1,721,081 research outputs found
David L. Paletz & Robert M. Entman. — Media - Power - Politics
Bertrand Claude-Jean. David L. Paletz & Robert M. Entman. — Media - Power - Politics. In: Revue Française d'Etudes Américaines, N°16, février 1983. Les intellectuels aux Etats-Unis. pp. 177-178
David L. Paletz & Robert M. Entman. — Media - Power - Politics
Bertrand Claude-Jean. David L. Paletz & Robert M. Entman. — Media - Power - Politics. In: Revue Française d'Etudes Américaines, N°16, février 1983. Les intellectuels aux Etats-Unis. pp. 177-178
Framing: Til afklaring af et spredt paradigme
I denne klassiske artikel om framing-begrebet giver Robert M. Entman en udfoldet definition af framing, ligesom han argumenterer for, at frames findes i hele kommunikationsprocessen, dvs. hos afsenderen, i teksten, hos modtageren og i kulturen. Framing-begrebet har været anvendt i mange discipliner, men kommunikationsforskningen kan med fordel være den centrale overdisciplin, der samler spredte bidrag til en konsistent definition af begrebet. Kommunikationsforskningen kan på denne måde dels styrke sin egen teoretiske stringens og dels bidrage til afklaring af en række problemer i en række andre discipliner vedr. teksters betydning og indflydelse. Artiklen er oprindeligt publiceret i Journal of Communication i 1993. Artiklen er oversat af Stig Hjarvard
Konstruksi realitas insiden Mina di surat kabar harian Republika dan kompas 2015: Kajian analisis framing model Robert M. Entman
Penelitian ini berjudul “Konstrusi Realitas Insiden Mina di Surat Kabar Harian Republika dan Kompas `abc: Kajian Analisis Framing Model Robert M. Entman” bertujuan untuk mengetahui bagaimana insiden Mina dikonstruksi surat kabar harian Republika dan Kompas selama periode September `abc. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan bersifat deskriptif. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivis dengan metode analisis isi dan teknik analisis framing model Robert M. Entman untuk melihat berita dari sisi permasalahan, penyebab masalah, pertimbangan moral serta pemecahan masalah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Republika melihat insiden Mina sebagai gambaran proses evakuasi yang terkendala akibat prosedur identifikasi yang kurang fleksibel dan jumlah korban jemaah yang tidak dilengkapi identitas. Hal tersebut dinilai Republika sebagai pelayanan yang bertanggung jawab dan menunjukkan Arab Saudi mampu menangani korban serta cermat dalam identifikasi korban. Sementara Kompas melihat permasalahan insiden Mina sebagai mismanajemen dan ketidaksigapan petugas Arab Saudi, membuat banyak pihak menginginkan adanya perbaikan dalam pengelolaan haji akibat pelayanan yang tidak memuaskan
Ideologi pemberitaan republika.co.id dan tempo.co terkait bantuan indonesia terhadap etnis rohingya di myanmar: analisis framing model robert m. Entman
Kasus kekerasan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar kini
tengah menjadi sorotan jurnalis dunia. Tak hanya harta benda, banyak masyarakat
Rohingya yang turut menjadi korban jiwa dalam kasus diskriminasi yang
dilakukan oleh pemerintah Myanmar tersebut. Pada September 2017, kasus
kekerasan ini menjadi berita utama di sejumlah media besar di Indonesia.
Indonesia disebutkan menjadi negara pertama yang membantu menangani kasus
kekerasan yang dialami oleh etnis Rohingya ini. Melihat banyaknya media yang
memberitakan kasus tersebut, menarik jika dilakukan penelitian untuk melihat
sudut pandang dari beberapa media di Indonesia. Judul penelitian ini adalah
“Ideologi Pemberitaan republika.co.id dan tempo.co Terkait Bantuan Indonesia
Terhadap Etnis Rohingya di Myanmar: Analisis Framing Model Robert M.
