencuci muka sampai membasuh kaki dan sebagian dari mereka beranggapan bahwa melaksanakan shalat itu hanya sebentar tidak membutuhkan waktu yang lama. Tertularnya virus corona itu melalui bersin bukan bersentuhan dan mahasiswa ketika shalat sebagian ada yang memakai masker. Jadi pengamalan mereka tersebut tetap terlaksana walaupun pada masa Pandemi Covid-19. Kata Kunci: Shaf, Shalat Berjamaah, pandemi Covid-1

    INSAN KAMIL DALAM PEMIKIRAN MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI DAN ABDUSH-SHAMAD AL-FALIMBÂNÎ DALAM KITAB AD-DURR AN-NAFIS DAN SIYAR AS-SÂLIKÎN (SEBUAH STUDI PERBANDINGAN)

    No full text
    This paper tries to explore the concept of Insan Kamil through two books of Sufism, ad-Durr an-Nafis by Muhammad Nafis al-Banjari and Siyar as-Salikin by Abdush-Shamad al-Falimbânî. The method used in this paper comparative descriptive approach, because the studies referred to in this study aims to look at the similarities and differences of the concept of Insan Kamil contained in both books. These results indicate that the thought of Muhammad Nafis al-Banjari in the book ad-Durr an-Nafis and Abdush-Samad al-Falimbânî in the book Siyar al-Salikin against the concept of Insan Kamil has the same basic concept, in addition to the typical thinking its own distinct between the two

    ASUHAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY NK DENGAN UMUR 35 TAHUN G2P1A0 HAMIL SEKUNDIGRAVIDA DAN RIWAYAT SC 7 TAHUN YANG LALU DI RSU SAKINA IDAMAN

    Full text link
    Pada tahun 2015, diperkirakan 303.000 wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan. Hampir semua kematian ibu (95%) terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, dan hampir dua pertiga (65%) terjadi di Wilayah Afrika (World Health Organisation, 2019). Menurut RISKESDAS tahun 2018, jumlah persalinan dengan metode SC pada perempuan usia 10-54 tahun di Indonesia mencapai 17,6% dari keseluruhan jumlah persalinan. Terdapat pula beberapa gangguan/komplikasi persalinan pada perempuan usia 10-54 tahun di Indonesia mencapai 23,2% dengan rincian posisi janin melintang/sunsang sebesar 3,1%, perdarahan sebesar 2,4%, kejang sebesar 0,2%, ketuban pecah dini sebesar 5,6%, partus lama sebesar 4,3%, lilitan tali pusat sebesar 2,9%, plasenta previa sebesar 0,7%, plasenta tertinggal sebesar 0,8%, hipertensi sebesar 2,7%, dan lain-lainnya sebesar 4,6% (Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, 2018). Salah satu ibu hamil dengan faktor risiko riwayat SC di RSU Sakina Idaman adalah NY NK. Kunjungan ANC yang pertama ditemukan ibu hamil 37 minggu dan riwayat SC a/i Sungsang dan riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang lalu dan minum obat anti hipertensi secara rutin akan tetapi saat hamil ini tidak minum obat. Pada tahun 2015 ibu bersalin di RSA UGM secara SC atas indikasi letak sungsang. Selama masa nifas ibu tidak terjadi komplikasi. Bayi mengalami BBL dengan berat 3100 gram, bayi sehat tidak ada masalah. Ibu memutuskan untuk menggunakan IUD . Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil dengan sekundi gravida dan riwayat SC. Pada persalinan mengalami gagal VBAC sehingga dilakukan SC. Saran untuk bidan agar dapat meningkatkan asuhan berkesinambungan dengan cara memantau secara ketat ibu dan janin sehingga ketika ditemukan komplikasi dapat dilakukan tindakan tepat sesuai prosedur

    Implementasi Pengelolaan Wakaf Produktif pada PT. Berkah Wakaf Indonesia di Kabupaten Gowa (Analisis Hukum Islam)

    Full text link
    Hasil penelitian menunjukan bahwa, Manajemen Pengelolaan Wakaf Produktif PT. Berkah Wakaf Indonesia di Kabupaten Gowa adalah sebuah perusahaan berbasis wakaf (social enterprise) yang dari hasil murni usahanya didapatkan 60% disalurkan untuk kepentingan umat (sosial, pendidikan, dakwah dan kesehatan), dan 40% ditahan untuk menumbuhkan modal usaha. Selain itu, pendekatan yang diterapkan oleh PT. BWI adalah dengan prinsip GCG (Good Corporate Governance). Adapun implementasi pengelolaan wakaf produktif pada PT. BWI dalam analisis hukum Islam telah menerapkan dengan baik, sesuai prinsip syariah Islam dan terbebas dari unsur yang terlarang (riba, gharār, dan maysīr) meskipun pada sisi leagalitas kenaziran seperti yang ditetapkan dalam Peraturan perundang-undangan Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf, belum terpenuhi akan tetapi ada upaya dan langkah konkret yang dilakukan oleh PT. BWI dalam mengembangkan dan memajukan perusahaan ini dengan berbasif wakaf produktif. Dari penelitian ini, diharapkan adanya penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan, penyaluran, pemanfaatan, dan pendistribusian wakaf produktif pada program-program yang direncanakan oleh PT. Berkah Wakaf Indonesia untuk kepentingan dan kesejahteraan umat pada bidang sosial, pendidikan, dakwah, dan kesehatan sebagai sebuah perusahaan berbasis wakaf, untuk menghasilkan pengembangan yang lebih produktif, dan meningkatan efesiensi dan efektivitas pengelolaan wakaf produktif

    Pengaruh strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan relasi dan fungsi di MTs GUPPI Simaninggir

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini adalah masih adanya siswa yang mengalami hasil belajar yang rendah atau belum mencapai hasil yang diharapkan, karena guru dan cara mengajarnya yang tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan startegi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan relasi dan fungsi di MTs GUPPI Simaninggir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen yang berdesain pretest-postest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 2 kelas dan berjumlah 64 siswa. Adapun sampel pada penelitian ini cluster sampling dimana kelas VIII1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII2 sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang berbentuk multiple choice. Adapun teknik analisis datanya yaitu menggunakan rumus chi-kuadrat, uji kesamaan dua rata-rata dan uji-t, serta uji normalitas dan homogenitas. Setelah adanya teknik analisis instrument dari hasil perhitungan r11 ditentukan bila r11 > rtabel dengan taraf signifikan 5% dan hasil meunjukkan 0,400 > 0,329 ternyata tes yang diberikan reliabel.Dari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen 76 dan nilai rata-rata pada kelas Kontrol 75. Dan berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas kedua kelas sampel berdistribusi normal dan homogeny. Pengujian uji-t diperoleh thitung = 2,631 dan ttabel = 1,996. Karena thitung > ttabel (2,631 > 1,996), maka H diterima yaitu rata-rata skor hasil belajar relasi dan fungsi matematika siswa dengan pembelajaran ekspositori lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar relsi dan fungsi matematika dengan pembelajaran yang tidak menggunakan ekspositori. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan melalui strategi pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar siswa materi relasi dan fungsi di kelas VIII MTs GUPPI Simaninggir
    corecore