Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA SKIZOFRENIA : LITERATURE REVIEW
Latar belakang:Pasien skizofrenia yang gagal mematuhi resimen pengobatan mempunyai kecenderungan untuk kambuh. Kepatuhan minum obat merupakan hal yang penting untuk dilakukan demi mencegah kekambuhan, maka diperlukan dukungan keluarga karena memiliki kesempatan untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Tanpa dukungan keluarga, pasien kesulitan dalam mengontrol pengobatan dan mempertahankan motivasi untuk sembuh. Tujuan: untuk menganalisis artikel jurnal maupun penelitian tentang dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien skizofrenia. Metode: desain penelitian ini menggunakan penelusuran literature review pada database Google Schoolar, PubMED, ScienceDirect dan Research Gate, dan menggunakan flowchart prisma dalam ektraksi data. Hasil: terdapat korelasi yang erat antara dukungan keluarga yang baik terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pasien. Rata-rata hasil menunjukkan dukungan keluarga skizofrenia yang baik, dan hal ini berpengaruh positif terhadap kepatuhan pasien skizofrenia dalam menjalani pengobatan. Kesimpulan: Hubungan yang signifikat antara dukungan keluarga terhadap meningkatnya kepatuhan minum obat pasien skizofrenia, namun tidak menutup kemungkinan faktor lain juga bisa berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pasien. Diketahui faktor kesadaran diri pasien dapat memaksimalkan peran dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien.Keywords: Dukungan Keluarga, Skizofrenia, Tingkat Kepatuhan Minum Oba
THE CORRELATION BETWEEN BULLYING AND ADOLESCENT SELF CONCEPT JUNIOR HIGH SCHOOL OF GARUT
The rise of bullying behavior in the junior high school becomes a problem for teenagers during school activity. Again, bullying among teenagers can be bad for victims, perepetrators or witnesses. It can develop self from in adolescents. The purpose of this research was to know the relationship of bullying and self concept in SMP Negeri 5 Garut. This was a descriptive analytic study with cross sectional method. The number of respondents were 105 students class VII dan VIII. Data collection was done by using self administred questionare. The results showed that most teenagers in the SMP Negeri 5 Garut experienced bullying 53% and the majority of teenagers in the SMP Negeri 5 Garut has a positive self-concept 57%. The results releaved that there was significant correlation between bullying and adolescent self concept (p = 0,020) which means there is a significant relationship between bullying with adolescent self-concept. In conclusion the teacher must provide knowledge about bullying and supervise the students to avoid bullying that will result in student self concept
Associated Of Nurses Motivation With Implementation Of Nurses Therapeutic Communications In Mitra Medika Hospital Medan
Background: Communication is a tool for nurses to influence patient behaviour in implementing nursing care. Communication can be done verbally or non-verbally. Verbal means words both orally and in writing, while non-verbal means without words. Objective: This study aimed to determine the relationship between Nurse Motivation and the Application of Therapeutic Communication for Nurses in the Inpatient Room of Mitra Medika Hospital, Medan, in 2020. Method: This study used an analytic survey research design with a cross-sectional approach, using the continuity correction test. The population in this study were nurses who worked at Mitra Medika Hospital Medan by totaled 74 respondents. The sample wer takem from all numbers of population by using total population. The type of data was primary data. The data analysis was univariate analysis and bivariate analysis. Results: there was a relationship between the motivation of nurses and the application of therapeutic communication by nurses in Mitra Medika Hospital Medan in 2020 with p-value = .003. Conclusion: relationship between the motivation of nurses and the application of therapeutic communication by nurses in Mitra Medika Hospital Medan in 202
