Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYAKIT TUBERKULOSIS DI WILAYAH PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK
Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang memerlukan waktu yang panjang dalam pengobatannya dan menimbulkan gejala fisik yang cukup mengganggu penderitanya.. Selain itu tuberkulosis dapat menimbulkan perasaan rendah diri dan malu pada penderitanya, hal tersebut dapat menimbulkan stres pada penderitanya. Stres yang dialami oleh penderita dapat mempengaruhi kualitas hidupnya yang dapat berdampak pada keberhasilan pengobatan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup penderita penyakit tuberkulosis di wilayah Puskesmas Perumnas II Pontianak.Metode : Penelitian ini bersifat kuantitif menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dilanjutkan dengan purposive sampling dengan jumlah responden 70 penderita. Uji statistik menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau.Hasil : Hasil analisa univariat didapatkan sebagian besar memiliki tingkat stres sedang sebanyak 42 responden (70%) dan memiliki kualitas hidup buruk sebanyak 52 responden (74,3%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup penderita penyakit tuberkulosis di wilayah Puskesmas Perumnas II Pontianak (p=0,009).Kesimpulan : Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup penderita penyakit tuberkulosis di wilayah Puskesmas Perumnas II Pontianak
THE EFFECT OF PROVIDING HEALTH EDUCATION USING SIMULATION MODEL TOWARD THE IMPLEMENTATION OF HAND WASHING WITH SOAP TO EARLY CHILDHOOD EDUCATION PRESCHOOL AT TUNAS MELATI KINDERGARTEN SANGGAU
Background : golden age are the preschool children who are in the age range around 3 – 6 years, this phase of age shows curiosity and interest to explore the environment increases and this is cause of preschool children being suscetible to disease and vulnerable to suffer from hygiene-related diseases, one of them is diarrhea. Diarrhea causes death about 25,2% children under 5 years old in Indonesia. Therefore the most important prevention from this problem is increasing clean and healthy of life behavior, which starts from washing hans.Objective : This reseacrh aims to determine the effect of healthy education by using simulation method toward the implementation of hand washing with soap to early childhood in Tunas Melati kindergarten Sanggau.Method :tthis reseacrh is quantitative model, using one group pretest – postest design. The sample in this research by using sampling total, the amount of responden is 26 peoples. Statistic test is using wilcoxon test.Result : hypothesis testing using wilcoxon test result is found signifant result between pre test and post test (P = 0,000), and that showing that is available the effect of healthy education using simulation method toward the implementation hand wash with soap in Tunas Melati kindergarden.Conclusion: model of health education using simulation method is one of effective way of giving learning topics, because preschoolers children like to learning methods that are motoric and associative.Keyword : simulation, children,hand wash, Healthy education, preschoo
HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PONTIANAK
ABSTRAKLatar Belakang : Smartphone telah menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Jumlah pengguna smartphone dari tahun ke tahun mengalami peningkatan secara global. Smartphone memiliki dampak negatif bagi remaja yang menyebabkan kecanduan pada smartphone yang dapat mengganggu kualitas tidur.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan perilaku penggunaan smartphone dengan kualitas tidur pada remaja di Sekolah MAN 1 Pontianak.Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 291 dan sampel sebanyak 168 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah Pittsburg Sleep Quality Index dan Smartphone Addiction Scale.Hasil : Uji hipotesis dengan uji korelasi Kendall’s tau_b menunjukkan adanya hubungan antara perilaku penggunaan smartphone dengan kualitas tidur pada remaja dengan nilai korelasi -0,184** dan nilai signifikansi 0,001.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara perilaku penggunaan smartphone dengan kualitas tidur pada remaja. Kata Kunci : Smartphone, Kualitas Tidur, Remaj
KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DI UPT PANTI SOSIAL REHABILITASI LANJUT USIA MULIA DHARMA
Latar Belakang: Seiring bertambahnya populasi lansia dan semakin besarnya angka harapan hidup bagi lansia, maka akan timbul banyak permasalahan yang dialami oleh lansia. Semua perubahan yang terjadi pada lansia ini tentu saja akan menjadi stresor bagi lansia dan akan mempengaruhi kesejahteraan hidup lansia. Kesejahteraan hidup lansia yang meningkat akan meningkatkan pula kualitas hidup (Quality of Life) lansia karena proses penuaan, penyakit, dan berbagai perubahan dan penurunan fungsi yang dialami lansia mengurangi kualitas hidup lansia secara progresif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kualitas hidup lanjut usia di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 51 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kualitas hidup dengan Older People’s Quality of Life (OPQOL-Brief). Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa responden dengan kualitas hidup pada tingkat buruk sejumlah 8 responden (15,7%) dan responden dengan kualitas hidup pada tingkat baik sejumlah 43 responden (84,3%). Kesimpulan: Hampir seluruh dari jumlah responden yang diambil memiliki tingkat kualitas hidup yang baik
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PEMUDA ADAT TENTANG KONSEP PLANETARY HEALTH DI KOMUNITAS ADAT DAYAK KANAYATN BINUA SAMIH I - SAKOLAH BUDAYA PATAMUAN TALINO
Background: This study assessed the level of knowledge about planetary health among the Dayak Kanayatn indigenous youth at the Sakolah Budaya Patamuan Talino in Binua Samih I. Planetary health, which links human health to environmental health, is crucial for sustainable development. Method: The research utilized a descriptive design, data were collected from 55 respondents through questionnaires, with validity and reliability confirmed by Pearson Product Moment and Cronbach's Alpha methods. Univariate analysis described the characteristics of the variables studied. Result: The findings showed significant variation in knowledge levels based on age, gender, education, and occupation. Notably, farmers exhibited higher knowledge levels compared to students. These results highlight varying awareness and understanding of planetary health concepts among the youth, indicating the need for targeted educational interventions to enhance knowledge and promote sustainable health practices within the community. Conclusion: This study underscores the importance of increasing awareness and education about planetary health among indigenous communities. By improving knowledge levels, it is possible to foster more sustainable health practices that benefit both human and environmental health. Future research should explore the effectiveness of different educational strategies in improving knowledge and practices related to planetary health
Aromaterapi Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Fraktur: Literature Review
Background: Fractures can cause pain resulting in damage to the bones andtendons, which is unpleasant, subjective, and is part of the result of breakingthe continuity of the bone. Fracture pain is an unpleasant sensation. There are2 fracture pain management, namely pharmacologically and nonpharmacologically. Pharmacologically using drugs and nonpharmacologicallyusing aromatherapy. Aromatherapy can be given in several ways, one of themost effective ways is inhalation. Aim: The aim of this study was to analyzethe journals related to the relationship between aromatherapy in reducingfracture pain. Method: Using a literature review. The research samplesanalyzed were 7 articles. Data collection tools are Research Gate, Pubmed,Google Schollar, and Proquest. Data analysis using PICO. Result: Seven outof fiveteen articles used in this literature review show significant influence theeffect aromatherapy on reducing pain intensity. Conclusion: The use ofaromatherapy can be given to patients who experience fracture pain becauseafter an analysis of several articles there is a relationship between one articleand another in reducing the intensity of fracture pain.Keywords : Aromatherapy, Fracture, Pai
Hubungan Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Prodi Keperawatan Mengerjakan Tugas Akhir Di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak
Stres merupakan reaksi adaptasi tubuh dimana tubuh merasakan tekanan akibat stimulus berasal dari lingkungan eksternal maupun internal. Kondisi stres berkepanjangan berisiko memicu masalah kejiwaan pada seorang individu. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan stres dan kualitas tidur serta mengidentifikasi karakteristik mahasiswa Prodi Keperawatan Angkatan 2017. Desain penelitian ini deskriptif analitik. Populasi penelitian ini Mahasiswa Prodi Keperawatan angkatan 2017 Universitas Tanjungpura Pontianak. Teknik sampling adalah Simple Random Sampling. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan Spearman Rank. Hasil penelitian mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 responden (83%), status tinggal di kost / kontrakan sebanyak 26 responden (55,3%), berasal dari suku dayak sebanyak 16 responden (34%). Mayoritas Mahasiswa Program Studi Keperawatan yang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak mengalami tingkat stres normal sebanyak 22 responden (46,8%). Mayoritas Mahasiswa Program Studi Keperawatan yang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 44 responden (93,6%). Kesimpulan penelitinian dikatakan tidak ada hubungan antara stres dan kualitas tidur Mahasiswa Prodi Keperawatan mengerjakan tugas akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak, penelitian ini dapat menjadi bahan kajian bagi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan tentang tingkat stres dan kualitas tidur agar mampu melakukan upaya pencegahan stres