Entman”.
Penelitian ini berjenis kualitatif dengan sifat deskriptif. Metode analisa
yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis framing model Robert M.
Entman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ideologi pemberitaan yang
digunakan oleh portal berita republika.co.id dan tempo.co dalam memberitakan
bantuan Indonesia terhadap etnis Rohingya di Myanmar dengan melihat
pendefinisian masalah, memperkirakan sumber masalah, pembuatan keputusan
moral, dan menekankan penyelesaian masalah.
Hasil penelitian ini menunjukkan jika portal berita republika.co.id dan
tempo.co memiliki penekanan fokus yang berbeda. Jika media republika.co.id
menekankan bantuan dari pemerintah Indonesia juga dari komunitas agama dan
politisi. Sedangkan tempo.co menekankan pada beberapa politisi juga partai di
Indonesia dengan sudut pandang lain
Penyebaran Islamisme Dalam CyberSpace: studi terhadap Tagar #TolakModerasiBeragama Perspektif Framing Robert M. Entman
Kemajuan teknologi yang begitu cepat berdampak ke berbagai lini kehidupan masyarakat Indonesia, salah satu dampaknya adalah kecepatan dan kemudahan akses informasi serta Gerakan propaganda paham Islamisme di media sosial. Media online berperan penting dalam memberi data kepada masyarakat umum tentang isu-isu radikalisme sehingga masyarakat umum dipropagandakan terhadap isu-isu ekstremis yang diangkat melalui media, Mengingat kembali naiknya perkembangan propaganda Islamisme di media masa, sedangkan Indonesia adalah negara kesatuan republik yang bersifat konklusif dengan Pancasila sebagai falsafah negara. Maka kajian ini akan membahas tagar #TolakModerasiBeragama sebagai penyebaran Islamisme dalam cyberspace untuk mengetahui bingkai framing yang digunakan dibalik tagar #TolakModerasiBeragama. Lebih spesifik kajian ini akan membahas bagaimana penyebaran Islamisme yang beredar dalam dunia maya serta analisisnya lewat perspektif framing Entman. Dengan memanfaatkan metode penelitian kajian kepustakaan, ulasan ini mengkaji penyebaran paham Islamisme di media twitter sosial menggunakan pendekatan teori framing Robert M. Entman, sebagai objek formal untuk merespon tagar #TolakModerasiBeragama
Pemberitaan pidato Presiden fJoko Widodo pada KTT COP26: Analisis framing model Robert M. Entman pada media online CNN Indonesia dan Detik.com edisi November 2021
Berita merupakan hasil konstruksi sosial yang melibatkan pandangan, ideologi, dan nilai dari penulis berita maupun dari media itu sendiri. Bagaimana sebuah realitas dijadikan berita tergantung pada bagaimana sebuah fakta dimaknai dan dipahami. Pidato Presiden Joko Widodo pada forum KTT COP26 dan sanggahan yang Greenpeace sampaikan terkait isi pidato yang disampaikan presiden mengundang banyak media untuk meliput peristiwa tersebut. salah satu media yang paling banyak memberitakan hal tersebut adalah Detik.com dan CNN Indonesia. Dua media online populer di Indonesia serta berada dibawah naungan yang sama tersebut mengonstruksi pidato presiden dengan cara yang berbeda.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing yang digunakan CNN Indonesia dan Detik.com dalam mengonstruksi realitas pada pidato Presiden Joko Widodo di KTT COP26 dengan menggunakan empat elemen framing Robert M. Entman, yakni define problem, diagnoses causes, make moral judgement, dan treatment recommendation.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing. Dalam pandangan konstruksionis, tidak ada realitas dalam arti rill, realitas sosial tergantung pada bagaimana seseorang memahami dunia dan bagaimana seseorang menafsirkannya. Tujuan analisis isi dari paradigma konstruksionis adalah untuk melihat dan mengetahui bagaimana media mengonstruksi realitas. Peneliti masuk, sharing, dan mencoba berempati dengan media.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis framing model Robert M. Entman. Analisis framing model Robert M. Entman melihat konsep framing dalam dua dimensi besar, yakni seleksi isu dan penonjolan pada aspek-aspek tertentu dari sebuah fakta atau realitas sebuah peristiwa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNN Indonesia dan Detik.com memberitakan secara berbeda tentang peristiwa pidato Presiden Joko Widodo di KTT COP26. CNN Indonesia mendefiniskan bahwa pidato Presiden Joko Widodo sebagai pidato yang tidak realistis, sedangkan Detik.com mendefiniskan dalam pemberitaanya bahwa pidato Presiden Joko Widodo sebagai pidato yang membuka mata dunia. Kedua media tersebut masing-masing menonjolkan aspek-aspek tertentu dari sebuah peristiwa, sehingga memiliki perbedaan dalam penyampaian beritanya
Analisis framing pemberitaan media: dinamika pengesahan RUU PPRT menggunakan model Robert M. Entman
Abstract
The year 2024 will be the twentieth year of the blurry portrait of the ratification of the PPRT Bill (Domestic Worker Protection Bill). The increase in the number of cases of violence, reaching 3,308 from 2018 to 2024, is a sign that the ratification of the PPRT Bill is one of the propulsions and gives an impetus to the increase in cases of violence against domestic workers. This research explores how media news is being framed regarding the sharpening of the PPRT Bill. This study uses Robert M. Entman's framing analysis and focuses on problem definition, cause identification, moral assessment, and solution recommendations. A constructivist qualitative approach was chosen to analyze how the four media formed an understanding of the news of the PPRT Bill. This study's observation and analysis units are five news reports from the press: News, VOA Indonesia, Tempo, and Kompas. The result is that framing the four media consistently emphasized the importance of ratifying the PPRT Bill. Politicians, legislatures, and the House of Representatives are seen as having a great responsibility to complete the passage of this bill and protect domestic workers as a vulnerable group. In addition, there is an urgent need for the enforcement of the PPRT Bill to be seen as a crucial step to improve employment conditions and provide legal protection for domestic workers. Encouragement and participation from civil society, the public, and activists are essential factors in driving political change related to this issue. The media also has a crucial role in providing information and pressure for the ratification of the PPRT Bill
Keywords: PPRT draft bill, media framing, Robert M. Entman model.
Abstrak
Tahun 2024 menjadi tahun ke-duapuluh potret buram pengesahan RUU PPRT (Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga). Meningkatnya jumlah angka kasus kekerasan mencapai 3.308 dari tahun 2018 hingga tahun 2024 menjadi petanda bahwa pengesahan RUU PPRT menjadi salah satu problematika dan memberi dorongan meningkatnya kasus kekerasan terhadap PRT. Penelitan ini bertujuan untuk mengeskplorasi bagaimana Framing pemberitaan media mengenai pengasahan RUU PPRT. Penelitian ini menggunakan analisis framing Robert M. Entman dan berfokus pada pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Pendekatan kualitatif konstruktivis dipilih untuk menganalisis bagaimana keempat media membentuk pemahaman mengenai pemberitaan RUU PPRT. Unit amatan dan analisis dalam penelitian ini adalah lima pemberitaan dari media News, VOA Indonesia, Tempo dan Kompas. Hasil yang didapatkan adalah Framing keempat media secara konsisten menekankan pentingnya pengesahan RUU PPRT. Politisi, legislatif, dan DPR dipandang memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan pengesahan RUU ini dan melindungi PRT sebagai kelompok yang rentan. Selain itu ada kebutuhan mendesak bahwa penegsahan RUU PPRT dilihat sebagai langkah krusial untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan dan memberikan perlindungan hukum bagi PRT. Dorongan dan partisipasi dari masyarakat sipil, publik dan aktivis menjadi faktor penting dalam menggerakkan perubahan politik terkait isu ini. Media juga memiliki peran yang cukup krusial dalam pemberian informasi dan tekanan pengesahan RUU PPRT.