Penerapan Total Quality Management Terhadap Kinerja Perawat Di Rumah Sakit: Literature Review
Latar Belakang: Sangatlah penting untuk meningkatkan kinerja perawat di rumah sakit dalam hal perawatan pasien. Seperti yang dapat dilihat dari 10 komponen TQM, sebuah upaya harus dilakukan untuk menerapkan Total Quality Management untuk meningkatkan kinerja perawat. Metode: Tinjauan Pustaka menggunakan teknik pencarian artikel penelitian melalui database elektronik pada ResearchGate, PubMed, ScienceDirect, Neliti, Sage, dan ProQuest, serta mesin pencari seperti Google Scholar dalam rentang tahun 2011-2021. Hasil: Dari hasil tinjauan pustaka ditemukan 7 artikel yang sesuai kriteria. Analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, para perawat sudah melakukan pekerjaan yang layak dalam menerapkan Total Quality Management ketika memberikan perawatan medis kepada pasien. Para perawat bekerja lebih baik ketika TQM diterapkan secara lebih efektif. Di sisi lain, kinerja perawat di rumah sakit menjadi lebih buruk dalam memberikan layanan kesehatan ketika TQM tidak diterapkan dengan baik. Kesimpulan: Sungguh luar biasa bahwa para perawat menggunakan TQM, yang terdiri dari sejumlah komponen, untuk meningkatkan kinerja mereka. Komponen-komponen ini meliputi fokus pada pelanggan, obsesi kualitas, komitmen jangka panjang, kerja sama tim, peningkatan sistem yang berkelanjutan, pendidikan dan pelatihan, serta keterlibatan dan pemberdayaan karyawan. Kata Kunci: Kinerja perawat, Manajemen Mutu Terpadu, TQM di rumah saki
SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS: A LITERATURE REVIEW
ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes melitus adalah keditakmampuan tubuh memproduksi atau memproses insulin dari pangkreas. Masalah Diabetes melitus diminimalisir jika memiliki kemampuan & pengetahuan mengontrol penyakitnya, yaitu self-care. Namun penerapan self-care perawatan di fasilitas kesehatan terutama pasien Diabetes melitus kurang diperhatikan, self-care belum menjadi perhatian untuk diterapkan perawat dalam asuhan keperawatan. Tujuan: Menganalisa bentuk penerapan self-care terhadap kualitas hidup pasien Diabetes melitus. Metode: Jenis penelitian literature review, metode pencarian artikel menggunakan SPIDER. Menggunaan database yaitu Science Direct, Pubmed & Google Scholar, artikel penelitian diterbitkan dari tahun 2017-2021. Hasil: Penelusuran sebanyak 581.551 artikel discreening berdasarkan kriteria judul didapatkan 287.928 artikel selanjutnya diseleksi berdasarkan kriteria inklusi, didapatkan 7 artikel menggunakan desain Quantitative Cross-sectional dengan responden 30 sampai 302 pasien, menjelaskan hubungan penerapan self-care dengan kualitas hidup pasien di pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Dari 7 artikel disimpulkan bahwa semakin baik penerapan self-care semakin baik kualitas hidup pasien. Bentuk self-care diterapkan penelitian yaitu dengan melakukan Pola makan (diet), pengontrolan gula darah, terapi obat, perawatan kaki & latihan fisik. Hasil didapatkan bahwa self-care sangat mempengaruhi adanya peningkatan dari kualitas hidup pasien Diabetes mellitus, manfaat self-care yaitu pasien merasakan kepuasan keadaannya, memiliki koping positif, penyembuhan lebih cepat & terhindar dari kecacatan.