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU DALAM UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA MASYARAKAT KOTA PONTIANAK
Latar Belakang: Provinsi Kalimantan Barat menempati peringkat ke 24 di Indonesia dengan prevalensi terbanyak penderita diabetes melitus pada tahun 2018. Kota Pontianak menempati urutan kedua setelah Kota Singkawang dengan prevalensi penderita diabetes melitus tertinggi di Kalimantan Barat. Pencegahan diabetes melitus masih sedikit diterapkan oleh masyarakat salah satunya dalam olahraga dan mengatur pola makan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 384 responden. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan metode snowball sampling. Uji yang digunakan yaitu uji somers’d. Hasil: Terdapat 126 responden dengan tingkat pengetahuan baik, 229 responden tingkat pengetahuan sedang dan 29 responden berpengetahuan kurang terkait pencegahan diabetes melitus. Kategori sikap menunjukkan 149 responden memiliki sikap yang baik, 224 responden memiliki sikap sedang dan 11 responden dengan sikap yang kurang terhadap upaya pencegahan diabetes melitus. Kategori perilaku hanya didapatkan 1 responden yang memiliki perilaku baik, 47 responden dengan perilaku sedang dan 336 responden memiliki perilaku kurang dalam upaya pencegahan diabetes melitus. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku (p=0,453). Tidak ada hubungan antara sikap dan perilaku (p=0.108). Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap masyarakat Kota Pontianak tidak ada hubungan dengan perilaku pencegahan diabetes melitus
HUBUNGAN ANTARA KADAR GULA DARAH SEWAKTU DENGAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PASIEN LUKA DIABETES BERULANG DI KLINIK PKU MUHAMMADIYAH KITAMURA PONTIANA
Latar Belakang: Luka diabetes adalah luka yang terjadi karena adanya kelainan pada saraf, kelainan pembuluh darah dan kemudian adanya infeksi dengan adanya infeksi juga dapat meningkatkan jumlah leukosit pada pasien luka diabetes berulang, lamanya menderita DM juga akan meningkatkan resiko kejadian luka diabetes berulang. diabetes mellitus juga biasanya ditandai dengan gula darah yang lebih tinggi dari normal. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kadar gula darah sewaktu dengan jumlah leukosit pada pasien luka diabetes berulang di Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik (cross sectional). Sampel penelitian ini sebanyak 261 data rekam medis dan menggunakan data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Variabel Independen adalah kadar gula darah sewaktu dan variabel dependen adalah leukosit. Analisa data menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil: Terdapat 191 responden dengan nilai gula darah sewaktu yang abnormal sedangkan nilai normal sebanyak 70 responden. Leukosit pada penderita luka diabetes berulang didapatkan sebanyak 203 responden dengan leukosit tinggi, 55 responden memiliki leukosit yang normal dan 3 responden dengan leukosit rendah. Kesimpulan: Ada hubungan antara kadar gula darah sewaktu dengan jumlah leukosit pada pasien luka diabetes berulang di Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak
Association between Physical Activity and the Incidence of Obesity in Adolescents
Background: The incidence of obesity among adolescents is rising annually. Obesity may also increase the risks of morbidity and mortality at an earlier age. It is due to the imbalance of energy that accumulates continuously. This imbalance of energy intake might be predisposed by an increased food intake and lack of physical activity. Aim: To investigate the association of physical activity with the incidence of obesity in adolescents. Method: This is a quantitative study with a cross-sectional design. The total sample was 245 high school students of SMAN 1 Singkawang, recruited through a consecutive sampling method. Data was collected including height and body weight to calculate the body mass index (BMI). The Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) was used to screen the levels of physical activity. The Chi-Square test was used for the bivariate analysis. Results: Of 245 respondents, 69.8% and 30,3% were non-obese and obese, respectively and 58.5% regularly performed a light physical activity. The bivariate analysis shows there is no significant association between physical activity and the incidence of obesity among adolescents with p = 0.028. Conclusion: There was association the physical activity and the incidence of obesity among adolescents.Keywords: physical activity, obesity, adolescent