1,720,959 research outputs found
PENGGUNAAN JUS BUAH MENTIMUN UNTUK MENGATASI HIPERTENSI PADA USIA LANSIA: LITERATUR REVIEW
Latar Belakang: Meningkatnya populasi lansia juga menyebabkan permasalahan berupa masalah kesehatan, salah satunya adalah penyakit hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain penelusuran literature review. Database akademik yang digunakan dalam penelusuran ini yaitu Pubmed, google scholar, ScienceDirect dengan artikel penelitian yang diterbitkan dari tahun 2017 - 2022. Hasil: Mentimun (Cucumis Sativus L) merupakan salah satu jenis terapi herbal untuk mengobati hipertensi. Mentimun memiliki kandungan yang bermanfaat sebagai detoksifikasi karena kandungan air yang sangat tinggi hingga 90% membuat mentimun memiliki efek diuretik, mineral yang kaya pada mentimun mampu mengikat garam dan dikeluarkan melalui urin. Jus mentimun cukup cepat untuk menurunkan tekanan darah tinggi terhadap usia lansia dalam waktu yang cukup singkat selama 7 hari. Kesimpulan: Jus buah mentimun mampu mengurangi gejala tekanan darah tinggi pada usia lansia yang dianalisis dari kandungan, dosis, maupun cara pengolahan yang sederhana sehingga literature review ini hasilnya dapat dipertanggungjawabkan
Faktor Makanan Yang Memengaruhi Kejadian Akne Vulgaris: Literature Review
ABSTRAKLatar Belakang: Faktor makanan sebagai penyebab timbulnya akne vulgaris masih diperdebatkan. Beberapa studi tentang faktor makanan dan kejadian akne vulgaris menunjukkan adanya kaitan antara makanan dengan indeks glikemik yang tinggi seperti susu low fat/skim milk, cokelat, makanan berlemak dan fast food dengan kejadian akne vulgaris namun hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil. Tujuan: Mengidentifikasi faktor makanan yang dapat memengaruhi kejadian akne vulgaris. Metode: Literature review dengan mencari kajian di database atau mesin pencari seperti Google Scholar, PubMed, ProQuest, Science Direct, dan Research Gate. Tahun publikasi terbatas pada tahun 2016-2021 dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil pencarian penelitian didapatkan sebanyak 27 studi yang relevan terdapat 7 studi dari publikasi internasional dan nasional yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Faktor makanan yang terdiri dari beberapa faktor seperti indeks glikemik yang tinggi (asupan susu low fat/skim milk, cokelat, makanan berlemak dan fast food) memengaruhi perkembangan akne vulgaris. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor makanan yang memengaruhi kejadian akne vulgaris.Kata Kunci: Akne Vulgaris, Faktor Makanan, Literature Revie
Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Kejadian Astenopia pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan saat Pandemi COVID-19: Correlation between Gadget Usage Duration with Asthenopia Incidence in Nursing Students during Covid-19 Pandemic
Astenopia merupakan keluhan subjektif pada mata yang disebabkan adanya gangguan pada sistem akomodasi mata yang berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan seperti penggunaan gawai. Gejala astenopia dapat berupa gejala okuler, gejala visual dan gejala ekstraokuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia. Penentuan sampel menggunakan stratified random sampling dan dilanjutkan dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah responden yang diperoleh sebanyak 203 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner durasi penggunaan gawai dan Visual Vatigue Index. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil analisa data didapatkan 3,9% responden memiliki durasi penggunaan gawai ringan, 79,8% durasi penggunaan gawai sedang dan 16,3% durasi penggunaan gawai berat. Kemudian 28,6% responden tidak mengalami astenopia dan 71,4% responden mengalami astenopia serta tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia (p=0,422 atau p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian astenopia pada mahasiswa Program Studi Keperawatan saat pandemi COVID-19
Media Edukasi Yang Tepat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Diet: Literature Review
ABSTRAK Latar belakang: Edukasi adalah kegiatan penyampaian pesan kesehatan kepada kelompok atau individu dengan tujuan dapat memperoleh pengetahuan yang lebih baik. Media edukasi merupakan alat bantu yang berfungsi dalam menjelaskan sebagian ataupun keseluruhan program pembelajaran yang sulit dijelaskan secara verbal. Media yang dipilih dalam penelusuran literature ini adalah buku saku, leaflet, audiovisual (video), dan media sosial. Tujuan: Mengetahui penggunaan media edukasi yang tepat terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review, metode yang digunakan adalah penelusuran database pada PubMed, Google Scholar, dan Science Direct dengan rentang periode publikasi tahun 2015-2020. Hasil: Media edukasi kesehatan yang tepat untuk penderita diabetes melitus tipe 2 terhadap kepatuhan diet yaitu leaflet. Kesimpulan: Media edukasi yang tepat untuk penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu menggunakan media leaflet terhadap kepatuhan diet. Kata Kunci : diabetes melitus tipe 2, kepatuhan diet, media edukasi, pengetahuan
Hubungan Pembelajaran Daring Selama Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura
Latar Belakang: Pembelajaran jarak jauh meninggalkan catatan serius seperti masalah psikologis mahasiswa yang menunjukkan tingkat kecemasan, stres dan depresi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa pada masa normal. Terdapat hal yang menjadi masalah bagi mahasiswa dalam implementasi pembelajaran secara daring seperti pemahaman penggunaan teknologi yang masih minim, jaringan yang tidak stabil, besarnya biaya yang dikeluarkan untuk proses pembelajaran, dan stress yang dialami mahasiswa.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19 terhadap tingkat stres mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura.
Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan populasi 153 responden.
Hasil: Penelitian menunjukkan semester 2 memiliki tingkat stress sedang sebanyak 35 dari 62 (40.5%) mahasiswa. Responden yang berumur 19 tahun memiliki tingkat stress sedang sebanyak 30 dari 58 (37,9%). Angkatan 2021 memiliki tingkat stress berat sebanyak 35 dari 64 (41,8%). Mahasiswa berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat stress sedang lebih tinggi dari pada laki-laki sebanyak 78 dari 127 (83,0%) mahasiswa perempuan. Hasil didapatkan bahwa nilai sighnifikan untuk hubungan antara kedua variabel adalah 0.044 yang artinya p.
Kesimpulan: Ada hubungan sangat kuat pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 terhadap tingkat stress mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura.
Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Pembelajaran Daring, Tingkat Stres
IMPLEMENTASI INTERPROFESSIONAL COLLABORATION ANTAR TENAGA KESEHATAN YANG ADA DI RUMAH SAKIT INDONESIA ; LITERATURE REVIEW
ABSTRAKLatar Belakang : Kolaborasi Interprofesi atau Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan hubungan dari berbagai tenaga kesehatan yang saling berkolaborasi dan bekerjasama untuk memberikan perawatan untuk pasien serta berbagi informasi terkait dengan catatan perkembangan terintegrasi pasien yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Metode : Jenis penelitian literature review dengan teknik analisis data menggunakan content analisys, artikel diperoleh dari database neliti.com, google scholar, PubMED, ResearchGate dan Portal Garuda, dengan menggunakan kata kunci : kolaborasi antar tenaga kesehatan, rumah sakit, interprofesional collaboration, hospital. Hasil : Dari hasil pencarian ditemukan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisis menunjukkan bahwa Interprofessional Collaboration antar tenaga kesehatan memiliki beberapa dampak seperti dampak pada keselamatan pasien, kepuasan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit, adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan interprofessional collaboration adalah komunikasi, latar belakang tingkat pendidikan yang berbeda dan keterbatasan memahami peran masing-masing. Kesimpulan :Interprofessional Collaboration (IPC) dapat meningkatkan tingkat keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Kata Kunci : Kolaborasi antar tenaga kesehatan, Interprofesional collaboration, Rumah sakit
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
