230 research outputs found
USAHA GURU DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH WAHID HASYIM UDANAWU BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Usaha Guru dalam Mengembangkan Potensi Siswa di
Madrasah Ibtidaiyah Wahid Hasyim Udanawu Blitar” ini ditulis oleh Riris
Wahyuni, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), NIM: 17205153178
Tahun 2019 dibimbing oleh Drs. H. Masduki, M.Ag.
Kata kunci: Usaha Guru, Intelektual, Emosional, Spiritual.
Penelitian dalam skripsi ini menjelaskan betapa pentingnya peran seorang
guru untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri siswa. Guru merupakan
role model sekaligus orang tua bagi siswa untuk memahami dirinya dan
mengetahui dunia luar. Dengan begitu siswa akan mampu mewujudkan
pengembangan intelektual, emosional dan spiritual untuk menghadapi tantangan
masa depan. Usaha guru dalam mengembangkan potensi intelektual bukan hanya
melalui kegiatan dalam kelas namun juga menerapkannya melalui kegiatan pada
jam luar sekolah. Kegiatan pengembangan tersebut diantaranya: bimbingan
belajar pada jam sekolah, memberikan pengayaan, perbaikan, pendekatan khusus,
pembinaan olimpiade, catur pada jam luar kelas dll. Sedangkan usaha guru dalam
mengembangkan potensi emosional melalui: buku penghubung, hukuman yang
mendidik, ice breaking, kegiatan pencak silat dll. Dan untuk menyempurnakan ke
dua potensi tersebut guru juga mengembangkan potensi spiritual yakni:
Pembiasaan shalat berjama’ah, madin dan TPQ, kegiatan infak akhirat dll. Oleh
karena itu sangat penting sekali bagi pendidik untuk memiliki kompetensi guna
mencapai pengembangan tersebut dan tujuan dari pendidikan terpenuhi secara
optimal.
Fokus penelitian ini: 1) Bagaimana usaha guru dalam mengembangkan
potensi intelektual siswa di MI Wahid Hasyim Udanawu Blitar 2) Bagaimana
usaha guru dalam mengembangkan potensi emosional siswa di MI Wahid Hasyim
Udanawu Blitar 3) Bagaimana usaha guru dalam mengembangkan potensi
spiritual siswa di MI Wahid Hasyim Udanawu Blitar. Dalam penelitian ini peneliti
menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.Data yang diperoleh peneliti yaitu
melalui tiga metode, observasi partisipan, wawancara mendalam, studi
dokumentasi, dan triangulasi. Dalam memperoleh data subyek yang peneliti
dapatkan dari kepala sekolah Supriadi, S.Pd., waka kesiswaan Nur Khasanah,
S.Pd.I., guru agama Imam Subaweh, S.Pd., guru pembina hadrah Neda Aulia
Ifadani, S.Pd., dan siswa kelas 5 Dewi Zulaikha. Teknik analisis data dalam
skripsi ini ada tiga yaitu analis sebelum dilapangan, analisis data dilapangan, dan
analisis data setelah dilapangan. Lokasi penelitian terletak di MI Wahid Hasyim
Udanawu Blitar.
Dari penelitian ini dapat dilihat hasil temuan penelitian yaitu: 1) Bagaimana
usaha guru dalam mengembangkan potensi intelektual siswa di MI Wahid Hasyim
Udanawu Blitar adalah: Guru melakukan usaha bimbingan pada jam sekolah,
memberikan pengayaan, perbaikan, pendekatan khusus, pembinaan olimpiade,
xv
catur dan pemberian reward sehingga siswa yang kurang dalam memahami
pengetahuan akan terbantu dan siswa yang sudah bisa tetap berlatih untuk lebih
mengoptimalkan kemampuan pengetahuan yang dimiliki. 2) Bagaimana usaha
guru dalam mengembangkan potensi emosional siswa di MI Wahid Hasyim
Udanawu Blitar adalah: Guru melakukan usaha dengan menyediakan buku
penghubung, memberikan tindakan hukuman yang mendidik bagi siswa yang
melakukan suatu pelanggaran contoh bertengkar dengan teman, memberikan ice
breaking ketika siswa merasa bosan dan tidak semangat, serta melakukan suatu
pembinaan kegiatan pencak silat dan mewarnai. 3) Bagaimana usaha guru dalam
mengembangkan potensi spiritual siswa di MI Wahid Hasyim Udanawu Blitar
adalah dengan memberikan kurikulum pembiasaan shalat berjama’ah baik shalat
dhuha dan dzuhur, guru bekerja sama dengan lembaga madin, guru menganjurkan
siswa untuk ikut TPQ, Pengembangan tahfidz, MTQ dan Hadrah. Semuanya
merupakan bentuk usaha guru dalam mengembangkan potensi yang ada di MI
Wahid Hasyim
PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SELF-CONTROL TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA PENGGUNA APLIKASI SHOPEE
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Fear Of Missing Out (FoMO) Dan Self-Control Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pengguna Aplikasi Shopee” ini ditulis oleh Riris Wahyuni, NIM 126308212149, dengan pembimbing Dr. Rizqa Ahmadi., Lc.MA
Kata Kunci: Fear of Missing Out (FoMO), Self-Control, Perilaku Konsumtif, Mahasiswa, Shopee
Fenomena meningkatnya perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa khususnya dalam penggunaan platform belanja online seperti shopee, menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Mahasiswa cenderung melakukan pembelian bukan berdasarkan kebutuhan yang nyata, melainkan karena dorongan emosional. Salah satu pemicu utamanya adalah Fear of Missing Out (FoMO), di mana mereka merasa cemas akan ketinggalan tren atau penawaran menarik. Selain itu, kurangnya kemampuan dalam mengendalikan diri (self-control) juga turut berkontribusi pada perilaku ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh FoMO dan self-control terhadap perilaku konsumtif mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, yang memungkinkan pemilihan responden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu sebanyak 393 mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang merupakan pengguna aktif aplikasi Shopee. Istrumen penelitian berupa skala Fear of Missing Out (FoMO), skala self-control, dan skala perilaku konsumtif. Seluruh instrumen ini disebarkan secara daring melalui Google Form. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27.
Hasil penelitian berdasarkan uji t menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung > dari t tabel (9,499 > 1,649), serta nilai R Square kontribusi sebesar 51,1%. Sementara itu, self-control nilai signifikansinya adalah 0,000 dan t hitung > dari t tabel (-4,861 > 1,649) sehingga dinyatakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan kontribusi sebesar 43,2%. Berdasarkan hasil uji F secara simultan, diperoleh signifikansi (sig) sebesar 0,000 F tabel (227,645 > 3,02), sehingga disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pada FoMO dan self-control terhadap perilaku konsumtif dengan kontribusi sebesar 53,6%. Dengan demikian, variabel Fear Of Missing Out (FoMO) dan self-control memiliki andil untuk menaikkan atau menurunkan perilaku konsumtif. Jadi, perilaku konsumtif dapat mengalami peningkatan dengan adanya Fear Of Missing Out (FoMO), namun dapat diatasi atau diturunkan dengan adanya peningkatan self-control
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, (LETAK: DI BAWAH LEMBAR PENGESAHAN) UPLOAD ULANG).. Pengaruh Promosi, Kualitas Layanan dan Kepercayaan terhadap Keputusan Menabung Nasabah BSI KCP Surabaya Merr
Irfana, Riris Nofida. Pengaruh Promosi, Kualitas Layanan dan Kepercayaan terhadap Keputusan Menabung Nasabah BSI KCP Surabaya MERR. Skripsi. 2024. Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing: Ajeng Wahyuni, M.Pd.
Kata kunci: Promosi, Kualitas Layanan, Kepercayaan, Keputusan Menabung
Keputusan menggunakan suatu produk dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya promosi, kualitas layanan dan kepercayaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenaikan jumlah nasabah Bank Syariah Indonesia KCP Surabaya Merr, namun nasabah mengatakan bahwa tidak mengetahui apa saja produk yang ada pada bank, nasabah lain mengatakan bahwa kualitas layanan pada bank cukup lama dan terdapat nasabah yang belum sepenuhnya percaya terhadap bank.
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) pengaruh promosi terhadap keputusan menabung nasabah (2) pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan menabung nasabah (3) pengaruh kepercayaan terhadap keputusan menabung nasabah (4) pengaruh promosi,
kualitas layanan dan kepercayaan terhadap keputusan menabung nasabah BSI KCP Surabaya Merr. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data primer digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian adalah nasabah BSI KCP Surabaya Merr, dan 100 responden menggunakan pendekatan non-probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan
analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keputusan menabung nasabah dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh promosi, dengan nilai t hitung sebesar 8,135 > t tabel 1,984 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. (2) Keputusan menabung
nasabah dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh kualitas layanan, dengan nilai t hitung sebesar 16,536 > t tabel 1,984 dan nilai signifikansi 0,000 1,984 dan nilai signifikansi 0,000 F tabel, atau 117.566 > 2,70, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji determinan, 78,6% keputusan menabung
nasabah dipengaruhi oleh promosi, kualitas layanan, dan kepercayaan, sedangkan sisanya 21,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian
ini
Juridical Review of Local Investigation Evidence Position in Islamic Inheritance Disputes (Decision Study Number 2684 / Pdt / G / 2018 / PA.Mdn)
Masyarakat dalam melakukan penyelesaian sengketa perdata, hendaknya
harus sesuai dengan peraturan yang diatur dalam Hukum Acara Perdata. “Hukum
acara perdata adalah rangkaian peraturan - peraturan yang memuat cara
bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan
bagaimana cara pengadilan itu harus bertindak satu sama lain untuk melaksanakan
berjalannya peraturan - peraturan Hukum Perdata”
Permasalahan yang dibahas oleh penulis ialah Bagaimana pengaturan
Tentang Pembuktian Pemeriksaan Setempat Dalam Sengketa Waris Islam,
Bagaimana Penyelesaian Sengketa Waris Islam Di Pengadilan Agama, serta
Bagaimana Kedudukan Pembuktian Pemeriksaan Dalam Sengketa Waris Islam.
Metode penelitian yang penulis pakai ialah jenis penelitian adalah yuridis
empiris yaitu metode penelitian yang mengkaji studi dokumen, yakni
menggunakan berbagai data sekunder seperti peraturan, perundang-undangan,
keputusan pengadilan, teori hukum dan dapat juga berupa pendapat para sarjana.
Hasil penelitian dalam penulisan ini ialah Bahwa penggunaan pembuktian
pemeriksaan setempat diatur dalam Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2001
tentang pemeriksaan setempat. Berdasarkan Surat edaran yang pada intinya
mengijinkan ketua majelis hakim dapat mengadakan pemeriksaan setempat dalam
memeriksa sengketa perdata yang obyek sengketanya adalah benda tidak bergerak
yaitu tanah, Penyelesaian Sengketa Waris Islam Di Pengadilan Agama dilakukan
secara mediasi antara kedua belah pihak, Kedudukan Pembuktian Pemeriksaan
Dalam Sengketa Waris Islam, dalam hal ini Pembuktian merupakan salah satu
aspek yang sangat penting didatangkan dan disiapkan oleh para pihak (Penggugat
dan Tergugat) dalam membuktikan kebenaran suatu peristiwa hukum. Maka
kedudukan dalam pembuktian memiliki arti yang sangat penting dalam sengketa
waris islam.Communities in carrying out civil dispute resolution should be in
accordance with the regulations set out in the Civil Procedure Code. "Civil
procedural law is a set of rules that contain how people must act with and before
the court and how the court must act with one another to carry out the
implementation of the Civil Code regulations"
The problem discussed by the author is How is the regulation of Proof of
Local Examination in Islamic Inheritance Disputes, How is the Settlement of
Islamic Inheritance Disputes in the Religious Courts, and What Is the Proof of
Examination in Islamic Inheritance Dispute .
The research method that the author uses is a type of empirical research
that is a research method that examines the study of documents, which uses
various secondary data such as regulations, legislation, court decisions, legal
theory and can also be in the opinion of scholars.
The results of this research are that the use of proof of local examination
is regulated in the Supreme Court Number 7 of 2001 concerning local
examination. Based on a circular which basically allows the head of the panel of
judges to hold a local examination in examining civil disputes where the object of
dispute is immovable property, namely land, Settlement of Islamic Inheritance
Disputes in the Religious Courts is mediated between the two parties, Proof of
Examination in the Islamic Welfare Dispute , in this case Proofing is one of the
most important aspects brought in and prepared by the parties (Plaintiffs and
Defendants) in proving the truth of a legal event. So the position in the proof has
a very important meaning in the Islamic inheritance disput
Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Persalinan pada Bidan di Semarang
Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Persalinan pada Bidan di Semarang
Ida Wahyuni dan EkawatiOccupational Safety and Health Department, Faculty of Public Health Diponegoro UniversityCorresponding author: [email protected]
ABSTRAKBidan seperti halnya pekerja menghadapi risiko penyakit akibat kerja. Risiko ini meningkat karena bidan berhubungan dengan cairan tubuh ibu hamil/bersalin seperti darah dan ketuban. Penggunaan alat pelindung diri sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada bidan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah semua bidan di puskesmas perawatan sejumlah 73 orang. Data didapatkan berdasarkan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% bidan mencuci tangan dan mengenakan sarung tangan saat menangani pasien. Sebanyak 87,8% mengenakan masker; 35,1% mengenakan kacamata; dan hanya 6,8% mengenakan topi. Bidan perlu meningkatkan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri untuk masker, kacamata dan topi.Kata Kunci: kepatuhan pemakaian alat pelindung diri, bidanCompliance of Personal Protective Equipment (PPE) Use for Midwives in Semarang Ida Wahyuni dan EkawatiOccupational Safety and Health Department, Faculty of Public Health Diponegoro UniversityCorresponding author: [email protected]
ABSTRACTMidwives as well as workers face the risk of occupational diseases. This risk increases because the midwife exposed to body fluids of pregnant / maternal women such as blood and amniotic fluid. Personal protective equipment is necessary to minimize the risk. The purpose of this study was to describe the compliance of personal protective equipment use on midwife. This was descriptive research with cross-sectional approach. Respondents were all midwives in the primary health care, there were 73 peoples. Data were obtained based on questionnaires. The results showed that 100% of midwives washed hands and put on gloves when handling patients. There were 87.8% of midwifves wear masks; 35.1% wear glasses and only 6.8% wear a hat. Midwives need to improve compliance with the use of personal protective equipment for masks, goggles and hats.Keywords: compliance of personal protective equipment, midwif
PENERAPAN METODE OUTDOOR STUDY DENGAN MEMANFAATKAN DATA KEPENDUDUKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI ASPEK KEPENDUDUKAN PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS XI SMA N JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Pembelajaran geografi di kelas XI IPS cenderung melaksanakan kegiatan
pembelajaran di dalam kelas. Metode outdoor study membuat siswa lebih tertarik,
bersemangat dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran geografi. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui: (1) aktivitas belajar siswa dalam penerapan
metode outdoor study dengan memanfaatkan data kependudukan sebagai sumber
belajar materi aspek kependudukan, (2) minat belajar siswa dalam penerapan
metode outdoor study dengan memanfaatkan data kependudukan sebagai sumber
belajar materi aspek kependudukan, (3) perbedaan rata-rata hasil belajar kognitif
siswa antara pretest dan posttest dalam penerapan metode outdoor study dengan
memanfaatkan data kependudukan sebagai sumber belajar materi aspek
kependudukan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasinya yaitu kelas XI IPS
SMA Negeri Jatilawang dan diambil sampel 1 kelas. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, angket, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan
deskriptif persentase dan uji perbedaan dua rata-rata hasil belajar.
Hasil penelitian yaitu: (1) aktivitas belajar siswa kelas XI IPS dalam
pelaksanaan pembelajaran geografi secara keseluruhan termasuk kriteria baik.
Aktivitas tersebut meliputi: aktivitas mengamati termasuk kriteria baik (87,56%),
aktivitas tanya jawab termasuk kriteria tidak baik (45,33%), aktivitas mendengar
termasuk kriteria baik (89,78%), aktivitas menulis termasuk kriteria baik
(88,44%) dan aktivitas menggambar termasuk kriteria baik (85,78%), (2) minat
belajar siswa kelas XI IPS dalam pelaksanaan pembelajaran geografi secara
keseluruhan termasuk dalam kriteria berminat (77,25%), (3) terdapat perbedaan
rata-rata hasil belajar kognitif siswa antara pretest dan posttest kelas XI IPS yaitu
rata-rata nilai pretest sebesar 60,9 dan rata-rata nilai posttest sebesar 81,6.
Saran yang diajukan yaitu: (1) metode outdoor study dapat dijadikan sebagai
variasi pembelajaran agar siswa tidak bosan dengan pemebelajaran di kelas yang
monoton, (2) kelemahan yang ada pada kegiatan outdoor study dapat diatasi
dengan melakukan persiapan lebih matang yang dicantumkan dan disiapkan
melalui Rencana Proses Pembelajaran (RPP), (3) pemanfaatan lingkungan sekitar
sebagai sumber belajar dapat dijadikan sebagai bentuk kepedulian antara siswa
dengan lingkungan yang ada di sekitarnya, (4) pengenalan variasi metode
pembelajaran agar dikaji dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP), pelatihan, seminar dan lain-lain, (5) hasil belajar kognitif siswa kelas
XI IPS SMA Negeri Jatilawang pada pembelajaran geografi agar ditingkatkan
PENERAPAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN BAHAN AJAR POWERPOINT BEREFEKTIF PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH
Bahan ajar yang baik sangat dibutuhkan untuk diterapkan pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar. Bahan ajar harus bisa mengakomodasi kebutuhan siswa kelas rendah agar siswa bisa berinteraksi lebih baik saat pembelajaran berlangsung. Riset ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan pola pembelajaran yang interaktif menggunakan media powerpoint dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam pada siswa sekolah dasar kelas rendah. Riset ini dilakukan dengan sebuah metode penelitian kualitatif. Metode ini memiliki empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, pengolahan data, dan kesimpulan. Respondennya adalah siswa sekolah dasar pada kelas rendah (kelas 2 dan 3). Hasil riset menunjukan bahwa bahan ajar powerpoint memiliki efektifitas yang tinggi dalam pembelajaran yang bersifat interaktif pada proses pembelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar kelas rendah. Guru-guru sekolah dasar seharusnya lebih sering menggunakan bahan ajar powerpoint agar pembelajaran ilmu pengetahuan alam bisa lebih efektif dalam menghasilkan hasil belajar siswa yang utuh, baik secara kognitif, afektif, dan juga psikomotorik
Penerapan Metode Inkuiri untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar
Riset ini dilatarbelakangi oleh lemahnya kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Tujuan riset ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa yang duduk di bangku sekolah dasar dengan menerapkan metode inkuiri terbimbing pada materi mata pelajaran sains agar dapat mengetahui perbedaan yang relevan pada materi sains. Metode riset yang digunakan metode library research dan metode kuantitatif, dengan subjek penelitian adalah siswa yang duduk di bangku sekolah dasar kelas IV Sekolah Dasar Negeri kosong sebelas Ganting Damai. Hasil riset ini menunjukan bahwa pengaruh pada penerapan metode inkuiri terbimbing terhadap pembelajaran sains di sekolah dasar sangat baik dalam proses pembelajaran karena dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan memodifikasikan sesuatu hal yang telah dipelajari untuk menciptakan suatu hal yang baru serta mampu menciptakan sesuatu hal yang inovatif dalam hasil pengalaman belajarnya. Periset selanjutnya bisa meriset pengalaman belajar siswa yang berkaitan dengan kemampuan membuat produk yang baru dan inovatif.
Analisa Percepatan Untuk Mengatasi Sisa Waktu Dan Pekerjaan Proyek Pembangunan Hotel Namira, Surabaya
Proyek pembangunan Hotel Namira direncanakan selesai dalam jangka waktu 1 tahun dan berakhir pada Desember 2016. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, pembangunan proyek Hotel Namira mengalami beberapa kendala yang mengakibatkan keterlambatan pada beberapa pekerjaan. Keterlambatan tersebut dimulai dari keterlambatan pekerjaan lantai I dan mengakibatkan lantai II-X mengalami keterlambatan karena merupakan lintasan kritis.
Akibat adanya keterlambatan tersebut, maka perlu dilakukan langkah percepatan. Langkah percepatan yang digunakan adalah dengan Crash Program atau percepatan waktu pelaksanaan. Crash Program yang dipakai yaitu dengan penambahan waktu kerja proyek (jam lembur) dan tenaga kerja untuk mengatasi sisa waktu
dan pekerjaan yang ada agar proyek dapat selesai sesuai kontrak waktu.
Penambahan waktu jam kerja (lembur) dan tenaga kerja akan berpengaruh terhadap anggaran biaya proyek. Sehingga dilakukan perhitungan anggaran biaya setelah dilakukan langkah percepatan. Penambahan biaya untuk upah kerja dalam proyek ini disesuaikan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004.
==================================================================
The project construction of Namira Hotel is planned to finish within one year and ended in December 2016. However, in the field implementation, the construction project experienced several problem that effected the project execution got delay. The delay started from floor 1 and caused floor 2 up to floor 10 experienced the delay because they are critical path.
Therefore, the project is urgently needs acceleration using Crash Program or acceleration of execution time. The applied crash program is using addition overtime and labor to overcome the remaining time to complete the project according to the contract time.
The extra overtime and labor will increase the project cost. The additional cost in this project is adjusted to The Decree of The Minister of Manpower and Transmigration of The Republic of Indonesia Number KEP. 102 / MEN / VI / 2004
ANTIELITISME KEBUDAYAAN DALAM NOVEL PUYA KE PUYA KARYA FAISAL ODDANG
ABSTRAK
Ngesti Wahyuni, Antielitisme Kebudayaan Dalam Novel Puya Ke Puya Karya Faisal Oddang. Skripsi, Jakarta: Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2020.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi antielitisme budaya dalam upacara pemakaman adat Toraja di novel Puya Ke Puya. Selain itu, untuk mendeskripsikan kontradiksi antielitisme budaya yang terjadi di novel Puya Ke Puya dan untuk mendeskripsikan implikasi antielitisme budaya dan kritik sosial untuk karya sastra pada novel Puya Ke Puya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hermeneutika. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik analisis wacana kritis dari Teun A. Van Dijk. Subjek penelitian berupa novel Puya Ke Puya karya Faisal Oddang yang berfokus pada teks-teks yang merepresentasikan konstruksi dan kontradiksi antielitisme budaya yang dilakukan oleh tokoh pada pemakaman adat Toraja. Penulis juga melakukan wawancara kepada informan orang Toraja sebagai triangulasi data. Penulis menganalisis dan mengolah teks yang terdapat di dalam novel Puya Ke Puya dengan konsep kebudayaan pada masa lalu, masa kini dan masa depan yang berangkat dari pemikiran Raymond Williams serta dikaitkan dengan antielitisme budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada novel Puya Ke Puya ini terjadinya konflik keluarga dalam memutuskan perihal upacara pemakaman adat rambu solo. Konstruksi antielitisme budaya yang dideskripsikan pada novel ini terdapat enam hal yaitu keturunan, kualitas intrinsik, kecerdasan tokoh, kekayaan, pengalaman dan otoritas. Adanya kontradiksi antielitisme budaya terkait dengan pemikiran dua hal yang bertentangan dapat dilihat dari hubungan antar tokoh utama dengan tokoh lainnya berkaitan pada keputusan pelaksanaan upacara rambu solo. Relevansi budaya lokal Toraja dengan perkembangan zaman di novel Puya Ke Puya bahwa era yang semakin modern mengubah pola pikirnya dalam memutuskan untuk melaksanakan adat kepercayaan atau adanya kreativitas baru dalam kebudayaan itu sendiri.
Kata Kunci : Budaya Toraja, Antielitisme, Rambu Solo, Stratifikasi Sosial.
ABSTRACT
Ngesti Wahyuni, Cultural Antielitism in Faisal Oddang's Puya Ke Puya Novel. Thesis, Jakarta: Sociology Study Program, Faculty of Social Sciences, Jakarta State University, 2020.
This study aims to describe the construction of cultural anti-literacy in Toraja traditional funeral ceremonies in Puya Ke Puya. In addition, to describe the contradictions of cultural anti-literacy that occur in Puya Ke Puya's novels and to describe the implications of cultural anti-literacy and social criticism for literary works in Puya Ke Puya's novels. This study uses a qualitative approach with the type of hermeneutic research. The data analysis technique used in this study used critical discourse analysis techniques from Teun A. Van Dijk. The research subject is the novel Puya Ke Puya by Faisal Oddang which focuses on texts that represent the construction and contradictions of cultural anti-literacy carried out by figures in Toraja traditional burials. The author also conducted interviews with Toraja informants as data triangulation. The author analyzes and processes the texts contained in the novel Puya Ke Puya with the concept of culture in the past, present and future, which departs from the thoughts of Raymond Williams and is associated with cultural antielitism.
The results showed that in this Puya Ke Puya novel there was a family conflict in deciding about the rambu solo funeral ceremony. The construction of cultural antielitism described in this novel contains six things, namely heredity, intrinsic quality, character intelligence, wealth, experience and authority. The contradiction of cultural antielitism related to the idea of two opposing things can be seen from the relationship between the main character and other figures regarding the decision to carry out the solo sign ceremony. The relevance of Torajan local culture with the times in Puya Ke Puya's novel is that an increasingly modern era changes its mindset in deciding to carry out traditional beliefs or the presence of new creativity in the culture itself.
Keywords : Toraja Culture, Antielitism, Rambu Solo, Social Stratificatio
- …
