1,720,959 research outputs found

    Analisis Tokoh (Najwa Shihab) Berdasarkan Teori Komunikasi Antarpribadi

    Get PDF
    Najwa Shihab adalah seorang news anchor dan pembawa acara di stasiun televisi Metro TV. Adapun beberapa acara yang pernah dibawakannya di stasiun televisi Metro TV yaitu program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda, serta program talkshow Today’s Dialogue dan Mata Najwa. Sebagai seorang presenter talkshow profesional, Najwa Shihab melakukan komunikasi antarpribadi yang baik kepada semua narasumbernya. Hal inilah yang dilakukan Najwa untuk membuat para narasumbernya merasa nyaman dan tidak merasa terintimidasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Najwa sehingga komunikasi di antara mereka dapat terjalin dengan baik dan lancar. Najwa Shihab memiliki kompetensi komunikasi yang sangat baik ketika melakukan praktik komunikasi antarpribadi. Cara Najwa menghidupkan suasana ketika di atas panggung membawakan program acara “Mata Najwa†sangat baik. Mulai dari cara ia mendengarkan orang lain, memberikan respon terhadap pernyataan yang diberikan narasumbernya, serta proses tatap muka yang intens namun tidak memberikan kesan intimidasi, mampu diorganisirnya dengan cara yang bijak sehingga tidak menimbulkan misunderstanding di antara kedua belah pihak

    Analisis Tokoh (Najwa Shihab) Berdasarkan Teori Komunikasi Antarpribadi

    Get PDF
    Najwa Shihab adalah seorang news anchor dan pembawa acara di stasiun televisi Metro TV. Adapun beberapa acara yang pernah dibawakannya di stasiun televisi Metro TV yaitu program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda, serta program talkshow Today’s Dialogue dan Mata Najwa. Sebagai seorang presenter talkshow profesional, Najwa Shihab melakukan komunikasi antarpribadi yang baik kepada semua narasumbernya. Hal inilah yang dilakukan Najwa untuk membuat para narasumbernya merasa nyaman dan tidak merasa terintimidasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Najwa sehingga komunikasi di antara mereka dapat terjalin dengan baik dan lancar. Najwa Shihab memiliki kompetensi komunikasi yang sangat baik ketika melakukan praktik komunikasi antarpribadi. Cara Najwa menghidupkan suasana ketika di atas panggung membawakan program acara “Mata Najwa†sangat baik. Mulai dari cara ia mendengarkan orang lain, memberikan respon terhadap pernyataan yang diberikan narasumbernya, serta proses tatap muka yang intens namun tidak memberikan kesan intimidasi, mampu diorganisirnya dengan cara yang bijak sehingga tidak menimbulkan misunderstanding di antara kedua belah pihak

    Komunikasi Interpersonal Guru dan Siswa dalam Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Autis di SLB Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan

    No full text
    Autism is a developmental disorder that occurs in childhood characterized by delays in cognitive, language, behavior, communication, and social interaction. The informants in this research are Kurnia and Afgan, they are student with autism in SLB Taman Pendidikan Islam Medan.The aim of this research is to know how the interpersonal communication that occurs between teacher and student in developing talent and creativity of child with autism. In this case, the researcher wanted to see how the communication approach that done by the teacher to train and hone the ability in child with autism.The method used in this research is qualitative approach, that is describe a phenomenon by collecting data then analyzed to get a conclusion. This research carried out with direct observation and in-depth interviews that involving teacher and parent of autis students as research informant. From the result of this research, it can be said that the role of teacher interpersonal communication in school is very important in helping to develop talent and creativity of student with autism. Teacher also helped in improving communication skills and social interaction of student with autism with others people. The conclusion, that Extraordinary School (SLB) is necessary as a means of education and developing of ability of students with special needs. In this case, raising of teacher’s creativity and ability as a people who responsible and control all activities of student in the school are also needed in order to developing the communication ability as well as the talent and creativity of the students.Autisme merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada masa anak yang ditandai dengan adanya keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Kurnia dan Afgan, mereka adalah siswa autis di SLB TPI Medan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal yang terjadi antara guru dan siswa dalam mengembangkan bakat dan kreativitas anak autis. Dalam hal ini, peneliti melihat bagaimana pendekatan komunikasi yang dilakukan oleh guru untuk melatih dan mengasah kemampuan yang ada pada diri anak autis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yaitu menjelaskan fenomena dengan mengumpulkan data-data kemudian dianalisa untuk memperoleh suatu kesimpulan. Penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara mendalam yang melibatkan guru dan orangtua dari siswa autis sebagai narasumber penelitian. Dari hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa peran komunikasi interpersonal guru di sekolah sangat penting dalam membantu mengembangkan bakat dan kreativitas siswa autis. Guru juga membantu dalam hal meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial siswa autis dengan orang lain.Kesimpulannya, bahwa SLB sangat diperlukan sebagai sarana pendidikan dan pengembangan kemampuan siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Dalam hal ini, peningkatan kreativitas dan kemampuan seorang guru selaku penanggungjawab dan pengontrol segala aktivitas siswa di sekolah juga diperlukan agar dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi serta bakat dan kreativitas yang dimiliki oleh siswa