Kata-kata kunci: PPRT draft bill, media framing, Robert M. Entman model
Framing: toward clarification of a fractured paradigm
In response to the proposition that communication lacks disciplinary status because of deficient core knowledge, I propose that we turn an ostensible weakness into a strength. We should identify our mission as bringing together insights and theories that would otherwise remain scattered in other disciplines. Because of the lack of interchange among the disciplines, hypotheses thoroughly discredited in one field may receive wide acceptance in another. Potential research paradigms remain fractured, with pieces here and there but no comprehensive statement to guide research. By bringing ideas together in one location, communication can aspire to become a master discipline that synthesizes related theories and concepts and exposes them to the most rigorous, comprehensive statement and exploration. Reaching this goal would require a more self-conscious determination by communication scholars to plumb other fields and feed back their studies to outside researchers. At the same time, such an enterprise would enhance the theoretical rigor of communication scholarship proper. The idea of "framing" offers a case study of just the kind of scattered conceptualization I have identified. Despite its omnipresence across the social sciences and humanities, nowhere is there a general statement of framing theory that shows exactly how frames become embedded within and make themselves manifest in a text, or how framing influences thinking. Analysis of this concept suggests how the discipline of communication might contribute something unique: synthesizing a key concept's disparate uses, showing how they invariably involve communication, and constructing a coherent theory from them. Whatever its specific use, the concept of framing consistently offers a way to describe the power of a communicating text. Analysis of frames illuminates the precise way in which influence over a human consciousness is exerted by the transfer (or communication) of information from Robert M. Entman is an associate professor of communication studies
Pemberitaan tentang serangan Paris di media online Arrahmah.com (analisis framing Robert M. Entman)
Ideologi sering kali diselipkan dalam pemberitaan di media massa termasuk media online. Saat kembali terjadi aksi teror yang dilakukan kelompok Islamic State di Kota Paris, Perancis pada 13 November 2015, arrahmah.com adalah salah satu situs berita online di Indonesia yang paling intensif menyoroti aksi teror tersebut. Pemberitaan tentang serangan paris terjadi setelah situs arrahmah.com kembali aktif dari pemblokiran oleh pemerintah. Bagaimana arrahmah.com membingkai pemberitaan tentang serangan Paris edisi November 2015? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Robert M. Entman. Konsep Entman ini adalah
untuk menggambarkan proses seleksi dan menonjolkan aspek tertentu dari realitas oleh media. Framing dapat dipandang sebagai penempatan informasi-informasi dalam konteks
yang khas sehingga isu tertentu mendapatkan alokasi lebih besar daripada isu yang lain. Hasil dari proses pembingkaian yang dilakukan Arrahmah lebih cenderung menggunakan bahasa provokatif terhadap negara Perancis, terlepas dari kelompok ISIS yang ekstrem sebagai pelaku serangan. Dari delapan berita saja, ada empat berita yang bisa dilihat dari judulnya berkesan bahwa, secara tidak langsung Arrahmah membuat citra Perancis sebagai korban sekaligus pelaku kekerasan yang terjadi. Arrahmah secara tidak langsung menjelaskan pendapat baik atau buruk dan benar atau salah di pihak ISIS sebagai pelaku serangan tetapi Arrahmah juga tetap menjelaskan konsep tersebut terkait tindakan Perancis sebagai korban dari Serangan Paris. Pengelompokkan ISIS sebagai kelompok bayangan yang beroperasi di bawah payung
lembaga barat atau produk ekstremisme Islam juga dipandang sebagai cara Arrahmah menjelaskan bahwa tidak hanya ISIS saja yang disalahkan tetapi perlu juga mencurigai lembaga barat atau non-Islam yang ingin mengacaukan Islam secara tidak langsung
- …
