1,721,183 research outputs found
OPTIMIZING OF THECONSUMERDISPUTE SETTLEMENT AGENCYAS A NON-COURT AGENCY TO RESOLVE THE CONSUMER DISPUTE
A. Joko Purwoko, R. Benny Riyanto, Bambang Eko Turisn
“Kampung seni anyaman bambu legok nyenang”: pelestari dan pengembang potensi lokal bambu sebagai usaha kerajinan kreatif dan inovatif di desa gunung bunder, bogor
Bambu merupakan kekayaan alam yang memiliki potensi dan manfaat bagi kehidupan masyarakat sekaligus hadir di seluruh lini kehidupan masyarakat, bahkan mampu mengkreasikan dan mengkreatifkan masyarakat, serta perlambang dalam kehidupan. Dari total bambu dunia, sekitar 11% di Indonesia terdominasi di Jawa Barat (28,09%). Hal ini menjadikan Jawa Barat merupakan potensi lokal bambu Indonesia. Di Kabupaten Bogor, Desa Gunung Bunder, Kampung Legok Nyenang, terdapat potensi lokal bambu yang sangat besar. Masyarakat Legok Nyenang telah memanfaatkan bambu untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama dalam bentuk anyaman dan atau bilik bambu. Saat ini, luasan hutan bambu mengalami penurunan, anyaman bambu yang dibuat masyarakat cenderung stagnan. Penduduk usia muda dan anak-anak terlihat tidak merasa bangga akan potensi dan tradisi bambu yang ada. “KAMPUNG SENI ANYAMAN BAMBU LEGOK NYENANG” merupakan Program Kreativitas Mahasiswa yang diharapkan mampu meningkatkan kembali rasa bangga kepada para generasi pengrajin anyaman dan bilik bambu di Kampung Legok Nyeneng. Program ini meliputi beragam kegiatan yang berbentuk sistem usaha kerajinan kreatif dan inovatif anyaman dan bilik bambu Sunda berbasiskan kearifan lokal kampung Legok Nyenang. Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan pelestarian dan peningkatan seni budaya bambu sunda khas Legok Nyenang, yaitu (1) Napak Tilas Kesenian Bilik (Anyaman) Bambu Legok Nyenang, (sejarah perkembangan usaha bilik bambu Legok Nyenang), (2) Gotrasawala (edukasi sejarah kerajinan bilik bambu Legok Nyenang pada anak-anak), (3) Pelatihan Pengolahan Bambu keur Bilik dan Kreasi Motif Bilik khas Legok Nyenang, (4) Kreasi Jajanan Awi (peningkatan pendapatan para ibu dari hasil penjualan kreasi jajanan berbahan baku rebung), (5) Kreasi Awi keur Kesenian Budaya Sunda (alat-alat musik bambu khas sunda seperti, seruling dan angklung dan beragam permainan tradisional yang berasal dari bambu seperti gasing, pletokan, dan eggrang). Selain kegiatan pelestarian dan peningkatan seni budaya bambu, program pemberdayaan yang dilakukan juga menyentuh aspek ekonomi yang meliputi kemitraan dan pemasaran produk kerajinan anyaman dan bilik. Bentuk kemitraan berupa kerjasama dengan Toko Bangunan Indra Jaya, dimana pengrajin dari Kampung Legok Nyenang berperan sebagai pemasok bilik, baik bilik pasar maupun bilik motif. Sedangkan untuk pemasaran produk hasil kerajinan, pengrajin yang difasilitasi oleh tim PKM bekerja sama dengan Kampung Wisata Cinangneng, adapun produk kerajinan yang dijual di antaranya souvenir (gantungan kunci) bambu, kipas, bakul, dan nampan dengan ukuran kecil sampai sedang untuk peralatan makan. Hasil dari kerjasama ini yaitu adanya peningkatan pendapatan pengrajin sebesar hampir 70% dari penjualan bilik motif untuk bahan bangunan dan hasil penjualan souvenir. Keberlanjutan dari program ini adalah terciptanya konsep kampung wisata bilik (anyaman) bambu Legok Nyenang dengan pelestarian dan pengembang kreasi bambu sebagai pilar utamanya dalam buku “Kampung Budaya Bilik (Anyaman) Bambu Legok Nyenang” yang diberikan kepada kelurahan Desa Gunung Bundar, LSM Bambu, serta kelompok pengrajin Bilik Legok Nyenang; Adanya proses dinamisasi (pergerakan) pengrajin bilik dengan menghasilkan produk-produk kreasi bilik dalam bentuk Bilik Motif Khas Legok Nyenang, Mainan Tradisonal anak-anak, Aneka Jajanan Awi, dan Alat-alat Musik khas Sunda; Terbentuknya Generasi Baru Penggerak Pelestarian dan Pengembang Bambu Legok Nyenang yang terdiri dari anak-anak, kaum ibu dan kaum muda pengrajin anyaman; Terbentuknya Kelompok Pelestari Pengrajin Bilik (Anyaman) Bambu Khas Legok Nyenang serta kelompok usaha bersama oleh KWT bilik kreatif khas Legok Nyenang.DIKT
Bionanodetergen aktif dengan komponen utama chitosan nanoparticle berbasis minyak pelumas (lubricant oil) dari tropical marine microalgae untuk mesin robot industri modern
Peradaban manusia masa depan banyak ditandai dengan teknologi baru yang dapat membantu mengurangi gerak mekanik manusia, seperti smart and intellegent technology, robotik dan bionik. Kecanggihan robot terletak pada sistem kontrol dan sensor yang membuat pergerakan menjadi fleksibel, namun pergerakan yang kompleks ternyata dapat menurunkan kinerja robot. Upaya yang dikembangkan meliputi penggunaan pelumas, lapisan poliamida, dan nano-additives sebagai antioksidan, detergen, dispersan, tekanan tinggi (EP), dan anti-aus (AW). Mikroalga memiliki kandungan lemak/minyak yang tinggi (sekitar 20%-50%), adapun aditif pelumas umumnya menggunakan sulfur, klorin, dan fosfor, yang penggunaannya bersifat tidak ramah lingkungan. Chitin-chitosan telah diketahui mampu mengikat logam seperti zink, cadmium, timbal, tembaga dan mengkelat ion mercury (Hg). Proses pengikatan ini disebabkan gugus aktif NH2- dan OH- yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini mengembangkan pelumas (lubricant oil) berbasis tropical marine microalgae dengan bahan aditif chitosan nanoparticle untuk mesin robot industri modern. Luaran yang diharapkan adalah pelumas dan karakteristik pelumas baru berbasis tropical marine microalgae dengan bahan aditif chitosan nanoparticle serta tingkat kesesuaian dengan standar pelumas dan alternatif penggunan untuk mesin robot pada industri modern. Tahapan penelitian meliputi (1) kultur (Sidabutar 1999), ekstraksi lemak (Fajardo 2007) dan karakterisasi minyak mikroalga (Goud et al. 2006b), (2) pembuatan (Alves et al. 2013) dan karakterisasi pelumas dasar (based lubricant oil) dari minyak mikroalga (Goud et al. 2006b), (3) pembuatan dan karakterisasi chitosan nanoparticle (Kim et al. 2006), (4) formulasi aditif pelumas dengan penambahan chitosan nanoparticle (Silva et al. 2003 dengan modifikasi pada konsentrasi aditif), pencampuran dan karakterisasi pelumas lubricant oil active (Alves et al. 2013), serta (5) tingkat kesesuaian dengan standar pelumas dan alternatif pengembangan untuk mesin robot pada industri modern melalui model Hand-Held Spray (Rogers 2009). Karakteristik minyak pelumas dasar (based lubricant oil) hasil epoksidasi adalah bilangan iodin 208,12 g I2/100g, bilangan oksiran 0,03 %, bilangan peroksida 40 meq/kg, dan free fatty acid 1,16 mg KOH/g. Rendemen chitosan nanoparticle yang dihasilkan 3,210 gram dari berat chitosan awal 10 gram dengan ukuran 257 nm. Chitosan memberikan pengaruh terhadap sifat wear minyak pelumas dan dapat berfungsi sebagai aditif detergent pada pelumas, dengan formula terbaik chitosan 0,5%, dan ZnO 0,5%. Karakteristik pelumas lubricant oil active yang dihasilkan meliputi viskositas pada suhu 40 °C sesuai ISO VG 32 (Min 22,35 ; Max 30,14), korosi bilah tembaga grade 1A, dan scar diameter 1,1028 mm. Tingkat kesesuaian berdasarkan viskositas pada suhu 40 °C dan korosi bilah tembaga grade 1A, lubricant oil active yang dihasilkan telah memenuhi standar yang ada. Adapun alternatif pengembangan pada mesin robot dapat diciptakan dengan model Hand-Held Spray.Dikt
Prototype teknologi siluman (stealth) material organik penyerap gelombang radar dari komposit polimer chitosan-hidroksiapatit untuk aplikasi peralatan militer wilayah perbatasan
Daerah wilayah perbatasan di Indonesia masih sering dilanda permasalahan dengan negara lain, dan dengan kata lain hal ini mengindikasikan lemahnya sistem pertahanan militer di daerah perbatasan. Oleh karena perlu dikerahkan pasukan khusus di wilayah perbatasan yang menggunakan teknologi canggih, salah satunya adalah teknologi siluman (stealth). Material penyerap gelombang radar memainkan peranan penting dalam teknologi ini. Chitosan dan hidroksiapatit diduga merupakan kombinasi material organik baru yang dapat dikembangkan sebagai material penyerap gelombang radar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan prototype teknologi siluman (stealth) material organik penyerap gelombang radar dari komposit polimer chitosan-hidroksiapatit untuk aplikasi peralatan militer wilayah perbatasan. Karakteristik kualitas dari material prototype yang dianalisis adalah analisis viskositas larutan, FTIR, SEM, ketebalan material, kuat tarik. Kemampuan material prototype dalam menyerap gelombang radar diuji dengan analisis reflection loss. Bentuk film prototype menyerupai lembaran plastik tipis dan transparan dengan warna coklat kekuningan. Nilai ketebalan berkisar dari 0,14-0,17 mm. Material ini memiliki nilai kekuatan tarik yang berkisar dari 106,33±2,82-159,33±1,41 kPa. Analisis SEM memperlihatkan struktur homogen yang ditandai dengan interaksi yang baik antara chitosan, PVA, dan hidroksiapatit. Besar daya serap gelombang radar oleh material prototype ditunjukkan dengan makin besarnya nilai reflection loss. Nilai optimum didapatkan pada film prototype dengan campuran chitosan 2%, PVA 5%, dan hidroksiapatit 0,04 gram dengan nilai rata-rata reflection loss - 32,0907±4,0763 dB.Dikt
Solar cell tersentisisasi dye menggunakan pigmen fikoeritrin mikroalga tropika dengan teknologi light-harvesting untuk implementasi daerah pesisir dan pulau-pulau kecil di indonesia berbasis sumberdaya lokal
Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil dan pesisir pada umumnya tidak mendapatkan fasilitas listrik sebagaimana layaknya yang berada di wilayah daratan yang dekat dengan pusat peradaban. Kebutuhan akan energi listrik yang semakin meningkat dan keterbatasan sumber energi listrik yang ada sekarang ini, serta dalam rangka menjaga kontinuitas penyedia sumber energi listrik diperlukan sumber energi alternatif yang berkesinambungan sebagai energi alternatif yang tidak akan habis seiring berjalannya waktu. Solar cell adalah suatu teknologi yang dapat mengubah energi sinar matahari secara langsung menjadi energi listrik. Pemanfaatan sistem sel surya sebagai pembangkit tenaga listrik telah banyak diterapkan, baik yang menghasilkan daya rendah maupun yang berdaya tinggi. Saat ini, ada beberapa jenis solar cell yang berkembang, diantaranya adalah Mono- Crystalline , Polycrystalline/Multi-Crystalline, Gallium Arsenide dan Dye Sensitized Solar cell (DSSC/DSC) . Dye-sensitized solar cells memberikan pilihan alternatif dalam hal penyediaan energi yang lebih mudah dan lebih murah dibandingkan dengan solar cell komersial yang saat ini dijual. Fikoeritrin, pigmen alga merah dapat menyerap hampir seluruh spektrum cahaya tampak secara baik. Proses preparasi fikoeritrin dan pembuatan DSC yang relatif murah dapat menekan biaya produksi yang akhirnya akan berimbas pada murahnya harga solar cell yang dijual. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu kultivasi Porphyridium cruentum, preparasi fikoeritrin dengan tenik ekstraksi, pembuatan lapisan tipis TiO2 dengan teknik doctor blade, pembuatan polimer elektrolit CuSCN dengan metode casting, pembuatan prototipe sel surya, karakterisasi XRD, karakterisasi absorbansi, karakterisasi arus-tegangan, dan efisiensi konversi.Dikt
Model baru advanced packaging melalui mekanisme aktif oxygen scavenging dari chitosan untuk kemasan suplemen pangan kecerdasan berbasis asam lemak omega-3 minyak ikan
Pasar global advanced packaging (active, controlled, and intelligent packaging) untuk produk pangan dan minuman diperkirakan mencapai $31.4 juta. Kunci keberhasilan ini disebabkan dari makin meningkatnya standar hidup konsumen selain pengaruh globalisasi dan budaya lokal. Active packaging merupakan kemasan yang sengaja ditambahkan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kemasan tersebut dalam menjaga atau memelihara aspek kualitas, keamanan, dan sensori dari bahan pangan yang dikemasnya (Day 2008). Banyak bahan aktif berbeda yang dapat dimasukkan ke dalam bahan kemasan untuk meningkatkan fungsionalitas (Kerry et al. 2006). Penelitian pengemasan aktif saat ini terfokus pada penambahan bahan penyerap oksigen ke dalam lapisan kemasan (Kerry et al. 2006), namun sistem ini memiliki kapasitas penyerapan oksigen yang rendah (Byun et al. 2011, Byun dan Whiteside 2012). Minyak ikan merupakan fraksi lemak yang diperoleh dari ekstraksi ikan atau sebagai salah satu hasil samping dari industri pengalengan ikan. Menurut Boran et al. (2006), kandungan asam lemak tidak jenuh yang tinggi menyebabkan minyak ikan mudah mengalami kerusakan oksidatif dan menghasilkan bau yang tidak sedap (tengik). Penelitian Yu et al. (2013), membuktikan bahwa chitosan larut air dan selulosa yang ditambahkan caffeic-acid dapat menghambat oksidasi. Oleh sebab itu, penelitian melihat kemampuan komposit chitosan sebagai penangkap oksigen (oxygen scavenging) pada sediaan asam lemak omega-3 menjadi penting untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model baru advance packaging melalui mekanisme aktif oxygen scavenging dari chitosan untuk kemasan suplemen pangan kecerdasan berbasis asam lemak omega-3 minyak ikan. Adapun manfaat lainnya adalah adanya kemasan model baru industri yang dapat melindungi sediaan asam lemak omega-3 dari oksidasi. Penelitian meliputi karakterisasi bahan dasar active packaging (Yaacob et al. 2009), preparasi dan pembuatan active packaging film (Liang et al. 2009), karakterisasi sifat fisik dan mekanis active packaging (El-Hefian et al. 2011 dan ASTM 1989), fungsionalisasi kemasan aktif pada lama penyimpanan produk minyak ikan dan karakterisasi mutu minyak ikan (0 hari, 7 hari, dan 14 hari) (modifikasi Yu et al. 2013).Dikt
Kesesuaian Aktivitas Produksi Bakso Ikan terhadap Standar Nasional Indonesia (Studi Kasus: PT King Food, Bekasi).
Industri pengolahan ikan di Indonesia sebagian besar merupakan usaha kecil
dan menengah. Pelaksanaan produksi yang dilakukan umumnya masih belum
memenuhi persyaratan yang ada seperti persyaratan mutu, tata cara produksi yang
baik, dan sanitasi dan higiene. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian
aktivitas produksi dan karakterisasi bakso ikan di PT. King Food dengan standar
produk serta risiko kesesuaiannya. Aktivitas penelitian meliputi kesesuaian
persyaratan mutu dan keamanan produk bakso ikan, pelaksanaan program higiene,
kesesuaian proses produksi bakso ikan, analisis kesesuaian menggunakan FMEA
(Failure Mode and Effect Analysis). Produk bakso ikan sudah sesuai dengan
persyaratan mutu dan keamanan produk SNI 7266-2014 tentang bakso ikan, namun
masih menunjukkan adanya aktivitas pengolahan (program higiene dan proses
produksi) yang kurang sesuai dengan standar. Analisis kesesuaian menggunakan
FMEA menunjukkan bahwa RPN (Risk Priority Number) yang termasuk dalam
risiko kritis adalah proses penerimaan bahan baku, sortasi dan pengemasan. Angka
kesesuaian dengan SNI 7266: 2014 adalah 86,73 %, yang artinya masih terdapat
sedikit penyimpangan pada persyaratan namun tidak begitu signifikan
Structuralism of The Levi-Strauss Myth in the Novel Lontara by Windy Joana
This research discusses mythology as a science that studies mythical stories, which are often related to the lives of gods and spirits in people's cultures. One of the myths analyzed in this study is the myth of To Manurung in the novel Lontara by Windy Joana, which tells the story of a messenger of God believed by the Bugis Makassar community. This research aims to describe the myth structure in the novel Lontara through four levels proposed by Lévi-Strauss,namely geographical, economic, sociological, and cosmological levels. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study show that in the novel Lontara by Windy Joana there are four levels of myth structure, namely: (1) Geographical Level is characterized by several areas of travel from the beginning of To Manurung being revealed to the earth, to leading the land of Luwu and then spreading to the kingdoms of South Sulawesi, (2) Economic Level includes economic activities carried out by the community such as fishing, gardening, weaving and trading, (3) Sociological Level, looking at the social structure of the community, their social relationships, kinship relationships, and the social order of the community, and (4) Cosmology, can be seen from signs that are not tangible, namely, To Manurung is described as a creature from the sky. The power of the sky which is cosmic, and the oaths that are taken.89 PagesSkripsi Sarjan
Social Values in The Novel Mangalua by Idris Pasaribu: Analysis of Literary Sociology
This research aims to describe the social values contained in the novel Mangalua by Idris Pasaribu. This research uses Zubaedi's theory which divides social values into several sub-values, namely: (1) loves (affection) which consists of devotion, mutual help, kinship, loyalty and concern; (2) responsibility which consists of the values of a sense of belonging, discipline and empathy; and (3) life harmony (life harmony) which consists of the values of justice, tolerance, cooperation and democracy. This research uses a qualitative descriptive method which will produce research data in the form of words, phrases and sentences that indicate the existence of social values in the novel Mangalua by Idris Pasaribu. The data source for this research is the novel Mangalua by Idris Pasaribu. The data collection techniques in this research are the library method, listening method, and note-reading method which are analyzed using data reduction techniques, data presentation, data decomposition, and drawing conclusions. The result of the research was the discovery of social values in the novel Mangalua by Idris Pasaribu.89 PagesSkripsi Sarjan
Lucas Ford's Personality in Ilana Tan's Novel In A Blue Moon: Literary Psychological Study
This research specifically aims to describe the personality structure and personality of
the character Lucas Ford in the novel In a Blue Moon by Ilana Tan. This research uses a
qualitative approach with descriptive methods. This type of research uses a qualitative
research method with a descriptive method, which collects and analyzes scientific data and
then describes the facts in detail to determine the personality structure and personality of the
character Lucas Ford in the novel In a Blue Moon by Ilana Tan. The research studied is the
personality structure and personalities of characters in literary works. This approach will
provide an overview of the thought processes experienced by Lucas Ford in the form of id, ego,
and superego personality structures, and in the form of choleric, melanchole, phlegma, and
sanguine personalities. The results of the research show that Lucas Ford's personality
structure in the novel In a Blue Moon Ilana Tan's work is Lucas Ford's id which tries to find
pleasure, the ego which adheres to the principles of reality and reality while the superego tries
to understand the needs of the id and ego. Lucas Ford's more prominent personality is his
irritable personality, which includes a wise, confident, firm, honest and brave personality.98 PagesSkripsi Sarjan
- …