PENGGUNAAN JUS BUAH MENTIMUN UNTUK MENGATASI HIPERTENSI PADA USIA LANSIA: LITERATUR REVIEW
Latar Belakang: Meningkatnya populasi lansia juga menyebabkan permasalahan berupa masalah kesehatan, salah satunya adalah penyakit hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain penelusuran literature review. Database akademik yang digunakan dalam penelusuran ini yaitu Pubmed, google scholar, ScienceDirect dengan artikel penelitian yang diterbitkan dari tahun 2017 - 2022. Hasil: Mentimun (Cucumis Sativus L) merupakan salah satu jenis terapi herbal untuk mengobati hipertensi. Mentimun memiliki kandungan yang bermanfaat sebagai detoksifikasi karena kandungan air yang sangat tinggi hingga 90% membuat mentimun memiliki efek diuretik, mineral yang kaya pada mentimun mampu mengikat garam dan dikeluarkan melalui urin. Jus mentimun cukup cepat untuk menurunkan tekanan darah tinggi terhadap usia lansia dalam waktu yang cukup singkat selama 7 hari. Kesimpulan: Jus buah mentimun mampu mengurangi gejala tekanan darah tinggi pada usia lansia yang dianalisis dari kandungan, dosis, maupun cara pengolahan yang sederhana sehingga literature review ini hasilnya dapat dipertanggungjawabkan
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
Latar belakang : Pelayanan keperawatan yang berkualitas dapat diwujudkan melalui pemberian asuhan keperawatan yang didasari perilaku caring selama masa perawatan, sehingga dapat memengaruhi kepuasan pasien yang merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yangditerima. Pengukuran tingkat kepuasan pasien harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengukuran mutu pelayanan kesehatan, survey kepuasan pasien menjadi penting dan perlu dilakukan untuk melihat kemauan dan keinginan pasien.Tujuan : Mengidentifikasi hubungan perilaku caring perawat terhadap tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap dewasa rumah sakit universitas Tanjungpura Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional pada 96 responden. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji Spearman.Hasil : Perilaku caring perawat di ruang rawat inap dewasa Rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak adalah cukup (49,0%) dan tingkat kepuasan pasien adalah puas (60,4 %). Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi sedang anatara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap dewasa Rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak dengan nilai p = 0,000 dengan nilai r = 0,601.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara perilaku caring dengan tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap dewasa rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak, perawat harus tetap menunjukkan sukap saling percaya, saling menghargai dalam melayani pasien sehingga pasien akan merasa puas dengan pelayanan keperawatan.
TINGGI BADAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: LITERATURE REVIEW
Latar belakang : Stunting adalah keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek yang terjadi karena kondisi tumbuh dan kembang. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah tinggi badan ibu. Tinggi badan ibu berhubungan dengan pertumbuhan fisik anak. Ibu yang pendek merupakan salah satu satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Tujuan : mengidentifikasi hubungan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review. Literature review dilakukan dengan cara pengidentifikasian dari narasumber dan sumber daya terakreditasi yang relevan dengan tema pembahasan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka SPIDER. Pemilihan narasumber dan sumber dilakukan dengan menggunakan kriterian inklusi dan eksklusi. Sumber yang terpilih kemudian dilakukan review. Hasil : Tinggi badan ibu mempunyai pengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Genetik pendek pada ibu, akan mempengaruhi tinggi badan balita. Karakteristik ibu yang memiliki tinggi badan pendek membawa faktor genetika yang menyebabkan stunted, karena gen pembawa kromosom pendek kemungkinan besar akan menurunkan sifat pendek tersebut terhadap anaknya. Tinggi badan merupakan salah satu bentuk dari ekspresi genetik, dan merupakan faktor yang diturunkan kepada anak serta berkaitan dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Tinggi badan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Secara genetik orang tua memiliki gen pewaris dalam kromosom dengan tinggi badan pendek akan menurunkan sifat pendek kepada anaknya, karena genetik seseorang diwariskan dari orang tua melalui gen. Kata Kunci : tinggi badan ibu, stunting, balit
HUBUNGAN STATUS HIPERTENSI DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN PREMATUR PADA IBU MELAHIRKAN DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK
Latar Belakang : Prematur merupakan salah satu penyumbang terbesar pada kematian perinatal dan neonatus, baik jangka pendek maupun jangka panjang. RSUD dr. Soedarso Pontianak mengalami peningkatan kasus kelahiran bayi prematur setiap tahunnya. Penyebab kelahiran prematur salah satunya terjadi karena adanya gangguan pertumbuhan bayi sewaktu dalam kandungan yang disebabkan oleh penyakit ibu seperti: hipertensi dan anemia dalam kehamilan.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara status hipertensi dan kadar hemoglobin dengan kejadian prematur pada ibu melahirkan di RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif, responden sebanyak 98 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan buku riwayat/rekam medik. Uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji fisher exact test dengan pengambilan keputusan menggunakan nilai exact sig.Hasil : Umur Lahir bayi 23-38 minggu, rata-rata kehamilan minggu ke-34. Berat badan lahir bayi 500-3700 gram, rata-rata 1991,58 gram. Tekanan darah sistolik ibu melahirkan 90-174 mmHg, rata-rata 122,93 mmHg dan tekanan darah diastolik ibu 50-111 mmHg, rata-rata 75,03 mmHg. Kejadian hipertensi ibu melahirkan terbanyak tidak hipertensi dengan jumlah 63 (68,5%). Kadar hemoglobin ibu melahirkan 7,10-15,20 gr/dL, rata-rata 10,51 gr/dL dan kejadian anemia ibu melahirkan dengan anemia berjumlah 76 (82,6%). Kejadian hipertensi pada ibu melahirkan bayi prematur berjumlah 22 (31,5%) responden dan kejadian anemia pada ibu melahirkan prematur berjumlah 76 (82,6%) responden. Hasil uji fisher exact test hipertensi pada ibu melahirkan bayi prematur menunjukkan p=0,025 dan anemia pada ibu melahirkan bayi prematur menunjukkan p=0,024, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara status hipertensi dan anemia dengan kejadian prematur pada ibu melahirkan di RSUD dr. Soedraso Pontianak.
PENGARUH PEMBERIAN “BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L)” TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW
ABSTRAK Latar Belakang: Tekanan darah tinggi tidak terkontrol maka timbul komplikasi: infark miokard, jantung koroner, gagal jantung kongestif, stroke, ensevalopati hipertensif, gagal ginjal kronis, retinopati hipertensif. Bawang putih salah satu terapi non-farmakologis mengandung zat alisin, hidrogen sulfida berkhasiat menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui cara pengolahan tepat dan mudah dari bawang putih, mengetahui lama pemberian bawang putih untuk penderita Hipertensi. Metode: Jenis penelitian Literature Review menggunakan teknik analisa data, artikel diperoleh dari database PubMed, Science Direct, Google scholar. Hasil: Berdasarkan 7 artikel direview, ada pengaruh signifikan Pemberian Bawang Putih Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. 2 artikel menyatakan pengolahan direbusan dan diseduh, 1 artikel menyatakan pengolahan bawang putih fermentasi dan bawang putih segar, 1 artikel menyatakan pengolahan black garlic, 3 artikel menyatakan pengolahan ekstrak garlic. 1 artikel menyatakan diberikan 2 kali sehari selama 7 hari berturut-turut. 1 artikel menyatakan diberikan 1 siuang selama 1 bulan, 3 artikel menyatakan pemberian 1 kali sehari, 1 artikel menyatakan diberikan 2 siuang perhari selama 2 minggu. Kesimpulan: Hasil literature review 7 artikel yang dianalisis ada pengaruh yang signifikan dalam Pemberian “ Bawang Putih ( Allium Sativum L ) ” Terhadap Perubahan Tekanan Darah, tidak ada terdapat perbedaan yang berarti cara pengolahan dan lama pemberian. ABSTRACT Background: If high blood pressure is not controlled, complications arise: myocardial infarction, coronary heart disease, congestive heart failure, stroke, hypertensive encephalopathy, chronic renal failure, hypertensive retinopathy. Garlic, one of the non-pharmacological therapies, contains the substance allicin, hydrogen sulfide, which has the effect of lowering blood pressure. Purpose: Knowing how to properly and easily process garlic, knowing how long to give garlic to people with hypertension. Method: This type of Literature Review research uses data analysis techniques, articles are obtained from the PubMed, Science Direct, Google Scholar databases. Results: Based on the 7 articles reviewed, there is a significant effect of giving garlic on changes in blood pressure in hypertension sufferers. 2 articles state processing boiled and brewed, 1 article states processing fermented garlic and fresh garlic, 1 article states processing black garlic, 3 articles state processing garlic extract. 1 article states that it is given 2 times a day for 7 consecutive days. 1 article stated that they were given 1 cup for 1 month, 3 articles stated that they were given 1 cup per day, 1 article stated that they were given 2 cups per day for 2 weeks. Conclusion: The results of the literature review of 7 articles analyzed showed a significant effect in administering "Garlic (Allium Sativum L)" on changes in blood pressure, there was no significant difference in the processing method and duration of administration