    Model Komunikasi Orang Tua Dalam Mengenalkan Pendidikan Seksual Kepada Anak Autis di “Sekolah Luar Biasa Negeri Autis” Provinsi Sumatera Utara

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi antarpribadi yang terjalin antara orang tua dan anak autis, serta untuk menemukan model komunikasi orang tua dalam mengenalkan pendidikan seksual kepada anak autis. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Subjek penelitian adalah enam orang tua yang mempunyai anak autis sebagai informan utama dan tiga orang guru sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi antarpribadi yang terjalin antara orang tua dan anak autis berlangsung secara satu arah dan dua arah. Di dalam proses komunikasi antarpribadi yang terjalin antara orang tua dan anak autis, terdapat tiga hal penting yang berkaitan dengan teori interaksi simbolik yaitu makna, konsep diri, dan masyarakat. Model komunikasi yang diterapkan oleh orang tua dalam mengenalkan pendidikan seksual kepada anak autis yaitu model komunikasi linear dan interaksional. Model komunikasi linear diterapkan oleh orang tua yang menggunakan komunikasi satu arah. Dalam model ini orang tua berperan aktif memberikan pesan / instruksi, sedangkan anak autis berperan pasif dalam menerima pesan / instruksi. Kemudian model komunikasi interaksional diterapkan oleh orang tua yang menggunakan komunikasi dua arah. Dalam model ini, terjadi interaksi di antara orang tua dan anak autis. Orang tua mengenalkan dan mengajarkan tentang pendidikan seksual kepada anak autis secara terus-menerus dan berulang-ulang.186 HalamanTesis Magiste

    Model Komunikasi Orang Tua dalam Mengenalkan Pendidikan Seksual kepada Anak Autis di "Sekolah Luar Biasa Negeri Autis" Provinsi Sumatera Utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi antarpribadi yang terjalin antara orang tua dan anak autis, serta untuk menemukan model komunikasi orang tua dalam mengenalkan pendidikan seksual kepada anak autis. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Subjek penelitian adalah enam orang tua yang mempunyai anak autis sebagai informan utama dan tiga orang guru sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi antarpribadi yang terjalin antara orang tua dan anak autis berlangsung secara satu arah dan dua arah. Di dalam proses komunikasi antarpribadi yang terjalin antara orang tua dan anak autis, terdapat tiga hal penting yang berkaitan dengan teori interaksi simbolik yaitu makna, konsep diri, dan masyarakat. Model komunikasi yang diterapkan oleh orang tua dalam mengenalkan pendidikan seksual kepada anak autis yaitu model komunikasi linear dan interaksional. Model komunikasi linear diterapkan oleh orang tua yang menggunakan komunikasi satu arah. Dalam model ini orang tua berperan aktif memberikan pesan /instruksi, sedangkan anak autis berperan pasif dalam menerima pesan/instruksi. Kemudian model komunikasi interaksional diterapkan oleh orang tua yang menggunakan komunikasi dua arah. Dalam model ini, terjadi interaksi di antara orang tua dan anak autis. Orang tua mengenalkan dan mengajarkan tentang pendidikan seksual kepada anak autis secara terus-menerus dan berulang-ulang

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore