13 research outputs found

    Building Facade Arrangement as City Image Optimization

    No full text
    Facade is one of building mass elements which supports street users’s perception [1]. Elements that affect the building facade, namely : harmonization, contrast, materials, textures and colors also  support the visual aesthetics perception district into an unforgettable part to recognize a place [3]. The intensity of the building mass such as the Building Coverage Ratio (BCR), Open Space Ratio (OSR), Floor Area Ratio (FAR), Building Height, Scale and Skyline are some physical factors of the street corridor to optimize the image of the city [4]. Kartini Street is one of the main streets in Gresik city center which connects the East with the West region of Gresik. Complexity of existing land use and lack of decisiveness system in Building and Land Use Regulation affected  the image of the city in variety of facade. Therefore, optimization of the facade and built environment is very important to support the image of the city [2]. Observations are made to provide data in existing facade, facade tendency and the historical background of the region. From the data analysis, it is found that there are building elements which can be a visual aesthetic element to unify and optimize harmonization of Kartini Gresik street corridor to support the image of Gresik

    DESAIN LABORATORIUM ALAM SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KENYAMANAN DALAM ARSITEKTUR PERILAKU

    No full text
    Laboratorium alam ini merupakan sarana prasarana belajar mengajar siswa Sekolah Dasar. Dalam proses belajar mengajar dilakukan metode praktikum, sehingga siswa dapat langsung mengamati tumbuhan dan hewan sebagai obyek pembelajaran. Laboratorium alam sangat diperlukan guru dalam menjelaskan pembelajaran mata pelajaran IPA secara langsung. Perancangan Laboratorium Alam ini berdasarkan Arsitektur Perilaku siswa Sekolah Dasar yang memperhatikan kenyamanannya. Lokasi penelitian berada di Sekolah Dasar Nation Star Academy Surabaya. Sekolah ini belum memiliki laboratorium alam dalam menunjang kegiatan belajar mengajar pelajaran IPA, sehingga guru mata pelajaran IPA kurang optimal dalam menjelaskan ilmu pengetahuan alam secara nyata kepada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan menyusun secara sistematis data hasil studi literatur, wawancara, observasi obyek sejenis, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengasilkan desain laboratorium alam yang nyaman dalam bentuk massa bangunan, penataan massa bangunan, warna, ukuran dan bentuk, perabot dan penataannya, suara, temperature, serta pencahayaam untuk penunjang mata pelajaran Sekolah Dasar Nation Star Academy,Surabaya.Laboratorium alam ini merupakan sarana prasarana belajar mengajar siswa Sekolah Dasar. Dalam proses belajar mengajar dilakukan metode praktikum, sehingga siswa dapat langsung mengamati tumbuhan dan hewan sebagai obyek pembelajaran. Laboratorium alam sangat diperlukan guru dalam menjelaskan pembelajaran mata pelajaran IPA secara langsung. Perancangan Laboratorium Alam ini berdasarkan Arsitektur Perilaku siswa Sekolah Dasar yang memperhatikan kenyamanannya. Lokasi penelitian berada di Sekolah Dasar Nation Star Academy Surabaya. Sekolah ini belum memiliki laboratorium alam dalam menunjang kegiatan belajar mengajar pelajaran IPA, sehingga guru mata pelajaran IPA kurang optimal dalam menjelaskan ilmu pengetahuan alam secara nyata kepada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan menyusun secara sistematis data hasil studi literatur, wawancara, observasi obyek sejenis, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengasilkan desain laboratorium alam yang nyaman dalam bentuk massa bangunan, penataan massa bangunan, warna, ukuran dan bentuk, perabot dan penataannya, suara, temperature, serta pencahayaam untuk penunjang mata pelajaran Sekolah Dasar Nation Star Academy,Surabaya

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PASAR MULTIFUNGSI DI KOTA SURABAYA

    No full text
    Pasar Tradisional merupakan tempat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok, dimana masyarakat sangat tergantung dengan keberadaan pasar. Latar belakang dari perancangan ini yaitu paradigma masyarakat yang menganggap bahwa pasar tradisional lekat dengan hal yang kotor, kumuh, dan kurang layak, hal ini menyebabkan masyarakat berpindah ke pasar modern untuk mencari kebutuhan akan bahan pokok. Adapun tujuan Perencanaan dan Perancangan Pasar Multifungsi di Kota Surabaya adalah untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional di kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah dengan observasi langsung dan daftar pustaka. Hasil pengolahan data nantinya akan dijadikan sebagai dasar dalam perencanaan dan perancangan, dimana menghasilkan konsep makro identitas pasar. Oleh karena itu, pasar seharusnya perlu untuk dikembangkan kualitasnya agar masyarakat senang untuk pergi ke pasar dan juga tidak hanya pada kalangan wanita saja, namun dari berbagai kalangan, oleh sebab itu fungsi dari pasar perlu untuk ditambah, agar masyarakat yang pergi tidak hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, namun juga dapat menikmati fasilitas lain dari pasar itu sendiri.Hal ini juga dapat menjadi potensi bagi para pedagang kecil, agar dapat membuka lapangan kerja yang luas dan mencakup seluruh lapisan masyarakat

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ISLAMIC CENTER BERDASAR PADA ARSITEKTUR TROPIS DI KABUPATEN GRESIK

    No full text
    Islamic Center merupakan pusat kegiatan pembinaan dan pengembangan keislaman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas umat dalam berbagai macam kegiatan. Belum adanya pusat dari kegiatan agama Islam membuat Kabupaten Gresik membutuhkan wadah untuk mengakomodasi berbagai macam kegiatan keislaman. Perencanaan dan perancangan Islamic Center ini dirancang di Kabupaten Gresik dengan mengambil Arsitektur Tropis sebagai dasar perancangan dan memaksimalkan pada aspek kenyamanan termal, pencahayaan alami dan bentuk bangunan yang dapat disesuaikan dengan iklim tropis. Yang dapat terasa nyaman bagi para penggunanya. Metode yang dipakai merupakan tahapan desain menurut Donna P. Duerk (1993): Tahap persiapan, Pengumpulan data (primer dan sekunder), Analisa, Konsep perancangan, Desain arsitektur. Konsep yang diambil dalam perencanaan dan perancangan Islamic Center ini adalah Arsitektur Tropis. Bentuk pada bangunan merupakan hasil dari kebutuhan yang dapat menyesuaikan dengan kondisi iklim yang ada di site, seperti bentukan atap yang memiliki kemiringan, memiliki ventilasi dan bukaan, untuk ruang yang ada pada bangunan ditata linier dari Timur ke Barat agar dapat memaksimalkan pergerakan angin pada bangunan, sedangkan untuk penataan site dibuat terpusat pada masjid namun tetap memakai penataan linear dari Utara ke selatan dan membuat jarak antar bangunan agar angin dapat masuk ke dalam site, selain itu meminimalisir perkerasan dan menambahkan banyak vegetasi pada ruang luar yang ada pada site. Dengan adanya tugas akhir ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dari desain Islamic Center di Indonesia

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TOURIS INFORMATION CENTER BERSIFAT REKREATIF KEKINIAN DI KOTA SURABAYA

    No full text
    Tourist Information Center merupakan suatu tempat yang didirikan dengan tujuan memberikan pelayanan pada para wisatawan. Dalam Tourist Information Center, para wisatawan dapat memperoleh informasi secara lisan, tulisan, audio, maupun visual. Di Kota Surabaya sendiri sangat diperlukan Tourist Information Center, mengingat Surabaya adalah kota besar dan memiliki julukan kota pahlawan. Banyak wisatawan yang datang ke Surabaya untuk berwisata sejarah dan budaya. Tourist Information Center dididirikan di Surabaya untuk mewadahi para wisatawan yang belum banyak tau tentang Kota Surabaya dan memberi fasilitas yang memadai. Tourist Information Center akan dibuat dengan konsep arsitektur modern yang bersifat rekreatif kekinian. Metode yang dipakai yaitu tahapan desain menurut Donna P. Duerk (1993) yang terdiri dari : tahap persiapan, pengumpulan data (Primer dan Sekunder), Analisa, Konsep perancangan, Desain arsitektur. Dengan adanya tugas akhir ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat menjadi referensi yang ingin mempelajari tentang Tourist Information Center

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FAMILY PET FUNERAL SPACE SEBAGAI FASILITAS KREMATORIUM DAN KOLUMBARIUM DI SURABAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR SIMBOLIS

    No full text
    Hewan peliharaan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Ada yang menganggapnya sebagai teman, anak, pelindung, dan dalam kasus khusus seperti hewan pekerja (penyelamat, pendeteksi, polisi, terapi). Banyak fasilitas yang disediakan manusia untuk hewan peliharaan diantaranya hotel, toko, mall, kantor, dan restoran ramah hewan peliharaan. Namun, fasilitas pelayanan kematian untuk hewan peliharaan khususnya di Kota Surabaya masih sangat sulit kita jumpai sedangkan kematian adalah sebuah siklus hidup yang tidak bisa kita hindari. Berawal dari permasalahan tersebut maka diperlukan sebuah fasilitas yang dapat menampung kegiatan tersebut dan membantu manusia dalam proses berduka saat kehilangan hewan peliharaan kesayangannya.Perencanaan dan Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur simbolis dan berfokus fasilitas ruang persemayaman, krematorium, dan kolumbarium untuk hewan peliharaan anjing dan kucing. Dengan pendekatan arsitektur simbolis, diharapkan Family Pet Funeral Space dapat menjadi tempat bagi pecinta hewan di Kota Surabaya yang sedang berduka

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN CO-WORKING SPACE BERBASIS HEALING SEBAGAI ALTERNATIF PERKANTORAN DI SURABAYA

    No full text
    Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memaparkan segala sesuatu mengenai healing co-working space. Dalam penulisan tugas akhir ini pengumpulan data didapat melalui buku, e-book, maupun jurnal. Banyak hal berupa informasi yang diperoleh yang tentunya mempermudah dalam penyusunan pra tugas akhir ini. Tidak hanya itu, kita juga dapat mengetahui hal penting yang belum kita ketahui sebelumnya mengenai (1) co-working space, (2) minimal ruangan yang diadakan, (3)serta penyediaan fasilitas dasar co-working space. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah kurangnya pemahaman desainer akan kesehatan pengguna bangunan terutama dalam aspek tingkat stress pengguna bangunan

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN DOG CARE CENTER SEBAGAI PUSAT WADAH PELAYANAN DAN KESEHATAN HEWAN PELIHARAAN ANJING DI SURABAYA

    No full text
    Anjing merupakan salah satu hewan sosial karena perilakunya yang layak untuk dijadikan teman manusia. Berbagai manfaat bisa diambil dari memelihara hewan anjing, salah satunya adalah Animal Assisted Therapy. Oleh karena itu keberadaan sebagai hewan sosial seperti Pet Therapy ini harus mendapatkan suatu wadah yang dapat menyediakan dan mengoptimalkan peranan hewan anjing tersebut. Berawal dari permasalahan tersebut maka diperlukan suatu pusat wadah yang dapat menunjang dan memenuhi kebutuhan hewan anjing serta menjadi fasilitas untuk mewujudkan para pecinta hewan anjing untuk dapat mengenalkan informasi dan edukasi ke masyarakat umum serta juga mendukung dan membantu mengurangi hewan anjing terlantar lewat komunitas pecinta hewan anjing. Fasilitas yang dapat disediakan untuk hewan anjing antara lain Playground Indoor dan Outdoor, grooming, klinik dan penitipan hewan anjing. Dan terdapat juga fasilitas penunjang antara lain cafe, tempat komunitas pecinta hewan anjing, dan shelter. Dengan demikian, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu terciptanya Dog Care Center sebagai pusat wadah pelayanan dan kesehatan hewan anjing yang dapat memperkuat eksistensi dunia pecinta hewan anjing di masyarakat terutama Surabaya

    PERANAN SEKRETARIS DALAM MEMBANTU KELANCARAN KERJA PIMPINAN PADA PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK BRANCH OFFICE PALEMBANG

    No full text
    The title of this final report is “The Role of secretary to support the General Manager duties at PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Palembang” This final Report aims to determine the role of secretary in arranging schedule activities the General Manager and receiving telephone messages from guest or relations. As a source of data writing of the final report was interview conducted author to secretary from PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Palembang, observation and literature reference. Based on data obtained there are two obstacles secretary duties, secretary make a schedule General Manager’s activities in Agenda Book whom small size such a expedition book so that can pile up with other documents and receiving telephone messages, secretary didn’t use telephone messages form but only a small piece of paper to record then pasted to computer so that can make the piece of paper can lost. Author try to give suggestion as follows: The best way except make a General Manager’s activities at agenda book PLMDM GA, secretary should record in white board whom hanging close with secretary’s table and recording telephone messages, as a best way secretary uses form or special card to receiving telephone record
    corecore